306 research outputs found
Raja Faisal Bin Abdul Aziz: Jejak Kehidupan dari Kelahiran hingga Kematiannya
Tulisan ini membahas tentang rekam jejak kehidupan seorang tokoh sentral dari Jazirah Arab Saudi yang bernama Raja Faisal bin Abdul Aziz mulai dari masa kelahiran samapai dengan masa kematian. Tulisan ini adalah tulisan sejarah dengan menggunakan metode sejarah, yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Raja Faisal bin Abdul Aziz al-Saud yang kemudian dikenal dengan Malik Faisal lahir pada bulan Safar, tahun 1324 H/ 1906 M, di Kota Riyadh (Ibu Kota Saudi Arabia). Beliau merupakan anak dari pasangan Raja Abdul Aziz al-Saud dan Tarfah binti al-Syaikh, dan merupakan anak keempat dari Raja Abdul Aziz. Ibunya bernama lengkap Tarfah binti Abdullah bin Abdul Lathif al-Syaikh. Pada usianya yang masih muda, Faisal telah berhasil menghafal beberapa juz di dalam Alquran, menghafal sejumlah hadis, dan telah mengetahui ajaran fiqh dari kitab-kitab Ahmad bin Hambal. Selain itu, Faisal muda gemar membaca berbagai buku-buku yang dibuat oleh sang kakek, hal ini tentu menambah pengetahuan dan kemampuan berbicara Pangeran Faisal di depan umum. Faisal bin Abdul Aziz, sebelum diangkat menjadi Raja ke-3 Saudi Arabia, diusianya yang dewasa Faisal bin Abdul Aziz telah memangku beberapa jabatan penting di dalam keluarga kerajaan. Adapun beberapa jabatan penting yang pernah ditempati oleh Faisal bin Abdul Aziz diantaranya sebagai wakil raja di Hijaz dan sebagai menteri luar negeri Saudi Arabia. Raja Faisal juga mempunyai watak yang tegas dan tidak segan-segan mengeluarkan kebijakan yang tidak masuk di akal pada abad itu. Terbukti ketika Raja Faisal berani mengembargo minyak kepada pihak Amerika pada tahun 1974 M, yang ketika itu menjadi negara sekutu Saudi Arabia sejak Pemerintahan Raja Abdul Aziz. Sang raja yang dicintai oleh rakyatnya dan para pemimpin Muslim dunia, akhirnya tewas karena ulah Faisal bin Musaid, pada tanggal 25 Maret 1975 M
Raja Faisal Bin Abdul Aziz Al-saud ikon pembebasan palestina (1930-1975)
Penelitian ini adalah suatu studi tentang peranan seorang tokoh dengan judul, peranan raja faisal bin abdul aziz dalam membela kedaulatan wilayah palestina (1930-1975). raja faisal adalah seorang pimpinan dari negara saudi arabia yang telah melakukan berbagai usaha dalam membebaskan negeri palestina dari pendudukan kaum yahudi. penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan metode sejarah, yaitu, pertama heuristik. Heuristik adalah langkah pertama dalam penelitian sejarah, heuristik yang peneliti lakukan adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang raja faisal, bukan hanya dari buku semata, tetapi juga mengumpulkan data dari jurnal hasil penelitian, baik jurnal nasional maupun internasional. peneliti juga mengamati video-video yang telah dimuat di Youtube. penelitian ini merekomendasikan kepada jurusan sejarah dan kebudayaan islam agar mahasiswa melakukan penelitian lanjutan tentang raja faisal. peneliti juga merekomendasikan agar mahasiswa banyak mempelajari tentang hubungan antara Arab dengan Israel.i, 96 hlm : ilus ; 27 c
Peranan Raja Faisal Bin Abdul Aziz Al-Saud dalam Mempertahankan Kedaulatan Wilayah Palestina (1930-1975)
Penelitian ini mengkaji peran seorang tokoh dengan judul "Peran Raja Faisal bin Abdul Aziz dalam Mempertahankan Kedaulatan Wilayah Palestina (1930-1975)". Raja Faisal merupakan pemimpin Negara Arab Saudi yang telah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Yahudi. Penelitian ini meliputi penelitian sejarah dengan menggunakan heuristik, kritik sumber, tahapan interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan Raja Faisal berupa menyapa sahabat dari negara-negara Arab untuk membantu rakyat Palestina dalam perjuangan mempertahankan wilayahnya. Upaya lainnya adalah melakukan diplomasi politik melalui berbagai jalur, seperti PBB, OKI, Rabitahah al-Alam al-Islami, OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), dan melakukan kontak langsung dengan para pemimpin organisasi di Palestina. Selain itu, Raja Faisal juga memberikan bantuan keuangan dan persenjataan kepada Palestina. Oleh karena itu, Raja Faisal merupakan tokoh Islam asal Arab Saudi yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Palestina.This research studies the role of a figure titled "The Role of King Faisal bin Abdul Aziz in Defendingthe Sovereignty of the Palestinian Territory (1930-1975)". King Faisal is a leader of the State of SaudiArabia who has made various efforts to liberate Palestine from Jewish occupation. This researchincludes historical research using heuristics, source criticism, interpretation stages, and historiography.The results of this research showed that the efforts made by King Faisal were in the form of greetingfriends from Arab countries to help the Palestinian people in their struggle to defend their territory.Other efforts carry out political diplomacy through various channels, such as the PBB, OKI,Rabitahah al-Alam al-Islami, OPEC (The Organization of the Petroleum Exporting Countries), andmaking direct contact with organizational leaders in Palestine. Apart from that, King Faisal alsoprovided financial assistance and weapons to Palestine. Therefore, King Faisal is an Islamic figurefrom Saudi Arabia who has an important role in defending the sovereignty of the Palestinian territory
Looking at the Traces of Islamic Education in Saudia Arabia (Study of the History of Islamic Education)
This research aims to find out the names of Islamic educational institutions, and to find out some of the names of educators and Islamic education figures. In this research the author uses historical methods or historical methods. The historical method consists of data collection, source criticism, interpretation and finally historiography. The research approaches used in this research are the geographical approach, sociological approach, educational approach and historical education. The results of this research are A) Saudi Arabia has 34 universities, with details of 26 state universities, namely: 1) Universitas Raja Saud, 2) Universitas Islam Madinah, 3) Universitas Raja Fahd untuk Perminyakan dan Mineral, 4) Universitas Raja Abdul Aziz, 5) Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, 6) Universitas Raja Faisal, 7) Universitas Umm Al-Qura, 8) Universitas Raja Khalid, 10) Universitas Qashim, 11) Universitas Taibah, 12) Universitas Ta\u27if, 13) Universitas Raja Saud bin Abdul Aziz untuk Ilmu Kesehatan, 14) Universitas Al-Bahah, 15) Universitas Ha\u27il, 16) Universitas Al-Jauf, 17) Universitas Jazan, 18) Universitas Najran, 19) Universitas Tabuk, 20) Universitas Putri Nurah binti Abdurrahman, 21) Universitas Al-Hudud Asy-Syamaliyyah, 22) Universitas Dammam, 23) Universitas Pangeran Salman bin Abdul Aziz, 24) Universitas Syaqra, 25) Universitas Al-Mujamma\u27ah, dan 26) Universitas Elektronik Saudi. dan 9 Perguruan Tinggi Swasta, yaitu: 1) Universitas Pangeran Sultan, 2) Universitas Terbuka Arab, 3) Universitas Internasional Al-Madinah, 4) Universitas Al-Yamamah, 5) Universitas Raja Abdullah untuk Sains dan Teknologi, 6) Universitas Al-Faisal, 7) Universitas Pangeran Muhammad bin Fahd, 8) Universitas Pangeran Fahd bin Sultan, dan 9) Universitas Darul \u27Ulum. B) several figures and educators in Saudia Arabia are: 1) Ibn Taimiyyah Rahimahullah, 2) Muhammad Ibn Abd Al-Wahab Rahimahullah, 3) Abdul Aziz bin Shalih bin Nashir bin Abdurrahman Alu Shaikh rahimahullah, 4) Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah, dan 5) Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah
Visualization for UiTM timetable generation system using timetable JavaScript Plugin / Muhammad Faisal Norsham
This dissertation is motivated to develop an application that helps students manage and visualize their class schedule. By beginning a brief discussion related to timetable and class schedule, this study will expand the foundation for developing a functional and acceptable system that is capable of generating timetable based on a specific student’s class schedule. The first objective would be to design and develop a web application called Timetable Generation System. The second objective is to evaluate the functionality and user acceptance towards the said system. The system’s significance could ease the process of finding and arrange the student’s class schedule in a timetable which will dramatically reduce the time it takes for students to prepare their class schedule timetable every semester. Literature review will be discussed in various topics from class schedule timetabling to web application development. Three related works are included to analyse the related problems of the previous work done by other researchers and study the methods and approaches they used in developing their system. The methodology will discuss the SDLC approach in developing the project. The project development consists of four phases; analysis, design, development and testing. The system was evaluated using functional testing and User Acceptance Test. The tests were conducted in order to verify the system meet user requirements and users accept the developed system respectively. The author may improve the Timetable Generation System in the future by implementing a fully automatic application that require less input from users as well as developing a mobile platform version of the application. There is also a potential study to design and develop the same application but for examination schedule instead
Iqbal and the Cosmopolitan Horizon of Muslim Societies, by Faisal Devji
Faisal Devji is Historian, Reader in Indian History at St. Antony's College, University of Oxford. He is the author of four books, Landscapes of the Jihad: Militancy, Morality, Modernity (Hurst, 2005), The Terrorist in Search of Humanity: Militant Islam and Global Politics (Hurst, 2009), The Impossible India: Gandhi and the Temptation of Violence (Harvard University Press, 2012) and Muslim Zion: Pakistan as a Political Idea (Harvard University Press, 2013). On Muhammad Iqbal (1877-1938) and t..
A reappraisal of attitudes to the 'People of the Book' in the Qur'an and hadith, with particular reference to Muslim fiscal policy and the covenant of 'Umar
EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
Political development in the kingdom of Saudi Arabia: an assessment of the Majlis Ash-Shura
This thesis is submitted to an English university and English expressions are used throughout. Foreign words and expressions are italicised except for those accepted in common English use, e.g. the Holy Koran. Principal place names are as appearing in The Times Atlas. Minor place, tribal and family names are italicised and included in the Glossary of Arabic Terms (below). Diacritical marks are omitted throughout. Dates are given for the Common Era (C.E.), and comparative tables of Al Hijra (A.H.) and Common Era years follows the Glossary. Throughout the thesis, the Kingdom means the Kingdom of Saudi Arabia, and The Prophet means the Prophet Mohammad salla-Hahu alayhi wa- salam ("God bless him and give him peace"). The Majlis Ash-Shura means the Consultative Council, and is referred to as such throughout this thesis
- …
