562 research outputs found
TAKDIR DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR KARYA HAMKA DAN TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI
ABSTRAK
Penelitian dengan judul: Takdir dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar Karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah Karya Wahbah Al-Zuhaili ini disusun oleh Muhammad Nur Ulil Albab, NIM: 1880503220016. Dosen pembimbing Prof. Dr. Kojin, M.A dan Prof. Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag.
Kata Kunci: Takdir, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Munir.
Penelitian ini membahas tentang perbandingan pemikiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan Wahbah dalam Tafsir Al-Munir tentang takdir. Banyaknya perdebatan yang terjadi terhadap permasalahan takdir sejak zaman dahulu hingga saat ini menimbulkan sikap saling menyalahkan dan mengkafirkan antar kelompok. Setidaknya ada tiga kelompok yang bersebrangan dalam perpandangan mengenai takdir ini, yaitu Jabariyyah, Qadariyyah dan Ahlussunnah wal Jama’ah. Hamka dan Wahbah merupakan tokoh mufassir kontemporer yang karyanya sangat terkenal dalam kehidupan modern. Keduanya berlatar belakang Ahlussunnah wal Jama’ah, namum memiliki madzhab dan letak sosial geografis yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana wawasan umum al-Qur’an tentang takdir? Bagaimana perbandingan pemikiran Hamka dan Wahbah tentang ayat-ayat takdir? Bagaimana elaborasi takdir dalam konteks kekinian?. Metode penelitian ini adalah library research dengan pendekatan deskriptif kualitatifif. Temuan dari penelitain ini adalah pertama, term takdir dalam al-Qur’an disebutkan 131 kali dengan berbagai bentuk. Dilihat dari maknanya terma tersebut terbagi menjadi lima macam. Dari makna-makna tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua klasifikasi, yakni ayat takdir mubram dan muallaq. Kedua, hasil perbandingan dalam mendefinisikan takdir menurut Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Munir adalah dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lebih mengutamakan kehendak manusia untuk berfikir memilih dan memilah apa yang dilakukan. Hal ini menandakan bahwa Hamka lebih condong pada aliran Qadariyyah. Sedangkan Wahbah dalam Tafsir Al-Munir cenderung mengutamakan kehendak dan ketentuan Tuhan, yang mengisyaratkan Wahbah lebih condong pada aliran Jabariyyah. Ketiga, Elaborasi dari penelitian ini adalah sikap yang saharusnya dimiliki seorang muslim menghadapi takdir, yakni dengan senantiasa berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Hal tersebut akan menjadikan hikmah memperoleh jiwa yang optimis, rendah hati, sabar dan tawakkal atas ketentuan Allah
Konsep Amanah Dalam Kepemimpinan (Perbandingan Tafsir Al-Munir Dan Al-Azhar Tentang Ayat Amanah Dalam Surah an-Nisa’: 58)
Amanah merupakan salah satu refleksi moral dan etika Islam yang memegang peranan penting dalam masyarakat. Konsep amanah dalam Al-Qur'an mencerminkan hakikat spiritual dan keagamaan seorang Muslim. Melalui sunnah dan Al-Qur’an, Islam menekankan perlunya melaksanakan amanah, baik melalui. Bahkan, dalam Islam amanah dianggap sebagai syarat penting dalam menjalankan agama. Penelitian ini menggunakan penelitian Pustaka, menjadikan ayat Al-Qur'an, khususnya QS. An-Nisa: 58, sebagai objek materialnya. Selain menggunakan Al-Qur'an sebagai sumber utama, penelitian ini didukung oleh berbagai kitab dan buku tafsir Al-Qur’an sebagai sumber pendukung. Penelitian ini akan difokuskan pada masalah bagaimana perbedaan penafsiran oleh Wahbah az-Zuhaili dan Hamka dalam menafsiri ayat Amanah pada surah an-Nisa’ ayat 58. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan membandingkan tafsir Surah An-Nisa ayat 58 berdasarkan kitab Tafsir Al-Munir karya dari Wahbah Al-Zuhaili dengan kitab Tafsir Al-Azhar yang ditulis oleh Buya Hamka. Ayat 58 surat An-Nisa mengandung pesan penting tentang amanah dan keadilan dan amanah yang relevan bagi kehidupan social masyarakat dan kehidupan dalam ranah kenegaraan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua tafsir tersebut sepakat mengenai pentingnya keadilan dan amanah dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggungjawab, pada tingkat individu maupun kolektif. Tafsir Al-Munir menekankan pada aspek hukum Islam dan aplikasinya dalam pemerintahan yang adil. Sementara itu, Tafsir Al-Azhar memberikan penekanan pada aspek moral juga dalam aspek etika pada kehidupan sehari-hari serta implikasinya terhadap kemajuan umat
LAHW AL-HADITS DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DI ZAMAN MODERN (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Azhar)
ABSTRAK
Rafli Anugrah, Lahw al-Hadits Dalam Perspektif al-Qur‟an Dan Relevansinya
Di Zaman Modern (Studi Komparatif Antara Tafsir al-Munir dan Tafsir al-
Azhar). Problematika lahw al-hadits sudah terjadi sejak zaman Rasulullah
shallallahu „alaihi wa sallam ketika mendakwahkan agama Islam, di mana pada
saat itu lahw hadits diantaranya berupa musik, kisah-kisah atau legenda para raja
Persia, nyanyian dan para biduan yang digunakan untuk menyesatkan atau
menjauhkan dari agama Islam. Kini zaman semakin berkembang dan maju, maka
bertambah pula fasilitas lahw al-hadits diantaranya seperti konser musik, filmfilm,
permainan game, cerita dongeng, mitos, legenda dan lain-lain. Oleh karena
itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai makna lahw alhadits
dengan rumusan masalahnya yaitu: bagaimana penafsiran lahw al-hadits
menurut tafsir al-Munir dan tafsir al-Azhar?, bagaimana relevansi lahw al-hadits
di zaman modern?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran
lahw al-hadits dalam tafsir al-Munir dan tafsir al-Azhar Wahbah Az-Zuhaili dan
Buya Hamka serta relevansinya di zaman modern. Penelitian ini bersifat
kepustakaan (Library Research) yakni dengan mengumpulkan ayat-ayat mengenai
lahw al-hadits. Penulis menggunakan metode komparatif yaitu dengan cara
membandingkan pendapat mufassir mengenai lahw al-hadits. Selanjutnya penulis
merelevansikan di zaman modern. Hasil dari penelitian ini yaitu lahw al-hadits
adalah penjajahan terhadap umat Islam melalui bentuk-bentuk permainan katakata,
dan juga dengan munculnya penerus Nadhr-Nadhr yang baru bahkan lebih
hebat dengan gagasan, pikiran atau ide-ide yang muncul agar kejayaan barat tetap
abadi, sehingga dapat menghancurkan Islam dengan secara perlahan-lahan.
Kata kunci: Lahw al-hadits, Relevansi, Modern
Makna Simbolik dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir al-Azhar dan Tafsir al-Munir)
Research on symbolic meaning in the Qur'an surah al-Baqarah/2: 115, al-A'raf 7:57 and al-Anfal/8: 17 is based on the belief that the Qur'an can only be understood just textually, you don't need to understand it contextually. After examining in depth the tafsir of al-Azhar and Wahbah az-Zuhaili, it was found that understanding the Qur'an is not only textual but also contextual, one of which is by understanding the symbolic meaning of the Qur'an. This research aims to reveal the symbolic meaning of the Al-Qur'an (comparative study of tafsir al-Azhar and tafsir al-Munir). To answer the question above, the researcher conducted research using a research library or literature based on reviewing tafsir books and related books, while the method used in this research was muqaran tafsir. The primary data source in this research is the Koran surah al-Baqarah/2: 115, al-A'raf 7:57 and al-Anfal/8: 17 using the tafsir al-Azhar and tafsir al-Munir. Secondary data is in the form of books, interpretations of articles and other works related to this research. The results of this research are that it can be understood in Surah al-Baqarah/2: 115 the meaning of Allah who put fear into the hearts of the Prophet's enemies, namely by conveying pasih that far away could hit them, especially when facing the Prophet at close range they would definitely be defeated by the prophet and his companions. The voice of al-A'raf 7:57 explains that the Qur'an is a source of faith that will revive the hearts of the dead and it is also with faith that the hearts of living people can understand the holy verses of the Qur'an. As for surah al-Anfal/8: 17, it can be understood that if a person faces to pray then there is his Qibla, when he does not know the direction of the Qibla for prayer or if a person does not know the direction of the Qibla then Allah will be pleased with him when he faces the Qibla. the
Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Pola Asuh Orangtua di SMA Swasta Plus Al-Azhar Medan
KONSEP AL-FAUZ DALAM KEHIDUPAN AKHIRAT (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL-MUNIR)
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Konsep Al-Fauz Dalam Kehidupan Akhirat (Studi
Komparatif Antara Tafsir Al-Azhar Dan Tafsir Al-Munir. Manusia yang
menginginkan kemenangan dalam hidup, terkadang tidak memahami kemenangan
seperti apa yang ingin dicapai. Apakah kemenangan tersebut berupa hal-hal yang
membawa kemenangan sementara di dunia seperti banyaknya harta dan pendidikan
yang tinggi, ataukah kemenangan tersebut berupa ketenangan dan kenyamanan dalam
menjalani hidup, Atau kemenangan sejati yang seperti Allah janjikan di dalam kalam-
Nya yang terdapat dalam Al-Qur‟an. Penelitian ini membahas tentang tata cara
bagaimana kita bisa menjalani kehidupan di dunia dengan mendapatkan kemenangan
di akhirat. Adapun rumusan masalah yang ditemukan adalah Bagaimana penafsiran
komparatif konsep konsep Al-Fauz dalam kehidupan akhirat dan kiat kiatnya menurut
Hamka dan Wahbah Az-Zuhaili. Dalam Penelitan ini, penulis menggunakan
menggunakan metode Muqaran (komparatif), yaitu membandingkan pendapatpendapat
ulama tafsir dalam menafsirkan ayat Al-Qur‟an. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu penelitian yang berusaha
mendapatkan dan mengolah data-data kepustakaan untuk menemukan jawaban dari
pokok masalah yang diajukan. Berdasarkan fenomena penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa kemenangan dan kebahagiaan itu akan didapat dengan cara kita
selalu Beriman dan bertaqwa kepada Allah dan RasulNya, tidak Musyrik, jujur, teguh
pendirian, dan baik kepada sesama makhluk Allah.
Kata kunci: konsep Al Fauz, Al-Azhar, Al-Muni
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI LINGKUNGAN SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Manajemen peserta didik merupakan suatu penataan dan pengaturan segala aktifitas yang
berkaitan dengan peserta didik mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik
tersebut dari suatu sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan manajemen peserta didik merupakan
bagian penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan
implememntasi manajemen peserta didik di SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung. Menurut Dosen Di
dalam buku manajemen Pendidikan terdapat 8 indikator untuk melaksanakan kegiatan manajemen peserta
didik, indicator tersebut yaitu: Analisis Kebutuhan Peserta Didik, Rekrumen Peserta Didik, Seleksi
Peserta Didik, Orientasi Peserta Didik, Penempatan Peserta Didik, Pembinaan Dan Pengembangan
Peserta Didik, Pencatatan Dan Pelaporan, Kelulusan dan alumni. Akan tetapi dalam hal ini penulis hanya
berfokus pada Rekrutmen peserta didik, pembinaan dan pengembangan peserta didik, serta lulusan dan
alumni.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara/interview dan dokumentasi.
Sumber data penelitian didapat dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan staf tata
usaha di SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi
Manajemen Peserta Didik di SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung telah terlaksana dengan baik. Hal ini
dapat terlihat dari indikator mengenai manajemen peserta didik yaitu: analisis kebutuhan peserta didik,
rekruitmen peserta didik meliputi (Pembentukan panitia, Merumuskan syarat pendaftaran, Penyebaran
informasi, Menyediakan formulir pendaftaran, Pelaksanaan Pendaftaran), seleksi peserta didik (Melalui
Tes Akademik, Tes Wawancara, dan Tes Keagamaan), orientasi peserta didik, penempatan peserta didik,
pembinaan dan pengembangan peserta didik meliputi (Pembinaan disiplin peserta didik, Kegiatan
Ekstrakulikuler, Bimbingan dan Konseling), pencatatan dan pelaporan, kelulusan dan alumni. Dimana
dalam mencari Peserta didik SD AL AZHAR 2 melaksanaknya secara maksimal dan baik, dalam
Pembinaan dan pengembangan Peserta didik dilaksanakan dengan baik, terbukti dengan adanya banyak
prestasi Siswa yang diraih, alumni dan kelulusan juga dilakukan dengan manejemen yang baik dengan
adanya ikatan alumni SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung yang terbentuk di dunia nyata juga Media
Sosial.
Kata Kinci: Manejemen, Peserta Didik, Implementasi,
iv
ABSTRACT
Student management is an arrangement and arrangement of all activities related to students
from the entry of students to the exit of students from a school or educational institution. Student
management activities are an important part that must be considered in organizing educational activities
in schools. This research uses qualitative research, to find out how student management is implemented
at SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung. According to the Lecturer, in the Education Management book
there are 8 indicators for carrying out student management activities, these indicators are: Analysis of
Student Needs, Recruitment of Students, Selection of Students, Orientation of Students, Placement of
Students, Guidance and Development of Students, Recording and Reporting, Graduation and alumni.
However, in this case the author only focuses on student recruitment, training and development of
students, as well as graduates and alumni.
Data collection was carried out using interviews/interviews and documentation. Sources of
research data were obtained from the principal, deputy principal for student affairs, and administrative
staff at SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung. The results of this research indicate that the implementation
of student management at SD AL AZHAR 2 Bandar Lampung has gone well. This can be seen from the
indicators regarding student management, namely: analysis of student needs, student recruitment
including (Forming a committee, Formulating registration requirements, Disseminating information,
Providing registration forms, Implementing Registration), student selection (Through Academic Tests,
Interview Tests , and Religious Tests), student organizations, student placement, student training and
development including (student discipline development, extracurricular activities, guidance and
counseling), recording and reporting, students and alumni. Where in looking for students at SD AL
AZHAR 2, it is carried out optimally and well, in coaching and developing students it is carried out well,
as evidenced by the many achievements of students, alumni and graduates are also carried out with good
management with the existence of the SD AL AZHAR 2 alumni association Bandar Lampung which is
formed in the real world is also on Socialmedia.
Keywords: Management, Students, Implementatio
Hubungan antara Disiplin Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Guru Yayasan Tetap di MTS YP Al-Azhar Medan SUnggal
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja pada guru yayasan tetap di MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. Sampel dari penelitian ini adalah 32 orang guru yayasan tetap yang ada di MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja pada guru yayasan tetap di MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. Dengan asumsi semakin tinggi disiplin kerja maka semakin tinggi pula produktivitas kerja pada guru yayasan tetap dan semakin rendah disiplin kerja maka semakin rendah produktivitas kerja pada guru yayasan tetap di MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. Penelitian ini menggunakan skala disiplin kerja yang terdiri dari 6 aspek yaitu kehadiran, waktu kerja, kepatuhan terhadap perintah, kepatuhan terhadap aturan, produktivitas kerja, dan pemakaian seragam. Skala produktivitas kerja yang terdiri dari 4 aspek yaitu efektivitas kerja, efesiensi kerja, semangat kerja dan disiplin kerja. Pengumpulan data menggunakan skala Likert. Terdapat hubungan positif antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi r xy = 0,704; p < 0,000. Ini berarti bahwa semakin tinggi disiplin kerja, maka semakin tinggi produktivitas kerja dan sebaliknya semakin rendah disiplin kerja maka semakin rendah tingkat produktivitas kerja. Dengan demikian maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterima.This research aims to look at the relationship between discipline in work and productivity in working of permanent teachers at MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. The sample from this study were 32 permanent teachers who were at MT S YP Al-Azhar Medan Sunggal. In line with the discussion on the theoretical basis, the hypothesis proposed in this study is that there is a relationship between work discipline and work productivity at foundation teachers at the MTs YP Al-Azhar Medan Sunggal. With the assumption that the higher the work discipline, the higher the work productivity of the permanent teacher and the lower the discipline in work, the lower the work productivity for the permanent teacher remains at the YP Al-Azhar Medan Sunggal MTs. This research uses a work discipline scale consisting of 6 aspects, namely attendance, work time, compliance with orders, compliance with rules, work productivity, and uniform usage. The work productivity scale consists of 4 aspects, namely work effectiveness, work efficiency, work morale and work discipline. Data collection uses a Likert scale. There is a positive relationship between discipline in work and work productivity. This result is proven by the correlation coefficient r xy = 0.704; p < 0,000. This means that the higher the work discipline, the higher productivity in working and conversely the lower the work discipline, the lower the level of work productivity. Thus the hypothesis that has been proposed in this study is declared acceptable
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Konsep Diri dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa-Siswi SMP Al-Azhar Medan
Komunikasi Interpersonal adalah proses penyampaian pesan dari komunikasi
dua arah
yang dilakukan oleh individu satu dengan individu lainnya dengan cara pemberian
informasi,
yang berdasarkan ide-ide, gagasan dan pikiran serta perasaan diantara kedua
belah pihak.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah hubungan yang positif antara
kecerdasan
emosional dan konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal siswa
-siswi SMP
Al - Azhar Medan dengan arti semakin baik kecerdasan emosional dan konsep
diri siswa
maka semakin baiklah kemampuan komunikasi interpersonal siswa, sebaliknya
semakin
buruk kecerdasan emosional dan konsep diri siswa maka semakin buruklah
kemampuan
komunikasi interpersonal siswa-siswi di sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis
product
moment dengan tekhnik pengambilan sampel Random Sampling. Subjek penelitian ini
adalah
siswa-siswi SMP Al-Azhar Medan dengan sampel 100 orang dari kelas VII,VIII
dan IX.
Berdasarkan analisis data menunjukkan Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara
kecerdasan emosional dan konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Hasil ini
ditunjukkan dengan koefisien F reg = 0,305 dimana p > 0,05. Ini menandakan bahwa semakin
tinggi rendahnya kecerdasan emosional dan semakin tinggi rendahnya konsep diri, maka
tidak mempengaruhi tinggi rendahnya komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil penelitian
ini, maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan
ditolak
STRATEGI KAMPANYE HAM CIVIL SOCIETY ORGANIZATIONS (Studi Kasus Kampanye Kontras dalam Kasus Munir)
Kasus Munir menjadi cerminan bagaimana bangsa ini memperlakukan hak asasi
manusia. Upaya-upaya advokasi yang dilakukan tidak sesuai dengan proses hukum
yang seharusnya. Data dan fakta dikesampingkan demi kepentingan politik. Oknumoknum
yang diduga terlibat, acap kali mengatasnamakan kepentingan negara demi
menghindari pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penyebabpenyebab
yang menghambat penuntasan kasus Munir. Penelitian ini juga bertujuan
untuk mendeskripsikan bagaimana strategi kampanye Kontras dalam mendukung
advokasi kasus Munir.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptifnaratif.
Informan utama penelitian ini adalah Haris Azhar (Koordinator Kontras),
selaku pengawas kegiatan kampanye, Alves Fonataba, Indah Nurmasari, dan Luh
Putu Kusuma Ririen (Biro Kampanye dan Jaringan), selaku pelaksana kegiatan
kampanye, dan Chrisbiantoro (Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi)
yang tentunya tak dapat dipisahkan dari perencanaan dan perancangan kampanye
Kontras. Penulis melakukan wawancara mendalam terhadap informan dan observasi
dokumen untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara horizontal yakni pada ranah publik
strategi kampanye memiliki implikasi pada terciptanya gerakan-gerakan sosial yang
mendukung pengusutan tuntas kasus Munir. Sedangkan secara vertikal yakni pada
tataran hukum efek dari strategi kampanye belum signifikan mampu menstimulasi
agar proses hukum yang mandek dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya
- …
