275 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA BAGI HASIL (DBH), DAN BELANJA DAERAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2006-2015

    Get PDF
    ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA BAGI HASIL (DBH), DAN BELANJA DAERAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2006-2015 Afifah Az-zahra F0112004 Pemerintah di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2006-2015 yang memiliki Pendapatan Asli Daerah yang tinggi dengan statusnya sebagai Ibu Kota Negara sekaligus sebagai pusat perekonomian ternayata tidak mampu menurunkun tingkat kemiskinan secara kontinyu. Setelah adanya kebijakan desentralisasi fiskal, pemerintah daerah semakin memiliki wewenang penuh dalam mengelola keuangan daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, dan Belanja Daerah terhadap tingkat kemiskinan di Povinsi DKI Jakarta pada tahun 2006-2015. Menggunakan analisis regresi log linear, data yang digunakan adalah data sekunder dan merupakan data kuantitatif. Data yang digunakan adalah data time series dalam kurun waktu 10 tahun dengan pengolahan data menggunakan program Eviews. Data diperolehh dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Hasil pengujian menyatakan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Hasil pengujian Belanja Daerah terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Koefisien determinasi menunjukkan pengaruh variabel independen sebesar 84,3% secara bersama-sama terhadap tingkat kemiskinan Kata kunci: kemiskinan, desentralisasi fiskal, pendapatan daerah, belanja pemerintah daera

    Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil validasi instrumen penilaian autentik berbasis proyek pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan pendidikan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang dibatasi pada beberapa tahap. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Pada tahap Analisis, peneliti menganalisis kebutuhan, kurikulum, dan karakteristik peserta didik sebagai acuan awal dalam bertindak. Di tahap desain, peneliti merancang sebuah kisi-kisi instrumen penelitian dengan menentukan unsur-unsurnya seperti capaian pembelajaran, elemen dan materi, serta indikator kompetensi maupun soalnya. Tahap pengembangan adalah mengembangkan produk yang sudah dirancang serta melihat sejauh mana kevalidan instrumen penilaian autentik yang sudah dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata total validitas instrumen penilaian dari ketiga validator adalah 3,303 dengan kategori “valid”. Sehingga, produk instrumen penilaian autentik berbasis proyek yang dikembangkan pada peneliti ini layak digunakan dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: penilaian, autentik, proyek, splt

    ANALISIS PENGEMBANGAN KAPASITAS BIDANG PENGELOLAAN SAMPAH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN KAPASITAS BIDANG PENGELOLAAN SAMPAH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN KOTA PEKANBARU OLEH : AFIFAH ZAHRA 11870521950 Penelitian ini dilakukan di Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbatu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kapasitas pada Bidang Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru serta untuk mengetahui faktor penghambat pengembangan kapasitas pada Bidang Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskruptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan indikator penelitiannya adalah Sumber Daya Manusia, Organisasi, Tatalaksana, dan Pengawasan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kapasitas pada Bidang Pengelolaan Sampah masih belum dilaksanakan dengan optimal hal ini dikarenakan masyarakat yang tidak koperatif, kurangnya sumber daya manusia dan budaya kerja yang tidak kondusif. Sehingga pengembangan kapasitas pada Bidang Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup belum terlaksana dengan baik. Kata Kunci : Pengembangan Kapasitas, Reformasi Birokrasi, Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbar

    THE CORRELATION BETWEEN ST UDENTS ’ QUR’ANIC MEMORIZATION AND THEIR VOCABULARY RETENTION (A Study at the Second Semester of the Seventh Grade Students of SMP IT Az-Zahra Lampung in 2017/2018 Academic Year)

    Get PDF
    This research was about the correlation between students Qur’anic memorization and their vocabulary retention. Based on the preliminary research, the students’ vocabulary retention score was still low. The objective of this research was to know whether there was a correlation between students’ Qur’anic memorization and their vocabulary retention at the second semester of seventh grade students. Thus, correlational research design was used. The population of this research was taken from all of the students at SMP IT Az- Zahra Lampung in 2017/2018 academic year consisted of 62 students. In taking the sample of the research, cluster random sampling technique was used. The sample was taken from the population consisted of 3 classes. In collecting the data, the archival data of students’ Qur’anic memorization and vocabulary retention test. After giving try out test, the test was given and then the data was analyzed by using Pearson’s Product Moment formula with SPSS (Statistical Package for Social Science) for hypothetical of test. The result of the hypothetical test showed that the value of significant generated Sig. (Pvalue) = 0.000 < α = 0.05. It means that Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the computation, it could be concluded that there was a positive correlation between students Qur’anic memorization and their vocabulary retention. While, based on the table of r value interpretation, we could know that the r observed was high correlation because the value of r observed 0.622 was in the level of 0.600 – 0.800

    Hubungan Lama Menderita dan Usia terhadap Faktor Risiko Obstructive Sleep Apnea pada Pasien Diabetes Melitus

    Get PDF
    Zahra Afifah Hanum, G0014249, 2017. Hubungan Antara Lama Menderita dan Usia Dengan Risiko Obstructive Sleep Apnea pada Pasien Diabetes Melitus Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua- duanya. Seiring dengan bertambahnya usia dan jangka waktu menderita dapat terjadi komplikasi pada pasien DM. Neuropati autonomik sebagai salah satu komplikasi kronik dari DM berperan dalam mekanisme terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA), karena dapat menyebabkan disfungsi dari kontrol motorik pernafasan dan menurunkan kemampuan dari saluran nafas atas dalam mempertahankan kekuatannya saat tidur sehingga menyebabkan obstruksi saluran nafas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita dan usia dengan risiko OSA pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Minggu ke-3 dan ke-4 September 2017 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Subjek penelitian adalah pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih dengan consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung ke pasien dengan menggunakan kuesioner Berlin dengan interpretasi risiko OSA. Variabel terikat adalah risiko OSA, sedangkan variabel bebasnya adalah lama menderita dan usia pasien DM. Data hasil penelitian dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji komparasi independent samples t test dan mann whitney test serta uji korelasi Spearman’s rank. Sedangkan pada analisis multivariat digunakan uji Regresi logistic kemudian diolah dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 21.00 for Windows dengan tingkat kemaknaan p< 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 40 sampel pasien DM terdiri dari wanita sebanyak 22 pasien (55%) dan pria sebanyak 18 pasien (45%). Dari hasil pengisian kuesioner Berlin diketahui bahwa terdapat 21 pasien (52,5%) yang dikategorikan memiliki risiko tinggi OSA sedangkan 19 pasien (47,5%) lainnya dikategorikan memiliki risiko rendah OSA. Hasil uji analisa bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa lama menderita mempunyai hubungan yang bermakna dengan risiko OSA dengan nilai p sebesar 0.001 (p< 0,05). Usia juga mempunyai hubungan yang bermakna dengan risiko OSA dengan nilai p sebesar 0,001 (p< 0,05). Sedangkan pada hasil uji analisa multivariat juga didapatkan hubungan yang bermakna antara lama menderita dan usia dengan risiko OSA dengan nilai p sebesar 0.046 (p<0.05) dan 0.041 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Lama Menderita dan Usia dengan Risiko Obstructive Sleep Apnea pada pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci : diabetes melitus, obstructive sleep apne

    Pembinaan sikap religius siswa melalui laboratorium masjid di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Malang

    Get PDF
    INDONESIA: Dalam suatu pembinaan maka sangatlah dibutuhkan sebuah sarana untuk menunjang kesuksesan dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Seperti halnya adanya Masjid yang menjadi fasilitas dalam membantu suatu kegiatan keagamaan terutama dalam lembaga pendidikan, maka sebuah masjid disini menjadi fasilitas yang dibutuhkan dalam pembinaan religius yang mana bisa disebut sebagai laboratorium, karena pada dasarnya laboratorium juga sebuah tempat untuk menjalankan suatu pembelajaran atau praktik. Dengan adanya lembaga yang memiliki laboratorium maka akan sangat membantu dalam menjalankan kegiatan yang di rencanakan oleh lembaga tersebut terutama di MAN 2 Kabupaten Malang. Laboratorium masjid di MAN 2 Kabupaten Malang merupakan tempat dalam menunjang kesuksesan pembinaan sikap religius siswa. Sehingga tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui program keagamaan pembinaan sikap religius siswa melalui laboratorium masjid di MAN 2 Kabupaten Malang. (2) mengetahui bentuk-bentuk kegiatan dalam pembinaan sikap religius siswa melalui laboratorium masjid di MAN 2 Kabupaten Malang. (3) mengetahui dampak pembinaan sikap religius siswa melalui laboratorium masjid di MAN 2 Kabupaten Malang. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pembinaan sikap religius siswa melalui Laboratorium Masjid di MAN 2 Kabupaten Malang yang diterapkan dengan adanya program keagamaan dan kegiatan pembinaan sikap religius, kemudian terlihat siswa menunjukkan beberapa perubahan sikap seperti sikap Jujur, Adil, bermanfaat bagi orang lain, disiplin, dan rendah hati. Terbentuknya beberapa sikap religius tersebut disebabkan adanya beberapa metode yang diterapkan diantaranya metode Uswah (teladan), metode ta’widiyah (pembiasaan), metode mau’izah (nasehat), metode qishshah (cerita), metode itsab (ganjaran). Pada dasarnya sikap religius juga berkaitan dengan keempat hubungan diantaranya hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan sesama, hubungan manusia dengan Lingkungan, dan hubungan manusia dengan dirinya. Dengan adanya pembinaan sikap religius membantu siswa dalam membentuk karakter baru, tentunya harus adanya pengawasan sehingga siswa bisa terarah dengan baik. ENGLISH: Tools are very important to build up students’ religious character. One of tools for building up students’ religious character is a mosque. A mosque can be a facility to hold religious programs in educational institution. A mosque as a facility is very important to build religious character, the mosque is a laboratory. It is because a laboratory is a place to hold a learning process or a practice. An institution with a laboratory will help to hold programs which are planned by an institution, especially State Islamic Senior High School 2, Malang District. Mosque laboratory in State Islamic Senior High School 2, Malang District is a place for supporting a success of religious character building. So, the aims of this research are (1) to know the religious program of religious character building on students through mosque laboratory in State Islamic Senior High School 2, Malang District. (2) to know the kinds of program of religious character building on students through mosque laboratory in State Islamic Senior High School 2, Malang District. (3) to know religious character building on students through mosque laboratory in State Islamic Senior High School 2, Malang District. To reach the aims, this research uses descriptive qualitative research with the kind of field research. The techniques which are carried out by the researcher are observation, interview, and documentation. This research shows that religious character building on students through mosque laboratory in State Islamic Senior High School 2, Malang District is held by religious program and religious character building. Then, the students also show the character change. The changes are the students are honest, fair, useful for others, discipline, and humble. The character change is caused by some methods that are applied by teachers. The methods Uswah (model), ta’widiyah (habituation), mau’izah (advice), qishshah (telling), itsab (reward). Basically, religious character is related to four relations. They are the relation of human and their God, the relation of human and human, the relation of human and environment, and the relation of human and their selves. Religious character building helps the students to build the new character, absolutely, the supervision is very important to direct the students to have the better character

    ANALISIS KESALAHAN GOOGLE TRANSLATE DALAM MENERJEMAHKAN TEKS FAIT DIVERS DARI BAHASA PRANCIS KE BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Saat ini penerjemahan merupakan salah satu ilmu linguistik terapan yang cukup berkembang. Dalam proses penerjemahan biasanya penerjemah menggunakan bantuan berupa kamus atau alat penerjemah Google Translate. Dibalik kecepatan dan kemudahan Google Translate, kualitas hasil terjemahannya dapat dikatakan masih jauh dari sempurna. Hal tersebut menjadikan hasil terjemahan perlu dievaluasi ulang, sehingga analisis kesalahan dalam hasil terjemahan Google Translate perlu untuk dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan hasil terjemahan Google Translate. Selain itu, manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan pembelajaran bagi pelajar dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi pengguna Google Translatekhususnya bagi pembelajar bahasa Prancis agar lebih teliti dalam menggunakan Google Translate. Adapun desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang terdapat dalam hasil terjemahan Google Translate pada Fait Divers dalam bahasa Prancis ke bahasa Indonesia dengan menggunakan dua teori, yaitu teori kesalahan penerjemahan Noorish dan kesalahan penerjemahan Verhaar. Dari 97 data yang ditemukan, jenis kesalahan penerjemahan yang paling banyak terjadi pada Google Translate adalah kesalahan makna leksikal yakni sebanyak 41 data. Sedangkan secara berurutan banyaknya data kegagalan mentransfer maksud dari bahasa sumber adalah 20 data, kesalahan urutan kata adalah 13 data, makna gramatikal adalah 11 data, penghilangan atau penambahan adalah 9 data, dan pencampuran bahasa adalah 3 data. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran khususnya bagi pembelajar bahasa Prancis. Nowadays translation is one of the most developed applied linguistic sciences. In the translation process, the translator usually uses a dictionary or a popular machine translation called Google Translate. Behind the convenience of Google Translate, the quality of the translation is far from perfect. Therefore, it is necessary to re-evaluate the translation results, so an error analysis in translation results of Google Translate needs to be done. The purpose of this research is to find out the types of errors in Google Translate. Moreover, the benefit of this research is as a learning material for students and can be used as a reference for Google Translate users, especially for French language learners to be more careful in using Google Translate. The research design used in this study is descriptive qualitative. This research is conducted by analyzing and describing the types of errors contained in Google Translate's translation of Fait Divers from French to Indonesian using two theories, namely Noorish's translation error theory and Verhaar's translation error theory. Of the 97 data found, the most common type of translation error in Google Translate is lexical meaning error which is 41 data. While in order the number of data on failure to transfer the meaning of the source language is 20 data, word order errors are 13 data, grammatical meaning is 11 data, omission or addition is 9 data, and language mixing is 3 data. This research is expected to be used as learning material, especially for French language learner

    Komunikasi Simbolik Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Interaksi Sosial Di Sekolah Alam Saka Karawang

    No full text
    ABSTRAK ZAHRA NUR AFIFAH 21170510000002 KOMUNIKASI SIMBOLIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH ALAM SAKA KARAWANG Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk komunikasi simbolik yang digunakan oleh ABK selama interaksi sosial di lingkungan kelas inklusi Sekolah Alam Karawang, serta melibatkan perspektif guru, orang tua, dan siswa non-ABK terkait pemahaman mereka terhadap makna komunikasi simbolik ABK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi, paradigma konstruktivis, dan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, triangulasi data, serta studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini yaitu Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) dengan klasifikasi ADHD, slowlearner, dan tunarungu; guru pendamping; Peserta Didik Biasa (non-PDBK); dan orang tua siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Alam Karawang. Objek penelitian yaitu interaksi sosial ABK dengan lingkungan di Sekolah Alam Karawang. Sebagai analisis, penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik yang dikembangkan oleh G. H Mead dan dibukukan oleh Herbert Blumer. Teori ini dipandang mampu menganalisa masalah interaksi sosial ABK dan memaknai simbol komunikasi yang digunakan oleh ABK. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa PDBK menggunakan tiga bentuk komunikasi simbolik. Pertama, gerakan tubuh/fisik, dilakukan oleh PDBK ADHD dan slowlearner. Kedua, pengulangan kata, dilakukan oleh salah satu PDBK slowlearner dan PDBK tunarungu. Ketiga, penggunaan emosi berlebihan, dilakukan oleh PDBK ADHD dan salah satu PDBK slowlearner. Pemahaman guru, orang tua, dan siswa biasa (non-ABK) terhadap komunikasi simbolik ABK bervariasi. Pertama, komunikasi simbolik gerakan tubuh/fisik dimaknai sebagai bentuk pesan semangat, perasaan tidak nyaman/gugup/Bahagia, anak yang tidak jelas/aneh. Kedua, komunikasi simbolik pengulangan kata dimaknai sebagai bentuk kesulitan mengatur pola piker, simbol sulit mendengar, dan simbol ketidakpahaman oleh siswa V dan Ibu T. Ketiga, komunikasi v simbolik penggunaan emosi berlebihan dimaknai sebagai bentuk penyaluran emosi/kesal/ingin sesuatu dan memaknai bentuk komunikasi menggunakan emosi sebagai bentuk sikap marah dan tidak baik dari ABK. Kata Kunci: Komunikasi Simbolik, Interaksi Sosial, ABK, Inklusi, Sekolah Alam vi ABSTRACT ZAHRA NUR AFIFAH 21170510000002 SYMBOLIC COMMUNICATION OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN SOCIAL INTERACTIONS AT SEKOLAH ALAM SAKA KARAWANG This study aims to understand the forms of symbolic communication used by children with disabilities during social interactions in the inclusive classroom environment of Sekolah Alam Karawang, as well as involving the perspectives of teachers, parents and normal students regarding their understanding of the meaning of symbolic communication of children with disabilities. This research uses qualitative research methods, phenomenological approach, constructivist paradigm, and data collection through observation, documentation, data triangulation and literature study. The subjects in this study were students with special needs classified as ADHD, slowlearner and deaf; teachers; ordinary students (non-ADHD); and parents of students with special needs at Sekolah Alam Karawang. The object of the research is the social interaction of children with disabilities with the environment at Sekolah Alam Karawang. As an analysis, this study uses the theory of Symbolic Interactionism developed by G. H Mead and recorded by Herbert Blumer. This theory is considered capable of analyzing the problem of social interaction of children with disabilities and interpreting the symbolic forms of communication carried out by children with disabilities. The research findings show that ABK use three forms of symbolic communication. First, physical gestures are used by ADHD and slowlearner children. Second, repetition of words, used by one of the slowlearner PDBK and the deaf PDBK. Third, excessive use of emotion, practiced by the ADHD PDBK and one of the slowlearner PDBK. Teachers, parents and ordinary students' understanding of symbolic communication with children with disabilities varied. Firstly, symbolic communication of body/physical movements was interpreted as a message of encouragement, feeling uncomfortable/nervous/unhappy, a symbol of a child who was vii unclear/strange by two ordinary students. Secondly, symbolic communication of repetition of words was interpreted as a form of difficulty in regulating the mindset of children with disabilities, as a symbol of difficulty hearing, as a symbol of incomprehension. Thirdly, symbolic communication of the use of excessive emotion was interpreted as a form of channeling emotions / upset / wanting something and as a form of angry and evil attitude from children with disabilities. Keywords: Symbolic communication, social interaction, children with disabilities, inclusive, natural school

    PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR ANAK ASUH PADA PANTI ASUHAN YATIM PIATU AFIFAH AFWA KEMILING BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Suatu organisasi berjalan dengan baik jika didalamnya terdapat manajemen yang baik dalam mengelola karena manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari Tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk mendeterminasikan serta mencapai sasaran yang ditetapkan melalui pemanfaatan SDM serta sumber daya lainnya Adapun pembahasan fungsi-fungsi manajemen terkait dengan program serta kegiatan-kegiatan di Panti Asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar Lampung diantaranya:perencanaan kegiatan, pengorganisasian kegiatan, pengarahan kegiatan, dan pengawasan kegiatan. Disamping itu adanya faktor pendukung dan faktor penghambat pada Panti Asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode jenis kualitatif (field research) yang bersifat deskriptif, yakni menggambarkan situasi dan kejadian�kejadian yang ada dengan kebenaran. sumber data yang digunakan peneliti yaitu sumber data primer yang penulis peroleh dari Pendiri Panti Asuhan dan Pengurus Panti Asuhan Afifah Afwa dan data sekunder yang penulis peroleh secara tidak langsung (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). dengan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi adapun analisis data yang digunakan peneliti yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan pengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini pada Panti Asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar Lampung mendasar pada fungsi-fungsi manajemen yang mencangkup Perencanaan, Pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam kegiatan-kegiatan pada panti asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar lampung. Dalam perencanaan Panti Asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar Lampung merumuskan tentang program kerja jangka panjang, jangka pendek serta kegiatan-kegiatan di Panti Asuhan Afifah Afwa yang meliputi: menentukan tujuan perencanaan, menentukan tindakan untuk mencapai tujuan, serta menentukan metode pelaksanaan tindakan. Pengorganisasian di Panti Asuhan Afifah Afwa kemiling merumuskan tentang mengelompokkan seluruh alat, tugas,orang maupun wewenang. Dalam penggerakan semua kegiatan yang sudah direncanakan diawal mulai dijalankan dengan mencangkup penetapan dan pemuasan kebutuhan manusiawi, serta memberi penghargaan. Adapun dalam pengawasan ini adalah tahap evaluasi yang dilakukan pengasuh atau pengurus panti asuhan Afifah iii Afwa untuk melihat hasil yang telah dilaksanakan dipanti asuhan. tujuannya apabila ada kekurangan mulai dimusyawarahkan untuk diperbaiki. Mengenai faktor pendukung antara lain: a). fasilitas yang memadai b). dukungan dari masyarakat c). adanya relawan sosial yang membantu panti Asuhan Afifah Afwa. Mengenai faktor penghambat antara lain: a). kurangnya pendanaan b). kurangnya Sumber Daya Manusia. Dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Pada kegiatan dipanti asuhan Afifah Afwa terbilang belum cukup baik hal ini dapat dikatakan bahwa masih adanya faktor penghambat dalam kegiatan dipanti asuhan Afifah Afwa Kemiling Bandar Lampung. Kata kunci: Perencanaan, Pengorganisasian,Pengarahan, dan Pengendalian iv ABSTRACT An organization runs well if there is good management in managing it because management is a unique process consisting of planning, organizing, mobilizing, and controlling actions that are carried out to determine and achieve the goals set through the use of human resources and other resources. The discussion of management functions related to programs and activities at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage in Bandar Lampung include: planning activities, organizing activities, directing activities, and supervising activities. Besides that, there are supporting factors and inhibiting factors at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage in Bandar Lampung. This research uses a qualitative type method (field research) which is descriptive in nature, which describes the situation and events that exist with the truth. The source of the data used by the researcher is the primary data source that the author obtained from the Founder of the Orphanage and the Management of the Afifah Afwa Orphanage and the secondary data that the author obtained indirectly (obtained and recorded by another party). with data collection techniques, interviews, observations and documentation as for the data analysis used by researchers, namely by means of data collection, data reduction, and conclusion drawing. The results of this study at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage in Bandar Lampung are based on management functions which include planning, organizing, mobilizing and supervising activities at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage in Bandar Lampung. In planning the Afifah Afwa Kemiling Orphanage in Bandar Lampung, we formulated a long-term, short-term work program and activities at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage which included: determining the planning objectives, determining actions to achieve goals, and determining the method of implementing the actions. . The organization at the Afifah Afwa Kemiling Orphanage formulated a grouping of all tools, tasks, people and authorities. In mobilizing all activities that have been planned from the start, it starts with determining and satisfying human needs, and giving rewards. As for this supervision, the evaluation stage is carried out by the caregiver or caretaker of the Afifah Afwa orphanage to see the results that have been carried out at the orphanage. The goal, if there is a shortage, began to be discussed to be improved. These supporting factors include: a). adequate facilities b). support from the community c). there are social volunteers who help the Afifah Afwa Orphanage. v Regarding the inhibiting factors, among others: a). lack of funds b). lack of Human Resources. It can be concluded that the implementation of the Management Function in the activities of the Afifah Afwa Orphanage is not good enough, it can be said that there are still inhibiting factors in the activities of the Kemiling Afifah Afwa Orphanage in Bandar Lampung. Keywords : Planning, Organizing,Actuating,Controling

    Pemberitaan sosial politik Islam dalam surat kabar Harian Abadi tahun 1969

    Get PDF
    Tahun 1969 adalah masa penuh dinamika dalam sejarah Indonesia, baik dari segi politik, sosial, maupun budaya. Di tengah gejolak ini, surat kabar harian Abadi memainkan peran penting sebagai media massa yang tidak hanya menyampaikan berita tetapi juga membentuk opini publik. Penelitian yang dilakukan penulis mengenai harian Abadi di tahun 1969 bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana media ini melaporkan isu-isu sosial-politik, khususnya terkait dengan Islam di Indonesia. Fokus khusus penulis adalah pada kontribusi Harian Abadi sebagai wadah umat Islam untuk berpikir kritis dan beropini dan bagaimana penyajian Harian Abadi dalam menyajikan berita sosial politiknya. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang didalamnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terlebih dahulu diantaranya yaitu heuristik dengan pencarian sumber dan data yang relevan, selanjutnya kritik sumber yang terdiri dari kritik eksternal dan kritik internal, tahap ketiga yaitu interpretasi dengan menafsirkan fakta yang telah diperoleh menggunakan teori yang digunakan, dan tahap terakhir yaitu historiografi atau penulisan sejarah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diketahui bahwa Harian Abadi memiliki peran penting dalam wadah beropini umat Islam. Harian Abadi juga sering kali menyoroti isu-isu yang relevan bagi umat Islam. Harian Abadi juga tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai media dalam pendidikan politik yang membantu umat Islam memahami dan berpartisipasi dalam dinamika sosial politik di Indonesia. Penelitian ini juga bisa menyoroti betapa pentingnya media massa dalam membentuk opini publik dan hegemoni, serta kontribusi Abadi dalam mendorong pemikiran kritis dan partisipasi aktif dalam masyarakat
    corecore