47 research outputs found
TERAPI AL-QUR’AN DALAM MEMBANTU PENYEMBUHAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI YAYASAN AULIA RAHMA KEMILING BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Kesehatan jiwa merupakan bagian intergral dari kesehatan secara keseluruhan yang
sangat menentukan kualitas hidup manusia. Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang
serius karena jumlah penyakit yang terus menerus meningkat, termasuk penyakit kronis seperti
skizofrenia yang mempengaruhi proses berpikir bagi penderitanya. Hal ini menunjukkan
perlunya pendekatan penyembuhan yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menyentuk aspek
psikososial dan spiritual penderita. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) DI Yayasan Aulia
Rahma membutuhkan penanganan yang tepat guna mengatasi penyakitnya dan mampu
menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT. maka dari itu Yayasan Aulia Rahma
melakukan upaya melalui terapi Al-Qur’an, selain pengobatan secara medis pengobatan dengan
pendekatan spiritual menjadi salah satu alternatif atau pelengkap dalam terapi kesehatan mental.
Dengan menggunakan pendekatan berbasis nilai-nilai Islam, pasien tidak hanya diberikan
perawatan psikologis tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran spiritualnya guna
mencapai ketenangan batin dan kualitas hidup yang lebih baik.
Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif
menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dalam rangka menegaskan wawasan yang
sedang dikembangkan dan menjamin kepercayaan data yang dikumpulkan dengan menggunakan
teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian lapangan yaitu
datanya diamil langsung dari lokasi penelitian. Sumber data dari penelitian ini berjumlah 8 orang
yang terdiri dari 1 pembimbing agama 1 Psikolog 1 pekerja sosial dan 5 Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) halusinasi di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung. Teknik
analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan dan pemeriksaan keabsahan data.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1) Terapi Al-Qur’an
dalam membantu penyembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) DI Yayasan Aulia
Rahma yang di terapkan pada lima orang pasien ODGJ, Terapi Al-Qur’an ini menggunakan dua
metode yaitu membaca Al-Qur’an dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an. 2) Tahap
pertama yakni membaca Al-Qur’an serta mentadaburi-nya, yaitu membimbing pasien membaca
Q.S Al-Isra ayat 82 serta menjelaskan makna yang terkandung di dalam ayat tersebut. Tahap
kedua yakni mendengarkan audio murottal Al-Qur’an pada pasien. Adapun surat yang
diperdengarkan pada proses terapi Al-Qur’an yakni Ar-Rahman, Yassin, Al-Fatihah, An-Nas, Al
Falaq, Al-Ikhlas. Hasil dari Terapi Al-Qur’an dalam membantu penyembuhan Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung bisa dilihat dari
gejala atau kondisi kejiwaan saat sebelum melakukan terapi Al-Qur’an emosi pasien tidak
terkontrol dan tidak stabil sampai setelah melakukan terapi Al-Qur’an adanya perubahan emosi
pasien menjadi lebih tenang dan stabil, serta mulai rajin beribadah mendekatkan diri kepada
Allah SWT.
Kata Kunci : Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Terapi Al-Qur’an. ABSTRACT
Mental health is an integral part of overall health that determines the quality of human
life. Mental disorders are a serious health problem because the number of diseases continues to
increase, including chronic diseases such as schizophrenia that affect the thinking process for
sufferers. This indicates the need for a healing approach that is not only medical in nature, but
also addresses the psychosocial and spiritual aspects of the sufferer. People with Mental
Disorders (ODGJ) at the Aulia Rahma Foundation need appropriate treatment to overcome their
illness and be able to carry out their function as servants of Allah SWT. therefore the Aulia
Rahma Foundation makes efforts through Qur'anic therapy, in addition to medical treatment,
treatment with a spiritual approach is an alternative or complementary in mental health therapy.
By using an Islamic values-based approach, patients are not only given psychological treatment
but also directed to increase their spiritual awareness in order to achieve inner peace and a
better quality of life.
The research method used is descriptive qualitative research using various data
collection procedures in order to emphasize the insights being developed and ensure the
trustworthiness of the data collected using observation, interview, and documentation data
collection techniques. Field research is data collected directly from the research location. The
data sources of this study amounted to 8 people consisting of 1 religious mentor 1 Psikolog 1
social worker and 5 people with mental disorders (ODGJ) hallucinations at the Aulia Rahma
Foundation Kemiling Bandar Lampung. Data analysis techniques in this study were carried out
by collecting data, reducing data, presenting data, drawing conclusions and checking data
validity.
Based on the research conducted, it can be concluded that: 1) Al-Qur'an therapy in
helping heal People with Mental Disorders (ODGJ) at the Aulia Rahma Foundation which is
applied to five ODGJ patients, this Al-Qur'an therapy uses three methods, namely reading the Al
Qur'an, listening to the recitation of the holy verses of the Al-Qur'an and mentadabburi His
verses. 2) The first stage is reading the Qur'an, which is guiding the patient to read Q.S Al-Isra
verse 82. The second stage is listening to the audio murottal Al-Qur'an to the patient. The letter
that is played in the Al-Qu'an therapy process is Ar-Rahman, Yassin, Al-Fatihah, An-Nas, Al
Falaq, Al-Ikhlas. The results of Al-Qur'an Therapy in helping to heal People with Mental
Disorders (ODGJ) at the Aulia Rahma Foundation Kemiling Bandar Lampung can be seen from
the symptoms or psychological conditions when before doing Al-Qur'an therapy the patient's
emotions were uncontrolled and unstable until after doing Al-Qur'an therapy there was a change
in the patient's emotions to be calmer and more stable, and began to diligently worship closer to
Allah SWT.
Keywords: Mental Disorder (ODGJ), Qur'anic Therapy
EVALUATION OF PUMPKIN PEEL POWDER (Cucurbita moschata durch) DIETARY SUPPLEMENTATION ON GROWTH AND COLOR IMPROVEMENT IN LEMON FISH (Labidochromis caeruleus)
This study aimed to determine the supplementation of yellow pumpkin peel powder on the coloration of lemon fish. The powder lemon fish with an average length of 3 cm and a weight of 0.83 g as many as 240 fish. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and four replicates, namely P1 (0 g/100 g feed), P2 (5 g/100 g feed), P3 (10 g/100 g feed), and P4 (15 g/100 g feed). The aquariums used were 50x30x30 cm in size, with 16 aquariums and 15 fish per aquarium. The fish were reared for 30 days and fed based on fish biomass. The parameters observed were growth performance (absolute weight, absolute length, and survival), water quality, feed nutrient levels, and increased color intensity. Data on growth performance and increased color intensity were analyzed using a one-way analysis of variance (one-way ANOVA) to determine the real difference between each treatment and followed by the Duncan multiple distance test (DMRT) with a 95% confidence interval (p<0.05). Water quality data and feed nutrient levels were analyzed descriptively. The results of the study showed that dietary supplementation with yellow pumpkin peel powder did not affect the growth performance of lemon fish, but it did affect the coloration of lemon fish. The best treatment for increasing the color of lemon fish was P4, with a color increase value of 31.5%
Suplementasi VCO mempengaruhi kadar sitokrom-P450-aromatase dan 17β-hidroksisteroid-dehidrogenase-1 Rattus novergicus model obesitas
Obesitas adalah salah satu faktor risiko infertilitas. Tingginya berbagai sitokin pro-inflamasi meningkatkan sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1 pada obesitas. VCO kaya akan Medium-Chain-Fatty-Acid dan fitokimia sebagai anti-inflamasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh VCO terhadap penurunan berat badan, penurunan kadar sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1 tikus putih betina obesitas.
Metode: post test only control group, terhadap 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), dan perlakuan (P). Kelompok K+ dan P diinduksi diet tinggi lemak selama 10 minggu, selanjutnya kelompok P diberi VCO pada minggu ke-7 s/d minggu ke-10. Hari pertama minggu ke-11 seluruh tikus dieksekusi, jaringan adiposa inguinal diambil, dihomogenatkan dan dilakukan pemeriksaan kadar sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1 menggunakan ELISA. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilks (p>0,05). Uji hipotesis menggunakan uji one way Annova dan post hoc Bonferroni.
Hasil: Rerata berat badan tikus pada kelompok K-:209,80±5,712, K+:242,60±11,787, P:233.20±3.225. Rerata kadar sitokrom-P450-aromatase pada kelompok K-:8,742±0,869, K+:11,964±1,699, P:10,282±1,319. Rerata kadar 17βHSD1 pada kelompok K-:8,972±0,917, K+:11,476±0,509, P:9,736±0,444. Hasil analisis One Way Annova menunjukkan VCO dapat menurunkan berat badan (p=0,001), menurunkan kadar sitokrom-P450-aromatase (p=0,001) dan kadar 17βHSD1 (p=0,001) secara bermakna.
Kesimpulan: Pemberian VCO dapat menurunkan berat badan, menurunkan kadar sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1 tikus putih betina obesitas.
Kata kunci: berat badan, 17-hydroxysteroid-dehidrogenase-1, Sitokrom-P450-aromatase, obesita
MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN KELOMPOK (STUDI LITERATUR)
ABSTRAK
Menumbuhkan kepercayaan Diri Siswa Melalui
Pendekatan Bimbingan Kelompok
(Studi Literatur)
Silmi Nurfalah Khoerunisa
Program Pendidikan Sekolah Dasar, Kampus Serang, Universitas Pendidikan Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator kepercayaan diri siswa sekolah dasar dan teknik yang dilakukan dalam pelaksanan bimbingan kelompok untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi literatur. Dilakukan pada saat terjadi pandemi wabah Covid-19 menyebabkan semua lembaga pendidikan termasuk sekolah dasar harus belajar dari rumah, sehingga tidak memungkinkan untuk penulis melakukan penelitian dan mengambil data secara langsung ke lapangan. Berdasarkan data yang telah ditemukan dari berbagai jurnal dan skripsi terdahulu, ternyata masih rendahnya kualitas kepercayaan diri dari beberapa siswa. Indikator ini nampak pada perilaku siswa belum mampu dalam mengutarakan pendapatnya, malu dan takut ketika hendak dipanggil ke depan kelas, masih mengandalkan temannya dalam mengerjakan tugas. Rasa percaya diri merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh setiap orang khususnya dalam perkembangan siswa sekolah dasar, agar mampu dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan mencapai tujuannya. Oleh karena itu perlu adanya strategi atau pendekatan yang dilakukan dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa, yaitu salah satunya dengan menggunakan pendekatan bimbingan kelompok, berdasarkan data yang telah ditemukan penulis bahwa bimbingan kelompok terbukti dan dapat digunakan dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa, karena didalam bimbingan kelompok terdapat teknik yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa seperti: teknik layanan informasi, diskusi kelompok, bermain peran, dan penciptaan suasana kekeluargaan, yang memiliki peristiwa psikologis dalam kelompok dan hampir selalu terjadi apabila dua orang atau lebih berada dalam suatu kelompok dan terjadi sebuah proses hubungan diantaranya: komunikasi, penyelesaian konflik, kerjasama, keterbukaan dan saling percaya. Berdasarkan hal tersebut, pendekatan bimbingan kelompok efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa sehingga dapat mengembangkan potensi diri siswa.
Kata kunci: kepercayaan diri, perkembangan anak, dan bimbingan kelompok.
ABSTRACT
Growing Student s’ Confidence Through
Group Guidance Approach
(Literature Study)
Silmi Nurfalah Khoerunisa
Primary School Teacher Education Program, Serang Campus, University of Education Indonesia
The purpose of this research is to know indicators of primary school student confidence and engineering conducted in the implamentation of group guidance to grow the confidance of students. This research is a qualitative research with research method of literature study. This reseach was conducted during the Covid-19 pandemic caused all educational institutions including primary schools to learn from home, so it is not possible for writers to do research and take data directly into the field. Based on the data the writers have found from varios journals and previous thesis, it is still low quality of confidence from some students. This indicators is visible on the behavior of student not yet able to say their opinion, students are ashamed and afraid when they are about to be called to the front of the class, students still rely on their friends in doing the task. Confidence is one of the caracters that everyone should have especially in the development of primary school students, in order to develop the potential they have and achieve their goals. Therefore there is a strategy that is done in growing student s’ confidence, one of them by using group guidance approach, based on the data that the author has found that group guidance is proven and can be used in growing student s’ confidence, because in group guidance there are techniques that can be growing student s’ confidance such as: information service engineering, group discussion, role-playing, and the creation of family atmospher, which has psychological events in groups and almost always happenes when two or more people are in a group and a relationship process between them: communication, completion conflict, cooperation, oppenes and mutual trust. Based on this, group guidance approaches are effective in growing student s’ confidance so that it can develop the self-potential student.
Keywords: Confidence, Child development, and Gorup Guidance
Pengaruh Self-Esteem terhadap Fear of Missing Out dimediasi Mindfulness pada mahasiswa pengguna media sosial
INDONESIA :
Penggunaan media sosial sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari, tak terkecuali oleh mahasiswa. Intensitas penggunaan media sosial yang tidak dikontrol dapat membuat mahasiswa mengalami FOMO karena melihat berbagai macam konten yang disuguhkan dilaman media sosial, sehingga mahasiswa kerap kali menilai negatif diri sendiri. Oleh karena itu, mindfulness dibutuhkan untuk mengintervensi positif anatara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran mindfulness pada pengaruh self-esteem terhadap FOMO pada mahasiswa pengguna media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan teknik sampling convenience sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa aktif pengguna media sosial berusia 18—25 tahun. Analisis yang digunakan ialah analisis mediasi dengan process. Hasil penelitian ini menunjukkan mindfulness dapat menjadi variabel mediator antara self-esteem dan FOMO.
ENGLISH :
The use of social media has become a necessity that cannot be avoided, except by college students. The intensity of uncontrolled use of social media can cause students to experience FOMO because they see various types of content presented on social media pages, so that students often judge themselves negatively. Therefore, mindfulness is needed to intervene positively between the two. The aim of this research is to determine the role of mindfulness in the influence of self-esteem on FOMO in students who use social media. The research method used is a quantitative approach and convenience sampling technique. The respondents in this study were 180 students who were active social media users aged 18-25 years. The analysis used is mediation analysis with processes. The results of this study show that mindfulness can be a mediator variable between self-esteem and FOMO
PENGARUH VARIASI PENCAMPURAN IKAN LELE DENGAN WORTEL PADA CILOK TERHADAP SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK, DAYA TERIMA, DAN KADAR PROTEIN SEBAGAI ALTERNATIF JAJANAN TINGGI PROTEIN BAGI ANAK SEKOLAH
Latar Belakang: Anak usia sekolah rentan mengalami masalah gizi, terutama kekurangan protein, yang berdampak pada pertumbuhan. Data Profil Kesehatan Indonesia 2020 menunjukkan defisit asupan protein pada anak usia 9–12 tahun sebesar 39,8% (laki-laki) dan 49,9% (perempuan). Cilok merupakan jajanan populer yang berbahan dasar tapioka, tinggi karbohidrat namun rendah protein. Inovasi dengan menambahkan ikan lele sebagai sumber protein hewani dan wortel sebagai sumber serat dan vitamin diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi cilok serta diterima baik oleh anak-anak. Tujuan: Diketahuinya pengaruh variasi pencampuran ikan lele dengan wortel pada cilok terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, daya terima dan kadar protein sebagai alternatif jajanan tinggi protein bagi anak sekolah. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain Rancangan Acak Sederhana. Terdapat 4 perlakuan dengan perbandingan ikan lele dan wortel 100%:0%, 85%:15%, 80%:20%, 75%:25%. Data uji sifat fisik dan daya terima dianalisis secara deskriptif. Data uji organoleptik dan kadar protein dianalisis secara statistik. Hasil: Sifat fisik cilok lele wortel menunjukkan semakin banyak campuran ikan lele dan wortel maka warna cilok semakin keabuan, aroma cilok semakin khas aroma ikan, rasa cilok semakin gurih, dan tekstur cilok semakin empuk. Sifat organoleptik menunjukkan dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur adalah cilok lele wortel perlakuan C (80% ikan lele : 20% wortel). Daya terima cilok lele wortel dapat diterima dengan baik oleh siswa kelas 4 SDN Patran dengan konsumsi 100 gram memenuhi 94% kebutuhan energi serta 124% kebutuhan protein PMT-AS. Semakin banyak campuran ikan lele maka kadar protein pada cilok lele wortel lebih tinggi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh variasi pencampuran pencampuran ikan lele dan wortel terhadap sifat fisik, sifat organoleptik hanya pada parameter rasa nilai 0,008 (p>0,05) dan kadar protein cilok lele wortel nilai 0,021 (p>0,05). Tingkat daya terima cilok lele wortel dengan variasi pencampuran ikan lele dan wortel dapat diterima dengan baik yaitu 88%. Kata Kunci: Cilok, Ikan Lele, Wortel, Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Daya Terima, Kadar Protei
Identifikasi Bryophyta di Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Indonesia is considered one of the 17 megadiverse countries. The second biggest group of plants is moss. Indonesia approximately has a wide variety of moss. The method we used is explorative study and documentation that aimed to identify moss species at Djuanda Forest Park. Identify processed guided by identification book named Mengenal Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Deskripsi, Klasifikasi, Potensi, dan Cara mempelajarinya oleh Marheny Lukitasari (2018). As A result, we identified 10 species of moss at Djuanda Forest Park
Peran United Nations Development Programme (Undp) Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (Sdgs) Bidang Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia (2016 – 2019)
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana peran United Nations Development Programme Dalam mewujudkan Sustainable Development Goals pada 2016 – 2019. Pengentasan Kemiskinan menjadi fokus penelitian ini dengan pembatasan masalah pada tahun 2016 – 2019. Program Sustainable Development Goals telah di sepakati pada September 2015 dan diberlakukan pada tahun 2016, yang tertuang pada dokumen yang berjudul “Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development”, Indonesia menjadi salah satu negara yang menyepakati agenda tersebut. Metode Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif, dengan pengumpulan data melalui Studi Pustaka, Data – Data Online. Penelitian kualitatif tersebut mendeskripsikan bagaimana peran United Nations Development Programme melalui program Sustainable Development Goals dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hasil Penelitian ini adalah peran United Nations Development Programme melalui Sustainable Development Programme dalam pengentasan kemiskinan, UNDP bekerjasama dengan Badan resmi pemerintah yaitu Badan Amil Zakat Nasional. Zakat sebagai salah satu realisasi program SDGs untuk mengentaskan kemiskinan, Zakat di alokasikan sebagai dana untuk pembangunan di provinsi jambi, palu dan Lombok
Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil terhadap Kadar Sitokrom P450 Aromatase dan 17β Hidroksisteroid Dehidrogenase 1 pada Tikus Putih Betina (Rattus Novergicus) Obesitas yang Diinduksi dengan Diet Tinggi Lemak
Obesitas adalah salah satu faktor risiko infertilitas. Insiden obesitas pada infertilitas berkisar antara 20%-25%. Tingginya berbagai sitokin proinflamasi akibat hipertropi adiposit pada obesitas meningkatkan sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1, menginduksi peningkatan produksi estrogen, hipersekresi Luteinizing Hormone dan penurunan Follicle Stimulating Hormone, mengakibatkan gangguan folikulogenesis, dan anovulasi kronis. Virgin Coconut Oil kaya akan Medium Chain Fatty Acid dan fitokimia sebagai anti-inflamasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh VCO terhadap penurunan berat badan, penurunan kadar sitokrom-P450-aromatase dan 17βHSD1 tikus putih betina obesitas.
Desain penelitian post test only control group, terhadap 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+), dan kelompok perlakuan (P). Kelompok K+ dan P diinduksi menggunakan diet tinggi lemak selama 10 minggu, selanjutnya kelompok P diberi VCO pada minggu ke 7-10. Hari pertama minggu ke-11 seluruh tikus dieksekusi. Jaringan adiposa inguinal diambil, dihomogenat dan dilakukan pemeriksaan kadar cytochorme-P450-aromatase dan 17βHSD1 menggunakan kit ELISA. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilks. Nilai p>0,05, dilanjutkan uji hipotesis menggunakan one way annova dan post hoc bonferroni.
Hasil: Rerata berat badan pada kelompok K-: 209,80±5,712, kelompok K+: 242,60±11,787, kelompok P: 233.20±3.225. Rerata kadar cytochorme P450 aromatase pada kelompok K-: 8,742±0,869, kelompok K+: 11,964±1,699, kelompok P: 10,282±1,319. Rerata kadar 17βHSD1 pada kelompok K-: 8,972±0,917, kelompok K+: 11,476±0,509, kelompok P: 9,736±0,444. Hasil analisis One Way Annova menunjukkan pemberian VCO dapat menurunkan berat badan secara bermakna (p=0,001), menurunkan kadar Sitokrom-P450-aromatase dan kadar 17βHSD1 secara bermakna (p=0,001).
Kesimpulan: Pemberian VCO dapat menurunkan berat badan, kadar cytochorme-P450-aromatase dan kadar 17βHSD1 tikus putih betina obesitas.
Kata Kunci: 17-hydroxysteroid-dehidrogenase 1, Sitokrom-P450-aromatase, infertilitas, obesitas
PANDANGAN MINORITAS KRISTIANI TERHADAP MAYORITAS MUSLIM DI KELURAHAN KRANJI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR (Tinjauan Multikuturalisme Bikhu Parekh)
Keberadaan masyarakat Indonesia merupakan bangsa religious yang memiliki komposisi masyarakat yang beragam sampai masa reformasi terlihat jelas dalam pluralisme budaya dan tetap terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seperti halnya pandangan minoritas Kristiani terhadap mayoritas Mslim di Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur. Masyarakat di kelurahan tersebu memang dominan Muslim tetapi tidak menjadikan mereka terpecah belah atau membeda-bedakan. Dengan demikian, penulis merumuskan dua persoalan yaitu: (1) bagaimana hubungan antar umat beragama di Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur; (2) bagaimana pandangan minoritas Kristiani terhadap mayoritas Muslim di Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur.
Metode yang digunakan; menentukan lokasi penelitian; pengumpulan data dengan cara; obsevasi untuk mengamati dan menyelidiki fakta-fakta empiris yang terjadi, wawancara dengan perangkat Kelurahan Kranji, masyarakat Kelurahan Kranji serta dokumentasi. Setelah selesai, penulis menganalisis menggunakan teori Bikhu Parekh yaitu multikulturalism.
Setelah dilakukan penelitian, penulis mendapatkan hasil bahwa; Pandangan minoritas Kristen terhadap mayoritas Muslim di Kelurahan Kranji peneliti mengelompokan 2 klasifikasi pandangan umat Kristiani terhadap Umat Muslim yaitu kelompok aktif dan tidak aktif. Pertama, kelompok aktif yaitu tipikal umat Kristiani yang membaur terlebih dahulu di dalam mayoritas. Kedua, kelompok tidak aktif, yaitu mereka yang tipikal kurang bisa membaur dengan orang Muslim karena takut tidak namun adanya lembaga masyarakat mereka akhirnya dapat membaur dengan baik. Kemudian pola hubungan umat beragama di Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur yaitu pola hubungan dalam bentuk kegamaan, sosial, ekonomi dan politik. Dalam 4 aspek tersebut mereka membangun interaksi dengan baik dalam bentuk pengajian, takziah, tahlilan, donor darah, pembagian sembako dan lain sebagainya
