18 research outputs found

    STUDI ETNOMATEMATIKA PADA KUE TRADISIONAL SUKU BUGIS

    No full text
    Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dengan budaya dan tradisinya masing-masing, salah satunya adalah suku Bugis. Suku Bugis memiliki warisan kue tradisional yang tidak hanya mengandung nilai-nilai kuliner, tetapi juga mengandung nilai matematis diantaranya yaitu pola geometri yang terkandung dalam desainnya. Oleh karenanya, peneliti tertarik untuk melakukan studi etnomatematika yang bertujuan untuk mengkaji dari aspek matematis khususnya pada bentuk geometri dari bentuk kue tradisional suku Bugis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dari penelusuran literatur. Kue tradisional yang dimaksud yaitu kue bolu peca, kue barongko, kue cangkone, kue onde-onde, kue bolu cukke, dan kue bannang-bannang. Diperoleh hasil bahwa kue tradisional suku Bugis mengandung nilai matematis. Bentuk geometris dari kue bolu peca berupa bentuk bangun ruang sisi datar yaitu balok. Kue barongko berbentuk prisma segitiga. Serta kue cangkone yang berbentuk limas segiempat. Selanjutnya, pada kue onde-onde berbentuk bangun ruang sisi lengkung yaitu bola. Kue bolu cukke berbentuk setengah bola. Terakhir, kue bannang-bannang berbentuk tabung. Jadi, kue tradisional suku Bugis ini dapat dijadikan sebagai contoh benda konkrit dalam pembelajaran geometri khususnya pada materi bangun ruang. Selain mengajarkan mengenai konsep geometri pada pembelajaran matematika, juga dapat menambah wawasan siswa mengenai kue tradisional suku Bugis

    Analisis Korespondensi Kemampuan Dasar Matematika Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi Berdasarkan Asal Daerah, Sekolah, dan Jurusan

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan dasar matematika mahasiswa baru fakultas ekonomi ditinjau dari asal daerah, asal sekolah, dan asal jurusan menggunakan analisis korespondensi. Penelitian dilakukan pada mahasiswa baru fakultas ekonomi di Universitas Andi Djemma Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal daerah dan asal jurusan memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan dasar matematika, sedangkan asal sekolah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan dasar matematika mahasiswa baru fakultas ekonomi. Selain itu, hasil analisis korespondensi menunjukkan bahwa kemampuan dasar matematika kategori tinggi cenderung dimiliki oleh mahasiswa baru yang berasal dari Kota Palopo dan Kabupaten Luwu dengan latar belakang pendidikan dari SMK dan jurusan Akuntansi, sedangkan kemampuan dasar matematika kategori rendah cenderung dimiliki oleh mahasiswa baru yang berasal dari Luwu Timur dan daerah di luar Luwu Raya dengan latar belakang pendidikan dari SMA dan jurusan IPS

    METAANALISIS PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum hasil penelitian mengenai pengaruh model cooperative learning terhadap hasil belajar matematika siswa dengan mencari nilai effect size dari setiap artikel, tipe model cooperative learning yang memiliki effect size terbesar, dan pengaruhnya terhadap hasil belajar matematika siswa. Jumlah sampel sebanyak 30 artikel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metaanalisis untuk menentukan besar effect size dan membandingkan rata-rata nilai effect size pada setiap artikel. Dari 30 artikel yang menjadi sampel, ditemukan  sebesar 0,74 yang berarti bahwa penggunaan model cooperative learning pada 30 artikel sampel berpengaruh sebesar 27,04% terhadap hasil belajar matematika siswa. Tipe cooperative learning dengan effect size terbesar adalah tipe Make a Match dengan pengaruh sebesar 44,74%. Materi ajar yang menggunakan model cooperative learning dengan pengaruh terbesar adalah materi bilangan bulat. Selanjutnya, jenjang pendidikan yang menggunakan model cooperative learning yang menghasilkan pengaruh terbesar adalah pada jenjang SD/sederajat

    The Implementation of Canva-Assisted Flipped Classroom Model to Improve Mathematics Learning Outcomes

    No full text
    This study is motivated by the importance of utilizing innovative teaching models to improve students' mathematics learning outcomes. One such model is the Flipped Classroom, supported by interactive media like Canva. The purpose of this study is to determine the difference in mathematics learning outcomes between students taught using the Flipped Classroom model assisted by Canva interactive media and those taught using the direct instruction model with the same media. The research method used is experimental, employing a Post-test only control group design. Cluster random sampling was used for sampling. The instrument used was a learning outcome test in the form of an essay (post-test). Hypothesis testing was conducted using a t-test, which resulted in a t_calculated value of 2.59, while the t_table value with 60 degrees of freedom at a 0.05 significance level was lower. By comparing these values, the null hypothesis was rejected, and the alternative hypothesis was accepted. Additionally, the calculation of the effect size using Cohen’s d formula yielded a value of 0.66, indicating a medium effect. In conclusion, the use of the Flipped Classroom model assisted by Canva interactive media not only resulted in a statistically significant difference but also had a moderate practical effect on improving students' mathematics learning outcomes

    Ethnomathematics of the Congklak Game: A Systematic Review of Mathematical Concepts and Their Implementation in Learning

    No full text
    Ethnomathematics in mathematics education seeks to bridge abstract mathematical concepts with students’ cultural experiences, thereby enhancing the relevance and meaningfulness of learning. Traditional games represent a valuable cultural resource for contextualizing mathematics, and the Indonesian game congklak is widely recognized for embedding rich mathematical ideas within its structure and gameplay. This study aims to systematically review the mathematical concepts present in the congklak game and examine their implementation in mathematics education. A qualitative systematic literature review was conducted using articles retrieved from the Google Scholar database. The search applied specific keywords related to ethnomathematics, congklak, and mathematics education, with clearly defined inclusion and exclusion criteria. Ten peer-reviewed articles published between 2019 and 2024 were selected and analyzed through data reduction, organization, and synthesis. The findings show that congklak incorporates multiple mathematical concepts, including counting and number sequencing, arithmetic operations (addition, subtraction, multiplication, and division), geometry (plane figures, solid figures, and reflection), linear equations in one variable, and basic profit-and-loss concepts. The reviewed studies also report positive effects on students’ conceptual understanding, learning motivation, engagement, and critical thinking skills. In conclusion, congklak serves as an effective ethnomathematical learning medium that supports meaningful and contextual mathematics instruction while also contributing to cultural preservation and strengthening students’ awareness of mathematics in everyday life

    The Implementation of Canva-Assisted Team Games Tournament Model to Improve Students’ Mathematics Learning Outcomes

    No full text
    This study aims to improve students' mathematics learning outcomes on sequences and series material through the Teams Games Tournament (TGT) cooperative model assisted by Canva. The research involved 21 students from class X-A at SMA Negeri 1 Pinolosian during the 2024-2025 academic year. Using Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each stage included planning, acting, observing, and reflecting. The results showed significant improvements in both process and output. Teacher activity progressed from 'Fair' (C) in Cycle I to 'Good' (B) or 'Excellent' (SB) in Cycle II. Similarly, student activity improved from the 'Fair' category to 'Excellent' as enthusiasm and collaboration increased through Canva’s visual media and healthy competition. Most notably, students' classical mastery jumped from only 43% in Cycle I to 90% in Cycle II, successfully surpassing the 80% success indicator. The integration of Canva helped visualize abstract concepts, while the TGT tournament element effectively boosted student motivation and teamwork. It can be concluded that the TGT model assisted by Canva is an effective strategy to enhance mathematics learning outcomes for tenth-grade students

    The Effect of Problem-Based Learning Model on Students’ Learning Outcomes: A Case on Central Tendency Measures

    No full text
    This study investigates the low academic performance of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Telaga, with an average score of 50.1. Effective learning requires the application of appropriate teaching models to foster active student participation and improve outcomes. The purpose of this research is to determine the difference in student achievement between those taught using the Problem-Based Learning (PBL) model and those taught through Direct Instruction, specifically on the topic of measures of central tendency. A quantitative approach was used with a Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of 16 students in the experimental group and 15 in the control group. Data were analyzed using both descriptive and inferential statistics. Descriptive analysis included measures such as mean, mode, median, variance, and standard deviation. Inferential analysis was conducted to test the normality and homogeneity of the data before performing hypothesis testing.The findings reveal that the average posttest score of students taught with the PBL model was higher than that of students taught using direct instruction. This difference was supported by a hypothesis test result of 555 at a 0.05 significance level and an effect size of 1.043, indicating a high level of impact.These results suggest that the Problem-Based Learning model significantly improves student learning outcomes in the topic of measures of central tendency for eighth-grade students at SMP Negeri 2 Telaga

    Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLDV Berdasarkan Tahapan Polya: Studi Kasus di SMP Negeri 7 Gorontalo

    No full text
    Banyak bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel berdasarkan tahapan polya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel berdasarkan tahapan polya di SMP Negeri 7 Gorontalo pada semester genap tahun ajaran 2024/2025.  Data dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV dan hasil wawancara untuk menggali lebih dalam proses berpikir mereka berdasarkan tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa sering menghadapi tantangan dalam mengikuti tahapan penyelesaian masalah matematika pada soal cerita. Peneliti menganalisis data hasil pekerjaan siswa berdasarkan kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal cerita matematika sesuai empat tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan mengecek kembali. Peneliti mengkategorikan setiap jawaban siswa ke dalam jenis kesalahan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Selain itu, peneliti menggunakan data hasil wawancara sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil analisis kesalahan berdasarkan jawaban tertulis siswa. Data hasil wawancara tersebut dianalisis melalui beberapa tahap, kemudian dikelompokkan sesuai dengan empat tahapan Polya untuk memastikan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan siswa dapat teridentifikasi sesuai indikator kesalahan yang digunakan dalam penelitian. Kesalahan terbesar terjadi pada tahap melaksanakan rencana, sementara tahap memahami masalah dan memeriksa jawaban juga tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam perbaikan pembelajaran
    corecore