1,721,399 research outputs found
Revitalisasi Metode Pembelajaran Tafsir K.H. Asyhari Marzuqi
Kajian ini bertujuan mendeskripsikan metode tafsir Alquran yang digunakan oleh Alm. K.H. Asyhari Marzuqi pengasuh pondok pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta yang dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran tafsir. Secara kualitatif kajian ini menjawab dua permasalahan yang dibatasi pada; Pertama, metode pengajaran Alquran dan tafsir oleh K.H. Asyhari Marzuqi. Kedua, menyajikan poin-poin pemikiran dari buku tafsir ringkas "Targhibu l-Khatir" karya K.H. Asyhari Marzuqi. Dalam proses pengumpulan data, ada dua sumber data utama yang digunakan, yaitu buku tafsir "Targhibu l-Khatir" dan hasil observasi dan wawancara kepada warga pesantren Nurul Ummah. Hasil kajian yang didapatkan; Pertama, metode pembelajaran Alquran dan tafsir yang diterapkan K.H. Asyhari Marzuqi yaitu melalui proses sorogan dan klasikal, dengan corak pembelajaran tafsir yang bersifat tahlili menurut Ahlussunnah. Kedua, poin penting dari buku tafsir ini adalah pembaca Alquran setelah dapat membaca dengan baik lafaznya hendaknya meningkatkan pembacaannya secara tahlili yaitu dengan mengetahui artinya, memahami maksudnya, men-tadabburi, dan berusaha mengamalkannya
PERAN KYAI ASYHARI MARZUQI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PESANTREN NURUL UMMAH KOTAGEDE 1986-2004 M
Penelitian ini mengkaji tentang peran Kyai Asyhari Marzuqi dalam
perkembangan pendidikan pesantren Nurul Ummah Kotagede 1986-2004
M. Fokus kajian dalam tesis ini adalah peran Kyai Asyhari Marzuqi dalam
bidang sosial-keagamaan yaitu di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan
(dakwah masyarakat), dan intelektual.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik
(pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), verifikasi (penafsiran data),
dan historiografi (penulisan). Penulis mempergunakan dua pendekatan yaitu
pendekatan sejarah dan pendekatan sosial, sedangkan teori mempergunakan
Teori Peranan oleh Bidle untuk mengetahui peran Kyai Asyhari Marzuqi
sebagai pengasuh baik dari pondok dan juga dari masyarakat, serta Teori
Evolusi Multi-Linier berfungsi untuk mengungkapkan secara detail tentang
perkembangan pendidikan pesantren di Nurul Ummah Kotagede dari tahun
berdirinya 1986 hingga terbentuknya masjid sebagai tempat ibadah santri
dan masyarakat ketika shalat jum’at, shalat tarawih dan madrasah diniyah
Nurul Ummah tempat santri untuk belajar ilmu agama pada tahun 1991
hingga wafatnya Kyai Asyhari Marzuqi pada tahun 2004.
Hasil kajian dalam penelitian tesis ini menunjukkan bahwa Kyai
Asyhari Marzuqi memiliki peran dalam bidang pendidikan di Pondok
Pesantren Nurul Ummah dan dalam bidang sosial di Kotagede dan Gunung
Kidul. Dalam bidang pendidikan Kyai Asyhari Marzuqi berperan sebagai
pelopor perubahan sistem pendidikan pesantren. Di dalam bidang sosial
kemasyarakatanberperan sebagai mempersatukan hubungan harmonis antara
pondok dengan masyarakat, dan dalam kepenulisan berperan sebagai
penulis produktif
THE PERSUASIVE DA'WAH COMMUNICATION OF KH ASYHARI MARZUQI AND ITS IMPLICATIONS IN MODERN LIFE
This research was aimed to find out one of the Da'wah activists, namely KH Asyhari Marzuqi in delivering Da'wah material. Was it using persuasive words or just the opposite, coercive that causes fear? By using persuasive communication theory and other related theories, researchers analyzed the data using qualitative research methods. The approach used in this study was a case study. Data analysis model was with explanation development. Qualitative research is identical to a critical and interpretative research. After conducting the research, the researcher obtained the result that KH Asyhari Marzuqi was a figure of Da'i who was able to preach persuasively. As a communicator, he meets the standards for persuasive da'i. Meanwhile, the message delivered was also a language of invitation that is soft and without coercion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aktivis dakwah, yakni KH. Asyhari Marzuqi, dalam menyampaikan materi dakwah. Apakah menggunakan kata-kata persuasif atau justru sebaliknya, koersif yang menimbulkan ketakutan? Dengan menggunakan teori komunikasi persuasif dan teori terkait lainnya, peneliti menganalisis data dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Model analisa data dengan pengembangan penjelasan. Penelitian kualitatif identik dengan sebuah penelitian yang bersifat kritis dan interpretatif. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa KH Asyhari Marzuqi merupakan sosok da'i yang mampu berdakwah secara persuasif. Sebagai seorang komunikator, ia memenuhi standar untuk dikatakan da'i persuasif. Sementara, pesan yang disampaikan juga berupa bahasa ajakan yang bersifat lembut dan tanpa paksaan
KIPRAH K.H. ASYHARI MARZUQI SEBAGAI RAIS SYURIAH PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1993-2004
K.H. Asyhari Marzuqi adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah dan menjadi Rais Syuriah PWNU DIY tiga periode (1993-1997; 1997-2001; 2001-2006). Uniknya, di periode ketiga, K.H. Asyhari Marzuqi terpilih secara aklamasi untuk menjadi Rais Syuriah. Padahal, hal itu tidak selaras dengan AD/ART. Uniknya lagi, K.H. Asyhari Marzuqi mampu mengawal kenetralan NU DIY dari politik praktis pada masa awal era reformasi. Padahal, K.H. Asyhari Marzuqi saat itu terlibat langsung dalam pendirian partai politik. Selain itu, sepanjang menjabat Rais Syuriah NU DIY, tentu masih ada aktivitas dan kontribusi lainnya. Untuk itu, riset ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas dan kontribusi K.H. Asyhari Marzuqi selama menjabat Rais Syuriah PWNU DIY di tiga periode tersebut.
Riset ini menggunakan pendekatan sosiologi untuk mengungkap segi-segi sosial pada peristiwa sejarah yang dikaji. Teori yang dipakai adalah teori peranan sosial dari Ervin Goffman untuk mengungkap bentuk kiprah K.H. Asyhari Marzuqi di PWNU DIY. Penelitian ini juga menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil riset menunjukkan bahwa (1) aktivitas K.H. Asyhari Marzuqi pada periode pertama (1993-1997) dan ketiga (2001-2004) lebih terlibat pada persoalan agama, seperti bahts al-masa’il. Di periode kedua (1997-2002), selain persoalan agama, aktivitas K.H. Asyhari Marzuqi juga terlibat langsung dalam persoalan politik hingga membidani lahirnya partai politik dan pemikiran keagamaan di tubuh NU yang digulirkan oleh kaum muda NU. (2) Kontribusi K.H. Asyhari Marzuqi terhadap NU DIY lebih bersifat nonmateri sesuai dengan tugas pokoknya sebagai Rais Syuriah, yakni menumbuhkan kepatuhan pada pedoman dalam berorganisasi, membangun kemandirian ekonomi organisasi, dan menumbuhkan berbagai pemikiran
METODE KH ASYHARI MARZUQI DALAM MEMBERIKAN BANTUAN PEMECAHAN MASALAH KEPADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH KOTAGEDE YOGYAKARTA
Penelitian ini berangkat dari fenomena santri yang sering menghadapi berbagai persoalan pribadi maupun sosial di lingkungan pesantren, sehingga diperlukan metode khusus dalam memberikan bantuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode KH. Asyhari Marzuqi dalam memberikan bantuan pemecahan masalah kepada santri di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek utama KH. Asyhari Marzuqi dan informan dari kalangan santri yang pernah mendapatkan bimbingan langsung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Asyhari Marzuqi menerapkan Directive Approach, di mana konselor lebih dominan dalam memberikan arahan karena posisinya sebagai seorang kyai yang kharismatik. Selain itu, beliau juga menggunakan Terapi Rasional Emotif dengan menekankan pada keyakinan santri sebagai akar dari permasalahan yang dihadapi. Peran beliau berbeda dalam menangani santri mukim, yang diperlakukan layaknya seorang ayah kepada anaknya, dibandingkan dengan santri luar yang lebih diposisikan sebagai hubungan tokoh masyarakat dengan warganya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode KH. Asyhari Marzuqi terbukti efektif dalam membantu santri memecahkan masalah melalui pendekatan langsung, penguatan keyakinan, serta penekanan pada nilai-nilai agama sebagai dasar konseling
PEMIKIRAN TASAWUF AKHLAQI KH. ASYHARI MARZUQI (Studi tentang Ajaran Tasawuf dalam Kehidupan Modern)
Esensi dan semangat spiritualitas dalam bentuk penghayatan keIslaman dan prilaku begitu nyata pada diri Rasulullah dan para Shahabatnya. Ketika wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan kejayaan Islam semakin berkibar, banyak kaum muslimin khususnya para penguasa kerajaan banyak kehilangan spirit Islamnya. Integritas ajaran Islam mulai mengalami zaman disintegrasi. Tasawuf sebagai balancing atas fenomena ditengah arus rasionalisme dan positivisme yang memuncak. Karena dengan bertasawwuf, berarti umat Islam kembali kepada esensi utamanya, yaitu al-Quran dan hadis. Karena pada dasarnya tasawuf pada awal pembentukannya adalah akhlak atau keagamaan, dan moral keagamaan inilah yang banyak diatur dalam al-Quran dan hadis, atau yang saat ini lebih populer dengan sebutan tasawuf akhlaqi. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh KH. Asyhari Marzuqi bahwa akhlak adalah puncak pelaksanaan ajaran Islam.
Dari latar belakang yang dipaparkan, terdapat rumusan masalah, antara lain: 1. Bagaimana pemikiran KH. Asyhari Marzuqi dalam bidang tasawuf akhlaqi, 2. Bagaimana implementasi pemikiran tasawuf akhlaqi KH. Asyhari Marzuqi dalam kehidupan modern saat ini. Tujuan dari penyusunan tesis ini adalah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pemikiran tasawuf akhlaqi KH.Asyhari Marzuqi dan bagaimana implementasi pemikiran tasawuf akhlaqi KH. Asyhari Marzuqi dalam kehidupan modern saat ini.
Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut: Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library researche) dengan mengkaji dan menelaah langsung berkaitan dengan objek penelitian. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah Historis-Sosiologis, sedangkan metode penyajian dalam penelitian ini adalah Deskriptif-Analitik.
Dari penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan. Akhlak al-Karimah merupakan buah dari pelaksanaan aqidah dan shariat yang baik. Menurut KH. Asyhari Marzuqi akhlak dikategorikan menjadi dua, akhlak kepada Allah dan kepada sesama. Sedangkan akhlak kepada Allah meliputi: pertama, Taubat Nasuha dan Taqarrub, sedangkan cara taubat dan taqarrub bisa dengan shalat, dhikir, kedua, dengan syukur nikmat dan ketiga, memperbanyak membaca al-Quran. Sedangkan akhlak terhadap sesama meliputi, pertama, al-Amr bil maruf wa an-Nahyu an-Munkar, kedua, ziarah kubur, sebagai ungkapan ingat akan mati, ketiga, menyampaikan amanat, keempat, Husnuzon sebagai solusi khilafiyah dan kelima, Rasun al-Hikmah Makhafatullah. Salah satu filter yang mampu membendung krisis multidimensi saat ini adalah dengan berakhlak yang mulia. Bangsa yang bangkit sangat membutuhkan etika, akhlak yang unggul, kuat dan kokoh serta jiwa yang besar, tinggi dan bercita-cita besar
DAKWAH PERSUASIF K.H. ASYHARI MARZUQI DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN MODERN
Bersama Kristen, Yahudi, dan Buddha, Islam merupakan
agama dakwah (missionary) yang ada di dunia. Salah satu
perintah sekaligus metode dakwah yang ada dalam Islam adalah
Firman Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an
surat An-Nahl ayat 125. Gerakan dakwah Islam berporos pada
amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan
mencegah terhadap kemungkaran). Dalam catatan sejarah,
semenjak pereode pertama hingga ketiga (sebelum Nabi
Muhammad SAW, masa Nabi Muhammad SAW dan sahabat, dan
dinasti Umayyah, Abasiyyah, serta Usmani), dakwah Islam
mengalami kemajuan yang berarti. Namun, pada pereode keempat
(modern) dakwah Islam mengalami kemunduran, bahkan kalah
dengan agama Kristen dan Yahudi. Salah satu penyebab
kemunduran dakwah Islam adalah lunturnyak dakwah yang
bersifat persuasif. Padahal, sejatinya persuasif merupakan salah
satu cara yang harus dilakukan oleh setiap da’i (pelaku dakwah).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu
aktivis dakwah, yakni KH. Asyhari Marzuqi, dalam
menyampaikan materi dakwah. Apakah menggunakan kata-kata
persuasif atau justru sebaliknya, koersif yang menimbulkan
ketakutan? Dengan menggunakan teori komunikasi persuasif dan
teori terkait lainnya, peneliti menganalisis data dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Model analisa
data dengan pengembangan penjelasan. Penelitian kualitatif
identik dengan sebuah penelitian yang bersifat kritis dan
interpretatif.
Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil
bahwa KH Asyhari Marzuqi merupakan sosok da’i yang mampu
berdakwah secara persuasif. Sebagai seorang komunikator, ia
memenuhi standar untuk dikatakan da’i persuasif. Sementara,
viii
pesan yang disampaikan juga berupa bahasa ajakan yang bersifat
lembut dan tanpa paksaan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER DI YAYASAN TARBIYATUL BANIN PEKALONGAN WINONG PATI) IMPLEMENTATION OF HUMAN RESOURCES MANAGEMENT IN INCREASING EDUCATION QUALITY (ANALYSIS OF CAREER PLANNING AND DEVELOPMENT IN FOUNDATION OF TARBIYATUL BANIN PEKALONGAN WINONG PATI)
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan (Analisis Perencanaan dan Pengembangan
Karier di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati)", Asyhari, NIM:
13054, Manajemen Pendidikan Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN)
Kudus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Manajemen Sumber Daya
Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Analisis Perencanaan dan
Pengembangan Karier di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati)
yang meliputi: (1) Sistem perencanaan dan pengembangan karier di Yayasan
Tarbiyatul Banin (2) Implementasi perencanaan dan pengembangan karier di
Yayasan Tarbiyatul Banin, (3) Implikasi perencanaan dan pengembangan karier
terhadap mutu pendidikan di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati.
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui
metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari Majlis
Pertimbangan Yayasan (MPY), Dewan Pengawas Yayasan (DPY), Kepala
Satuan Pendidikan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan.
Hasil penelitian di lapangan menunjukkan, pertama, sistem
perencanaan dan pengembangan karier di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan
Winong Pati telah tersusun secara hirarkis, sejak proses rekrutmen pegawai
sampai jabatan kepala satuan pendidikan. Kedua, Implementasi perencanaan dan
pengembangan karier telah berjalan sesuai dengan perencanaan dan menjadikan
sistem karier guru transparan namun masih ada beberapa hal yang harus ditinjau
ulang, khususnya program pengembangan karier. Ketiga, Implikasi perencanaan
dan pengembangan karier terhadap mutu pendidikan adalah (1) meningkatnya
kualitas proses rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan (2) meningkatnya
prestasi akademik dan non akademik siswa dan guru tingkat daerah maupun
nasional. (3) meningkatnya kualitas lulusan.
Implementation of Human Resources Management in Increasing Education Quality (Analysis of Career Planning and Development in Foundation of Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati)”
Asyhari, Student Number: 13054, Islamic Education Management, State College of Islamic Studies (STAIN) Kudus.
The objectives of this research were to know the implementation of human resources management in increasing education quality (analysis of career planning and development in foundation of Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati) which involves: (1) System of career planning and development in Tarbiyatul Banin foundation; (2) Implementation of career planning and development toward the education quality in foundation of Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati.
In collecting data, this research used observation, interview and documenttaion. To analyze the data, the researcher used qualitative descriptive technique. The data were found from Foundation Consultative Assembly or Majelis Pertimbangan Yayasan (MPY), Foundation Controller Council or Dewan Pengawas Yayasan (DPY), the headmaster of every school, educators, and education officers.
The result of field study showed that system of career planning and development in foundation of Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati has been arranged in hierarchy, from staff recruitment process to the headmaster position. Second, the implementation of career planning and development has run based on planning, but there were some things that should be reviewed, especially career development program. Third, implications of career planning and development to education quality are (1) the increase of educators and education officers recruitment process; (2) the increase of academic and non academic achievement of students and teachers in regional and national level; (3) the increase of graduates quality
EPISTEMOLOGI TAFSIR KH. ASYHARI MARZUQI (Studi Kitab Targib al-Khatir fi al-Qur’an; Memikat Hati dengan al-Qur’an)
Kajian Tafsir Nusantara selalu menarik untuk diteliti karena beragam penafsiran di dalamnya. Skripsi ini membahas salah satu Tafsir Nusantara yang ditulis oleh seorang kyai dari Yogyakarta, KH. Asyhari Marzuqi dengan judul Targit}ir fin. Objek penafsiran KH. Asyhari Marzuqi ialah Surat al-Fatihah, Juz 30, Juz 29 dan Juz 28. Penulis merasa perlu untuk meneliti kitab ini karena belum adanya satupun referensi mengenai Tafsir Nusantara yang membahasnya. Mengingat isi dari kitab Targit}ir fin yang sesuai dengan problem-problem umat Islam di Indonesia, serta digunakannya kitab ini dalam pengajian di PP Nurul Ummah semasa hidup KH. Asyhari Marzuqi, penulis merasa perlu memunculkan Targit}ir fin dalam kajian Tafsir Nusantara.
Penelitian ini menggunakan teori epistemologi untuk melihat sumber penafsiran, metode dan corak penafsiran serta validitas penafsiran Targit}ir fin.
Sebelum melakukan penelitian epistemologi, akan dilihat dinamika tafsir nusantara untuk mengetahui karya tafsir lainnya agar nantinya terlihat keistimewaan dan kekhasan dari Targit}ir fin.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika Tafsir Targit}ir fin : Memikat Hati dengan Al-Qur’an menggunakan sumber-sumber yang berdasarkan periwayatan, yang berupa al-Qur’an, Hadis, Ijtima’ Ulama, dan Kitab-kitab Tafsir. Adapun metode yang digunakan adalah Metode campuran Ijmaly dan Tahlili dengan corak Adabi-Ijtima’i. Validitas penafsiran disini dianggap benar secara koherensi dan pragmatisme berdasarkan konsistensi dari KH. Asyhari Marzuqi dalam melakukan penafsiran dan hasil penafsirannya yang bermanfaat dan diperlukan untuk masyarakat dewasa ini.
Targit}ir fin disini juga memiliki kekhasan tersendiri diantara karya tafsir lainnya, baik yang semasa ataupun sebelumnya. Penggunaan metode Ijmaly menjadi spesialisasi tafsir ini ketika karya tafsir lain semasanya didominasi dengan metode Tematik, dan di masa sebelumnya menggunakan metode Tahlili. Adanya langkah-langkah pengamalan ayat-ayat al-Qur’an yang dicantumkan KH. Asyhari Marzuqi di setiap babnya juga memperlihatkan keistimewaan karya tafsir ini yakni membantu memecahkan problem di masa ditulisnya kitab ini berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an
- …
