1,723,356 research outputs found
Tell Aswad (Damascène)
Tell Aswad, in the Damascus basin, was settled by a community offarmers and huniers from early VIIIth Millennium (ca. 7800 BC) to mid VIIth Millennium.
Lithic industries seem located both on typological and geographical grounds in a transitional position between those from Palestine and Middle Euphrates. Basai Aswad I shows both in its flaking techniques (naviform cores, crested blades) and in its sickles types features in common with Mureybet III, which shall only reach Palestine during PPNB, thus confirming the mainly Syrian origin ofthe latter. Notched arrowheads types (with deep basai notches) and their survival later than on the Euphrates already show evidence however of some westward links. These increase notably in VIIth Millennium Aswad II, with typological types (Jericho and Amuq points) which shall only reach the Euphrates much later or not at all.
Vegetable remains from Tell Aswad point to plant cultivation from the beginning of the site on. Triticum dicoccum, Lens culinaris and Pisum sativum are among earliest crop plants. It is not certain wether in the early stages of habitation barley was grown intentionally. Triticum cf. durum, Triticum monococcum and Hordeum nudum did not arrive at Aswad until after 7300 BC. The possibility of the exploitation of surface water for agricultural purposes is discussed. Interpreting Tell Aswad's pollen analysis suggests assumptions regarding soil exploitation patterns, such as rotating crops, threshing and winnowing.Tell Aswad, dans le bassin de Damas, fut habité par un groupe d'agriculteurs chasseurs du début du VIIIe Millénaire (ca. 7800 av. J.-C.) au milieu du VIIe Millénaire.
Les industries lithiques paraissent occuper typologiquement autant que géographiquement une place intermédiaire entre celles de Palestine et du Moyen Euphrate. Dès l'origine, Aswad I possède par ses techniques de taille (nucleus naviformes, lames à crête) et par ses types de faucilles des caractères communs avec Mureybet III, qui ne gagneront la Palestine qu'au PPNB, confirmant l'origine pour une grande part syrienne de ce dernier. Les types de flèches à encoches (à ailerons récurrents) et leur persistance plus longue que sur l'Euphrate y témoignent cependant déjà de quelques affinités occidentales. Celles-ci s'accentuent au VIIe Millénaire dans Aswad II, dont la typologie inclut des types (pointes de Jéricho ou d'Amouq) qui n'atteignent l'Euphrate que tardivement ou pas du tout.
Les restes végétaux de Tell Aswad attestent l'agriculture dès la fondation du site. Triticum dicoccum, Lens culinaris et Pisum sativum sont parmi les plus anciennes plantes cultivées. La culture de l'orge n'est pas assurée aux premières étapes de l'occupation. Triticum cf. durum, Triticum monococcum et Hordeum nudum ne sont attestés à Aswad qu'à partir de 7300 av. J.-C. La possibilité de l'utilisation des eaux superficielles pour l'agriculture est envisagée. L'interprétation de l'analyse pollinique, pour sa part, suggère des hypothèses sur les modes d'exploitation du sol, tels que rotation des cultures, techniques de battage et de vannage.De Contenson H., Cauvin Marie-Claire, Van Zeist Wilhem, Bakker-Heeres Johanna. A.H., Leroi-Gourhan Arlette. Tell Aswad (Damascène). In: Paléorient, 1979, vol. 5. pp. 153-176
Persepsi Jama’ah terhadap Pelayanan Umrah di PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru
ABSTRAK
Nama : Putri Yanti
Jurusan : Manajemen Dakwah
Judul : Persepsi Jama’ah terhadap Pelayanan Umrah di PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru
Penelitian ini membahas tentang persepsi jama’ah terhadap pelayanan umrah di PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru. Dilihat dari latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pelayanan umrah dari segi akomodasi dan dokumentasi jama’ah kecewa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang pelayanan umrah di PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru. Yang menjadi lokasi penelitian ini adalah PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif persentase. Subjek dalam penelitian ini yaitu jama’ah umrah. Populasi penelitian ini berjumlah 450 jama’ah dipekanbaru Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 45 jama’ah umrah PT.Bimalyndo Hajar Aswad Pekanbaru.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu variabel X indikator penelitiannya kognitif,afektif,konatif. Variabel Y indikator penelitinnya tangibel,reliability,responsiveness,assurance,dan empaty.
Kata Kunci : Persepsi, Pelayanan Umrah
n° 13 - La nécropole de Tell Aswad
Datation : époque romaine. Les tombeaux appartenant à la nécropole de Tell Aswad sont situés au sud-ouest de la ville et à proximité de l’amphithéâtre. Les deux édifices en élévation, qui restent visibles, ont été intégrés au tissu urbain récent. Ils sont isolés sur un terre-plein que la rue moderne contourne. La nécropole de Tell Aswad : le tombeau carré. Le tombeau carré De plan carré (6 m de côté environ et 3 m de haut actuellement), il se compose d’une partie construite hors du sol, cons..
Chronologie absolue de Tell Aswad (Damascène, Syrie)
de Contenson Henri. Chronologie absolue de Tell Aswad (Damascène, Syrie). In: Bulletin de la Société préhistorique française. Comptes rendus des séances mensuelles, tome 70, n°8, 1973. pp. 253-256
Novel click-type reaction of thioamides with sulfonyl azides and its application for glucosidase inhibitor
富山大学博士(薬科学)Article富山大学・富医薬博甲208号・Muhammad Aswad・2016/6/15・★論文非公開
KUALITAS PELAYANAN UMRAH DI PT. BIMALYNDO HAJAR ASWAD TOUR & TRAVEL KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Nama : Intan Sumartin
Jurusan : Manajemen Dakwah
Judul : Kualitas Pelayanan Umrah Di Pt. Bimalyndo Hajar Aswad Tour & Travel Kota Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi karna telah terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dijanjikan oleh PT. Bimalyndo Hajar Aswad kepada jamaah, juga terjadi pada bulan Desember tahun 2019 tidak ada tiket pulang jamaah dari malaysia menuju pekanbaru. Mereka melakukan perjalanan melalui laut menggunakan kapal yang berangkat dari Malaka menuju Pelabuhan Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan umrah yang ada di PT. Bimalyndo Hajar Aswad. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, sajian data, penarikan kesimpula dan verifikasi. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa PT. Bimalyndo hajar aswad ini belum meggunakan dimensi kualitas dengan baik. Yang mana pada dimensi kehandalan pihak travel masih tidak konsisten dalam menjadwalkan keberangkatan, serta karyawan yang ada juga tidak terlalu menanggapi jika ada permintaan jamaah. Dari dimensi daya tanggap karyawan PT. Bimalyndo hajar aswad masih sering terlambat dalam menginformasikan hal-hal ang penting kepada jamaah. Dari segi jaminan PT. Bimalyndo hajar aswad sudah melayani jamaah dengan sopan dan ramahh tetapi masih adaa juga jamaah yang merasa tidak terlalu direspon karyawan. Dari segi empati karyawan di PT. Bimalyndo hajar aswad ini sangat empati dengan jamaah yang mana karyawann membantu jika ada jamaah yang membutuhkan bantuan karyawan. Yang terakhir yaitu bukti fisik, disini PT. Bimalyndo hajar aswad sudah baik dalam menunjukkan eksistensinya yang mana pihak perusahaan mengajak dan menunjukkan bahwa memang jelas adanya travel yang mereka tawarkan kepada jamaah.
Kata Kunci: Kualitas Pelayana
Evaluation of Quality Services at PT. Hajar Aswad Mubaroq
This study aims to determine the quality of services provided byPT. Hajar Aswad Mubaroq to the congregation; to find out theobstacles faced in the implementation of Umrah plus Turkish worship,and to evaluate the services provided by the bureau to thepilgrims. Using qualitative research methods with descriptive analysistechniques. The main data were obtained through interviews withemployees and the study of related documents. It was concluded thatPT. Hajar Aswad Mubaroq has done a good service to thecongregation from departure to return home. So that the results of theevaluation of the services of PT. Hajar Aswad Mubaroq was verysatisfying for the congregation. Obstacles faced when carrying outUmrah and tours in Turkey, sick pilgrims, lost pilgrims and late pilgrimsand elderly pilgrims.
Publication — "Humaines ou animales ? Des figurines ambiguës à Tell Aswad"
R. Ayoubi, "Humaines ou animales ? Des figurines ambiguës à Tell Aswad", ArchéOrient-Le Blog (Hypotheses.org), 2013. [En ligne
Perilaku jama’ah haji KBIH Muslimat NU Kabupaten Tegal angkatan 2015 dalam menerapkan hadis tentang mencium Hajar Aswad
Dalam mengerjakan ibadah thawaf terdapat banyak sekali sunnah-sunnah didalamnya, salah satunya adalah mencium Hajar Aswad. Mencium Hajar Aswad merupakan sebuah kesunnahan, hal tersebut sesuai apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad saw ketika melaksanakan thawaf. Apabila tidak memungkinkan untuk mencium karena penuh dengan jamaah haji, maka tidak disunnahkan untuk berdesakan, cukup dengan melambaikan tangan dan menciumnya. Berbicara tentang mencium Hajar Aswad, dalam realita yang sekarang terjadi, banyak jama’ah haji yang berusaha mencium Hajar Aswad dengan berdesak-desakan sehingga membahayakan diri sendiri dan orang lain, bahkan ada yang dengan cara menyewa petugas dengan membayar untuk bisa mencium Hajar Aswad, seolah-olah mencium Hajar Aswad merupakan sebuah kewajiban bagi jama’ah haji, padahal apabila tidak memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad karena situasi dan kondisi yang berdesak-desakan, maka cukup dengan melambaikan tangan. Dari uraian latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji tentang “Perilaku Jama’ah Haji KBIH Muslimat NU Kabupaten Tegal angkatan 2015 dalam Menerapkan Hadis tentang Mencium Hajar Aswad.”
Dengan rumusan masalah, pertama, pengajaran KBIH Muslimat NU Kabupaten Tegal kepada jamaah haji tentang hadis mencium Hajar Aswad. Kedua, perilaku jamaah haji KBIH Muslimat NU Kabupaten Tegal dalam menerapkan hadis tentang mencium Hajar Aswad. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah field research, dengan pendekatan survei. Sumber-sumber datanya diperoleh dari jamaah haji angkatan 2015 KBIH Muslimat NU kabupaten Tegal dan buku-buku yang berhubungan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data lapangan
Setelah dilakukan penelitian, adapun hasil penelitian yang bisa kita ketahui bahwa jamaah haji KBIH Muslimat NU Kabupaten Tegal angkatan 2015 mempunyai perbedaan perilaku dalam menerapkan sebuah hadis. Perbedaan dalam memahami hadis ini bukan dilatarbelakangi akan pendidikan tinggi yang mereka punya, melainkan dari cara berfikir para jamaah haji. Dalam proses pengajaran dan bimbingan ibadah haji, Para pembimbing menjelaskan materi haji terutama bab thawaf dan sunnahnya dengan sangat jelas agar mudah dipahami oleh para jamaah haji. Dari jumlah 28 jamaah haji yang menjadi objek penelitian, sebagian kecil perilaku jamaah haji yang mencium Hajar Aswad hanya salah satu dari mereka yang mempunyai riwayat pendidikan SD,SLTP dan SLTA. Mereka menjelaskan bahwa mencium Hajar Aswad merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, dan dengan mencium Hajar Aswad merupakan sebuah bukti kecintaan mereka dan sebagai penghormatan kepada Hajar Aswad. Sedangkan perilaku jamaah haji yang menerapkan hadis dengan melambaikan tangan atau dengan memberi isyarat kebanyakan dari jamaah haji yang mempunyai riwayat pendidikan S1 dan sebagian lagi SD, SLTP dan SLTA. Mereka menjelaskan bahwa dalam mencium Hajar Aswad bukanlah sebuah kewajiban yang tidak perlu dipaksakan, masih banyak sunnah-sunnah lain yang bisa dikerjakan tanpa membahayakan diri sendiri
- …
