33,151 research outputs found
Kedudukan Anak Astra (Anak Luar Kawin) dalam Hukum Keluarga dan Kewarisan Adat Bali
The presence of a child in the family is happiness as a manifestation of the fruit of a husband and wife's love. Having children is everyone's dream, especially when starting a new family or legal marriage. However, this is inversely proportional to children who are born without a previous legal marriage relationship so that the child is included in the class of children outside marriage or Astra children in accordance with Article 43 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. This child out of wedlock sometimes becomes a problem in the family because not all stepfathers accept their existence. This study aims to reveal the position of children in traditional inheritance families in the Malet Village of Kutamesir and analyze the protection of Astra children in family law and inheritance in the Indigenous Village of Malet Kutamesir. This study uses an empirical legal research type with a conceptual approach. The data used are primary and secondary data obtained through interview techniques and literature study techniques and analyzed qualitatively and legal interpretation with a descriptive final presentation. The results of this study reveal that an astra child only has a legal position in inheriting his mother's property and an astra child has the right to get protection from whatever happens around his life, be it at home or outside the home.
 
DATA WAREHOUSE PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI, TBK
DATA WAREHOUSE PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI, TBK
100 tahun purbakala peradaban Bali-Nusra dalam perspektif arkeologi
Berbagai kajian arkeologi menunjukan bahwa dalam konteks kekinian nilai-nilai kehidupan masa lampau yang telah dibangun oleh kearifan lokal tenyata ke depan dapat digunakan untuk membangun bangsa yang berbasis
budaya dan lingkungan hidup sehingga bangsa ini tidak tercerabut dari akar budaya leluhurnya. Dalam hal ini amat diperlukan suatu kajian yang profesional untuk memilih nilai-nilai yang bersifat konstrutif- fungsional
Aplikasi Mobile Learning Fisika dengan Menggunakan Adobe Flash sebagai Media Pembelajaran Pendukung
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pendukung berbentuk mobile learning pada materi esensial untuk siswa SMA. Mobile learning yang dibuat dijalankan pada handphone yang mendukung flash player terutama berbasis symbian S60 3rd. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tahap pertama dibatasi pada materi perpindahan kalor. Uji coba aplikasi dilakukan kepada 2 orang dosen ahli materi dan 2 orang ahli media, dan 2 guru fisika SMA, serta 44 siswa SMA Diponegoro 1 Jakarta. Indikator yang digunakan untuk menilai media pembelajaran yang dibuat, yaitu kesesuaian isi dan tujuan, kesesuaian pembelajaran dan kualitas teknis . Nilai dari ketiga indikator berada di atas 80%, sehingga mobile learning yang dibuat dikategorikan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbentuk mobile learning dapat dijadikan sebagai media pembelajaran pendukung pada pelajaran Fisika untuk siswa SMA
Development of Student Worksheet by using Discovery Learning Approach for Senior High School Student
Abstract The aim of this research is to create student worksheet for physics learning by using discovery learning approach as a learning material referring to curriculum 2013. The method used in this research is research and development. This research consists of five steps: 1) needs analysis, 2) product development, 3) Validation by expert, 4) field test in small scale, and 5) field test in large scale. The average score for student worksheet are 92% from concept expert, 79,56% from media expert, and 91,51% from physics teacher. After revised, the student worksheet was evaluated by a field test in a small and large scale. The average score from both scale are 70,66% and 75,08 respectively. It is conluded that student worksheet by using discovery learning approach can be used and distributed as a learning material in physics learning for senior high school student grade X Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pembelajaran fisika SMA dengan pendekatan Discovery Learning sebagai bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar praktikum kelas X semester genap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri dari lima tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan produk, 3) validasi ahli, 4) uji coba lapangan skala kecil, dan 5) uji coba lapangan skala besar. LKS fisika dengan pendekatan Discovery Learning telah melalui tahap uji validasi dengan presentase pencapaian sebesar 92%, menurut ahli materi, 79,56% menurut validasi ahli media, dan 91,51 % menurut guru fisika SMA. Setelah di revisi, LKS di uji cobakan skala kecil kepada 5 siswa menunjukan persentase capaian sebesar 70,66% dan uji lapangan menunjukan persentase capaian sebesar 75,08%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa LKS dengan pendekatan Discovery Learning yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan dan disebarluaskan sebagai bahan ajar fisika kelas X semester genap How to Cite: Astra, I. M., Nasbey, H., Muharramah, N. D., (2015). Development of Student Worksheet by Using Discovery Learning Approach for Senior High School Student. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(1), 91-96. doi:10.15408/tjems.v2i1.1749. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i1.1749 </strong
What Girls Are Made Of
Intro -- Title Page -- Part I Unconditional -- Part II Eros and Thanatos -- Part III The Dissected Graces -- Part IV Conditions -- Author's Note -- Acknowledgments -- About the Author -- Back CoverDescription based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Pengembangan bahan ajar berorientasi pada resource based learning untuk calon guru SMA
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk merintis peran LPTK dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan terhadap para lulusannya,atau guru yang telah bertugas di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan LPMP. Tujuan jangka pendeknya adalah menghasilkan bahan ajar yang berorientasi pada resource based learning untuk meningkatkan kompetensi guru-guru fisika SMA di bidang ?penguasaan bahan kajian akademik?. Bahan ajar itu berbentuk buku. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Jakarta dalam tahun akademis 2006/2007. Sampel sebanyak 20 orang calon guru fisika, yaitu mahasiswa jurusan Fisika FMIPA UNJ yang akan melakukan PPL di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode ?penelitian dan pengembangan? (research and development). Peneliti membuat bahan ajar berdasarkan prototype yang dibuat, melalui siklus ?uji coba-revisi-uji coba?. Ada dua bahan ajar yang sudah ditulis, yaitu (1) Usaha dan Energi, (2) getaran dan gelombang (3) suhu dan kalor. Materi esensial dalam bahan ajar dengan metode pemetaan informasi, sedangkan pengayaan (resource tambahan) diambilkan dari website internet. Variable penelitian ini terdiri dari tujuh buah, yaitu (1) Kelayakan isi, (2) Penyajian, (3) Kegrafikan, (4) Daya tarik, (5) Kemudahan digunakan, (6) Keterbacaan, dan (7) Keefektifan. Instrumen yang digunakan ada dua macam, yaitu kuesioner dan tes hasil belajar. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang variable (1)-(3) bagi para reviewer; dan data tentang variable (4)-(6) begi para calon guru. Tes hasil belajar digunakan untuk mengumpulkan data tengtang variable (7) bagi para calon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi kelayakan isi, penyajian, dan kegrafikan, bahan ajar tergolong baik. Dari segi daya tarik, kemudahan digunakan,dan keterbacaan, bahan ajar tergolong cukup. Dari segi keefektifan, dengan skor minimum 0 dan maksimum 100, skor rata-rata calon guru dalam prates adalah 56,2 dengan standar deviasi 6,5. Dengan Uji-t (taraf signifikasi 0,05) telah teruji bahwa skor rata-rata pascates lebih tinggi secara signifikasi dibandingkan dengan skor rata-rata prates. Penelitian menyimpulkan bahwa bahan ajar yang berorientasi pada resource based learnig dapat meningkatkan kompetensi guru (calon Guru) fisika SMA di bidang ? Penguasaan bidang kajian akademis?
ANALISIS TENTANG DIMENSI-DIMENSI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TEKNOHUMANISTIKPADA SISWA SD SE- KOTA DEN PASAR DAN KABUPATEN BADUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah keinginan untuk menganalisis tentang dimensi-dimensi pendidikan karakter yang berbasis teknohumanistik pada siswa SD Se-kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dan penelitian mi adalah untuk merumuskan dimensi-dimensi pendidikan karakter yang perlu dimunculkan secara prioritas dan pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pendidikan karakter berbasis teknohumanistik di SD se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.Jenis penelitian ml adalah penelitian yang dirancang dalam bentuk penelitian pengembangan. Populasi dalam penelitian ml adalah Sekolah Dasar yang ada di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang terdiri dan sub-sub populasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru agama, guru kelas, dan siswa sebagai objek penelitian. Sampel penelitian ditentukan dengan kiuster random sampling secara bertahap. Sedangkan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Delphi dengan fluktuasi kecenderunganHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi-dimensi pendidikan karakter yang perlu dimunculkan secara prioritas untuk pendidikan karakter berbasis teknohumanistik di SD se-kota Denpasar dan Kabupaten Badung yaitu persahabatan, loyalitas, suka menolong/rasa terharu, disiplmn, tanggung jawab, pekerjaan, keberanian, ketekunan, kejujuran, dan keyakinan, (2) Standar kompetensi yang dikembangkan adalah kompetensi akademik/kognitif, kompetensi sosial dan kompetensi personal dan mengaplikasikannya dalam kehidupan, baik di Iingkungan sempit maupun luas. Sedangkan model pembelajaran yang dirancang adalah model pembelajaran yang sinergis mutualis dengan tahapan: inisiasi, eksplorasi, eksplanasi, peer group analysis, expert opinion, dan refleksi-perumusan komitmen.. Kata kunci: Pendidikan karakter, dimensi-dimensi pendidikan karakter Teknohumanistik, model pembelajaran
- …
