1,720,965 research outputs found

    PERENCANAAN PEMBELAJARAN PROGRAM FULL DAY SCHOOL DI MIT AS SALAM AMBON

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran program full day school di MIT As Salam Ambon. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitattif. Subjek penelitian adalah Kepala Madrasah, Waka kurikulum dan Guru kelas. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Michael Huberman yang gterdiri dari tiga jalur kegiatan bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan pembelajaran program full day school membentuk kualitas akhlak siswa. Perencanaan pembelajaran program full day school, mengintegrasikan antara kurikulum Kementerian Agama ( Kemenag), kurikulum Pendidikan Nasional (Diknas) dan kurikulum Sekolah Islam Terpadu Nasional (JSIT) dengan muatan pendidikan Islam yang dirancang khusus dengan pendekatan teori kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual serta diperkaya dengan sistem pendekatan Islami melalui pengintegrasian antara aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan pendidikan agam

    Perencanaan Pembelajaran Program Full Day School di MIT As Salam Ambon

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran program full day school di MIT As Salam Ambon. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitattif. Subjek penelitian adalah Kepala Madrasah, Waka kurikulum dan Guru kelas. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Michael Huberman yang gterdiri dari tiga jalur kegiatan bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan pembelajaran program full day school membentuk kualitas akhlak siswa. Perencanaan pembelajaran program full day school, mengintegrasikan antara kurikulum Kementerian Agama ( Kemenag), kurikulum Pendidikan Nasional (Diknas) dan kurikulum Sekolah Islam Terpadu Nasional (JSIT) dengan muatan pendidikan Islam yang dirancang khusus dengan pendekatan teori kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual serta diperkaya dengan sistem pendekatan Islami melalui pengintegrasian antara aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan pendidikan agam

    Evaluasi Kondisi Ekosistem Lamun Thalassia hemprichii Melalui Transplantasi Metode Peat Pot Substrate Modification di Perairan Pantai Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah

    Full text link
    Thalassia hemprichii is a type of seagrass that grows in the coastal waters of Suli Village, Central Maluku Regency and its distribution is quite wide, but its population is starting to decrease considering the damage to the seagrass, including due to the influence of waves and currents which cause the seagrass to be detached from its substrate or damage originating from the activities of the surrounding community such as coastal reclamation, waste pollution and "bameti" activities. Seagrass transplantation is one way to repair damaged seagrass beds. This study aims to analyze the survival rate, growth rate, biomass and physical and chemical factors of the waters that affect the growth of T. hemprichii seagrass. If so far the peat pot seagrass transplantation method uses polybags containing substrate from the donor area, this study tries to use substrate from the transplant area. The results showed that T. hemprichii had a survival rate of 100%. The average leaf growth rate in the 1st observation period was 0.145 cm/day, while in the 2nd observation period it was 0.172 cm/day. Seagrass leaf biomass ranges from 0.002 gbk/m2 –0.014 gbk/m2 with a total biomass value of 0.270 gbk/m2. Decree of the Minister of Environment Number 51 of 2004 concerning Sea Water Quality Standards, the value of the physical and chemical parameters of waters is still within the range of environmental parameters of marine waters that support the growth of T. hemprichii.  Keywords: Transplantation, Peat Pot, Substrate, Modification MethodThalassia hemprichii merupakan salah satu jenis lamun yang tumbuh di perairan pantai Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah dan penyebarannya cukup luas, namun populasinya mulai berkurang mengingat terjadi kerusakan pada lamun, misalnya karena pengaruh gelombang dan arus sehingga menyebabkan lamun terlepas dari substratnya ataupun kerusakan yang berasal dari aktivitas masyarakat sekitar seperti reklamasi pantai, pencemaran limbah serta aktivitas “bameti”. Transplantasi lamun merupakan salah satu cara untuk memperbaiki padang lamun yang rusak. Jika selama ini metode transplantasi lamun peat pot menggunakan polybag berisi substrat dari daerah donor, maka penelitian ini mencoba menggunakan substrat dari daerah transplant. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, biomassa serta faktor fisik kimia perairan yang mempengaruhi pertumbuhan lamun T. hemprichii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. hemprichii memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%. Nilai laju pertumbuhan rata-rata daun pada periode pengamatan ke-1 sebesar 0.145 cm/hari, sedangkan pada periode pengamatan ke-2 adalah sebesar 0.172 cm/hari. Biomassa daun lamun berkisar antara 0,002 gbk/m2 – 0,014 gbk/m2 dengan nilai total biomassa sebesar 0,270 gbk/m2. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, nilai parameter fisika kimia perairan masih dalam kisaran nilai parameter lingkungan perairan laut yang mendukung pertumbuhan T. hemprichii

    Pengaruh Kemandirian Belajar dan Regulasi Diri terhadap Hasil Belajar Matematika melalui Motivasi Berprestasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Ambon

    Full text link
    ABSTRAK GAMAR ASSAGAF. Pengaruh Kemandirian Belajar dan Regulasi Diri terhadap Hasil Belajar Matematika melalui Motivasi Berprestasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Ambon. (dibimbing oleh Muhammad. Arif Tiro dan Muhammad Jufri) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu faktor internal dan faktor. Hasil belajar yang baik akan dapat dicapai apabila mereka dapat mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya, namun ada sejumlah variabel yang saling mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh kemandirian belajar dan regulasi diri terhadap hasil belajar matematika melalui motivasi berprestasi pada siswa kelas X SMA Negeri di Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Ambon tahun pelajaran 2013/2014 yang diambil dengan menggunakan Disproporsional stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan: (1) Skala kemandirian belajar, (2) skala regulasi diri, (3) skala motivasi berprestasi,(4) tes hasil belajar matematika kelas X. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis jalur (path anlysis). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar siswa kelas X SMA Negeri di kota Ambon memiliki: kemandirian belajar dengan kategori tinggi, regulasi diri dengan kategori tinggi, motivasi berprestasi dengan kategori tinggi, hasil belajar berada dalam kategori sedang; (2) Kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi berprestasi; (3) Regulasi diri berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi berprestasi

    Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Himpunan melalui Penerapan Model Pembelajaran Peer Lessons pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Masohi Kabupaten Maluku Tengah

    Full text link
    Pembelajaran matematika yang digunakan selama ini adalah pembelajaran konvensional, dimana metode tersebut pengetahuan lebih banyak ditransfer oleh guru kepada siswa. Pembelajaran konvensioanl didominasi oleh ceramah dan cara-cara yang mengedepankan pemberian pengetahuan prosedural. Dengan cara seperti itu, tidak akan cukup untuk membuat siswa memahami matematika secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran peer lessons guna meningkatkan hasil belajar materi himpunan pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 SMP Negeri 3 Masohi yang berjumlah 25 orang siswa, yang terdiri dari 12 laki-laki dan 13 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah soal tes, lembar observasi dan angket. Berdasarkan evaluasi proses dan evaluasi hasil pada setiap pembelajaran dapat dikemukakan bahwa pembelajaran pada siklus I, baik secara proses maupun hasil belajar sudah baik. Ini terlihat dari hasil pengamatan bahwa siswa bekerja sama dalam kelompok, siswa berani bertanya kepada sesama anggota kelompok dan pemahaman terhadap materi sudah baik. Demikian juga pada pembelajaran siklus II, secara proses maupun hasil sangat baik. Siswa saling memberikan masukan dan saling memberi penjelasan kepada temannya. Pada siklus I data yang diperoleh adalah 14 siswa atau 56% mencapai KKM dan 11 siswa atau 44% belum mencapai KKM. Sedangkan siklus II, data yang diperoleh terdapat 23 siswa atau 92% mencapai KKM dan 2 siswa atau 8% tidak mencapai KKM. Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar materi himpunan melalui penerapan model pembelajaran peer lessons pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Masohi. Kata kunci : Hasil Belajar, Peer lessons, dan Himpuna

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore