513 research outputs found

    Pemikiran Kiai Achmad asrori Al-Ishaqy tentang tasawuf dan tarekat

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan sebuah kajian tentang pemikiran tasawuf dan tarekat yang lebih spesifik membahas pemikiran tasawuf dan tarekatnya kith Achmad Asrori al-Ishagy. Sebagaimana layaknya studi ketokohan, sebelum memaparkan tasawuf dan tarekat kiai Achmad Asrori, terlebih dahulu peneliti mengungkap riwayat hidup, latar belakang pemikiran dan beberapa karya. Dan untuk mengetahui lebih jauh posisi mindset tasawuf dan tarekat kiai Achmad Asrori, peneliti juga menerangkan latar belakang munculnya persoalan tasawuf dan tarekat atau tepatnya kapan ilmu tasawuf dan tarekat itu ada. Bila dilihat sekilas dari seluruh karyanya, kiai Achmad Asrori menginginkan umat manusia khususnya umat Islam mampu memahami ajaran-ajaran Islam tidak hanya sebatas menjalankan praktik-praktik ritual yang bersifat syar'i saja, artinya segala bentuk ibadahnya hanya disandarkan pada niatan yang penting gugur kewajiban, namun yang diinginkan oleh kiai Achmad Asrori ialah betul-betul mengamalkannya sehingga dapat merubah tatanan hidup manusia itu sendiri. Oleh karenanya melalui pemikirannya di bidang tasawuf dan tarekat sebagai medianya, kiai Achmad Asrori ingin membangun serta mempersatukan umat lewat lembaga al Khidmah yang didirikanya sebagai media penyatuan jamaah tarekat di dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Kiai Achmad Asrori mampu membebaskan masyarakatnya dari kungkungan ketidaktahuan tentang masalah agama dengan pendekatannya yang sangat sederhana dan menyentuh hati para jamaahnya. Dan bila kiai Achmad Asrori al-Ishagy dilihat secara utuh, dalam konteks sejarah dimana dia hidup, acuan kiai Achmad Asrori sebenarnya adalah para tokoh-tokoh sufi besar path umumnya, khususnya yang beraliran tasawuf sunni, yang memiliki keutamaan serta mampu menjadi pusat spiritual dunia. Dengan demikian, mindset tasawuf dan tarekat kiai Achmad Asrori pun tidak terlepas dari bangunan kekuasaan pemikiran para tokoh sufi besar tersebut. Akan tetapi, siapapun kiai Achmad Asrori, ia merupakan sosok manusia yang mempunyai karisma yang luar biasa, rendah hati sejuk dan penuh kasih sayang dan penuh kesabaran di dalam membimbing nmatnya, dan hal ini membuat beliau bisa disandingkan dengan nama besar tokoh-tokoh sufi Indonesia balikart manca negara, yang langkah spiritnalnya banyak mengilhami umat dan jamaahnya. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode penyajian secara deskriptif analitis. Sesuai dengan tujuan tersebut, data primer yang diutamakan berasal dari karya kiai Achmad Asrori dan data skunder berasal dari buku-buku yang ditulis orang lain tentang pemikiran kiai Achmad Asrori serta data-data pendukung yang relevan dengan penelitian ini. Sedangkan analisis data dilakukan dengan mengunakan metode historis fakrual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tasawuf dalam pemikiran kiai Achmad Asrori merupakan hasil ijtihad dalam menjalankan agama untuk menunjukkan ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah dengan sebenar-benamya, yaitu berpijak pada al-Qur'an dan al-Sunnah serta meneladoni prilaku generasi sala

    Pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy (Studi atas Pola Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Utsmaniyah Surabaya)

    No full text
    K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy adalah seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah al-Ustmaniyah. Didaulat menjadi mursyid, ketika ia masih berusia 30 tahun. Usia yang tergolong sangat muda untuk dijadikan sebagai panutan umat. Akan tetapi, sebelum menjadi mursyid, ia telah memulai dakwahnya dengan cara mendirikan masjid dan mengelolanya di lingkungan tempat tinggalnya. Masjid inilah yang kemudian menjadi markas besar pengembangan tarekat yang dipimpinnya. Lebih jauh, berawal dari masjid ini, pengembangan tarekat diusahakannya sedemikian rupa, hingga berdiri lembaga pendidikan, yayasan dan organisasi al-Khidmah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, terutama saat di bawah kepemimpinan K.H. Achmad Asrori, merupakan organsasi tarekat yang cukup pesat perkembangannya, di dalam dan luar negeri. Apalagi jika melihat perkembangan Jama’ah Al-Khidmah yang didirikannya, tidak terbatas pada kaum tua, melainkan telah banyak diminati oleh generasi muda. Fenomena ini perlu dikaji lebih jauh, agar dapat diperoleh pemahaman yang bermakna . Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap corak pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy dan Pola pengembangan Tarekat yang telah diupayakannya. Oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan pada 2 hal: Pertama, bagaimanakah pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy terhadap konsep maqamat dan ahwal sebagai inti ajaran tasawuf. Kedua, Bagaimanakah pola pengembangan tarekat yang dilakukan oleh K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy, sehingga tarekat ini dapat berkembang dan banyak diminati masyarakat. Penelitian ini bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara mendalam dari berbagai sumber. Analisisnya menggunakan pendekatan sejarah intelektual. Pendekatan ini berkaitan dengan kajian mentifact (orang), socifact (lingkungan sosial) dan artifact (benda yang ditinggalkan). Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, dari hasil penelitian tentang pemikiran tasawufnya, ditemukan bahwa pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy tidak terlalu jauh berbeda dengan para pendahulunya dalam rangkaian struktural Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah. Hal ini ditandai dengan berbagai penjelasannya tentang maqamat dan ahwal, yang senantiasa mengikuti apa yang telah disampaikan oleh para ulama shufiyah, seperti al-Ghazali, al-Thusi, al-Sakandary, dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa pemikiran tasawufnya, bercorak Sunni. Kedua, Melalui kajian tentang pola pengembangan tarekatnya, K.H. Achmad Asrori mengikuti pengembangan ala neo-sufisme. Hal ini ditandai oleh kecenderungannya dalam mengembangkan tarekat dengan cara-cara modern, rasional dan moderat, melalui Lima Pilar ajarannya. Melalui penelitian ini, peneliti merekomendasikan tentang perlunya mengkaji lebih jauh tentang kiprah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia. Dengan demikian, akan ditemukan berbagai bentuk pengembangan tarekat yang bermakna

    Pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori Al Ishaqy dan relevansinya terhadap tujuan pendidikan nasional

    Get PDF
    Kehidupan di zaman modern seringkali dibuai dengan pola hidup glamor. Akibatnya hati mudah terjankit penyakit batin dan semakin hampa dari ketenangan. Oleh karena itu, dibutuhkan dokter yang ahli di bidangnya untuk menanganinya permasalahan tersebut. Dokter dalam hal ini adalah ulama sufi yang berpredikat guru tarekat. KH. Achmad Asrori al-Ishaqi merupakan salah satu guru tarekat yang ajarannya sedang berkembang saat ini. Namun, masih terdapat sebagian oknum yang menganggap bahwa pola hidup terekat menghambat kreativitas seseorang, karena di dalamnya mengajarkan menjauhkan diri dari urusan duniawi, yang hal itu tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang berbunyi “Mengembangkan Kreativitas”. Berdasarkan uraian tersebut, dipandang urgen untuk meneliti tentang pendidikan tarekat yang dipimpin KH. Achmad Asrori, tentang tujuan pendidikan nasinal, dan tentang relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori, tujuan pendidikan nasional, dan relevansi pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research (penelitian kepustakaan). Karena data akan digali dari data kepustakaan yaitu, buku-buku karya KH. Achmad Asrori, buku-buku tentang tujuan pendidikan, dan data lain yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi Pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori al-Ishaqi adalah pendidikan akhlak atau karkter melalui penyempurnaan adab dengan barometer prilaku s{u>fiyyah yang menggunakan metode praktis, yaitu, pengamalan dhikir atau wirid dalam bimbingan guru murshid yang ada ikatan rohani melalui muba>ya’ah untuk membersihkan penyakit hati agar dapat wusu>l kepada Allah Swt. Adapun tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai adalah mengembangkan potensi warga negara Indonesia seutuhnya hingga menjadi manusia yang paripurna (al-Insan al-kamil) baik dari segi material z{a>h{iriyyah maupun sisi ba>t{iniyyah. Sedangkan relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan tarekat tersebut turut membentuk warga negara Indonesia yang paripurna melalui perbaikan dari segi mental spritualnya

    Maqamatul Yaqin (Tela’ah Dalam Tradisi Sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy)

    No full text
    Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy merupakan mursyid dari thariqat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dan pendiri Pondok Pesantren al Fithrah di Kedinding Surabaya. Pada penelitian ini berfokus pada pemikiran sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy, karena banyak konsep sufistik yang beliau nyatakan. Dalam penelitian ini juga mencoba mengungkap konsep Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy pada ranah sufistik yang beliau terapkan di kehidpan sehari-harinya, tidak hanya oleh dirinya sendiri, melainkan juga murid-muridnya serta para pengikutnya. Dan adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep sufistik Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy, dan berfokus pada maqamat beliau, yang sudah dijelaskan dalam khotbahnya serta didalam kitab-kitab karangannya. Dan tujuan lain dari penelitian ini adalah menggambarkan tentang bagaimana mengimplentasikannya dalam kehidpan sehari-hari. Penulis berpendapat bahwa maqamat dari Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy berbeda dengan tokoh sufi sebelumnya, dari tahapan-tahapan dan juga pesannya. Perbedaan yang paling menonjol adalah bahwa para pengikut thariqat tidak harus mengikuti langkah-langkah maqamat yang sudah tentukan oleh para tokoh sufi sebelumnya, menurut beliau para pengikutnya boleh maqamat mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri mereka. Penelitian ini bersifat kepustakaan (Library research). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan menggumpulakn data dan fakta melalui bebagai sumber untuk menemukan hasil analisis yang memiliki nilai keauntetikan. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisi yakni menganalisa sebuah karya Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai Maqamatul Yaqin. Muntakhabat Fi Rabithatil Qalbiyyah Wa Shilatir Ruhiyyah sebagai rujukan pertama untuk menjabarkan penjelasan Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai tasawuf dan tingkatan yang harus dijalani seorang sufi, dan dijelaskan lebih mendalam dalam karya lain yang mendeskripsikan pemikiran Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy mengenai Maqamatul Yaqin. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa maqamat yang dijalani haruslah mampu menambah pengetahuan atau yaqin dalam diri tersebut, dan menambah kita lebih dekat dengan Allah SWT, serta percaya akan Dzat-Nya Allah SWT. Terdapat tahapan-tahapan tertentu dalam menjalankan setiap maqam oleh setiap para sufi, yang terkadang berbeda-beda karena berdasarkan pengalaman spiritalnya masing-masing. Maqmatul Yaqin ini adalah sebuah ,aqam atau tingkatan dalam tasawuf yang digunkan Hadhrotusy Syaikh Al Murobby Al Mursyid Achmad Asrori Al Ishaqy dan tokoh-tokoh sufi sebelumnya, dan maqamat ini juga sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SA

    PERAN KH. ACHMAD ASRORI AL-ISHAQY DALAM PENYEBARAN TAREKAT QODIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH AL-UTSMANIYAH DI SURABAYA TAHUN 1985-2009

    Get PDF
    Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syekh Ahmad Khatib Sambas. Penyebaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Jawa sangat pesat, di Jawa Timur dibawa oleh Syekh Ahmad Hasbullah Madura hingga kepada KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy melalui beberapa khalifah. Oleh KH. Achmad Asrori, Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah diberi tambahan menjadi Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penyebaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah al-Ustmaniyah, menjelaskan perjalanan hidup KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy, dan menjelaskan peran KH. Achmad Asrori dalam penyebaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah di Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi 4 tahap: Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Dengan jenis penelitian kualitatif dan berupa studi pustaka serta wawancara yang datanya diperoleh dari buku, arsip, dan juga wawancara secara langsung dengan orang-orang terdekat KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan; Pertama, Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah berawal sejak tahun 1985 yang berkembang di Gresik dan Surabaya. Kedua, KH. Asrori memiliki silsilah yang baik dan jelas dari segi ilmu dan keturunan. Ketiga, KH. Asrori berperan penting dalam penyebaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah yang ditandai dengan menyebarnya Majlis Dzikir Al-Khidmah, serta adanya penyebaran Imam Khususi yang ada di berbagai daerah

    Peer Review Dr. H. Achmad Asrori, MA

    No full text

    PENAFSIRAN AS-SUHBAH OLEH KH. ACHMAD ASRORI AL-ISHAQI (STUDI KITAB AL-MUNTAKHABAT)

    No full text
    Kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang yang sering berinteraksi dengannya. Dalam perspektif Islam, memilih pergaulan yang baik merupakan hal yang esensial, sebagaimana dalam hadis “ ”المرء على دين خليله yang berarti “Seseorang tergantung pada agama sahabatnya.” Dalam konteks tasawuf, konsep pergaulan tersebut dikenal dengan istilah aṣ-Ṣuḥbah, yang merujuk pada kebersamaan yang bersifat spiritual, etis, dan transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep aṣ-Ṣuḥbah sebagaimana ditafsirkan oleh KH. Achmad Asrori al-Ishaqi dalam kitab al-Muntakhabāt fī Rābiṭah al-Qalbiyyah wa Ṣilah al-Rūḥiyyah, dengan fokus pada dua rumusan masalah: (1) Bagaimana penafsiran KH. Achmad Asrori al-Ishaqi terhadap konsep as}-S}uh}bah dalam kitab al-Muntakhabāt? dan (2) Bagaimana pemaknaaan penafsiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqi tentang as}-S}uh}bah dalam kitab al-Muntakhabāt? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh dan termasuk dalam kategori library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Asrori menekankan pentingnya membangun hubungan spiritual (rābiṭah) antara murid dan guru sebagai media pembentukan akhlak mulia. Dalam kitabnya, ia merujuk pada sejumlah ayat Al- Qur’an yang menjadi dasar filosofis konsep aṣ-Ṣuḥbah, di antaranya QS. al-Taubah: 119, al-Kahfi: 28, dan al-Zukhruf: 67. Tiga poin utama dalam penafsirannya yaitu: pentingnya memilih teman yang saleh, bahaya pergaulan buruk, serta dampak positif dari pergaulan yang baik. Inti dari konsep aṣ-Ṣuḥbah menurut KH. Asrori adalah terbentuknya ikatan hati dan relasi ruhani (rabiṭah al-qalbiyyah wa ṣilah alruḥiyyah) sebagai sarana pembinaan akhlak al-karimah

    Keberlangsungan Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah al-’Usmaniyyah Kedinding Surabaya Pasca KH. Achmad Asrori

    Get PDF
    Keberlangsungan sebuah tarekat sangat kuat dipengaruhi oleh keberadaan mursyidnya. Dalam hal ini, terdapat fenomena menarik di TQN Al-‟Usmaniyyah Kedinding Surabaya Pasca KH. Achmad Asrori, sebab tanpa adanya mursyid tarekat tersebut mampu berlangsung dan bahkan berkembang hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama mengapa TQN Al-‟Usmaniyyah Pasca KH. Achmad Asrori tetap mampu berlangsung meskipun dalam kekosongan mursyid?. Permasalahan ini dibahas melalui penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi agama. Lokasi penelitiannya adalah di pusat TQN Al-‟Usmaniyyah di Kedinding Surabaya, Mayan Kediri, dan Ngroto Grobogan. Hasil dari penelitian ini adalah TQN Al-‟Usmaniyyah Pasca KH. Achmad Asrori tetap mampu berlangsung disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: pertama, adanya sebuah aturan yang karismatik (legal-rasional- karismatik) yang selalu dijaga kelestariannya melalui penghidupan Kyai Asrori; kedua, adanya wakil pelaksana otoritas mursyid; ketiga, adanya organisasi yang terstruktur apik, dikelola tenaga profesional, serta memiliki sumber dana kuat; dan keempat, packaging ajaran dan majelisnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan sumbangsih akademik yang berupa ditemukannya konsep baru tentang keberlangsungan tarekat tanpa mursyid dan konsep baru tentang kategorisasi otoritas kepemimpinan. Hal ini mengkritisi konsep kebertahanan organisasi agama milik Sukamto dan kategorisasi otoritas kepemimpinan Max Weber. ABSTRACT: The continuity of a sufi order is strongly influenced by the presence of its murshid. In this case, there is an interesting phenomenon at TQN al- Usmaniyah Kedinding Surabaya after KH. Achmad Asrori, because without the presence of the murshid the sufi order was able to continue and even grow until now. This study aims to answer the main question why TQN Al-'Usmaniyyah after KH. Achmad Asrori is still able to continue even in the absence of a mursyid?. This problem is discussed through field research with a religious phenomenological approach. The research location is at the center of TQN Al-'Usmaniyyah in Kedinding Surabaya, Mayan Kediri, and Ngroto Grobogan. The results of this study are TQN Al-'Usmaniyyah after KH. Achmad Asrori is still able to continue due to several things, namely: first, the existence of a charismatic rule (legal-rational-charismatic) which is always preserved through Kyai Asrori's livelihood; second, there is a deputy implementing the murshid authority; third, the existence of an organization that is well structured, managed by professionals, and has a strong source of funds; and fourth, the packaging of the teachings and the Majelis agrees with the needs of the community. The results of this study provide an academic contribution in the form of the discovery of a new concept about the continuity of the sufi order without a mursyid and a new concept of categorization of leadership authority. These findings criticize Sukamto's concept of continuity of religious organizations and Max Weber's categorization of leadership authority

    Akal dalam kitab al-muntakhabat fi rabitati al-qalbiyah wa silah al-ruhiyah karya KH. Achmad Asrori al-Ishaqy R.A

    Get PDF
    Dalam penelitian ini mencoba mengkaji tentang bagaimana akal dalam kitab al-muntakhabat fi rabitati al-qalbiyah wa silah al-ruhiyah karya KH. Achmad Asrori al-Ishaqy R.A. Latar belakang masalah dalam penelitian ini dirumuskan dengan: 1. Biografi KH. Achmas Asrori al-Ishaqy R.A. 2. Bagaiamana kitab al-muntakhabat fi rabitati al-qalbiyah wa silah al-ruhiyah. 3. Bagaimana akal dalam kitab al-muntakhabat fi rabitati al-qalbiyah wa silah al-ruhiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian berbasis library research atau metode kepustakaan yang mana dalam memperoleh data, bahan utamanya adalah pustaka baik primer dan sekunder. Dalam penulisan ini sumber primer didapatkan langsung dari kitab al-muntakhabat fi rabitati al-qalbiyah wa silah al-ruhiyah karya KH. Achmad Asrori al-Ishaqy. Sedangkan bahan sekunder didapatkan dari selainnya yang bersifat mendukung atau berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa KH. Achmad Asrori dalam kitabnya al-Muntakhaba>t memberikan sebuah penegasan istilah bahwa kata “cahaya” juga dapat disebut sebagai “ruh”. Sedangkan pada akhirnya kata “ruh” juga berarti “akal” karena sifatnya yang identik dengan cahaya yang menyinari. Beliau juga memberikan perspektif mengenai akal lewat empat sudut pandang yakni tasawuf, filsafat, teologi, dan fiqih yang mana KH. Asrori menempatkan akal sebagai salah satu sumber mendapatkan ilmu pengetahuan demi mencapai suatu hakikat kebenaran yang nyata. Dalam proses mendapatkan ilmu pengetahuan, KH. Asrori menekankan bahwa peran dan kedudukan akal harus tetap dibawah kekuasaan wahyu (al-Qur’an dan hadis)

    Respons netizen terhadap ajaran tasawuf KH. Achmad Asrori al-Ishaqy dalam channel Youtube Eling Gusti : sebuah studi etnografi virtual

    Get PDF
    Internet merupakan media informasi yang sekarang diperkirakan sudah mampu mendinamisasi kehidupan manusia. Perkembangan internet yang begitu pesat melahirkan sebuah sistem kehidupan baru atau disebut dengan dunia maya. YouTube adalah salah satu dari media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat zaman sekarang. Hal ini terbukti bahwa YouTube menjadi platform pembuatan dan berbagi video terbesar di dunia. Eling Gusti merupakan nama channel YouTube yang di dalamnya menyajikan konten berupa pengajian KH. Achmad Asrori al-Ishaqy. Konten yang menyajikan suara rekaman mursyid besar ini bukan termasuk lisensi resmi karena terdapat peraturan terkait publikasi suara maupun gambar yang berhubungan dengan KH. Achmad Asrori al-Ishaqy. Publikasi resmi hanya bermedia radio, namun perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat sekarang lebih tertarik dengan media online sehingga keberadaan sumber utama tergeser dengan sumber kedua yakni YouTube. Keberadaan rekaman yang beredar di sosial media khususnya YouTube menimbulkan berbagai macam respons dari para pengikut KH. Achmad Asrori al-Ishaqy di dunia nyata dan di channel Eling Gusti. Tesis ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan etnografi virtual. Etnografi Virtual secara sederhana digunakan untuk mengungkap budaya dan artefak budaya dalam sebuah komunitas online. Penelitian ini menjadikan ajaran tasawuf KH. Achmad Asrori al-Ishaqy berupa rekaman suara beliau sebagai artefak budayanya, kemudian memilih channel Eling Gusti sebagai komunitas di Internet serta YouTube sebagai media siber yang digunakan. Tesis ini fokus pada respons netizen terhadap artefak budaya tersebut, namun sebelum menganilis respons, penulis juga menganalisis isi konten dari channel ini. Sedangkan untuk analisisnya menggunakan deskriptif kualitatif dan AMS (Analisis Media Siber) untuk menganalisis data yang diperoleh. Setelah melalui proses analisis, kemudian menghasilkan dua kesimpulan yang menjawab rumusan masalah yaitu : 1. Ajaran Tasawuf KH. Achmad Asrori al-Ishaqy dalam channel Eling Gusti bercorak tasawuf amali dan orientasinya lebih kepada amalan para penganut tarekat Qadiriyah wan Naqsabandiyah al-Utsmaniyah, 2. Respons netizen terhadap isi video tersebut bermacam-macam, namun secara garis besar netizen menerima dengan positif apa yang telah dijelaskan dalam video tersebut. 3. Terdapat respons pro dan kontra baik ditujukan kepada kreator channel maupun kepada KH. Achmad Asrori al-Ishaqy. Sedangkan video yang berisi amalan atau ijazah menjadi video yang banyak respons positif dari netizen. Amalan atau ijazah yang ada di setiap video bermaksud untuk memberikan semangat dan solusi bagi setiap masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat. Namun, jika dilihat secara keseluruhan mayoritas memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan secara dhohir bukan secara batin. ABSTRACT: The internet is a medium of information which is now estimated to be able to dynamize human life. The rapid development of the internet gave birth to a new life system or what is called the virtual world. YouTube is one of the social media that is widely used by today`s society. It is proven that YouTube is the largest video creation and sharing platform in the world. Eling Gusti is the name of a YouTube channel in which it presents content in the form of recitation of KH. Achmad Asrori alIshaqy. The content that presents the recorded sound of this great mursyid is not an official license because there are regulations regarding the publication of sounds and images related to KH. Achmad Asrori al-Ishaqy. Official publications only use radio media, but the development of information technology makes people now more interested in online media so that the main source is shifted to the second source, namely YouTube. The existence of the recording circulating on social media, especially YouTube, has generated various responses from KH. Achmad Asrori al-Ishaqy 's followers on the channel by the real world and Eling Gusti. This work uses a form of field research (field research) with a virtual ethnographic approach. Virtual ethnography is used to reveal the culture and artifacts of the online community. This study makes the teachings of Sufism KH. Achmad Asrori al-Ishaqy chose the Eling Gusti channel as a community on the Internet and YouTube as the cyber media to use, recording his voice as a cultural artifact. This paper focuses on the reaction of Internet users to these cultural artifacts, but before the author analyzes the reaction, the author also analyzes the content of this channel. On the other hand, in the analysis, qualitative descriptive statistics and AMS (Siber Media Analysis) were used to analyze the acquired data. After going through the analytical process, it leads to two conclusions that answer the problem formulation. That is: 1. Teachings of Sufism KH. Achmad Asrori al Ishaqy on the Eling Gusti Canal has a pattern of Amari Sufism and is directed to the practice of believers in the Qadiriyya-wan-Naqsabandiyah-al Ottoman community, 2. Netizens' responses to the contents of the video vary, but in general netizens accept positively what has been said. explained in the video. 3. There are pro and con responses, both addressed to channel creators and to KH. Achmad Asrori alIshaqy. On the other hand, videos, including exercises and diplomas, have received a lot of positive feedback from internet users. Each video exercise or diploma is designed to provide encouragement and solutions to problems that the community often faces. But overall, most people aim to meet their needs from the outside, not mentally. الملخص الإنترنت هي وسيلة المعلومات التي يقدر الآن أنها قدرة على تنشيط حياة الإنسان. تقدم الإنترنت السريع يولد نظام الحياةالجديد أو ما يسمى بالعالم الافتراضي. يوتيوب أحد وسائل التواصل الاجتماعي الذي يستخدمه من المجتمعين في هذا الزمان. ثبت أن موقع يوتيوب هو أكبر منصة لإنشاء مقاطع الفيديو ومشاركتها في العالم. "إيليع كوستي" هو اسم قناة على يوتيوب تقدم فيه المحتوى في شكل تلاوة احمد اسراري الاسحاقي. المحتوى الذي يقدم الصوت المسجل لهذا المرشيد العظيم ليس ترخيصًا رسميًا لأن هناك لوائح تتعلق بنشر الأصوات والصور المتعلقة بـاحمد اسراري الاسحاقي. المنشورات الرسمية تستخدم وسائل الإعلام الإذاعية فقط ، ولكن تطور تكنولوجيا المعلومات يجعل الناس الآن أكثر اهتمامًا بوسائل الإعلام عبر الإنترنت بحيث يتم تحويل المصدر الرئيسي إلى المصدر الثاني ، وهو يوتيوب. أثار وجود التسجيل المتداول على مواقع التواصل الاجتماعي ، وخاصة يوتيوب ، ردود فعل متباينة من متابعي حزب احمد اسراري الاسحاقي في العالم الحقيقي وعلى قناة الينج جوستي. تستخدم هذه الأطروحة نوعًا من البحث الميداني (البحث الميداني) مع نهج إثنوغرافي افتراضي. يتم استخدام الإثنوغرافيا الافتراضية ببساطة للكشف عن الثقافة والتحف الثقافية في مجتمع عبر الإنترنت. هذا البحث يجعل من تعاليم الصوفية أحمد أسراري الإسحاقي على شكل تسجيل صوته كتحف ثقافي ، ثم اختار قناة "إيليع كوستي" كمجتمع على الإنترنت ويوتيوب كوسيلة للإعلام السيبراني. تركز هذه الأطروحة على ردود مستخدمي الإنترنت على هذه القطع الأثرية الثقافية ، ولكن قبل تحليل الردود ، يقوم المؤلف أيضًا بتحليل محتوى هذه القناة. وفي الوقت نفسه ، استخدم التحليل الوصفي النوعي و (تحليل الوسائط السيبرانية) لتحليل البيانات التي تم الحصول عليها. بعد إجراء عملية التحليل ، يتم التوصل إلى نتيجتين تجيبان على صياغة المشكلة وهما: ١. تعاليم الصوفية أحمد أسراري الإسحاقي في قناة "إيليع كوستي" لديه نمط الصوفية العمالي وتوجهه أكثر نحو ممارسة أتباع جماعة القادرية والنقبندية العثمانية ، ٢. تفاوتت ردود مستخدمي الإنترنت على محتويات الفيديو ، لكن بشكل عام ، يتقبل مستخدمو الإنترنت بشكل إيجابي ما قيل ، موضح في الفيديو. ٣. هناك ردود إيجابية وسلبية ، كلاهما موجه إلى منشئي القنوات و احمد اسراري الاسحاقي. وفي الوقت نفسه ، تلقت مقاطع الفيديو التي تحتوي على ممارسة أو دبلومات العديد من الردود الإيجابية من مستخدمي الإنترنت. تهدف الممارسة أو الدبلومة في كل فيديو إلى توفير التشجيع والحلول لكل مشكلة غالبًا ما يواجهها المجتمع. ومع ذلك ، عند النظر إليها ككل ، فإن الأغلبية لديها هدف لتلبية احتياجاتها خارجيًا وليس روحيًا
    corecore