1,720,991 research outputs found

    Filter Aktif Menggunakan Deteksi Tegangan dan Deteksi Arus Untuk Mengkompensasi Harmonisa Pada Sistem Distribusi Radial

    Full text link
    Pada penelitian ini didesain suatu filter aktif yang menggunakan deteksi tegangan dan dibandingkan dengan deteksi arus untuk mengkompensasi harmonisa pada sisi akhir saluran distribusi radial sistem tenaga listrik. Filter aktif ini akan mengurangi penyebaran harmonisa yang dihasilkan oleh beban non linier di saluran distribusi. Pada penelitian ini filter aktif yang diajukan menggunakan transformasi tegangan dari sistem abc ke dq yang dikombinasikan dengan filter, kemudian digunakan metode sinusoidal PWM untuk mengendalikan inverter. Filter aktif disimulasikan untuk diterapkan di Penyulang Pandanwangi, sistem distribusi Kota Malang Jawa Timur. Dari hasil simulasi didapatkan kesimpulan bahwa harmonisa pada bus dapat diturunkan dengan baik, dan hasil perbandingan deteksi tegangan ITHD 5,03 % sedangkan menggunakan deteksi arus ITHD 6,11 %. Keywords— Deteksi tegangan, filter aktif, PWM inverter, saluran distribusi radial

    Bahan Ajar Rangkaian Listrik I

    Full text link

    Persepsi Warga Muhammadiayah Makassar Terhadap Ideologi Islam Berkemajuan

    Full text link
    ABSTRAK Muhammadiyah adalah salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Muhammadiyah mengalami fase-fase perubahan pemikiran. Perubahan pemikiran di Muhammadiyah setidaknya memiliki lima fase pemikiran di mana terjadi kontinyuitas dan diskontinyuitas. Fase paling muktahir adalah ideologi Islam Berkemajuan. Fase ini ditandai dengan keluarnya kepututsan Muktamar Yogyakarta 2010 dalam bentuk pernyataan pemikiran. Sejatinya ide Islam Berkemajuan merupakan kelanjutan dari gagasan awal Muhammadiyah. Ide yang telah dicetuskan oleh KH. Ahmad Dahlan. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana persepsi warga Muhammadiyah Makassar dalam menginternalisasi ideologi Islam Berkamajuan. Untuk mengetahui tipologi pengetahuan warga Muammadiyah Makassar. Mengetahui penyebab tipologi pengetahuan warga Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Jumlah informan penelitian sebanyak 10 orang ditentukan secara purposive sampling. Kriteria informan yaitu informan yang masuk dalam struktur pengurus Muhammadiyah dan informan yang tidak masuk dalam struktur pengurus Muhammadiyah (warga biasa) yang berdomisili Makassar. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi warga Muhammadiyah Makassar terhadap ideologi Islam Berkemajuan yakni spiritualisme, inkulsuvisme, dan transformasi social mengalami tipologi persepsional dan mispersepsional. Khusus untuk spiritualisme dan transformasi social persepsi warga Muhammadiyah sesuai dengan konsep yang ada atau terjadi tipologi persepsional. Tipologi persepsiona luntuk spiritualisme dan transformasi social disebebkan oleh gagasan ini tidak pernah mengalami pasang surut di tubuh Muhammadiyah. Adapun untuk inklusivisme warga Muhammadiyah Makassar terjadi polarisasi tipologi persepsional dan mispersepsional. Bentuk polarisasi inklusif menjadi inklusif dan inklusif terbatas.Terjadinya polarisasi ini disebabkan oleh pasang surut gagasan ini di Muhammadiyah. Muhammadiyah dalam fase pemikiran kadangkala tampil inklusif dan eksklusif

    Simulasi Buck – Boost Inverter Satu Fasa

    Full text link
    Pada penelitian ini Buck-boost inverter satu fasa yang terdiri dari full-bridge topologi, induktor dan kapasitor resonansi. Inverter ini mampu menghasilkan tegangan output yang lebih besar atau lebih kecil dari pada tegangan input, tanpa menggunakan transformator atau rangkaian tambahan untuk mengatur tegangan dc. Konverter ini mengintegrasikan full bridge topologi dan dc to dc konverter ke dalam satu rangkaian. Penelitian ini akan disimulasikan melalaui percobaan menggunakan software Kata Kunci : Buck-boost inverter, DC to DC konverte

    Simulasi Multilevel Inverter Flying-Capasitor Satu Fasa Sebagai Filter Aktif

    Full text link
    Pada penelitian ini membahas tentang multilevel inverter flying-capasitor sebagai filter aktif untuk mengeliminasi harmonisa arus. Multilevel inverter flying-capasitor yang terdiri 8 switch aktif. Tegangan pada sisi DC (tegangan kapasitor) kedua inverter ini diatur konstan untuk menjaga keseimbangan arus inverter. Kata kunci : Filter aktif, multilevel inverter flying-capasitor, harmonis

    Analisa Pengaruh Neutral Grounding Resistance (Ngr) 40 Ohm Pad Transformator Daya 30 Mva Digardu Induk Bireue Terhadap Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah

    Full text link
    Sistem transformator daya 30 MVA melalui tahanan dalam titik netral harus dilakukan yang dimana 20 kV dimana titik netralnya terhdapat tahap resistansi 40 ohm pada saat terjadi gangguan hubungan singkat satu fasa ketanah. Hal ini mempengaruhi dalam melihat arus lebih kecih pada arus gangguan pada waktu tertentu dengan singkar yang terjadi pada arus. Dengan adapnya penelitian ini dapat diketahui berapa besar arus gangguan tersebut guna untuk settingan relai proteksi agar dapat mengethaui PMT. Hasil dari penelitian yang didapat pada gangguan satu fasa hal ini tergantung dari lokasi yang akan diteliti pada sebuah gangguan pada arus ketanah. Hasil dari lokasi gangguan 25 % diperoleh arus gangguan yang diketanahkan dengan tahanan 40 ohm sebesar 229,95 Ampere lebih kecil dibandingkan dengan arus gangguan yang diketanahkan secara lansung yaitu sebesar 619,15 Ampere, pada lokasi gangguan 75 % diperoleh arus gangguan satu fasa yang diketanahkan dengan tahanan sebesar 149,58 Ampere sedangkan besar arus gangguan yang diketanahkan secara lansung yaitu 215,49 Ampere dan pada lokasi gangguan 100 % diperoleh arus gangguan satu fasa yang diketanahkan dengan tahanan sebesar 124,57 Ampere sedangkan besar arus gangguan yang diketanahkan secara lansung yaitu 162,54 Ampere. Kata Kunci :  Neutral Grounding Resistance (NGR) 40 ohm, arus hubung singkat satu fasa ketana

    Impact of PPE availability and safety training on occupational health implementation in rural construction projects: a cross-sectional study

    Full text link
    Introduction: The construction sector remains one of the most hazardous industries worldwide, with significantly higher rates of fatal and major injuries. In Indonesia, construction accidents contribute to a considerable proportion of national occupational incidents. This study evaluates the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) programs in a rural water supply infrastructure project. Method: A cross-sectional quantitative study was conducted involving 54 construction workers selected through total sampling. The study assessed three key variables: availability of Personal Protective Equipment (PPE), PPE usage, and OHS training participation. Data were collected through structured interviews and direct observation. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level 0.05. Results: The study found significant associations between OHS program implementation and PPE availability (p = 0.003), PPE usage (p = 0.001), and OHS training (p = 0.008). Workers with complete PPE availability and proper usage and those who had received safety training demonstrated a higher adherence to OHS protocols. Conclusion: The successful implementation of OHS programs in construction sites, particularly in rural water infrastructure projects, relies heavily on the availability and use of PPE and structured safety training. Strengthening these components can lead to a safer work environment and significantly reduce workplace accident

    Prototipe Turbin Angin Skala Kecil Tipe Vertikal Axis Untuk Battery Charging Di Daerah Remote Area

    Full text link
    Wind energy is an alternative source of renewable energy that can be converted to electricity by wind turbines. This paper presents a prototype small wind turbine stand alone mode. The prototype has vertical axis rotor with airfoil blades and applied to low wind speed 2.5 metre per second. Design of this system including battery charger unit by LM350 as a dc regulator. Result of field test shows that output power is 38 Watt compared from calculation 50.33 Watt according to sweep area of blades. This prototype of small wind turbine designed to battery charging and dc home lighting in remote area, specially for traditional fisherman who settled in the seaside areas

    STUDI PENGARUH PENCAHAYAAN LAMPU LED DAN LAMPU PIJAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN HIDROPONIK

    No full text
    Pencahayaan termasuk salah satu hal penting yang mempengaruhi keberhasilan tanaman hidroponik, tujuan penelitian ini supanya mengetahui pengaruh pencahayaan lampu pijar dan lampu LED terhadap pertumbuhan hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan pencahayaan lampu LED memberi pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman hidroponik dibanding lampu pijar. Tanaman dengan lampu LED sangat baik dalam hal tinggi tanaman, jumlah daun, dan ukuran daun. Selain itu tanaman lampu LED memiliki warna daun yang lebih hijau dan lebih sehat dibandingkan dengan yang diberi pencahayaan lampu pijar. Jumlah daun terbanyak terlihat pada penggunaan lampu LED untuk pencahayaan sebanyak 13 daun, sementara lampu pijar hanya terdapat 10 lembar dan diantaranya terdapat penyakit tip burn pada daunnya. Pencahayaan lampu LED lebih menguntungkan untuk pertumbuhan hidroponik daripada memakai lampu pijar.

    Perbedaan Daya Terima Dan Kandungan Serat Antara Tempe Kedelai (Glycine Max L.) Dengan Penambahan Bekatul Kukus Dan Tempe Kedelai Dengan Penambahan Bekatul Sangrai

    No full text
    Perbedaan Daya Terima Dan Kandungan Serat Antara Tempe Kedelai (Glycine Max L.) Dengan Penambahan Bekatul Kukus Dan Tempe Kedelai Dengan Penambahan Bekatul Sangrai
    corecore