1,720,968 research outputs found
Bagaimana Upaya Dana Pensiun Syariah dalam Memajukan Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia?
Pension Fund is a legal entity that manages and runs programs that promise pension benefits. The increasing development of Sharia transactions in the financial industry in Indonesia allows pension funds to be managed according to Sharia. This paper aims to find out how far the increase in Sharia pension funds in Indonesia is significantly the increase for Sharia financial institutions. Pension funds are generally regulated in Law No. 11 of 1992. The primary difference between Sharia pension funds and conventional pension funds lies in receiving contributions, investment instruments, investment returns, and pension benefits. Not only that, the most noticeable difference between Sharia pension funds and conventional pension funds is the investment management system carried out to avoid usury and interest-based conventional financial investments.Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program-program yang menjanjikan manfaat pensiun. Semakin berkembangnya transaksi syariah di industri keuangan di Indonesia memungkinkan dana pensiun dikelola sesuai syariah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan dana pensiun syariah di Indonesia secara signifikan terhadap peningkatan lembaga keuangan syariah. Dana pensiun umumnya diatur dalam UU No. 11 Tahun 1992. Perbedaan utama dana pensiun syariah dengan dana pensiun konvensional terletak pada penerimaan iuran, instrumen investasi, hasil investasi, dan manfaat pensiun. Tidak hanya itu, perbedaan yang paling mencolok antara dana pensiun syariah dan dana pensiun konvensional adalah sistem pengelolaan investasi yang dilakukan untuk menghindari investasi keuangan konvensional berbasis riba dan bunga
POTENSI DESA DAN STRATEGI PENERAPAN EKONOMI ISLAM DALAM PENGELOLAAN BISNIS BUMDES
This research departs from the not yet optimal role of the BUMDes institution as a village business driver that carries a social mission and commercial mission in the three villages that are the objects of this research, namely Rompo Village, Karumbu Village and Rupe Village. From this, the two main problems to be answered are what is the potential that can be managed for the development of BUMDes business units and how is the strategy for implementing Islamic economics (sharia) in managing BUMDes business. To answer these problems, the researcher uses two analyzes as a theoretical framework, village potential analysis, and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). The results of the research analysis are the potential business sectors that deserve to be developed are businesses in the real sector (agriculture, livestock and fisheries), trade, tourism, and agro-industry sectors. While the results of the SWOT analysis recommend (a) S-O Strategy; The BUMDes Business management approach uses Islamic principles with a business unit management strategy based on the real sector and business units of Islamic microfinance institutions. (b) W-O Strategy, HR development strategy and entrepreneurship (c) S-T Strategy, Islamic economic implementation strategy. (d) W-T Strategy; Build awareness and motivation to work and be alliance with Islamic concepts, Instill values of concern for local village products, Increase participation of business actors and Develop several business line
TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA UNTUK MEWUJUDKAN MODERASI ISLAM
This research uses a qualitative approach. Sources of data obtained from primary data and secondary data. Data analysis using the descriptive phenomenological analysis method aims to describe the phenomenon of Islamic moderation with inter-religious tolerance. The results of the study are Islamic moderation with tolerance between religious communities, namely the progress of Islamic civilization. Muslims have a high tolerance for the progress of civilization and harmony. The occurrence of inter-religious tolerance cannot be separated from supporting and hindering factors. The supporting factors are religious teachings, the role of religious leaders, the role of the local government, the basic attitude of the local community, the attitude of ta'aruf (knowing each other), the attitude of tafahum (the attitude of understanding or understanding each other), the attitude of ta'awun (helping each other), history, economic activities, and the teachings of the ancestors. The inhibiting factors for tolerance are stereotypes, mutual suspicion, shallow religious knowledge, lack of understanding of the importance of living in harmony in society, mapping of places of residence, contempt for other groups, the majority and minority of the terms, and dislike of other people's religious ways. forms of tolerance; mutual respect for different beliefs, mutual assistance, and cooperation in the success of existing religious events
Analisis akad pembiayaan qardh dan upaya pengembalian pinjaman di lembaga keuangan mikro syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan akad qardh dalam Lembaga Keuangan Mikro Syariah Al muna Berkah Mandiri Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis berbagai peraturan mengenai akad pembiayaan qardh pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dan untuk menganalisis upaya pengembalian pinjaman dari perilaku masyarakat. Jenis data dan bahan penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari hasil wawancara dan data sekunder berasal dari studi pustaka. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terhadap responden untuk mendapatkan informasi yang tepat dan terpercaya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kualitatif.Penelitian ini mendapatkan temuan, yaitu produk pembiayaan yang dilaksanakan di LKMS Almuna Berkah Mandiri antara lain yaitu Qardh (pinjam kebajikan). Akad qardh yang dilaksanakan di LKMS Almuna Berkah Mandiri telah sesuai dengan prinsip syariah. Akad qardh ini ditujukan untuk nasabah LKMS Almuna Berkah Mandiri yang memiliki usaha kecil namun tidak mampu secara ekonomi dan ingin mengembangkan usahanya. Dana program LKMS Almuna Berkah Mandiri ini bersumber dari LAZNAS BSM Umat. Besarnya pembiayaan qardh yang dikabulkan oleh LKMS Almuna Berkah Mandiri yaitu sejumlah Rp. 1.000.000,00- (satu juta rupiah) dengan jangka waktu 50 (lima puluh) minggu atau setara dengan 1 (satu) tahun lebih 2 (dua) minggu. Pembayaran angsuran qardh dilakukan setelah 1 (satu) minggu setelah pencairan dana
Sintesa Selulosa Asetat Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Pengolahan minyak sawit seringkali menghasilkan tanda kosong yang jarang digunakan. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) memiliki kandungan alfa selulosa yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan selulosa asetat. Selulosa asetat sering digunakan sebagai bahan baku benang, filter, plastik, film dan cat karena memiliki sifat biodegradable dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data reaksi reaksi asetilasi pada proses pembuatan Selulosa Asetat dengan bahan dasar TKKS, khususnya untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Hidrogen Peroksida (H2O2) (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) pada proses pemutihan menggunakan larutan H2O2, dan analisis kinetika reaksi asetilasi. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, tahap pertama meliputi proses pengecilan ukuran TKKS menjadi 100 mesh dilanjutkan dengan reaksi delignifikasi menggunakan larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 5% dilanjutkan dengan proses pemutihan menggunakan larutan H2O2 dengan variasi konsentrasi H2O2. (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) kemudian dibilas, disaring dan dikeringkan. Tahap kedua adalah mereaksikan selulosa dengan katalis Asam Asetat (CH3COOH) dan Asam Sulfat (H2SO4) dilanjutkan dengan reaksi asetilasi dengan variasi waktu reaksi (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5; 4; 4,5) menit dan variasi rasio Selulosa : Asetat Anhidrat. (1:5; 1:7,5; 1:10) dilanjutkan dengan mereaksikan larutan dengan aquadest, CH3COOH, dan Sodium Acetate (CH3COONa) kemudian dibilas, disaring dan dikeringkan. Sampel selulosa dan selulosa asetat yang dihasilkan kemudian dianalisis. Setelah mendapatkan kondisi operasi terbaik, dilakukan eksperimen dan pengumpulan data untuk menganalisis reaksi asetilasi. Penelitian ini telah berhasil menjabarkan proses pembuatan selulosa asetat dengan bahan baku TKKS melalui tahap delignifikasi, bleaching dan asetilasi yang dibuktikan dengan dihasilkanya produk berupa selulosa diasetat dengan bentuk padatan berupa serbuk, berwarna putih gading, dan tidak berbau dengan kadar asetil sebesar 40,06 %, dan nilai derajat substitusi 2,48. Berdasarkan hasil penelitian, semakin tinggi konsentrasi H2O2 yang digunakan pada proses bleaching menyebabkan semakin tinggi pula kadar lignin yang dapat dihilangkan, namun pada konsentrasi H2O2 yang terlalu tinggi dapat menyebabkan α-selulosa ikut terdegradasi, hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi H2O2 15 % yang menghasilkan yield α-selulosa sebesar 82,83%. Semakin tinggi rasio α-selulosa : anhidrat asetat maka semakin besar pula kadar asetil dan nilai derajat substitusi yang dihasilkan. Semakin lama waktu asetilasi maka kadar asetil yang dihasilkan akan semakin tinggi hingga mencapai kondisi optimum dan berangsur-angsur menurun dikarenakan produk cellulose acetate mengalami degradasi. Reaksi asetilasi selulosa menggunakan pelarut anhidrat asetat tergolong reaksi pseudo first order dengan persamaan laju reaksi -r_A=0,3692C_A
ANALISIS PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH YANG MENGGUNAKAN RASIO RETURN ON ASSET (ROA) DAN RETURN ON EQUITY (ROE)
The purpose of this study is to understand the difference between Islamic banks' profits beforeand after interest restrictions on conventional bank deposits based on Supervision Acts No. SP-28 DKNS /OJK / 9/2014. The policies of Financial Services Authority can be measured into two profitability ratios:(1) return on assets (ROA), and (2) return on equity (ROE). There were 11 SHARIA banks in Indonesiaselected through purposive sampling technique. Secondary data were the quarterly report of the SHARIABank (six quarters), which focuses on the three quarters before and after implementing the policy. Datawere tested using hypothesis testing through paired sample t-tests with a significant level at 5% (╬▒ =0.05). The results of this study indicate that the profitability of SHARIA Banks projected by ROA and ROEhas differences before and after the conventional bank deposit interest rate
Determinasi Manajemen Laba Pada Perusahaan Yang Terkategori Daftar Efek Syariah
This study aimed to investigate the effect of IFRS convergence and Gorporate Governance on Earnings Management in companies listed on the Daftar Efek Syariah, in addition, this study also intends to prove the alleged differences in the level of earnings management before and after Convergence IFRS enacted. Variables used in this research are the convergence of IFRS, independent commissioners, audit committee, managerial ownership and institutional ownership with a sample of 17 companies. The Test was using regression methods and paired sample t test. Based on the output of the regression, the results of the analysis found a significant relationship between the variables IFRS convergence and institutional ownership to earnings management, while variable independent commissioners, audit committee, and managerial ownership have no effect. The second test, using paired sample t test found no difference in the average level of earnings management before and after IFRS convergence
ZAKAT AND CASH WAQF DEVELOPMENT STRATEGY RELATED TO SHARIA FINANCIAL MARKET DEPTH
This article attempts to analyze how the development of the role of zakat and waqf in the modern economy. This is motivated by conditions where zakat and waqf play a role in the economy. That zakat and waqf have a very important role in this modern economy. On the other hand, the development of zakat and waqf has been increasingly rapid and has excellent potential in economic development in Indonesia, especially in this modern economy and certainly provides benefits to the community. Several countries show success in managing zakat and waqf so that it shows that it has quite good potential
Urgensi Wakaf untuk Kesejahteraan dan Pembangunan
Abstrak. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran wakaf untuk kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur serta prospek perwakafan di Indonesia, utamanya pasca lahirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Wakaf. Analisis terhadap perwakafan terfokus pada manajemen dan pengelolaan harta wakaf oleh lembaga wakaf yang masih tradisional dan jauh dari orientasi produktif sebagaimana yang diinginkan Undang-undang Wakaf. Problematika ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, seperti: Kurangnya sosialisasi tentang fiqh wakaf maupun peraturan perundangan; manajemen wakaf yang setengah hati, per-soalan komitmen nadzir, lemahnya sistem pengawasan kelembagaan, dan permasalah-an pendanaan. Lahirnya undang-undang wakaf diyakini sebagai terobosan awal yang memiliki arti signifikan dan strategis dalam rangka memperkuat prospek lembaga perwakafan di Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini untuk menunjukkan bahwa wakaf bisa menjadi istrumen syariah untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional
- …
