JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN ISLAM
Not a member yet
    118 research outputs found

    Pengaruh Literasi Keuangan, Edukasi Sekolah Pasar Modal, dan Gaya Hidup Generasi Z terhadap Minat Berinvestasi Saham Syariah

    No full text
    Generation Z, known as digital natives, now dominates the student population and shows a growing interest in investments, especially Islamic stocks. However, the low level of financial literacy is still a major challenge. This study aims to analyze the effect of financial literacy, Capital Market School (CMS) education, and lifestyle on interest in investing in Islamic stocks among UIN North Sumatra students. The quantitative method was used by distributing questionnaires to 91 students who are members of the KSPMS Golden UINSU Sharia Investment Gallery. The results showed that partial financial literacy and SPM education positively and significantly affect interest in investing. In contrast, lifestyle has a significant negative impact, indicating that a consumptive lifestyle reduces investment interest. Simultaneously, the three variables significantly affect interest in investing in Islamic stocks. This study concludes that students with good financial literacy, who have participated in capital market education, and have a frugal lifestyle tend to be more interested in investing. Future research should add variables such as religiosity, social influence, and use of fintech, as well as consider mixed methods or longitudinal studies to get more comprehensive results.Generasi Z yang dikenal sebagai digital natives kini mendominasi populasi mahasiswa dan menunjukkan ketertarikan yang meningkat terhadap investasi, khususnya saham syariah. Namun, rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, edukasi Sekolah Pasar Modal (SPM), dan gaya hidup terhadap minat berinvestasi saham syariah pada mahasiswa UIN Sumatera Utara. Metode kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 91 mahasiswa anggota Galeri Investasi Syariah KSPMS Golden UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan dan edukasi SPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi, sementara gaya hidup menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa gaya hidup konsumtif menurunkan minat investasi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi saham syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa dengan literasi keuangan yang baik, telah mengikuti edukasi pasar modal, serta memiliki gaya hidup hemat cenderung lebih berminat untuk berinvestasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel seperti religiusitas, pengaruh sosial, dan penggunaan fintech, serta mempertimbangkan metode campuran atau studi longitudinal guna mendapatkan hasil yang lebih komprehensif

    Evaluasi Kinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia dengan Pendekatan Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital

    No full text
    The banking sector has a strategic and essential role to support the economic development of a country. Therefore, banks must be able to manage their operations efficiently in order to maintain customer trust. As a reference for basic tools for authorities to formulate effective supervisory strategies using the provisions of POJK No.4/POJK.03/2016 to assess bank health assessments. This study examines PT Bank Syariah Indonesia (BSI), recognized as the leading Islamic bank in Indonesia, to assess its financial condition using the RGEC method (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) over the 2021-2023 period. The research adopts a quantitative approach and uses descriptive secondary data analysis. The results indicate that BSI is in an "Excellent Health" category, achieving a composite rating of (PK-1). In 2021, the composite score reached 90%, with a slight decline to 87.5% during 2022 2023. These findings reflect high operational efficiency, solid profitability, and sufficient capital adequacy to manage risks effectively. In summary, BSI demonstrated outstanding financial performance throughout its initial three years. Dunia perbankan berperan sebagai salah satu pilar yang memegang kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Bank dengan tata kelola yang unggul perlu menjaga kepercayaan nasabah dalam menabung. Berdasarkan peraturan yang tercantum dalam POJK No. 4/POJK.03/2016, penilaian kesehatan bank berperan sebagai alat yang krusial bagi otoritas dalam merumuskan strategi pengawasan yang efektif. Bank Syariah Indonesia (BSI) dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan Lembaga perbankan syariah dengan skala terbesar di Indonesia. Tujuan dari kajian ini untuk mengukur stabilitas keuangan BSI dengan menggunakan metode RGEC (Penilaian Risiko, Manajemen Perusahaan, Profitabilitas, dan Cadangan Modal) pada tahun 2021-2023. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif berbasis data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa BSI berada dalam kondisi "Sangat Sehat" dengan Kategori komposit terbaik (PK-1). Pada tahun 2021, Hasil penilaian komposit mencapai 90%, sedangkan pada tahun 2022-2023 sebesar 87,5%. Temuan ini mencerminkan efisiensi operasional, profitabilitas yang baik, serta kualitas dan kecukupan modal yang memadai dalam menghadapi risiko. Secara keseluruhan, BSI berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang unggul selama tiga tahun pertama operasinya

    Pengaruh Variabel Makro dan Mikroekonomi terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia: Analisis Error Correction Model

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the effects of microeconomic variables on financial statement performance and of macroeconomic variables on the profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia. In the data analysis, the Error Correction Model (ECM) is applied to monthly observation data for the 2014-2023 period. The results showed that in the short term, the variables of inflation, exchange rate, BI Rate, FDR, BOPO, and DPK did not influence ROA (profitability). On the other hand, in the long term, only the exchange rate variable has no effect; the remaining inflation, BI Rate, FDR, BOPO, and DPK variables affect ROA. For this reason, banks themselves need to play a significant role in strengthening risk management to address dynamic changes in profitability-related variables. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel mikroekonomi yang terdapat pada kinerja laporan keuangan dan faktor luar berupa variabel makroekonomi terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. Dalam analisis data, digunakan model Error Correction Model (ECM) dengan data observasi selama rentang tahun 2014-2023 secara bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, variabel inflasi, nilai tukar, BI Rate, FDR, BOPO, dan DPK tidak satu pun memiliki pengaruh terhadap ROA (profitabilitas). Disisi lain, dalam jangka panjang, hanya variabel nilai tukar yang tidak berpengaruh, sisanya variabel inflasi, BI Rate, FDR, BOPO, dan DPK berpengaruh terhadap ROA. Untuk itu, diperlukan peran yang besar dari perbankan sendiri untuk memperkuat manajemen risiko guna menghadapi perubahan dinamis dari variabel-variabel yang memiliki hubungan terhadap profitabilitas

    The Evolution of Islamic Banking in Indonesia: Challenges, Opportunities, and Future Prospects

    No full text
    This study aims to analyse the development of Islamic banking in Indonesia through a literature review approach. The study was conducted by examining scientific journals, books, official regulations, and reports from relevant authorities, which were then categorised thematically to provide a comprehensive overview. The results of the study show that Islamic banking has made significant progress since the establishment of Bank Muamalat Indonesia in 1992 to the formation of Bank Syariah Indonesia in 2021. This development is supported by regulations, including Law Number 21 of 2008, as well as authority policies that strengthen institutional structures. However, the market share of Islamic banking is still limited, public literacy is low, and the availability of competent human resources is inadequate. Nevertheless, growth opportunities are open through government support, digital transformation, and sustainable finance trends that are in line with Islamic principles. This study has limitations because it only uses literature review, so the findings are conceptual. Therefore, further studies are recommended to use empirical methods to assess the effectiveness of policies, digitalisation strategies, and the performance of Islamic banking compared to conventional banking. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan perbankan syariah di Indonesia melalui pendekatan kajian pustaka. Kajian dilakukan dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, regulasi resmi, serta laporan dari otoritas terkait, yang kemudian dikategorikan secara tematik untuk memberikan gambaran menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah mengalami kemajuan signifikan sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992 hingga terbentuknya Bank Syariah Indonesia pada tahun 2021. Perkembangan ini didukung oleh regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, serta kebijakan otoritas yang memperkuat struktur kelembagaan. Meskipun demikian, pangsa pasar perbankan syariah masih terbatas, literasi masyarakat rendah, dan ketersediaan sumber daya manusia kompeten belum memadai. Namun, peluang pertumbuhan terbuka melalui dukungan pemerintah, transformasi digital, serta tren keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip syariah. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan kajian literatur sehingga temuan bersifat konseptual. Oleh karena itu, studi lanjutan disarankan menggunakan metode empiris untuk menilai efektivitas kebijakan, strategi digitalisasi, dan kinerja perbankan syariah dibandingkan konvensional

    Keuangan Syariah Bertransformasi: Literasi dan Inklusi Digital untuk Memerangi Jebakan Pinjaman Online Ilegal

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the role of financial literacy and digital financial inclusion in reducing the risk of individual involvement in illegal online loans. The research method used is qualitative. Data were collected through surveys, literature reviews, and in-depth interviews with 12 informants. The study's results found that understanding digital financial literacy and Islamic financial principles contributed to increasing awareness of the risks of illegal online loans. In addition, digital financial inclusion offers wider access to safe and transparent financial services. The limitation of the study is the limited scope of informants. Further research is expected to use mixed methods to obtain more comprehensive results.Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan dan inklusi keuangan digital dalam mengurangi risiko keterlibatan individu dalam pinjaman online ilegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui survei, tinjauan literatur dan wawancara mendalam terhadap 12 informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap literasi keuangan digital dan prinsip-prinsip keuangan syariah berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran individu terhadap risiko pinjaman online ilegal. Selain itu, inklusi keuangan digital memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan yang aman dan transparan. Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan dalam cakupan sampel yang terbatas dan kurangnya data kuantitatif untuk mendukung temuan kualitatif. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mangadopsi pendekatan metode campuran dengan melibatkan lebih banyak sampel dan baragam guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif

    The Interaction of Green Banking Initiative, ESG Disclosure, and Environmental Performance on Net Income of the Strongest Banks in Asia

    No full text
    Today's environmental issues require quick and precise handling. Although it is not the leading actor of natural damage, the banking sector must still practice sustainable development without releasing its function as a profit institution. This study uses a quantitative method with content analysis on the annual report and the Sustainability Report of 10 Islamic banks, which were sampled using purposive sampling as the sampling technique—data analysis techniques using panel data analysis. The results of the study are partially mixed results. Green Banking and environmental performance variables each negatively affect the Net Income variable, with each t value lower than the t table value and a significance value greater than 0.05. In contrast, the effect between the ESG Disclosure variable and the Net Income variable is positive and significant. This results is similar to the simultaneous test results. Simultaneously, the Green Banking, ESG Disclosure, and Environmental Performance variables have a positive and significant effect on the Net Income variable. It can be concluded that if Islamic Banking wants to achieve an optimal level of profitability while in line with sustainable development practices, then Islamic Banking can strive for these three elements simultaneously. That is, carrying out Green Banking practices, disclosing ESG practices, and maximizing environmental performance. Isu lingkungan hidup di masa kini membutuhkan penanganan-penanganan yang cepat dan tepat. Meskipun bukan sebagai aktor utama kerusakan alam, sektor Perbankan tetap harus mempraktikkan Pembangunan berkelanjutan tanpa melepaskan fungsinya sebagai lembaga profit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis konten pada laporan tahunan dan Sustainability Report sejumlah 10 bank Islam yang menjadi sampel dengan purposive sampling sebagai Teknik sampelnya. Teknik analisis data menggunakan panel data analysis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat hasil yang beragam. Variabel Green Banking dan performa lingkungan masing-masing berpengaruh negatif terhadap variabel Net Income dengan masing-masing nilai t hitung lebih rendah dari nilai t tabel serta nilai signifikansi yang lebih besar dari 0.05. Berbeda halnya dengan pengaruh antara variabel Pengungkapan ESG terhadap variabel Net Income yang berpengaruh positif dan signifikan. Hasil ini serupa dengan hasil uji secara simultan. Secara simultan, variabel Green Banking, Pengungkapan ESG, dan Performa Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Net Income. Sehingga dapat disimpulkan jika Perbankan Islam hendak mencapai Tingkat profitabilitas yang optimal sekaligus sejalan dengan praktik Pembangunan berkelanjutan, maka Perbankan Islam dapat mengupayakan ketiga elemen ini secara bersamaan. Yaitu menjalankan praktik Green Banking, mengungkapkan praktik ESG, serta memaksimalkan performa lingkunganny

    Islamic Financial Strategy for Furniture Business Development: A SOAR Analysis Approach

    No full text
    This study aims to design an Islamic financial strategy for the development of the Djaya Tanjung Morawa Furniture business using the SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analytical framework. The research is motivated by the declining performance of small-scale furniture enterprises in North Sumatra amid intense competition and the growing use of non-wood materials. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and questionnaires to evaluate both internal (IFE) and external (EFE) factors of the business. The SOAR analysis identified that the SR (Strengths–Results) quadrant achieved the highest total score of 3.865, indicating a strong potential for growth and sustainability. The SR strategy emphasizes increasing sales through product diversification, design innovation, and the adoption of e-commerce platforms to expand market reach. It also promotes production cost efficiency by utilizing the artisans’ experience to optimize processes aligned with Islamic financial ethics, focusing not only on profit generation but also on achieving barakah (blessings) and maslahah (public benefit). The study contributes to Islamic business strategy literature by integrating financial stability with Sharia principles of productivity, fairness, and social welfare. The findings are expected to guide micro and small furniture enterprises in formulating growth-oriented, ethical, and sustainable business strategies within the Islamic economic framework. Penelitian ini bertujuan merancang strategi keuangan Islam dalam pengembangan usaha furnitur Djaya Tanjung Morawa dengan menggunakan kerangka analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Latar belakang penelitian ini adalah penurunan kinerja usaha kecil sektor furnitur di Sumatera Utara akibat persaingan ketat dan meningkatnya penggunaan bahan non-kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner untuk menganalisis faktor internal (IFE) dan eksternal (EFE) perusahaan. Hasil analisis SOAR menunjukkan bahwa kuadran SR (Strengths–Results) memperoleh skor tertinggi sebesar 3,865, menandakan potensi pertumbuhan dan keberlanjutan yang kuat. Strategi SR menekankan peningkatan penjualan melalui diversifikasi produk, inovasi desain, serta pemanfaatan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, strategi ini mendorong efisiensi biaya produksi dengan mengoptimalkan pengalaman para pengrajin sesuai etika keuangan Islam, berorientasi tidak hanya pada pencapaian laba, tetapi juga keberkahan (barakah) dan kemaslahatan (maslahah). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur strategi bisnis Islam dengan mengintegrasikan stabilitas keuangan dan prinsip syariah yang menekankan produktivitas, keadilan, serta kesejahteraan sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha kecil sektor furnitur dalam merumuskan strategi bisnis yang etis, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan dalam kerangka ekonomi Islam.  

    Intermediasi Sosial Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan terhadap Pemberdayaan UMKM Syariah

    No full text
    The long-term role of Islamic banking as a social intermediation institution is often criticized for failing to reflect the true essence of Islamic financial principles. As a result, Islamic banks are frequently perceived as not significantly different from conventional banks, particularly in addressing the fundamental socio-economic issues of society. This study aims to analyze the implementation of social intermediation based on sharia principles at Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan and examine its contribution to the empowerment of micro-enterprises. This research employs a descriptive qualitative approach, with primary data collected through in-depth interviews. The findings indicate that Bank Sumut Syariah has carried out its social intermediation role effectively through financing schemes such as murabahah and musharakah, as well as savings products including general muamalat savings, student savings, Hajj savings, and deposits. The micro-financing procedures involve several stages from application to monitoring. This study fills a gap in the literature by examining local Islamic banking practices and provides insights into accountability and contributions to microeconomic empowerment.Peran jangka panjang perbankan syariah sebagai lembaga intermediasi sosial kerap dikritik karena dinilai belum mencerminkan esensi sejati dari sistem keuangan Islam. Akibatnya, perbankan syariah sering dianggap tidak berbeda secara signifikan dari perbankan konvensional, terutama dalam menjawab persoalan fundamental masyarakat. Bertujuan untuk menganalisis implementasi intermediasi sosial berbasis syariah pada Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan serta mengkaji kontribusinya terhadap pemberdayaan usaha mikro, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sumut Syariah telah menjalankan fungsi intermediasi sosial dengan cukup baik melalui pembiayaan berbasis akad murabahah dan musyarakah, serta produk simpanan seperti tabungan muamalat dan tabungan haji. Prosedur pembiayaan mikro melibatkan tahapan mulai dari pengajuan hingga monitoring. Temuan ini mengisi kekosongan literatur mengenai praktik intermediasi sosial di unit perbankan syariah daerah dan memberikan wawasan mengenai akuntabilitas serta kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil

    The Effectiveness of the Distribution of Zakat, Infaq and Sadaqah Funds by BAZNAS: A Comparative Study of South Kalimantan and West Java Provinces in 2019–2023

    No full text
    The effective and targeted distribution of zakat and infaq/sadaqah is the biggest challenge faced by zakat management bodies. This research was conducted to determine the level of effectiveness and performance of BAZNAS in distributing zakat and infaq/sadaqah using activity ratios, by comparing BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province. This study is different with previous studies in terms of providing a broader picture by comparing the effectiveness and performance of the distribution of Zakat and Infaq/Sadaqa funds in two provinces with contrasting Muslim population characteristics, namely West Java Province as the province with the largest Muslim population, and South Kalimantan Province which is in 14th position. The research method uses a type of quantitative descriptive data with secondary data, namely fund change reports for the period 2019-2023.  The research results show that BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province have distributed zakat and infaq/sadaqah funds very effectively, based on the Zakat Allocation Ratio and Infaq and Sadaqah Ratio which obtained values 90%.  The performance of BAZNAS of South Kalimantan Province in distributing ZIS funds has been excellent, based on the six ratios used, achieving a value 1. Meanwhile, at BAZNAS West Java Province, out of the six ratios used, only two ratios were categorized as not good, namely the Infaq Sadaqah Turnover Ratio and the Average of Days Infaq Sadaqah Outstanding in 2020 and 2022.  This is because, in those years, the collected infaq/sadaqah funds could not be distributed properly, as the funds disbursed were lower than the funds collected, causing the funds to remain idle for too long. This study indicates that the effectiveness of zakat institutions is not always influenced by the great potential of the population of the people in the region but depends on internal management and institutional distribution strategies.Pendistribusian zakat dan infaq/sadaqah yang efektif dan tepat sasaran merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh lembaga pengelola zakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan kinerja BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan infaq/sadaqah menggunakan rasio aktivitas, dengan membandingkan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dalam hal memberikan gambaran yang lebih luas dengan membandingkan efektivitas dan kinerja penyaluran dana Zakat dan Infaq/Sadaqah di dua provinsi dengan karakteristik penduduk muslim yang kontras, yaitu Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk muslim terbesar, dan Provinsi Kalimantan Selatan yang berada pada posisi ke-14. Metode penelitian menggunakan jenis data deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yaitu laporan perubahan dana periode 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan dana zakat dan infaq/sadaqah dengan sangat efektif, berdasarkan Nisbah Alokasi Zakat dan Nisbah Infaq dan Sedekah yang memperoleh nilai 90%. Kinerja BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyalurkan dana ZIS sudah sangat baik, berdasarkan keenam rasio yang digunakan memperoleh nilai 1. Sementara itu, pada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dari keenam rasio yang digunakan, hanya dua rasio yang masuk kategori kurang baik, yaitu Rasio Perputaran Infaq Sedekah dan Rata-rata Hari Beredar Infaq Sedekah tahun 2020 dan 2022. Hal ini dikarenakan pada tahun-tahun tersebut dana infaq/sadaqah yang terkumpul belum dapat tersalurkan dengan baik, karena dana yang disalurkan lebih kecil dari dana yang terhimpun, sehingga dana tersebut terlalu lama menganggur. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas lembaga zakat tidak selalu dipengaruhi oleh besarnya potensi jumlah penduduk suatu daerah, tetapi tergantung pada manajemen internal dan strategi penyaluran lembaga

    Pencegahan Perilaku Disfungsional Auditor dalam Konsep Kejujuran Al-Ghazali

    No full text
    This study aims to analyze the practice of an auditor's dysfunctional behavior through the concept of honesty from Al-Ghazali's perspective—dysfunctional behavior, such as premature sign-off and underreporting of time. A qualitative method with an Islamic paradigm and a Sufism approach will be used to examine how the value of honesty can be a solution in preventing dysfunctional behavior. Data related to dysfunctional behavior was obtained through semi-structured interviews with experienced auditors. The results showed external factors that cause dysfunctional auditors, such as client demands, superior orders, limited auditee data, time pressure, internal factors such as auditor experience, auditor professionalism, and lack of understanding of professional ethical standards. This causes auditors to contradict Al-Ghazali's concept of honesty, (1) honesty in desire ('azm), (2) honesty in words, (3) honesty in actions, (4) honesty in intentions and desires. If one is embedded in the auditor, it can help form a professional and integrity auditor. In conclusion, auditors who instill honesty values and apply them in audit practice can be an effective strategy in preventing dysfunctional behavior and improving the quality and independence of auditors in carrying out their duties. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perilaku disfungsional auditor melalui konsep kejujuran perspektif Al-Ghazali. Perilaku disfungsional, seperti premature sign off dan underreporting of time. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma Islam dan pendekatan tasawuf, untuk mengkaji bagaimana nilai kejujuran dapat menjadi solusi dalam pencegahan perilaku disfungsional. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan auditor berpengalaman terkait perilaku disfungsional. Hasil penelitian menunjukkan faktor eksternal yang menyebabkan disfungsional auditor, seperti tuntutan klien, perintah atasan, keterbatasan data dari auditee, tekanan waktu, serta faktor internal seperti pengalaman auditor, profesionalisme auditor, dan kurangnya pemahaman terhadap standar etika profesi. Hal tersebut menyebabkan auditor bertentangan dengan konsep kejujuran Al-Ghazali, (1) jujur dalam hasrat (‘azm), (2) jujur dalam perkataan, (3) jujur dalam perbuatan, (4) jujur dalam niat dan keinginan. Apabila salah satunya tertanam dalam diri auditor, dapat membantu membentuk auditor yang profesional dan berintegritas. Kesimpulan, auditor yang menanamkan nilai-nilai kejujuran dan menerapkan dalam praktik audit, dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah perilaku disfungsional, serta meningkatkan kualitas dan independensi auditor dalam menjalankan tugasnya. 

    0

    full texts

    118

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN ISLAM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇