JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN ISLAM
Not a member yet
118 research outputs found
Sort by
Transendensi Uang di Era Digital: Pengaruh Cashless Effect terhadap Pola Konsumsi Impulsif Generasi Z dan Milenial di Bandar Lampung melalui Fintech Syariah
The growth of digital finance has accelerated the adoption of cashless transactions among Generation Z and Millennials, particularly through sharia-compliant fintech platforms. This phenomenon poses a challenge, as the convenience and speed of transactions may trigger impulsive buying behavior, despite the expectation that Islamic values serve as an ethical control in financial decision-making. This study aims to analyze the influence of perceived ease of use, security, and trust on the intensity of Sharia fintech use, and to examine their effects on impulsive buying, with the cashless effect as a mediating variable and religious values as a moderating variable. A mixed methods approach with a convergent design is employed. The quantitative phase involves a survey of approximately 250 respondents and is analyzed using PLS-SEM. In contrast, the qualitative phase consists of 50 in-depth interviews exploring the subjective meaning of “money transcendence” in digital transactions. The expected outcomes include an empirical model to strengthen Islamic financial literacy and educational strategies to reduce impulsive consumption in the digital era, thereby contributing to the theoretical and practical development of Islamic-based financial management. Perkembangan keuangan digital mendorong peningkatan transaksi nontunai (cashless) di kalangan Generasi Z dan Milenial, termasuk melalui platform fintech syariah. Fenomena ini menimbulkan tantangan, di mana kemudahan dan kecepatan transaksi dapat memicu perilaku konsumsi impulsif, meskipun nilai-nilai syariah diharapkan menjadi pengendali perilaku keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan kepercayaan terhadap intensitas penggunaan fintech syariah, serta menguji pengaruh penggunaan tersebut terhadap konsumsi impulsif dengan cashless effect sebagai variabel mediasi dan nilai religius sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain konvergen. Survei kuantitatif melibatkan sekitar 250 responden dan dianalisis menggunakan SEM-PLS, sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui 50 wawancara mendalam untuk menggali makna subjektif “transendensi uang” dalam transaksi digital. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model empiris yang memperkuat literasi keuangan syariah dan strategi edukasi untuk menekan perilaku konsumsi impulsif di era digital, serta berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pengelolaan keuangan berbasis nilai Islam
Unraveling Islamic Social Finance Accounting Research: Bibliometric Analysis and Systematic Literature Review (SLR)
This study aims to unravel Islamic social finance accounting research. The research method uses bibliometrics and SLR. The data type used is secondary data from 98 articles indexed by Scopus. Data is visualized using VOSViewer. The results show that the research distribution began in 1995. The peak of publication will be in 2021, with 15 publications. The most popular writer is Masruki R. with his 5 articles. The Journal of Islamic Accounting and Business Research is the most productive and popular journal, with 9 published articles and 149 citations. Malaysia is the most productive and most popular country, with 49 articles and 406 citations. The most popular author is Zaid O. A., with 77 citations. The most popular article, which gets 49 citations, written by Yalya H.E., discusses changes in the accounting and accountability of Sultan Sulaiman's waqf in the Ottoman Empire. USIM is the most productive university, with overshadowing 24 writers. While, IIUM is the most popular institution, with 179 citations. The following research directions are based on co-occurrence analysis through networks, density, and overlay visualization, as well as SLR analysis of zakat, infaq /alms accounting focusing on transparency, Sharia compliance, disclosure of socio-economic impact, and Enterprise Resource Planning (ERP). Meanwhile, the theme of waqf accounting focuses on disclosure, transparency, and optimization of Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), as well as opportunities and challenges in waqf reporting practices.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penelitian akuntansi keuangan sosial Islam. Metode penelitian menggunakan bibliometrik dan SLR. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari 98 artikel yang terindeks Scopus. Data divisualisasikan menggunakan VOSViewer. Hasilnya menunjukkan sebaran penelitian dimulai pada tahun 1995. Puncak publikasi pada tahun 2021 sebanyak 15 publikasi. Penulis terpopuler adalah Masruki R. dengan 5 artikelnya. Journal of Islamic Accounting and Business Research merupakan jurnal paling produktif dan populer, dengan 9 artikel terbit dan 149 sitasi. Malaysia adalah negara paling produktif dan terpopuler, dengan 49 artikel dan 406 kutipan. Penulis terpopuler adalah Zaid O.A., dengan 77 kutipan. Artikel terpopuler yang mendapat 49 sitasi ini ditulis oleh Yalya H.E. membahas tentang perubahan akuntansi dan pertanggungjawaban wakaf Sultan Sulaiman di masa Kesultanan Utsmaniyah. USIM merupakan universitas paling produktif dengan menaungi 24 penulis. Sedangkan IIUM merupakan institusi terpopuler dengan 179 sitasi. Arahan penelitian berikut ini didasarkan pada analisis co-occurrence melalui visualisasi jaringan, kepadatan, dan overlay, serta analisis SLR zakat, akuntansi infaq/sedekah yang berfokus pada transparansi, kepatuhan syariah, pengungkapan dampak sosial ekonomi, dan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan. (ERP). Sedangkan tema akuntansi wakaf berfokus pada keterbukaan, transparansi, dan optimalisasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), serta peluang dan tantangan dalam praktik pelaporan wakaf
Akuntabilitas Dan Transparansi Laporan Keuangan Masjid (Studi Kasus Masjid Jogokariyan Yogyakarta)
This research aims to reveal the problems of accountability and transparency in the financial statements of the Jogokariyan Mosque. The research method used is descriptive qualitative. The main source of research data was obtained through in-depth interviews with the management of the Jogokariyan Mosque. The results of the study indicate that the financial statements of the Jogokariyan Mosque have been presented in a transparent and accountable manner. In terms of accountability, it is evidenced by the existence of financial reports prepared by the mosque management, especially the treasurer in detail as a form of responsibility of the management to donors, in terms of transparency it is proven by the ease of access to financial information to worshipers and donors through mass media owned by the mosque in the form of information boards, websites. , and the Eid al-Fitr bulletin so that the funds received and utilized by the mosque are clearly recorded. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah akuntabilitas dan transparansi dalam laporan keuangan Masjid Jogokariyan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber utama data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajemen Masjid Jogokariyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan Masjid Jogokariyan telah disajikan secara transparan dan akuntabel. Dalam hal akuntabilitas, terbukti dengan adanya laporan keuangan yang disiapkan oleh manajemen masjid, terutama bendahara secara rinci sebagai bentuk tanggung jawab manajemen kepada para donatur, dalam hal transparansi terbukti dengan mudahnya akses ke informasi keuangan bagi jamaah dan donatur melalui media massa yang dimiliki masjid berupa papan informasi, situs web, dan buletin Idul Fitri sehingga dana yang diterima dan digunakan oleh masjid tercatat dengan jelas
Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah di Indonesia berdasarkan Islamic Performance Index
The purpose of the research conducted for the application of Islamic finance. This research discusses the performance benchmarks of Islamic banks in Indonesia with the Islamic Performance Index (IPI). Its performance can be seen by using qualitative descriptive research as a whole from the period 2017 to 2023. Another problem that is less than optimal is the distribution of Zakah, because Islamic banks are still considered lacking in the management and utilization of Zakah funds. This research is expected to be useful for readers, especially stakeholders in providing learning and evaluation materials Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk penganalisisan terhadap keuangan Syariah. Penelitian ini membahas perihal tolak ukur performa bank syariah di Indonesia dengan Islamic Performance Index (IPI). Kinerjanya dapat dilihat dengan memakai penelitian deskriptif kualitatif secara menyeluruh dari periode 2017 sampai 2023. Masalah lain yang kurang optimal adalah penyaluran zakat, karena bank syariah masih dianggap kurang dalam pengelolaan serta pendayagunaan dana zakat. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pembacaca terutama pemangku kepentingan dalam memberikan pembelajaran dan bahan evaluasi.
Persepsi Pengelola dan Nasabah Terhadap Implementasi Kepatuhan Syariah pada BMT Muamalah Mandiri Depok
This research aims to reveal the perceptions of managers and customers regarding the implementation of sharia compliance. The object of this research is the Sharia Savings and Loans and Financing Cooperative BMT Muamalah Mandiri Depok. This research uses qualitative descriptive analysis with interview. The results of the research show that through six indicators for assessing the supervision of the sharia supervisory board, namely integrity, competence, financial reputation, duties and obligations, product supervision based on sharia principles, and concurrent positions are in accordance with sharia principles. However, there are obstacles in the supervision process, because the management and customers have minimal knowledge of sharia. Therefore, sharia education is needed from the sharia supervisory board. Riset ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi manajer dan nasabah terhadap penerapan kepatuhan syariah. Objek penelitian ini adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Muamalah Mandiri Depok. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui enam indikator penilaian pengawasan dewan pengawas syariah yaitu integritas, kompetensi, reputasi keuangan, tugas dan kewajiban, pengawasan produk berdasarkan prinsip syariah, dan rangkap jabatan sudah sesuai dengan prinsip syariah. Namun, terdapat kendala dalam proses pengawasan, karena pengelola dan nasabah yang minim pengetahuan syariah. Sehingga, perlu edukasi syariah dari dewan pengawas syariah
Sustainable Finance Initiatives In The Developing-8 Countries: Focus And Priorities In The Country Level
This research aims to analyze the initiatives adopted by the D-8 countries in responding to the issue of sustainable finance. To achieve this goal, the research is designed using a qualitative literature review approach. In this research, data were obtained from the official websites of relevant national authorities, previous studies, and other reliable data sources. Research found that, at the organizational level, although there are no specific initiatives regarding sustainable finance, the initiatives taken have included sustainability dimensions, namely economic, social, and environmental dimensions. However, at the national level, each the D-8 countries have their own focus and priorities in responding to sustainable finance issues.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inisiatif yang diambil oleh negara-negara D-8 dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dirancang dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif. Dalam penelitian ini, data diperoleh dari situs resmi otoritas nasional terkait, penelitian sebelumnya, dan sumber data lain yang dapat dipercaya. Penelitian menemukan bahwa, pada level organisasi, meskipun belum ada inisiatif khusus mengenai keuangan berkelanjutan, namun inisiatif yang diambil sudah mencakup dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan di tingkat nasional, masing-masing negara D-8 mempunyai fokus dan prioritas masing-masing dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan
Perspektif Ihsan Atas Pengungkapan Good Corporate Governance Bank Syariah Di Indonesia
This research aims to analyze the disclosure of Good Corporate Governance at the Sharia General Bank in Indonesia, as well as assess the compliance of the disclosure through the conceptual perspective of Ihsan. The method used is a descriptive qualitative analysis approach calculated using the average number of GCG disclosure scores of the General Bank Syariah Indonesia against the annual report and GCG report of 2022–2023 from the BUS website. Research results show that although most banks have fulfilled regulatory mandatory disclosure obligations, there are variations in the fulfillment of voluntary disclosures. Bank Aceh Syariah, Bank BJB Syariah and Bank BCA Syariah stand out as banks that show high commitment to transparency and accountability. From Ihsan's perspective, the disclosures made reflect high spiritual and ethical awareness, in which these banks not only fulfill regulations, but also strive to achieve goodness and beauty in their governance. This study recommends that sharia banks value Islamic ethics in GCG practice more in order to increase public trust and sustainability of the sharia banking industry in Indonesia.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengungkapan Good Corporate Governance di Bank Umum Syariah di Indonesia, serta menilai kepatuhan pengungkapan tersebut melalui perspektif konsep ihsan. Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif yang dihitung memakai jumlah rata-rata skor pengungkapan GCG Bank Umum Syariah Indonesia terhadap laporan tahunan dan laporan GCG tahun 2022 – 2023 dari website BUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar bank telah memenuhi kewajiban pengungkapan mandatory yang diatur oleh regulasi, terdapat variasi dalam pemenuhan pengungkapkan voluntary. Bank Aceh Syariah, Bank BJB Syariah dan Bank BCA Syariah menonjol sebagai bank yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas. Dari perspektif ihsan, pengungkapan yang dilakukan mencerminkan kesadaran spiritual dan etika yang tinggi, di mana bank-bank ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga berupaya untuk mencapai kebaikan dan keindahan dalam tata kelola mereka. Penelitian ini merekomendasikan agar bank-bank syariah lebih menghargai nilai-nilai etika Islam dalam praktik GCG, guna meningkatkan kepercayaan publik dan keberlanjutan industri perbankan syariah di Indonesia
The Performance of Islamic Organizations Based on Maqasid Sharia Disclosure
This study aims to construct a performance measurement of Maqasid Sharia for Islamic organizations both profit-oriented and non-profit. This study used content analysis to construct performance measurement, which is to find the appropriate Maqasid Sharia concept and then describe the Maqasid Sharia concept into dimensions and elements. This research construct 5 ideal goals based on Al-Ghazali's concept: preservation of religion, life/soul, reason, heredity, and wealth. Furthermore, describe the ideal goals into 12 dimensions, 20 elements, and 74 items of disclosure. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah pengukuran kinerja Maqasid Syariah bagi organisasi Islam baik yang berorientasi profit dan non-profit. Penelitian ini menggunakan konten analisis untuk mencari beragam literatur yang berkaitan dengan Maqasid Syariah dan kemudian membangun pengukuran kinerja. Penelitian ini mencari konsep Maqasid Syariah yang sesuai dan kemudian menjabarkan konsep maqasid Syariah ke dimensi dan elemen. Penelitian ini membangun 5 tujuan ideal berdasarkan konsep Al-Ghazali yaitu: pelestarian agama, kehidupan/jiwa, akal, keturunan, dan kekayaan, 12 dimensi, 20 elemen, dan 74 item pengungkapa
Pengaruh Keberagaman Pengawas Syariah Terhadap Pengungkapan Laporan DPS Pada Bank Syariah di Asia Tenggara Periode 2018-2022
This study aims to to measure the diversity of the Sharia Supervisory Board (SSB) on Sharia compliance. The analysis method used is quantitative, using panel data regression processed with Eviews 12. SSB diversity is measured using the number of SSB members, tenure of SSB members, proportion of female SSB members, educational background of SSB members, and multiple positions held by SSB members. Sharia compliance is measured using items from SSB reports. The research sample was taken using purposive sampling, resulting in 13 Islamic banks in Southeast Asia. The observation period is from 2018 to 2022. The study found that the number of SSB members does not affect Sharia compliance because too many SSB members will incur additional costs from conflicts and coordination. Tenure does not affect Sharia compliance because SSB members who work too long can reduce the quality of SSB report disclosures. The proportion of female SSB members does not affect Sharia compliance because more female SSB members slow down the decision-making process and create differences in responding to risks from a Sharia perspective. The educational background of SSB members does not affect Sharia compliance because most SSB members with doctoral degrees are not in accounting, banking, and economics. Holding multiple positions has a significant positive effect on Sharia compliance because SSB members with multiple positions in other institutions will have better experience and knowledge. Fokus penelitian ini untuk mengukur keberagaman DPS terhadap kepatuhan syariah. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel yang diolah menggunakan Eviews 12. Keberagaman DPS diukur dengan menggunakan jumlah DPS, masa jabatan DPS, proporsi wanita DPS, latar belakang DPS, dan rangkap jabatan DPS. Sedangkan kepatuhan syariah diukur menggunakan item-itemlaporan DPS. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling dan menghasilkan 13 bank syariah di Asia Tenggara. Periode pengamatan diambil dari 2018 sampai 2022. Berdasarkan hasil pengujian variabel jumlah DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan terlalu banyak anggota DPS akan menimbulkan banyak biaya tambahan yang berasal dari konflik dan koordinasi. Masa jabatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan DPS yang terlalu lama kerja dapat menurunkan kualitas dari pengungkapan laporan DPS. Proporsi wanita DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan semakin banyak anggota wanita DPS memperlambat proses pengambilan keputusan dan menimbul perbedaan dalam menanggapi risiko dari segi prinsip syariah. Latar belakang pendidikan DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan kebanyakan anggota DPS yang memiliki gelar doktor bukan dibidang akuntansi, perbankan dan ekonomi. Rangkap jabatan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan syariah dikarenakan anggota DPS yang memiliki rangkap jabatan di lembaga lain akan memiliki pengalaman, pengetahuan yang lebih baik
Menilai Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Keuangan, Economic Value Added (EVA) And Financial Value Added (FVA) : Studi Kasus Pada BPRS AL SALAAM
This study aims to measure the company's performance, using the analysis of financial ratios, Economic Value Added (EVA) and Financial Value Added (FVA). This study uses a qualitative descriptive method with quantitative data. This is the research method used secondary data that is collected in the form of numbers, then data were summarized, processed and analyzed, and finally descript of existing problems.The results of this study indicate that the measurement of the financial performance of BPRS Al Salaam based on the liquidity ratio performs well, the solvency ratio of the Debt to Equity Ratio (DER) and Debt to Asset Ratio (DAR) is also still too high, the activity ratio of the Total Asset Turnover (TAT) value. ) and Fix Asset Turnover (FAT) is quite good, and for the profitability ratio, the best ROA, ROE, NPM and BOPO values occurred in 2017-2019 and decreased in 2020-2021. The Economic Value Added (EVA) and Financial Value Added (FVA) values both show a positive value. This means that the company is able to create added value both economically and financiallyPada penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja perusahaan, menggunakan analisis rasio-rasio keuangan, Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran kinerja keuangan BPRS Al Salaam berdasarkan rasio likuiditas berkinerja baik, pada rasio solvabilitas nilai Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) juga masih terlalu tinggi, pada rasio aktivitas nilai Total Asset Turnover (TAT) dan Fix Asset Turnover (FAT) kurang baik, dan untuk untuk rasio profitabilitas, nilai ROA, ROE, NPM dan BOPO kinerja terbaik terjadi pada tahun 2017-2019 dan mengalami penurunan pada tahun 2020-2021. Untuk nilai Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA) sama-sama menunjukkan nilai yang positif. Artinya perusahaan mampu dalam menciptakan nilai tambah baik secara ekonomis maupun financialnya