1,739,209 research outputs found
L'orma. Racconto ed esperienza nel cinema di Asghar Farhadi
L'articolo propone una lettura estetica generale del cinema del regista iraniano Asghar Farhadi
Telaah Problematika Perceraian (Thalaq) Perspektif Asghar Ali Engineer
This article explains the thoughts built by Asghar Ali Engineer. The author focuses on one of the major sub-themes in the book The Qur’an Women and Modern Society, namely divorce in the Qur’an and Shari’ah. According to Asghar Ali Engineer, legal experts have agreed to a divorce that is still exclusive in the area of men. Basically, in the Qur’an there is no such explicit statement. Thus only conclusions, not holy rules, are interpreted by medieval scholars of QS. Al-Qur’an al-Baqarah 2: 237. According to him, there are several verses of the Qur’an about divorce which according to Asghar are not relevant to the current context, only at the time of the Prophet. The object of the study in this study is to describe the methodology of Asghar in interpreting verses about divorce. Furthermore, from the explanation of Asghar Ali Engineer who has been detailed, indeed he has used the method he built, namely liberation theology, which this time focused on the theme of gender equality. The concept that he built can be broken down by the model of liberative-sociological normative interpretation
Asghar Farhadi, o del narrare
Il saggio analizza l'opera del regista iraniano Asghar Farhadi
HUMANISME ASGHAR ALI ENGINEER
Penindasan, tirani, kesewenang-wenangan, diskriminasi, dan pelanggaran hak perempuan tidak serta-merta menghilang dengan lahirnya modernitas. Sudah banyak tokoh yang membahas isu-isu kemanusiaan, salah satunya adalah Asghar Ali Engineer. Banyak yang mengenal Asghar hanya sebagai seorang teolog, padahal dari karya-karyanya banyak yang berbicara terkait isu humanisme. Sayangnya konsepsi humanisme itu masih berserakan di berbagai karyanya. Maka dari itu penelitian ini akan menyatukan percikan-percikan pemikiran Asghar Ali tentang humanisme yang belum tersentuh oleh para peneliti yang lain. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji beragam data hasil investigasi. Peneliti mengumpulkan dari referensi-referensi yang terkait, baik yang berasal dari sumber data primer maupun sumber data sekunder. Pada akhirnya, penelitian ini menemukan bahwa konsep humanisme menurut Asghar Ali Engineer berupaya membangun dunia dengan membebaskan manusia dari segala bentuk kapitalisme, pelanggaran hak perempuan, dan konflik atas nama agama, melalui peran iman. Namun, alih-alih melawan kapitalisme, pelanggaran hak perempuan, dan konflik atas nama agama, kenyataannya para teolog justru melanggengkan belenggu-belenggu tersebut. Seharusnya, para teolog beralih menyuarakan kebebasan ekonomi, kebebasan perempuan dan kebebasan beragama, karena tiga isu ini sering menjadi inti ketidakadilan dan penindasan
PANDANGAN ASGHAR ALI ENGINEER TENTANG KESETARAAN GENDER
AbstrakThis research is to find out Asghar Ali Engineer's view on gender equality. The type of research used in the article is a literature review. The data used in this study are document data, both from textbooks, scientific journals, and other relevant document sources. The results of the study indicate that gender equality is an equal condition for men and women to obtain opportunities and their rights as human beings, in order to be able to play a role and participate in political, legal, economic, socio-cultural, educational, defense and national security activities as well as equality in enjoy the results of this development. In Islam there is a figure who discusses gender equality, namely Asghar Ali Engineer. She is an Islamic feminist figure from India. According to Asghar Ali Engineer, the basic view of Ali Ashgar about gender equality is that it has two normative and contextual aspects. According to Asghar Ali Engineer, Islam places women in the same position as men. This similarity can be seen from three things, namely: first, from the nature of humanity. second, Islam teaches that both women and men get the same reward for the good deeds they do. Third, Islam does not tolerate unfair treatment and differences between human beings.Keywords: Asghar Ali Engineer's View, Gender Equalit
Asghar Farhadi, Une Séparation, 2011
Lannuzel Michelle. Asghar Farhadi, Une Séparation, 2011. In: Raison présente, n°179, 3e trimestre 2011. Arts et sciences. pp. 120-121
Teologi Pembebasan Dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer
According to the view of liberation theology, Islamic education must be able to produce people who take a role in the social system that promotes justice as citizens and citizens of the world in the view of religion (just, not oppressed) who are damaged by humans themselves. From the explanation, the author was interested in conducting a study "Liberation Theology in Islamic Education Perspective of Asghar Ali Engineer".The formulation of the research problem is: 1. What is the meaning of Liberation Theology? 2. What is the Asghar Ali Engineer's Perspective Liberation Theology? 3. How is the Liberation Theological Implication for Islamic Education Asghar Ali Engineer Perspective? This research was conducted with literature research. His research methods include data sources, data collection and data analysis. The results of the study concluded that the Liberation Theology according to Asghar Ali Engineer was interpreted as freedom that emphasizes the aspect of reason or construct of thinking in interpreting the book (holy text). For him, theology is a reflection of existing social conditions, and thus a theology is socially constructed. Asghar's method of thinking is normative and transcendental. Theological Implications of Liberation for Islamic Education include; Islamic Education is a practice of liberation, curriculum development is carried out in line with the development of non-curriculum factors, including the effects of economic, political, social, cultural, legal and other changes, including the academic factors of the kurikuluym, Asghar Ali Engineer views the Qur'an, as well as the text other texts, can be interpreted by various methods.Menurut pandangan teologi pembebasan, pendidikan Islam harus mampu menghasilkan manusia yang mengambil peran dalam sistem sosial yang mengedepankan keadilan sebagai warga negara dan warga dunia dalam pandangan agama (manusia yang adil, tidak tertindas) yang dirusak oleh manusia sendiri. Dari paparan tersebut penulis merasa tertarik untuk melakuakan penelitian “Teologi Pembebasan dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineerâ€. Rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Apa makna Teologi Pembebasan? 2. Bagaimana Teologi Pembebasan Persepektif Asghar Ali Engineer? 3. Bagaimana Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam Persepektif Asghar Ali Engineer? Penelitian ini dilakukan dengan penelitian literatur (Library research). Metode penelitiannya mencakup sumber data, pengumpulan data, dan analisis data. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Teologi Pembebasan menurut Asghar Ali Engineer adalah diartikan sebagai kebebasan yang menitik beratkan pada aspek akal atau konstruk berpikir dalam menafsirkan kitab (teks suci). Baginya, teologi adalah refleksi dari kondisi sosial yang ada, dan dengan demikian suatu teologi adalah dikonstruksi secara sosial. Metode pemikiran Asghar bersifat normatif, kontekstual dan transendental. Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam diantaranya; Pendidikan Islam Merupakan Praktik Pembebasan, Pengembangan kurikulum dilakukan searah dengan perkembangan faktor Non-Kurikulum, antara lain akibat perubahan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan lain-lain, termasuk faktor akademik kurikuluymnya, Asghar Ali Engineer memandang Qur’an, sebagaimana teks-teks lain, bisa diinterpretasikan dengan berbagai metode
Konsep Kafir dalam Alquran: Studi Atas Penafsiran Asghar Ali Engineer
Konsep kafir pada umumnya hanyalah berbicara tentang penolakan keyakinan terhadap Allah Swt. dan Muhammad saw. Asghar Ali Engineer salah satu pemikir Islam kontemporer menawarkan konsep baru tentang kafir. Penafsiran Asghar terhadap alquran atas konsep kafirnya sangat menarik. Hal ini tidak lain karena kebaruannya. Dalam penafsirannya, Asghar sangat terpengaruh oleh teologi pembebasan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil penafsiran Asghar atas konsep kafirnya. Penelitian ini adalah kajian kepustakaan, oleh karena itu metode yang penulis gunakan adalah studi pustaka atau library research. Sumber data untuk penelitian ini adalah buku-buku karya Asghar dan sumber-sumber lain yang relevan dengan fokus penelitian. Berdasakan hasil penelitian, konsep kafir dalam penafsiran Asghar sangat transformatif. Menurutnya, kafir adalah bukan saja mereka yang tidak beriman secara formal kepada Allah Swt. dan Muhammad saw. serta yang lainnya, tetapi juga secara tidak langsung menantang terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan egaliter yang bebas dari segala bentuk eksploitasi dan penindasan, dalam artian mereka yang tidak mendukung terciptanya masyarakat yang adil dan egaliter, tidak membela kaum yang lemah dan tertindas.
Keywords: Alquran, Tafsir, Teologi Pembebasan, Kafir, Asghar Ali Enginee
Keadilan Distributif dalam Zakat dan Pengentasan Kemiskinan Perspektif Asghar Ali Engginer
Asghar Ali Engineer is known as a Contemporary Islamic thinker. One of his thoughts also discusses Islamic economics, including the issue of Zakat. Asghar\u27s thoughts on Zakat are based on a critique of the function of Zakat as a solution to the current poverty alleviation problem. In this research, the writer wants to describe the concept of distributive justice in Zakat. The author also wants to see how Asghar\u27s process is formulating the idea. This research includes library research, which uses a qualitative approach. This study finds that distributive justice is the basis for building Islamic economics, and al-adl, al-ihsan, and al-qist are the keywords in distributive justice as universal values. Then Asghar\u27s criticism of the problem of Zakat is related to the size of Zakat and how it is distributed. This thinking is based on his analysis of the current context, concluding that Asghar\u27s process of understanding the text engages in a dialogue between the text and reality. Therefore, in this case, Asghar is a very contextual thinker
Teologi Perdamaian Perspektif Asghar Ali Engineer
Islam merupakan agama yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, salah satunya yakni perdamaian. Asghar Ali Engineer menyebutkan bahwa Islam saat ini menjadi agama yang kerap kali dibahas, baik oleh kaum muslim maupun non-muslim. Sebab Islam memiliki nilai universalnya ialah agama yang mengajarkan kedamaian. Namun hal ini dapat di lihat dan tidak sesuai karena banyaknya aksi teror yang dilakukan oleh sebagian pemeluk agama Islam itu sendiri. Penelitian ini mengkaji tentang teologi perdamaian perspektif Asghar Ali Engineer. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan menganalisis teologi perdamaian perspektif Asghar Ali Engineer. Dalam Menyusun penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Asghar Ali Engineer dalam karyanya menyuguhkan tentang kedilan, pembebasan demi mewujudkan perdamaian di dunia ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa umat Islam harus menanamkan di dalam dirinya untuk memiliki nilai-nilai yang akan mewujudkan perdamaian. Nilai-nilai tersebut ialah anti kekerasan, keadilan, kebenaran, toleransi, cinta dan kasih sayang. Dengan pemikirannya ini, Asghar Ali mengajak umat Islam untuk terbiasa berdialog ketika menyelesaikan suatu permasalahan, karena dialog merupakan suatu hal yang sangat penting demi menjauhkan diri untuk melakukan kekerasan.Â
- …
