52 research outputs found
PENERAPAN PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENGATASI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI KELAS VIII DI SMP ISLAM AL-MU’IEN TAHUN AJARAN 2013/2014
Penerapan Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) Untuk
Mengatasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pokok Bahasan
Relasi dan Fungsi Kelas VIII di SMP Islam Al-Mu’ien Tahun Ajaran
2013/2014; Hasim Asari, 110210181008; 2014, 67 halaman; Program Studi
Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember.
Berdasarkan informasi dan observasi dari guru di SMP Islam Al-Mu’ien,
siswa sering melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal materi relasi
fungsi antara lain kesalahan yang berhubungan dengan konsep misalnya kesalahan
siswa dalam membuat hubungan dua himpunan, menyatakan relasi atau fungsi dan
memberi nama hubungan dalam soal. Penyebabnya siswa tidak paham tentang
konsep relasi fungsi, perbedaan antara domain, kodomain, dan range, serta siswa
tidak cermat dalam memperhatikan gambar. Kesalahan lain yaitu dalam
menghitung karena siswa tidak teliti dalam menghitung dan kurang teliti dalam
memasangkan nilai peubah dengan nilai fungsi. Selain itu, siswa juga banyak
kesalahan dalam mensubsitusikan nilai. Hal ini dapat disebabkan karena kurang
memahami konsep sehingga dalam penyelesaian masalah mengalami kesulitan.
Selain kesalahan-kesalahan tersebut, tidak menutup kemungkinan masih terdapat
kesalahan-kesalahan lain yang dilakukan siswa yang menyebabkan rendahnya
hasil belajar matematika.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus.
Penelitian ini bertujuan untuk mediskripsikan penerapan pembelajaran Aunditory
Intellectually repetition (AIR), mengetahui kecenderungan kesalahan yang
dilakukan siswa, dan mengetahui efektivitas Aunditory Intellectually repetition
(AIR) dalam mengatasi kesalahan siswa menyelesaikan soal pokok bahasan Relasi
Fungsi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Al-Mu’ien tahun
ajaran 2013/2014, yang berjumlah 16 siswa.
Data yang diambil dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes,
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dari hasil tes, yang dilakukan
setelah kegiatan pembelajaran, dikelompokkan berdasarkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa yang meliputi kesalahan penggunaan data, kesalahan
menafsirkan data, kesalahan penarikan kesimpulan, kesalahan teorema, kesalahan
simbol, kesalahan teknik, dan kesalahan lain.
Proses penelitian diawali mengumpulkan hasil tes-tes sebelumnya dari guru
matematika untuk mengetahui kecenderungan jenis kesalahan siswa sebelum
pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui analisis kesalahan
penggunaan data 11,25% , kesalahan menafsirkan data 25,00%, kesalahan
penarikan kesimpulan 15,00%, kesalahan teorema 6,25%, kesalahan simbol
21,75%, kesalahan teknik 7,5%, dan kesalahan lain 12,25%. Kesalahan yang
paling tinggi yaitu kesalahan menafsirkan data karena siswa kurang memahami
soal dan tidak bisa membedakan dua himpunan. Kesalahan yang dilakukan siswa
mengalami penurunan pada tes akhir relasi dengan rincian kesalahan penggunaan
data 10,94% , kesalahan menafsirkan data 18,75%, kesalahan penarikan
kesimpulan 14,06%, kesalahan teorema 4,69%, kesalahan simbol 20,31%,
kesalahan teknik 4,69%, dan kesalahan lain 0,00%. Kesalahan paling tinggi pada
penggunaan simbol yaitu dalam menuliskan himpunan pasangan berurutan(kurung
kurawal, tanda koma, dan kurung). Pada tes akhir fungsi, kesalahan yang
dilakukan siswa semakin berkurang. Persentase kesalahan penggunaan data
3,75%, kesalahan menafsirkan data 10,00%, kesalahan penarikan kesimpulan
12,50%, kesalahan simbol 6,25%, kesalahan teknik 3,75%, serta kesalahan lain
dan teorema 0,00%. Kondisi ini menunjukkan bahwa persentase kesalahan siswa
semakin berkurang dari siklus I ke siklus II.
Data hasil observasi dibedakan menurut aktivitas guru dan siswa. Untuk
aktivitas guru, pada siklus I rata-rata mencapai 85,50% dan meningkat pada siklus
II menjadi 93,35%. Hasil analisis data diperoleh bahwa keaktifan siswa selama
pembelajaran rata-rata sangat aktif, rata-rata keaktifan siswa pada tiap siklus yaitu
siklus I mencapai 72,5%, dan siklus II mencapai 90,00%.
Pada siklus I diperoleh persentase efektivitas pembelajaran AIR sebesar
32,48% dan termasuk kategori cukup efektif. Sedangkan pada siklus II efektivitas
pembelajaran AIR mencapai 26,92% dan termasuk dalam kategori efekti
Analisis Citraan Dalam Novel Monokrom Karya Nurman Hasim Usman
ABSTRAK Silvia Valia Franciska.2021. thesis. “Image Analysis in the Monokrom Novel by Nurman Hasim Usman�. language as a picture of the mind to express the author's ideas in making a literary work. Language in the form of a picture of the author's imagination in the novel is interesting to study stylistically. Stylistics group imagery into five types, namely visual images, auditory images, motion images, tactile images and olfactory images. This Monokrom novel by Nurman Hasim Usman contains images. This novel tells about the friendship of several high school teenagers in a remote part of the country in achieving their dreams and love at the end of high school. The purpose of this research is to find out, describe, analyze, and interpret imagery data in the Monokrom novel by Nurman Hasim Usman. This research uses a qualitative approach. Using descriptive research methods. The data collection technique used by the author is hermeneutic technique. Data Analysis Techniques Based on content analysis. The data validity technique used triangulation technique. The results of the imagery research in the novel Monkrom by Nurman Hasim Usman the data that dominates is data from motion imagery. The motion imagery contained in the Monokrom novel can be used to describe the characters, and give an idea of how a character in the novel is doing movement
SOLUSI PERSAMAAN PENDULUM MENGGUNAKAN METODE MILNE
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa pendulum
dengan gaya gesek dipengaruhi oleh massa dan panjang tali. Variasi massa yang
digunakan yaitu dengan panjang 2, 5, dan 10. Semakin besar massa
pendulum maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mencapai titik
kesetimbangan. Sedangkan variasi panjang tali yang digunakan yaitu 0,5, 1, dan
2. Jika semakin panjang tali yang digunakan maka periode semakin renggang.
Pendulum tanpa gaya gesek memiliki periode konstan, dengan kata lain gerak
pendulum tanpa gaya gesek tidak akan berhenti bergerak setelah digerakkan.
Pendulum tanpa gaya gesek, yang berpengaruh hanya panjang tali, semakin panjang
tali yang digunakan maka peroide semakin renggang. Variasi besar sudut yang
digunakan yaitu 60° dan 20°. Pada saat = 7 dengan sudut awal 60° simpangan
terjauh pada sudut 38° dan dengan sudut awal 20° simpangan tejauh pada 13°.
Semakin kecil sudut yang diberikan maka simpangan semakin kecil pula, sehingga
pendulum lebih cepat mncapai titik kesetimbangan. Sedangkan untuk pendulum
tanpa gaya gesek tetap seperti pada simpangan awal yang diberikan.
Gaya luar yang digunakan adalah gaya keatas (Archimedes) pada tiga medium
yaitu alkohol, air mineral, dan air laut dengan massa jenis masing-masing yaitu
800 /3, 920 /3, dan 1030 /3sedangkan gaya keatas () pada
masing-masing zat cair sebesar 8; 9,2; dan 10,3. Semakin besar massa jenis zat
cair maka semakin besar pula gaya keatas zat cair. Pendulum dengan variasi gaya luar
yang semakin besar menyebabkan pendulum semakin lambat dan lebih cepat menuju
titik keseimbangan. Nilai yang kecil menghasilkan gambar yang lebih rinci untuk
nilai-nilai simpangan yang terjadi pada waktu dan pendulum dengan kecil
pendulum akan membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mencapai
kesetimbangan
PENGEMIS DAN MAKAM (Fenomena Pengemis di Makam Sunan Giri Kabupaten Gresik)
Abstrak
Kemiskinan di perkotaan merupakan fenomena yang hampir ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Masyarakat migran yang miskin tidak bisa memasuki kerja di sektor formal yang memiliki prasyarat tinggi. Melihat hal ini, akhirnya pilihan yang dianggap rasional agar dapat bertahan hidup ialah memasuki sektor informal. Salah satu pekerjaan pada sektor informal ialah menjadi pengemis. Pengemis merupakan individu yang bekerja dengan mengharap belas kasihan pada orang lain. Fokus penelitian ini ialah menjelaskan relasi antara pengemis dan makam. Serta motif sebab (because of motive) dan motif tujuan (in order to motive) individu memilih menjadi pengemis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Schutz. Lokasi penelitian berada di Makam Sunan Giri Kabupaten Gresik. Subjek penelitian ini ialah Pengemis dewasa (berumah tangga) dan Lansia yang dipilih secara purposive berdasarkan lama mengemis, pengalaman dan cara memaknai mengemis. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengemis di Makam sunan Giri cenderung ‘dilindungi’ oleh security karena adanya ‘suap’ yang diberikan kepada security makam. Adapun Relasi pengemis dengan Makam Giri ialah: 1) Makam Giri dijadikan sebagai tempat mencari para (calon) dermawan dan 2) Dijadikan sebagai tempat melakukan ritual (ziarah kubur dan berdo’a). Adapun motif sebab (Because of Motive) yang mendasari individu menjadi pengemis karena: 1) faktor Pendidikan, 2) Faktor Sosial Budaya dan 3) faktor Ekonomi dan Keluarga. Sedangkan yang menjadi motif tujuan (in order to motive) pengemis ialah: 1) Tujuan Kontemporer (jangka pendek), 2) Tujuan Strategis (jangka panjang).
Kata Kunci: kemiskinan di perkotaan, pengemis, fenomenologi Alfred Schutz.
Abstract
Urban poverty is a phenomenom that almost encountered in major in indonesian cities. Migran communities poor can not enter employment in the formal sector who have high prerequisites. See this, ultimately the choice is considered to be rational in order to survive is to enter the informal sector. One of the jobs in the sector is to be a beggar. Beggars are individuals who work with the hope of mercy on others. The research focus of this study is to explain the relation beggars and tombs. As well as the motive causes (because of motive) and motive individuals (in order to motive) choosing to become beggars purposes. This research used a qualitative method with phenomenological approach Schutz. The research sites are in the tomb of the district Sunan Giri Gresik. This research subject is an adult beggars (married) and elderly purposive selected based on the old begging, and how to interpect the experience of begging. As for the collection techniquest using primary and secondary collection. Primary data collection is done by participant observer and in-depth interviews. While secondary data collection techniques done with the document review. The results of this study indicate that the beggar at the tomb of Giri tended to ‘protected’ by security because there is a ‘bribe’ given to the security tomb. As for relations with the tomb Giri beggars are: 1) the tomb Giri used as a serach for the (potential) generous and 2) tomb Giri serve as a place to perform the ritual (pilgrimage grave and pray). As for the motive because (because of motive) that underlie individual become beggars because : 1) education factor, 2) social and cultural factor, 3) economy and family factor. While the motive destination (in order to motive) of beggars is: 1). contemporary Objectives (short term), 2) Strategic objectives (long term).
Keywords: Urban Poverty, the beggars, phenomenology Alfred Schutz
Inovasi Pelayanan Publik melalui Sistem Aplikasi Potensi Investasi (Siapi) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai
Public service is the government's responsibility to its citizens as mandated by the 1945 Constitution. One government agency that provides public services is the Department of Investment and One Stop Integrated Service, Dumai City. Dumai City DPMPTSP is aggressively making innovations to improve services. The innovation in question is the Investment Potential Application (SIAPI) for ease of investing. The purpose of this study was to determine how public service innovation through SIAPI in DPMPTSP Dumai City and the inhibiting factors that affect the implementation of SIAPI. This research uses Rogers' innovation theory which has five indicators, namely relative advantage, compability, complexity, triability, and observability. The type of research used is qualitative research with a phenomenological approach. Collecting data required both primary data and secondary data from the results of interviews, observation, documentation, then analyzed so that conclusions are drawn from the research problem. The finding of this research is that innovation has not been going well. Factors that hinder the adoption of SIAPI are socialization, half implemented, HR and budget
IDENTIFIKASI GANGGUAN PROSES KONDENSASI PADA REFRIGERATOR DI MT. MADONNA SUN
Purwadi, Hasim. 2018, NIT: 50134998.T, “Identifikasi Gangguan Proses Kondensasi Pada Refrigerator di MT. Madonna Sun “, Program Diploma IV, Technical, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, Advisor I: Edy Warsopurnomo. M. M., M. Mar. E. and Advisor II: Capt. Eko Murdiyanto, M. Pd., M. Mar.
The function of a refrigerator machine is to preserve foodstuffs in a temperature-guarded manner according to the nature of the ingredients stored so that the foodstuff is always in fresh condition. The purpose of this study is to determine the factors causing less optimal condensation process in the refrigerator, the impact if the condensation process if not perfect, and efforts to overcome the factors causing less optimal condensation process in the refrigerator.
The research method that writer use in the preparation of this study is descriptive qualitatife research method and writer use SWOT method as data analysis technique. By identifying strength (strenghts), weakness (weaknesses), opportunities (opportunities), and threats (threats) from environment systematically to formulate strategies to be taken.
Based on the results of research that has been done the author, the cause of less optimal condensation process in the refrigerator is dirt on condenser pipes, condenser pipe leakage, salt crystallization occurs in sea water, and the end of zinc diode. Efforts to overcome the cause of less optimal condensation process in the refrigerator is to cooperate with third parties to facilitate the procurement of refrigerator spare parts gandrum machine in the form of financing and distribution and working agreement with tenants or ship operators for the provision of maintenance and repair of shipboard machinery that are urgent and should be fixed immediately.
Keywords: Refrigerant, Condenser, SWOT
Tahqiq and Takhrij Hadith in the Hadis penting Papadang Ati by Moh. E. Hasim for the Development of Local Hadith Literature in Indonesia
This study examines the development of local hadith literature, particularly the Hadis Penting Papadang Ati Book by Moh. E. Hasim, The primary focus is on the tahqiq and takhrij of hadiths, especially in the chapter on prayer, which contains 256 hadiths, to evaluate the validity and relevance of this work. Using a qualitative method with content analysis, this research explores the author\u27s biography, works, and systematic methodology of the book\u27s composition. The findings indicate that Hasim used Sundanese as the main medium for writing, translating, and explaining hadiths. This approach provides broader access for the local community to understand Islamic teaching. Key findings include the presence of hadiths, supported by numerous corroborations, from complete sources from authoritative books such as Sahih Bukhari and Muslims. However, some hadiths lack complete chains of narration (sanad), necessitating further study to strengthen their authenticity. The novelty of this research lies in analyzing the use of the Sundanese language as a medium of da\u27wah that connects Islamic teachings with local culture, making the book a relevant spiritual guide. The academic implications highlight the importance of developing locally based hadith literature that considers community needs without compromising scholarly validity. This research recommends further studies in other chapters of Hadis Penting Papadang Ati and a deeper exploration of integrating local traditions with scholarly methodologies in hadith studie
SOSIALISASI PERAN KOPERASI SIMPAN PINJAM CU DHARMA BAKTI TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Socialization is a lifelong process that is concerned with how individuals learn things, such as social norms and values. Socializing requires the activeness of each individual to want to join in a community or community group. This activity can be obtained through the process of learning and adjustment. Therefore, individuals must actively learn from their surroundings. Community empowerment activities are one of the most effective activities in the context of self-reliance and empowerment of the community. These activities can be done anywhere, anytime and by anyone. Basically community empowerment activities are aimed at those who are economically disadvantaged and not yet independent. Through cooperatives, young people should spearhead the Indonesian nation's entrepreneurship development movement so that every community has entrepreneurial skills. Entrepreneurial skills are ultimately expected to free the Indonesian nation from the shackles of poverty. The purpose of the researchers to examine the socialization of the role of community empowerment itself is so that we can find out the role of savings and loan cooperatives in empowering Indonesian society. This study uses qualitative methods, namely observation and interviews in order to see the extent to which savings and loan cooperatives have succeeded in empowering the community's economy.
The results of the study show that the Dharma Bakti CU savings and loan cooperative has a very large role in participating and supporting the development and development of the community's economy. The empowerment program provided by the cooperative to the community is able to help them develop their business
KOLABORASI DOSEN-MAHASISWA DALAM PENDAMPINGAN UMKM PADA MASA TRANSISI NEW NORMAL DI PASAR SERANGAN DAN PASAR BERINGHARJO
Pandemi Covid-19 yang sedang melanda di dunia ini berdampak pada beberapa sektor kehidupan. Salah satu sektor yang berdampak adalah sektor ekonomi. Dikarenakan proses penyebaran virus ini sangat cepat, pemerintah memberlakukan berbagai aturan untuk memutus rantai penyebaran antara lain dengan lockdown, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro ataupun makro, yang diharapkan dapat membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah. Pasar tradisional merupakan tempat yang penting bagi kehidupan masyarakat. Penjual dan pembeli berkumpul di pasar untuk melakukan transaksi jual beli sehingga dapat menimbulkan kerumunan orang. Kegiatan pendampingan berbasis pasar yang diusung selama masa transisi menuju era new normal ini bertujuan untuk membantu pasar agar lebih siap dalam menghadapi proses transis
Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak dan Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Condongcatur Depok, Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kesadaran wajib pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib dalam membayar pajak bumi dan bangunan di desa condongcatur, depok ,sleman. Penelitian ini menggunakan metode data kuantitatif yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner peneltian kepada 100 reponden Wajib Pajak Bumi dan Bangunan di desa condongcatur, depok ,sleman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil pengujian tersebut memperoleh hasil bahwa kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dan dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak
- …
