16 research outputs found

    Motivasi siswa berpartisipasi di koperasi sekolah : Studi pada koperasi sekolah wiyata sejahtera di SMA Negeri 1 Mojosari

    No full text
    ABSTRAK Koperasi sekolah adalah koperasi yang beranggotakan siswa-siswi yang ingin berpartisipasi menjadi anggota maupun pengurus. Bentuk partisipasi siswa dalam kegiatan koperasi pada umumnya didasarkan atas motivasi yang ada pada diri mereka masing-masing. Motivasi itu timbul karena kebutuhan, baik kebutuhan ekonomi maupun kebutuhan sosial. Begitu juga dengan siswa, setiap kegiatan yang dilakukan olehnya didorong oleh suatu kekuatan dari dalam dirinya sendiri, kekuatan pendorong inilah yang disebut sebagai motivasi. Koperasi dapat berjalan dengan baik dan dapat berkembang karena partisipasi anggotanya, untuk itulah perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi siswa partisipasi dalam aktivitas usaha koperasi sekolah. Sehingga, koperasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan fungsinya dan bisa memberikan manfaat bagi peningkatan pengetahuan siswa dalam berkoperasi. Penelitian ini dilakukan untuk; (1) Mengetahui bentuk partisipasi siswa di koperasi sekolah Wiyata Sejahtera yang ada di SMA Negeri 1 Mojosari; (2) Mengetahui bentuk faktor – faktor yang mempengaruhi siswa untuk berpartisipasi di koperasi sekolah Wiyata Sejahtera yang ada di SMA Negeri 1 Mojosari; (3) Mengetahui bentuk manfaat yang diperoleh siswa dalam berpartisipasi di koperasi sekolah Wiyata Sejahtera yang ada di SMA Negeri 1 Mojosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini antara lain Guru Pembina koperasi sekolah, alumni pengurus koperasi sekolah dan siswa serta sumber data yang berupa dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan uji kredibilitas dengan metode tringulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Bentuk partisipasi siswa di koperasi sekolah dibagi menjadi 2 peran, yaitu siswa sebagai pengurus dan siswa sebagai anggota/pengguna. Siswa sebagai pengurus koperasi sekolah memiliki 3 bentuk partisipasi, yakni partisipasi di bidang usaha seperti menjual, melayani, dan mempromosikan barang dagangan, partisipasi di bidang modal seperti membayar uang simpanan pokok sebesar Rp. 10.000 dan di bidang organisasi seperti membentuk struktur organisasi kepengurusan koperasi. sedangkan bentuk partisipasi siswa yang hanya menjadi anggota saja dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu partisipasi di bidang usaha seperti membeli perlengkapan siswa di koperasi sekolah dan partisipasi di bidang modal seperti menyetorkan uang sebagai simpanan pokok. (2) Faktor – faktor yang mempengaruhi siswa berpartisipasi di koperasi sekolah bervariasi. Berdasarkan hasil temuan penulis, faktor – faktor yang mempengaruhi siswa berpartisipasi di koperasi sekolah sebagai pengurus itu ada 3 faktor, yaitu faktor keyakinan, faktor ketersediaan koperasi sekolah sebagai sarana praktek pembelajaran dan faktor dorongan dari pihak orang tua. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi siswa berpartisipasi di koperasi sekolah sebagai anggota itu ada 2 faktor, yaitu faktor ekonomi yang seperti kesesuaian pelayanan pengurus terhadap anggota dan lokasi koperasi sekolah yang strategis dan untuk faktor sosial seperti rasa memiliki dari anggota. (3) Manfaat yang diperoleh siswa dalam berpartisipasi di koperasi sekolah ada banyak. Berdasarkan pembahasan penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa manfaat yang diperoleh siswa selama menjadi pengurus koperasi sekolah adalah siswa dapat belajar berorganisasi, dapat menumbuhkembangkan mental wirausaha sejati memberikan peluang bagi siswa untuk memiliki kompetensi tentang koperasi, baik pemahaman konsep-konsepnya maupun praktiknya untuk bekal hidup apabila sudah terjun di masyarakat. sedangkan manfaat yang diperoleh siswa sebagai anggota koperasi sekolah adalah terpenuhinya kebutuhan / perlengkapan alat - alat tulis siswa secara lengkap di koperasi sekolah dan mempermudah siswa mendapatkan perlengkapan sekolah dan alat tulis siswa. ABSTRACT School cooperative is the cooperative with the membership of students who want to participate as the member or to work into the management. The form of student participation with cooperative activity is usually based on their self- motivation. There are various motivations including economic and social. Every activity committed by students is initiated by the driver within themselves and this driver is called motivation. The cooperative works and develops because of the participation of the members. Therefore, factors influencing the students to participate with the activity of school cooperative must be understood. Indeed, the cooperative then may function appropriately and improve the knowledge of cooperative among students. The objectives of research are: (1) to understand the form of student participation within School Cooperative Wiyata Sejahtera at SMAN 1 Mojosari; (2) to acknowledge the factors influencing students who participate within School Cooperative Wiyata Sejahtera at SMAN 1 Mojosari; and (3) to figure out the form of benefit obtained by students from the participation within School Cooperative Wiyata Sejahtera at SMAN 1 Mojosari. Research type is descriptive qualitative with qualitative approach. Data sources include the counseling teacher for school cooperative, the alumnus of school cooperative management, and students. Related documents are also considered. Data collection techniques include interview, observation and documentation. Research analysis method is qualitative descriptive analysis. Data validity check employs credibility test and triangulation. Result of research indicates that (1) the form of student participation within school cooperative is shown through 2 roles, which are: student as the management and student as the member/user. Student as the management of school cooperative involves 3 forms of participation, which are: participation within the work field with activities such as selling, serving and promoting the trade goods; participation within the capital field by paying principal saving of 10,000 rupiahs; and participation within the organization field by establishing the organizational structure of cooperative management. The form of participation of student as the member is divided into 2 forms, which are: participation within work field by buying student utensils from school cooperative and participation within capital field by submitting money as the principal saving. (2) Factors influencing the students to participate with school cooperative are varied. Based on the findings, there are 3 factors influencing students to participate with school cooperative as the management, and these are faith, school cooperative availability as the practical structure for learning, and parental support. There are 2 factors influencing students to participate with school cooperative as the member, and these are economic factor such as the suitability of management service to the member and the strategic location of school cooperative, and the social factor such as sense of belonging among members. (3) Many benefits can be obtained by students from their participation with school cooperative. Based on the discussion, the author concludes that the benefits perceived by students from their participation as the management of school cooperative is the learning of how to organize, the growth of entrepreneurship, and the opportunity to have competence of cooperative, including its concepts and practices, to be used in their life in the community. Benefits accepted by students from their participation as the member of school cooperative are the good supply of school utensils for students who need it and the easy access for students to obtain school utensils

    Pelatihan membuat media pembelajaran berbasis powerpoint bagi guru ? guru madrasah ibtidaiyah

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan melatih para guru membuat media pembelajaran berbasis powerpoint. Sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi/refleksi. Adapun mitra dari kegiatan PKM ini adalah para guru MI Roudlotul Ulum Mojosari sebanyak 12 orang dan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 83% dari jumlah peserta mampu membuat media pembelajaran berbasis powerpoint secara tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik karena peserta (guru) telah mampu meningkatkan softskill dalam mengoperasikan komputer atau laptop diantaranya dapat membuat media pembelajaran berbasis powerpoint. sehingga media pembelajaran yang telah dibuat tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC (VAK) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SMPN MONCOK

    Get PDF
    Pembelajaran IPS di SMP Negeri Moncok masih terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar belum optimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model Visualization Auditory Kinesthetic. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Moncok Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling yaitu satu kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik t-Test.             Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menggunakan rumus uji t-Test diketahui bahwa t hitung  = - 8,172 dan untuk t tabel diperoleh dengan cara nilai @ = 5 % (0,05) dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 29-1 = 28. Pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk t tabel adalah 2,048. Didapatkannya hasil -t hitung  < -t tabel  (-8,172 < -2,048) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic pada materi interaksi sosial dapat meningkatkan hasil belajar IPS Sosiologi siswa kelas VII SMP Negeri Moncok

    The Implementation Asynchronous Learning Based Youtube in Educational Research Courses

    No full text
    The paradigm of the educational research learning process from offline to online via internet requires lecturers' to innovation and creativity in developing learning media. Youtube is a platform that can be developed by lecturers to support online learning. The purpose of this study was to determine student responses about asynchronous learning method with youtube based that develop by lecturers as a learning media for educational research. This research was conducted in an analytical descriptive manner to students participating in an educational research course at IKIP Budi Utomo. The results show that the use of youtube media developed by lecturers can help students to understand educational research lecture materials. However, lecturers need to continue to innovate in the development of learning media for advanced lectures. Judging from the suitability of the material, the majority of student responses answered "appropriately". Regarding the need for further innovation in the development of learning media, 78% of respondents support innovation in the development of YouTube media as a learning medium for educational research subjects and another 22% say that innovation is not necessary. This research can provide an empirical basis on the benefits of youtube developed by lecturers as a learning medium in educational research lectures at universities

    Pengembangan Media Mobile Learning Menggunakan Program Appy Pie Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa: Mobile Learning Media Development Using Appy Pie Program To Improve Student Learning Outcomes

    Get PDF
    The industrial revolution 4.0 is a trend in the industrial world that combines data exchange and automation technology. This trend changes human life in various fields including education. The use of this technology in education is still minimal , even though the instruments to implement it already exist. For example smartphone technology. Users of Android smartphones among students are very numerous. Therefore, the author took the initiative to develop and design an Android-based mobile learning media so that it was interesting by using an online builder program called "Appy Pie". The use of mobile learning media can make it easier for students to obtain educational and interesting information. Therefore, the learning process can be in accordance with the purpose of improving student learning test of IKIP Budi Utomo Malang. The method in this study is Research and Development with the DDD-E model. The results of validity by instructional media experts are 85% (very valid) and the results of validation by material experts are 90% ( very valid ). For the learning result obtained the average value of post-test is greater than the average value of pre-test (81,33 > 69,33). In generally, students experience an increase in learning test after using mobile learning media in the material history of the European industrial revolution in European history courses

    Peningkatan Kreatifitas Anak Santri Melalui Pelatihan Origami

    Get PDF
    Keterampilan  origami  merupakan  salah  satu bentuk kesenian melipat  kertas yang berasal dari  Jepang.  Melalui  pelatihan  membuat  origami  ini  diharapkan para peserta yaitu santri  dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitasnya sebagai pelajar. Pengenalan  origami  dilakukan sebagai kegiatan pengabdian masyarakat berbasis potensi 2022/2023 yang terlaksana pada tanggal 04 Februari 2023 yang bertempat di Desa Jeru Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian yang diberikan berupa pelatihan yang terdiri dari 3 kegiatan. Pertama  adalah  memberikan  materi tentang pengertian,  sejarah, jenis-jenis, dan manfaat origami. Kegiatan kedua adalah pelatihan membuat origami dengan berbagai  bentuk.  Selanjutnya  kegiatan terakhir adalah evaluasi,  yang  bertujuan  untuk  memastikan  apakah  para  peserta dapat menyerap materi dengan baik. Kegiatan  ini  sangat  memberikan  manfaat  bagi  anak  santri dalam hal meningkatkan kemampuan motorik. Origami juga  dapat dijadikan alternatif permainan, dimana permainan keterampilan mulai ditinggalkan akibat keberadaan ponsel dan gawai digital lainnya

    Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Terhadap Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif materi sejarah peradaban Romawi kuno terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa prodi Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Angkatan 2016 kelas A prodi Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling satu kelas. Dari hasil validitas ahli materi dan ahli desain media terhadap media pembelajaran berbasis multimedia interaktif diperoleh masing-masing total nilai 80% dan 87% dengan kriteria valid dan sangat valid. Sehingga dengan hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif materi Sejarah peradaban Romawi kuno layak digunakan. Dari hasil uji kolmogorov-smirnov dengan menggunakan SPSS 14 diperoleh bahwa subjek penelitian terdistribusi normal dan berdasarkan hasil uji-t Paired Samples Test diketahui bahwa nilai sig sebesar 0,000 > 0,05. Sedangkan thitung -16.071 dan untuk ttabel pada taraf signifikan α = 5% (0,05) dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 45-1 = 44. Pengujian 2 sisi ( signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk ttabel pada 2,01537 dengan taraf signifikan 0,025. Didapatkannya hasil -thitung < -ttabel (-16.071 < -2,01537) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada materi sejarah peradaban romawi kuno dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa prodi sejarah dan sosiologi IKIP Budi Utomo Malang

    Study Historical: Pemanfaatan Situs Makam Dinger Era Kolonial di Kota Batu sebagai Sumber Belajar Berbasis Outdoor Learning

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui temuan dan penerapan pemanfaatan situs sejarah kolonial, serta pembahasan mengenai cara mengintegrasikan situs sejarah kolonial ke dalam Outdoor Learning sebagai sumber belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang didasarkan pada pembelajaran luar ruangan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa model pembelajaran di luar kelas merupakan suatu proses yang dapat mengembangkan makna (input), setelah itu melalui struktur kognitif agar permanen dalam ingatan (terjadi rekonstruksi). Situs Makan Dinger di Kota Batu merupakan salah satu sumber pendidikan untuk belajar bagi siswa kelas VIII SMP untuk mempelajari sejarah dari zaman penjajahan. Simpulan penelitian ini akan menghasilkan perubahan paradigma dalam praktik belajar mengajar. Dan siswa kelas VIII tampak lebih antusias dalam melaksanakan pembelajaran dan menyimak materi yang disampaikan oleh pengelola situs sejarah berbasis outdoor learning, dan nilai aktivitas serta peningkatan pengetahuan yang signifikan.   Kata Kunci: Model Pembelajaran, Situs Sejarah, Sumber Belajar, Outdoor Learning &nbsp

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING BERBASIS GOOGLE MEET PADA MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji implementasi pembelajaran daring berbasis Google meet pada mahasiswa prodi pendidikan sejarah dan sosiologi angkatan 2020 IKIP Budi Utomo Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini mengambil 45 mahasiswa pada kelas A di prodi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi dari data yang diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya: (1) Implementasi pembelajaran daring berbasis Google meet pada mata kuliah pengantar antro-sosiologi berjalan dengan baik dan mayoritas mahasiswa merespon dengan baik karena adanya kemudahan akses, fitur whiteboard di aplikasi Google meet tersebut dan juga solusi dari dosen ketika mahasiswa mengalami gangguan sinyal dan pemadaman listrik yang terjadi di lingkungan mahasiswa. (2) Nilai hasil belajar mahasiswa di tingkat kategori sangat baik terhadap nilai persentasi 62% dan berada pada kategori baik dengan persentase sebanyak 37%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora IKIP Budi Utomo memperoleh nilai belajar yang sangat tinggi terhadap pembelajaran daring/online berbasis Google meet karena berbagai fitur unggulan yang menunjang proses perkuliahan selama masa pandemi COVID-19

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerbudbute (Gerakan Budidaya Bunga Telang)

    Get PDF
    Potensi alam di wilayah kelurahan Arjowinangun cukup banyak salah satunya adalah pemanfaatan bunga telang sebagai potensi ekonomi jika diolah dengan benar dan tepat. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan bunga yang dapat tumbuh sebagai tanaman hias  maupun tanaman liar dengan kelopak tunggal berwarna ungu. Selain sebagai tanaman hias, sejak dulu bunga telang dikenal secara tradisional sebagai obat dan pewarna makanan yang memberikan warna biru. Berdasarkan uraian tersebut, maka yang menjadi tujuan dari kegiatan PKM ini adalah membimbing mitra dalam menghasilkan produk dari hasil Budidaya Bunga Telang seperti sirup dan infused water dari bunga Telang, Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, kegiatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan ekonomi, menambah literasi sekaligus meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat karena berbagai manfaat dari bunga telang tersebut. Hasil kegiatan tersebut adalah Masyarakat yang telah memiliki pengetahuan tentang khasiat bunga telang dan menguasai tata cara pengolahannya, dapat membudidayakan bunga telang secara individual dan memanfaatkannya
    corecore