1,720,970 research outputs found

    KERAGAMAN DAN KERAPATAN TUMBUHAN LIANA YANG TERDAPAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI RANDI YANG MENGALIRI DESA TANJUNG AGUNG KECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman dan kerapatan tumbuhan Liana di daerah aliran sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive Sampling pengambilan data menggunakan plot sistematik sebanyak 30 plot. Dari areal penelitian 3000 m ditemukan 20 spesies tumbuhan liana yang termasuk dalam 11 famili. Berdasarkan indeks Keragaman jenis (H’) didapatkan nilai 1,257. Berdasarkan kriteria Keragaman termasuk kategori sedang  yakni (1,0 -1,5). Kepadatan Tumbuhan Liana  ditemukan jumlah individu tertinggi adalah Tetracera scandens dengan jumlah kepadatan 46,67 batang/hektar, sedangkan yang memiliki jumlah kepadatan terendah adalah Calamus laevigatus dengan jumlah kepadatan 13,33 batang/hektar. hasil pengukuran faktor ekologi yang terdapat pada Daerah Aliran Sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Krang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki suhu udara yang berkisar antara 25 – 31 50 C, kelembaban udara berkisar antara 78-98 %, pH tanah berkisar antara 6,2 – 7,0 dan kelembaban tanah berkisar 0, 35 %.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman dan kerapatan tumbuhan Liana di daerah aliran sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive Sampling pengambilan data menggunakan plot sistematik sebanyak 30 plot. Dari areal penelitian 3000 m ditemukan 20 spesies tumbuhan liana yang termasuk dalam 11 famili. Berdasarkan indeks Keragaman jenis (H’) didapatkan nilai 1,257. Berdasarkan kriteria Keragaman termasuk kategori sedang  yakni (1,0 -1,5). Kepadatan Tumbuhan Liana  ditemukan jumlah individu tertinggi adalah Tetracera scandens dengan jumlah kepadatan 46,67 batang/hektar, sedangkan yang memiliki jumlah kepadatan terendah adalah Calamus laevigatus dengan jumlah kepadatan 13,33 batang/hektar. hasil pengukuran faktor ekologi yang terdapat pada Daerah Aliran Sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Krang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki suhu udara yang berkisar antara 25 – 31 50 C, kelembaban udara berkisar antara 78-98 %, pH tanah berkisar antara 6,2 – 7,0 dan kelembaban tanah berkisar 0, 35 %

    Analisis Jenis Vegetasi Strata Tiang di Bukit Sulap Kota Lubuklinggau

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the diversity of stratum vegetation in Sulap City, Lubuklinggau City based on composition, density of vegetation types and to know abiotic factors for stratum vegetation in Sulap Hill, Lubuklinggau City. This type of research is quantitative descriptive. The method used is the distance method (Centered Quarter Point). The population in this study were all species of stratum vegetation in the Bukit Sulap vegetation in Lubuklinggau City. The analysis used is in the form of density, frequency, dominance, important value index, and diversity index. The results of the study, obtained data in the study area A found 16 species of pole strata. In the study area B, 14 species of stratum were obtained, whereas in the study area C, 24 species of stratum were found. Measured abiotic factors are the air temperature in the Sulap Hill of Lubuklinggau City ranging from 28.30C - 300C with air humidity of 86% - 93%. Soil moisture ranges from 8-17 while the acidity (pH) of the soil ranges from 6.3 to 6.7. Conclusion, the mean of the Important Value Index (INP) in the Pole strata in the areas of study A, B, and C respectively is ketapang, starfruit, and coffee. Keywords: analysis, vegetation, pole strata, magic hil

    Keanekaragaman Jenis Vegetasi Strata Semak di Hutan Perlindungan Kawasan Bukit Cogong

    Get PDF
    The research aims at (1) finding the diversity index (H\u27) of bushes vegetation stratum, and (2) abiotic environment factors at Cogong hill. This research used plotless method with Point Centered Quarter Method by classifying into three scopes, namely, research scope A, B and C with 10 items each. Based on the result, the diversity index average (H\u27) of bushes vegetation stratum at Cogong hill in research scope A was 2,13; scope B was 1,77 and scope C was 1,61. The air temperature at Cogong hill was between  28,30C-300C, the air humidity  was between 86 % - 93 %, the soil temperature was between 27,30C-29,60C, the soil humidity was between 8% - 17 % and the soil scale of acidity (pH) was between 6,3-6,7. In conclusion, the average of H\u27 in scope A, B, and C was in medium-abundant category. Keywords : diversity , bushes stratum, protected forests, cogong hil

    SOSIALISASI DAN PEMBUATAN HAND SANITIZER RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN SERAI WANGI DI KECAMATAN LUBUKLINGGAU TIMUR I

    No full text
    Dalam rangka pencegahan penyebaran COVID 19 dan penerapan protocol kesehatan pada era “New Normalâ€, maka kami yang merupakan tim Pengabdian STKIP PGRI Lubuklinggau akan melakukan Sosialisasi dan pembuatan hand sanitizer ramah lingkungan dengan memanfaatkan tanaman serai wangi di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dengan makin meningkatnya penyebaran virus Covid 19, menjaga kebersihan diri sendiri menjadi hal yang urgent  untuk dilakukan, terutama kebersihan tangan. Tanaman serai wangi yang melimpah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolahnya. Program  ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sulitnya mendapatkan hand sanitizer saat ini serta kurangnya pengetahuan dan ketarampilan yang sangat dibutuhkan Kelompok ibu-ibu dengan cara mengolah tanaman serai wangi menjadi Hand Sanitizer yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi masyararkat di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Program kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu anggota PKK dalam penyediaan Hand sanitizer untuk perlindungan kesehatan sehingga terjadi peningkatan dalam kesehatan dan perekonomian

    Keanekaragaman Jenis Vegetasi di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the diversity of vegetation types in Bukit Cogong, Musi Rawas Regency based on composition, density of vegetation types. The population in this study were all plant species that exist in the Bukit Cogong vegetation of Musi Rawas Regency. This research is a qualitative descriptive study with the method used is the distance method (Point Centered Quarter), which measures the diameter of the type of vegetation of trees and shrubs closest to the sampling point. As for herbaceous vegetation using the distance method (point intercept), which is analyzing the type of herbaceous vegetation that is the fastest with the help of a point frequency frame tool. The procedure of this study refers to the area of ​​Bukit Cogong, Musi Rawas Regency, to determine the area of ​​the study area. The analysis used is density, frequency, dominance, important value index, and Shannon\u27s diversity index and canopy stratification. The results obtained for tree level vegetation are 30 species, for bush vegetation found 16 species and for herbaceous vegetation found 17 species. The tree level diversity index in all study areas is in abundance. Conclusions, the bush level diversity index in the study areas A and B was moderate, while in the study area C the category was relatively abundant. Herbaceous diversity index is being abundant in all study areas. Keywords: Cogong Hill, Vegetation Type, Diversit

    PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR LIMBAH SAYURAN DI DESA SUMBER BENING KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

    Get PDF
    Agricultural production in the Selupu Rejang Subdistrict is large enough in quantity to become a center for sending agricultural products to various regions in Indonesia. High market demand makes groups of farmers use a variety of ways to increase agricultural production. This PKM program can provide solutions to the problem of the availability of increasingly scarce fertilizers as well as the problem of declining soil fertility. The program also increases knowledge about processing techniques and adds economic income to agricultural groups in processing liquid organic fertilizer based on vegetable waste. In addition, this program is able to encourage partners, especially agricultural groups to switch to oragnic agriculture that reduces funding for fertilizer use and can make the land on agricultural land rejuvenated and fertile so that it supports the agriculture of the area. Keywords: Vegetable waste, Liquid organic fertilizerProduksi pertanian di Kecamatan Selupu Rejang secara kuantitas cukup besar sehingga menjadi daerah sentra sumber pengiriman produk pertanian hingga diberbagai wilayah di Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi membuat  kelompok petani menggunakan berbagai cara guna meningkatkan produksi pertanian. Program PKM ini dapat memberikan solusi permasalahan ketersediaan pupuk yang semakin langka juga masalah kesuburan tanah yang menurun. Program ini juga menambah pengetahuan tentang teknik pengolahan dan menambah pendapatan ekonomi kepada kelompok pertanian dalam pengolahan pupuk organik cair berbahan dasar limbah sayuran. Selain itu, program ini mampu mendorong mitra khususnya kelompok pertanian untuk beralih kepertanian oragnik yang mengurangi pembiayaan untuk penggunaan pupuk dan dapat menjadikan tanah pada lahan pertanian mengalami peremajaan dan kembali subur sehingga menunjang pertanian daerah tersebut. Kata Kunci : Limbah sayuran, Pupuk organik Cai

    Keanekaragaman Jenis Capung Famili Libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas

    Get PDF
    Spesies capung di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas banyak ditemukan, namun belum terdata dengan baik sehingga perlu dilakukan pendataan jenis capung dan kajian mengenai keanekaragaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keanekaragaman capung famili Libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan teknik menjelajah transek dengan menentukan 3 stasiun pengamatan. Setiap stasiun terdiri dari 5 buah transek dengan luas transek 100x100 m. Penangkapan famili libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas menggunakan jaring net, pengidentifikasian dengan melakukan pengamatan ciri-ciri morfologi capung famili Libellulidae. Terdapat 5 spesies capung dari famili Libellulidae yang ditemukan, yaitu: Orthetrum sabina, Neurothemis fluctuans, Bracythemis contaminata, Rhodothemis rufa, dan Onycothemis culminicola. Komposisi jenis yang paling tinggi yaitu Orthetrum sabina sebesar 46,34%, sedangkan yang paling rendah yaitu Onycothemis culminicola sebesar 6,09%. Indeks keseragaman termasuk kategori tinggi, komunitas stabil, indeks dominansi (C) termasuk kategori rendah dan indeks keanekaragaman termasuk kategori rendah dengan nilai sebesar 1,61

    KEANEKARAGAMAN MIKROALGA DI BENDUNGAN BARATA DESA E.WONOKWERTO KABUPATEN MUSI RAWAS

    Get PDF
    This study aims to determine the diversity of microalgae in the Barata Dam area, E. Wonokerto Village, Musi Rawas Regency. This research is included in quantitative descriptive research, this study uses a survey method by taking samples of microalgae in the Barata Dam Area, E. Wonokerto Village, Musi Rawas Regency, then the sample is examined at the Biology Laboratory of STKIP-PGRI Lubuklinggau. Types of microalgae found in the Barata Dam, E. Wonokerto Village, Musi Rawas Regency, 3 Divisions, 5 Classes, 14 Orders, 15 families, 15 genera and 15 species. The data that has been obtained from the research is then analyzed using the formula (Shannon-winer). The results of the diversity index of microalgae species at station I are 2,479, at station II the diversity index is 2,550 and at station III the diversity index is 2,836, the average diversity index from the three stations is 2,622 the index is classified as moderate. The types of microalgae from the Bacillariophytaceae class consist of 6 species including: Synedra ulna, Cylotella sp., Asterionella sp., Surirella sp., Tablelaria sp., and Rhizosolenia sp., Chlorophyceae class consists of 6 species including: Pleurotaenium sp. , Spirogyra sp., Closteridium sp., Selenastrum sp., Pediastrum duplex, and Microspora sp., Trebouxiophyceae class consists of 1 species namely: Chlorella sp., Ulvophyceae class consists of 1 species namely: Ulothrix sp., and Chyanophyta class consists of of only 1 species, namely: Oscillatoria sp., Abiotic factors found in the Barata Dam Area, E. Wonokerto Village, Musi Rawas Regency, namely: temperature (water) with an average (27.6 C), pH (water) with an average (7.7 ) and brightness (water ) with an average (76.1 Cm)

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA BIOLOGI STKIP PGRI LUBUKLINGGAU

    No full text
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh  Model Problem Based Instruction (PBI) terhadap Kemampuan Kreatif Mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian ini ekperimen yang diawali dengan pemberian soal pretes dan penerapan model pembelajaran pada kedua kelas penelitian yang diakhiri dengan kegiatan postest. Pengolahan data pretes dan postes dengan menghitung jumlah skor dan dikonversikan kedalam bentuk nilai kemudian menginterpretasi nilai tersebut berdasarkan predikat. Dengan membandingkan hasil analisis data setiap kelas diketahui adanya perbedaan pada setiap kelas, sehingga diperoleh kesimpulanada pengaruh  yang signifikan model problem based instruction (PBI) terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuk linggau.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh  Model Problem Based Instruction (PBI) terhadap Kemampuan Kreatif Mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian ini ekperimen yang diawali dengan pemberian soal pretes dan penerapan model pembelajaran pada kedua kelas penelitian yang diakhiri dengan kegiatan postest. Pengolahan data pretes dan postes dengan menghitung jumlah skor dan dikonversikan kedalam bentuk nilai kemudian menginterpretasi nilai tersebut berdasarkan predikat. Dengan membandingkan hasil analisis data setiap kelas diketahui adanya perbedaan pada setiap kelas, sehingga diperoleh kesimpulanada pengaruh  yang signifikan model problem based instruction (PBI) terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuk linggau

    PENGOLAHAN LIMBAH KULIT BUAH KOPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA SUMBER BENING

    Get PDF
    Produksi pertanian di Kecamatan Selupu Rejang secara kuantitas cukup besar sehingga menjadi daerah sentra sumber pengiriman produk pertanian hingga diberbagai wilayah di Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi membuat kelompok petani menggunakan berbagai cara guna meningkatkan produksi pertanian, diantaranya dengan menggunakan pupuk kimia dalam jumlah besar guna mempercepat proses penanaman dan produksi, tetapi kualitas hasil pertanian yang didapatkan semakin menurun disebabkan penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlangsung terus menerus. Kecamatan Selupu Rejang juga dikenal sebagai penghasil kopi, sehingga banyak heller pengolahan buah kopi menghasilkan limbah kulit buah kopi yang melimpah setiap harinya. Limbah kulit buah kopi yang melimpah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah tersebut. Program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kurangnya pupuk yang sangat dibutuhkan Kelompok pertanian dengan cara mengolah limbah kulit buah kopi menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi pertaniaan di Kecamatan Selupu Rejang lebong. Pertanian organik dapat mengatasi penurunan kualitas lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian. PKMS ini berhasil meningkatkan keterampilan petani sehingga petani dalam penyediaan pupuk organik di bidang pertanian sehingga terjadi peningkatan dalam perekonomian. Pengolahan pupuk organik menggunakan metode anaerob yang diawali dengan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi hasil produk secara berkelanjutan kepada kelompok tani di Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang. Data yang didapatkan telah terjadi peningkatan mencapai 93 % untuk keterampilan dan 96% untuk pengetahuan mitra kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik limbah kulit buah kopi
    corecore