1,721,127 research outputs found

    PERAN AUDIT OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA SIAP PAKAI PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Full text link
    2017Peran Audit Operasional dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan \ud Dana Siap Pakai pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah \ud Kabupaten Buton Utara \ud \ud Audit Role in Improving Operational Effectiveness of Ready for Use Fund \ud Management of Regional Disaster Management Agency North Buton \ud \ud \ud Arif Setiawan Kasri \ud Muhammad Ishak Amsari \ud Muallimin \ud \ud Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit operasional dalam \ud meningkatkan efektivitas pengelolaan dana siap pakai pada Badan \ud Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi \ud Tenggara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang \ud diberikan kepada auditor bidang instansi pemerintah pusat Badan Pengawasan \ud Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara dan staf Badan \ud Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara. Kuesioner yang \ud disebar sebanyak 60, namun yang dapat digunakan untuk pengolahan data \ud sebanyak 60. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linear dan \ud menggunakan SPSS Ver.22. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peran \ud audit operasional dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dana siap pakai \ud pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara dapat \ud diterima. \ud \ud Kata kunci: Audit operasional, efektivitas, dana siap pakai, pengendalian \ud internal

    PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBNU KHALDUN TENTANG KONSEP PERDAGANGAN DAN PASAR TERHADAP EKONOMI KONTEMPORER PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH

    Full text link
    ABSTRAK Arif Setiawan (2024) : Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Tentang Konsep Perdagangan dan Pasar Pada Ekonomi Kontemporer Prespektif Maqasid Syariah Penelitian ini dilatar belakangi dengan fenomena ekonomi kontemporer yakni aktivitas perdagangan dan pasar yang terindikasi cenderung eksploitatif, tidak menciptakan pemerataan dan keadilan. Hadirnya ekonomi Islam melalui tokohnya Ibnu Khaldun diharapkan dapat memberikan solusi alternatif terhadap fenomena tersebut, di mana aktivitas perdagangan dan pasar harus diorientasikan pada terpeliharanya lima unsur dasar dalam maqasid asy-syari’ah, yaitu dengan terjaga dan terpeliharanya agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, selain itu juga dengan melihat relevansi teori atau pemikiran yang Ibnu Khaldun cetuskan pada enam abad yang lalu terhadap perekonomian kontemporer (saat ini). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara terperinci konsep pemikiran Ibnu Khaldun khusunya tentang perdagangan dan pasar serta relevansi terhadap ekonomi kontemporer berdasarkan perspektif maqashid syari’ah. Adapun jenis penelitian ini yaitu studi pustaka bersifat kualitatif dan datanya diperoleh menggunakan kitab Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, maupun data yang berkaitan seperti data BPS, literatur ekonomi, tafsir, dan hasil karya dari ilmuwan maupun peneliti sebelumnya. Teknik pengumpulan data penelitian yaitu dengan teknik dokumentasi atau teknik kepustakaan, dalam proses pengumpulan datanya lebih menekankan pada makna dan teoritis ataupun literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data dengan reduksi, penyajian data dan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, lima unsur maqashid syari’ah dan pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun tentang perdagangan dan pasar memiliki relevansi dan saling berkesinambungan. Kedua, Pemikiran dan teori ekonomi Ibnu Khaldun memiliki relevansi dengan ekonomi kontemporer saat ini, baik dalam economic complexity index (indeks kompleksitas ekonomi) dan peningkatan sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Kata Kunci: Pemikiran Ibnu Khaldun, Perdagangan, Pasar, Maqasid Syari’ah

    OPTIMALISASI PERAWATAN MAIN ENGINE FRESH WATER COOLING DENGAN METODE HAZOP DI MV. DK01

    Full text link
    ABSTRAKSI Danny Arif Setiawan, 2017, NIT: 49124654.T, “optimalisasi perawatan main engine fresh water cooling di MV. DK01 dengan metode hazop”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: F. Pambudi Widiatmaka, St, Mt Pembimbing II: Capt. Samsul Huda, MM, M.Mar. Dalam dunia maritim saat ini, persaingan didalam penggunaan jasa transportasi angkutan laut sangatlah ketat sehingga perusahaan pelayaran sangat mengutamakan pelayaran yang baik dan memuaskan. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menjaga keamanan, ketepatan dan penghematan dalam pelayaran. Pada umumnya kapal-kapal sekarang menggunakan mesin diesel, baik untuk penggerak utamanya ataupun sebagai mesin bantu, dikarenakan mesin diesel sangat efisien. Guna memenuhi kebutuhan armada pelayaran, maka kapal harus dalam kondisi baik. Sebagai bahan pendingin pada mesin diesel dapat digunakan seperti udara, air dan minyak. Ketiga bahan pendingin ini air merupakan bahan pendingin yang sangat baik untuk menyerap panas. Dalam melakukan proses pendinginan, temperatur air pendingin yang ideal yaitu 700C-800C dan sebagai media pendingin adalah air tawar dan air laut. Air laut biasa digunakan dalam sistem pendingin tetapi dapat mengakibatkan timbulnya korosi pada permukaan yang dikenai air pendingin dan juga akan terjadi pembentukan kerak keras pada bagian permukaan yang didinginkan sehingga mengganggu perpindahan panas dan membuat saluran pendingin yang sempit dan menjadi tersumbat. Terganggunya perpindahan panas yang disebabkan oleh air laut, digunakanlah sistem pendinginan dengan air tawar, air tawar memiliki keuntungan yaitu semua permukaan logam yang dikenai air pendingin terhindar dari karat (korosi) material tersebut mempunyai daya tahan lebih lama dan korosi yang ditimbulkan jauh lebih baik dan juga tidak mengakibatkan pengendapan kerak pada suatu permukaan logam. Sistem pendingin yang ada di kapal tempat penulis melaksanakan praktek laut menggunakan air tawar dan air laut sebagai bahan pendingin mesin induk. Air laut digunakan sebagai pendingin untuk menyerap panas yang ada pada fresh water cooler. Mengingat pentingnya sistem pendingin air tawar dalam pengoperasian mesin induk di kapal perlu diperhatikan untuk menjaga temperatur air pendingin agar tetap normal. Kata kunci: Optimalisasi, Main Engine Fresh Water Cooling, Hazop, MV. DK0

    TINDAK PIDANA TERHADAP USAHA PERIKANAN DI BIDANG PENANGKAPAN IKAN YANG TIDAK MEMILIKI SURAT IZIN USAHA PERIKANAN (SUATU PENELITIAN DI SATUAN KEPOLISIAN AIR POLRES ACEH TIMUR)

    Full text link
    Abstrak Arif Setiawan, (2018)Tindak Pidana Terhadap Usaha Perikanan Di Bidang Penangkapan Ikan Yang Tidak Memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) (Suatu Penelitian Di Satpol Air Polres Aceh Timur)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v, 54) pp.,bibl.,tabl. Ida Keumala Jeumpa, S.H, M.HPasal 92 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, mengatur setiap orang yang melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan, yang tidak memiliki surat izin usaha perikanan (SIUP) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah). Namun dalam kenyataannya SATPOLAIR Polres Aceh Timur masih menemukan pelaku usaha yang melakukan tindak pidana terhadap usaha perikanan di bidang penangkapan ikan dengan tidak memiliki SIUP. Penulisan skripsi ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab usaha perikanan melakukan penangkapan ikan dengan tidak memiliki SIUP, pelaksanaan tugas satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terhadap kegiatan penangkapan ikan yang melanggar ketentuan yang berlaku dan upaya penanggulangan tindak pidana penangkapan ikan dengan tidak memiliki SIUP.Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku dan Undang-Undang. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer, dengan cara mewawancarai responden dan informan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana usaha perikanan yang melakukan penangkapan ikan dengan tidak memiliki SIUP yaitu: kurangnya kesadaran dan kepatuhan hukum bagi para pelaku usaha perikanan, faktor pelayanan yang masih kurang baik secara fungsi administrasi, sumber daya manusia dan fasilitas. Adapun tugas pelaksanaan Satker PSDKP Idi yaitu memeriksa kelengkapan dan keabsahan SIUP, SIPI dan/atau SIKPI, memeriksa keabsahan izin penelitian perikanan dan memeriksa kesesuaian daerah penangkapan ikan dengan SIPI. Upaya yang dilakukan SATPOLAIR Polres Aceh Timur, Pos PSDKP Idi dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur untuk menanggulangi secara pre-emtif, preventif dan represif dengan aktif mengadakan sosialisasi atau penyuluhan aturan perikanan, dan patroli rutin.Diharapkan kepada SATPOLAIR Polres Aceh Timur lebih aktif dan maksimal dalam melakukan upaya penanggulangan secara pre-emtif, preventif dan represif. dan diharapkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur agar mengupayakan Pendidikan dalam bentuk sosialisasi untuk masyarakat, supaya masyarakat menyadari dan memahami pentingnya keabsahan dan status hukum dalam menjalani usaha perikanan

    MOTIF SOSIAL TIM ADVOKASI ARUS BAWAH (TAABAH) PADA MASYARAKAT MARJINAL LEDOK TIMOHO YOGYAKARTA

    Full text link
    Hanan Arif Setiawan (13540058), Motif Sosial Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) pada Masyarakat Ledok Timoho Yogyakarta. Skripsi Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tim Advokasi Arus Bawah atau sering disingkat TAABAH merupakan LSM (Lembaga Sosial Kemasyarakatan) yang bergerak pada bidang pengentasan kemiskinan di daerah Yogyakarta. Organisasi TAABAH ini merupakan organisasi yang terbentuk dari kumpulan kumpulan masyarakat di Yogyakarta yang bekerja pada sektor informal jalanan, seperti pedagang asongan, tukang parkir, pengamen, dan pemulung. Awalnya hanya beberapa orang yang mempunyai keluh kesah yang sama sehingga merka bersama - sama mencari solusi permasalahan mereka. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui motif sosial Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat Ledok Timoho. Selain itu juga mengetahui niai-nilai agama yang memengaruhi pendampingan da pemberdayaan masyarakat Ledok Timoh oleh Tim Advkasi Arus Bawah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data terdiri rapport, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalisasi atas tujuan (Zweckrational) dapat terlihat pada cita-cita pendiri TAABAH yang ingin mengurangi kemiskinan masyarakat marginal Kota Yogyakarta. Rasionalitas nilai (Wertrational) yakni penanaman nilai-nilai yang ada pada masyarakat ideal ke dalam masyarakat Ledok Timoho. Tindakan affektual yang tergambar pada pendiri TAABAH yang mempunyai latar belakang yang sama dengan masyarakat Ledok Timoho yang ingin memiliki kehidupan yang layak dan terbebas dari kemiskinan. Untuk mengetahui nilai-nilai agama dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat Ledok Timoho Yogyakarta oleh TAABAH penulis menggunakan teori dialektika sosial yang membagi tidakan menjadi 3 yaitu eksternalisasi dimana angota TAABAH mengenali lingkungannya. Ke dua objektivasi yaitu anggota-anggota TAABAH mengrganisasikan diri sebagai pengurus TAABAH yang akan melakukann ppendampingan dan pemberdayaan masyarakat Ledok Timoho. Ke tiga internalisasi dimana TAABAH merealisasikan ide-idenya secara tidak langsung memasukkan nilai-nilai agama kedalam kebiasaan-kebiasaan masyarakat Ledok Timoho supaya terciptanya keteraturan ditengah masyarakat Ledok Timoho

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore