41 research outputs found

    PENGUKURAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN KINERJA PADA PROSES HOT COIL SPRING Di PT. INDOSPRING, Tbk

    No full text
    PT. Indospring, Tbk sebagai industri penghasil pegas kendaraan bermotor dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dibuat agar tetap dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Hal ini sejalan dengan jumlah demand yang menunjukkan tren kenaikan. Akan tetapi adanya kinerja salah satu peralatan produksi yang tidak berjalan secara optimal menyebabkan hasil output produksinya rendah. Dari permasalahan ini maka bagaimana pengukuran OEE sebagai dasar usulan rancangan perbaikan untuk meningkatkan kinerja peralatan produksi tersebut sehingga mencapai standar Nilai Kelas Dunia. Dalam melakukan peningkatan kinerja tersebut, maka digunakan aplikasi metode OEE, TPM, Diagram Fishbone, Diagram Pareto dalam penyelesaian masalah yang terjadi. Hasil perhitungan OEE menunjukkan bahwa peralatan yang berada di Proses Coating mempunyai nilai OEE terendah dibandingkan Proses SSP dan Proses Grinding yaitu sebesar 80.73%. Hal ini disebabkan karena 2 faktor yaitu Faktor Performance (85.60%) dan Faktor Quality (96.73%). Hasil dari analisis bahwa Faktor Performance (Unplanned Down Time) yang terbesar akibat Spray Tersendat sebesar 790 menit (74.88%) dan Faktor Quality (Produk Cacat) yang terbesar akibat Ketebalan Cat NG sebesar 1516 pcs (69.51%). Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dibuatkanlah suatu rancangan usulan perbaikan berdasarkan prioritas masalah kritis yang terjadi untuk meningkatkan kinerja peralatan di proses tersebut

    KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)

    No full text
    Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable. Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable

    Cell and tissue culture: an overview

    No full text
    Introduction This book, Cell/Tissue Culture Research and Technology from Islamic Perspective, deals and discusses on issues pertaining to the applications of cell and tissue culture in the light of the advancements made in modern technology, particularly in biotechnology and nanotechnology. To dissect the many topics pertaining to this matter, the book is divided into 10 chapters. In Chapter 1, which is entitled, “Integration of Islamic Principles in Modern Science: Its Philosophy and Method”, Ibrahim A. Shogar, the writer, gives an in depth explanation of the approaches used by scholars, jurists and scientists of this modernized world in order to integrate Islamic principles in science and technology. He explains the many challenges that have, and will, be faced by Muslims in order to achieve Islamic integration in modern science, taking into account the opinions of old and new Muslim scholars. Through the philosophies and methods presented, the aim of showing the steady progression of Islamic integration in the promising field of science and technology is achieved. In Chapter 2, “Cell and Tissue Culture: An Overview”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-author, focuses upon the basic requirements and arrangements that are necessary for the purpose of setting up, or working, in a cell/tissue culture laboratory. Brief explanations of protocols, equipment handling and maintenance are also incorporated into this chapter with the aim of exposing readers on the various regulations and equipment needed in a culture laboratory. A concise elucidation on a collection of cell lines is provided as an introductory towards the types of cells/tissues that can be found cultured in a normal cell/tissue culture laboratory. Overall, readers should have a fundamental understanding of the setup and requirements of a cell/tissue culture laboratory. Rahmatul Wahida Ahmad, in Chapter 3, which is entitled “Risk Assessment and Regulatory Aspects of Cell Culture”, stresses that safety and health of the occupants of the cell/tissue culture laboratory is to be the focal point of any cell/tissue culture research as the risks one is exposed to are aplenty. The level of risks, and the regulations that are established in most cell/tissue culture laboratory in order to counter and reduce the amount of exposure towards those risks, are highlighted in this chapter, with the hopes of putting cautions in readers who are involved with cell/tissue culture research. As Islam prioritizes safety and wellbeing of mankind, this chapter is of great significance before going further with other aspects of integrated science and Islamic principles. In Chapter 4, “Basic Techniques and Research in Cell Culture: Integration of Islamic Approach”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad provides an explanation on how Islamic laws and regulations (shariah) could be applied in cell culture research with proper usage of alternative resources and materials. Discussions and suggestions in utilizing alternative approaches for cell culture research are stressed upon, with the aim of exposing readers with the possibilities of making modern science and technology more acceptable for Muslims, as well as other, communities. As a result, a perceptive on how to approach and integrate Islam into cell culture research is accomplished. The focus of Chapter 5 is on the “Diagnostic and Therapeutic Application of Cell and Tissue Culture from Islamic Perspective”. The writer, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-writer, Nur Aizura Mat Alewi, writes at great length on the various dilemmas as well as ethical and social issues posed by the utilization of cell and tissue culture in the field of diagnostic and therapeutic research. The writers emphasize that with the advancement in cell/tissue culture application in an assortment of researches, many issues, of old and new, have also arisen. Thus, it is the duty of Muslim scholars and scientists to search for knowledge and ascertain proper regulations that are in accordance to Islamic shariah as this would assist in safeguarding the interest of the Muslim ummah and at the same time, promote its progression in modern science. In Chapter 6, “New Era of Regenerative Medicine: An Islamic Perspective”, Ahmad Sukari Halim and his co-authors highlight the headway made by scientists and researches of this century on regenerative medicine. Diverse methods and approaches applied in modern science are stated thoroughly, keeping in mind on how Islam perceives and accepts advancement in life, as long as they are within the bound of Islamic rules and regulations (shariah). In Chapter 7, Mohd. Arifin Kaderi explains the various aspects of genetic engineering and how cells are utilized in this advancing field of biotechnology, taking into deliberation the issues that may arise based on Islamic perspective. Hence, this chapter entitled, “Applications of Cultured Cells in Genetic Engineering: An Islamic Perspective”, discusses topics such as gene/genome applications in genetic engineering, vaccines and antibodies productions and so forth. Elaborating further on the matter which have a degree of association, Munirah Sha’ban and her co-author, in Chapter 8, under the title, “Tissue Engineering: An Islamic Perspective”, write on a variety of aspects that need to be understood by Muslims concerning the utilization of tissue engineering from medical and scientific perspectives, with religious (Islamic) perspective playing a focal role in the discussions. It is indicated in the chapter that although the issues surrounding tissue engineering are continuously being reviewed and debated, Muslims should move forward with researches concerning tissue engineering while keeping in adherence to the shariah. Meanwhile, Muhammad Lokman Md. Isa in Chapter 9, “Stem Cells Research: Value, Ethical and Religious Views”, draws attention to several other religions, including Islam, and their opinions and views on the subject of stem cell research. It is interesting to note that the religions which have strong traditions of legal and religious laws, namely Judaism and Islam, support most forms of stem cell research. Finally, in the last chapter (Chapter 10) which was written by Shaharum Shamsuddin, entitled, “Nanobiotechnology and Nanomedicine: The Impact, Implication and The Unknown”, the writer puts forward a lengthy elaboration on a topic that has piqued the attention of many researchers and scientists of this era, which is the topic of nanotechnology. With in-depth input on different applications of nanotechnology, readers are able to further immerse themselves in the many prospects of nanotechnology, both known and unknown, that could benefit mankind in the future

    القصيدة "المحمّديّة" للإمام البوصيري دراسة تحليلية بنيوية لرومان

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Qasidah “al-Muhammadiyyah” Karya Imam Al-Bushiri (Analisis Struktural Strata Norma Roman Ingarden)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terdapat dalam Qasidah Muhammadiyyah karya Imam al-Bushiri. Imam al-Bushiri ialah penyair berkebangsaan Maroko yang dibesarkan di Bushir, Mesir. Nama aslinya ialah Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid al-Bushiri. Berdasarkan hal tersebut penulis memandang bahwa teori Strata Norma yang dirumuskan oleh Roman Ingarden, seorang filusuf berkebangsaan Polandia, adalah teori yang tepat untuk menganalisis karakteristik syiir yang terdapat pada bait-bait “al-Qasidatu al-Muhammadiyyah” karya Imam al-Bushiri. Dalam bukunya Das Literarische Kunstwerk (1931) Roman Ingarden membagi beberapa lapis untuk mengkaji sebuah karya syiir atau qasidah menjadi lima norma, sebagaimana berikut : Lapis Bunyi (Sound Stratum), Lapis Arti (Units Meaning), Lapis Obyek, Lapis Dunia, dan Lapis Metafisis. Dengan demikian, untuk mencapai makna dari qasidah tersebut, penulis harus mengkaji atau menganalisis lapis demi lapis dari norma-norma tersebut. Secara garis besar yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa lapis bunyi yang terdapat dalam Qashidah “al-Muhammadiyyah” karya Imam al-Bushiri ini menggunakan Bahr Basith Tam, dalam termasuk kategori Qofiyah Muthlaqoh Mutarakibah dengan qafiyah Mim’ di setiap akhir baitnya. Lapis arti pada puisi ini adalah mencintai Rasulullah SAW, lalu mensyukuri atas diturunkannya beliau dengan keagungan akhlak, dan kemukjizatan beliau. Lapis objek antara lain : Latar tempat yang terkait dengan syiir ini yakni di Bushir, Arab, Rumah Nabi Muhammad SAW, dan Bumi, latar waktunya adalah masa lampau waktu penyair menciptakan syiir ini, pada masa hidup Nabi Muhammad SAW, masa sekarang, dan hari kiamat. Sedangkan pelaku atau tokohnya yang berkaitan dengan syiir ini ialah Imam al-Bushiri sendiri sebagai pengarang, Nabi Muhammad SAW, bangsa arab, dan seluruh umat manusia. Lapis dunia, gambaran suasana yang Lapis dunia yang termuat dalam syiir al-Qashidah al-Muhammadiyyah, sudut pandang dari puisi ini berisi tentang muatan ungkapan cinta yang begitu besar kepada Allah SWT dan rasulNya. Lapis metafisis dalam qashidah ini berisi tentang Kemuliaan

    AL QASIDAT AL MUHAMMADIYYAH LI AL IMAM AL BUSIRIY : DIRASAH TAHLILIYYAH BUNYUWIYYAH LI ROMAN INGARDEN

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Qasidah “al-Muhammadiyyah” Karya Imam Al- Bushiri (Analisis Struktural Strata Norma Roman Ingarden)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terdapat dalam Qasidah Muhammadiyyah karya Imam al-Bushiri. Imam al-Bushiri ialah penyair berkebangsaan Maroko yang dibesarkan di Bushir, Mesir. Nama aslinya ialah Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid al-Bushiri. Berdasarkan hal tersebut penulis memandang bahwa teori Strata Norma yang dirumuskan oleh Roman Ingarden, seorang filusuf berkebangsaan Polandia, adalah teori yang tepat untuk menganalisis karakteristik syiir yang terdapat pada bait-bait “al-Qasidatu al-Muhammadiyyah” karya Imam al-Bushiri. Dalam bukunya Das Literarische Kunstwerk (1931) Roman Ingarden membagi beberapa lapis untuk mengkaji sebuah karya syiir atau qasidah menjadi lima norma, sebagaimana berikut : Lapis Bunyi (Sound Stratum), Lapis Arti (Units Meaning), Lapis Obyek, Lapis Dunia, dan Lapis Metafisis. Dengan demikian, untuk mencapai makna dari qasidah tersebut, penulis harus mengkaji atau menganalisis lapis demi lapis dari norma-norma tersebut. Secara garis besar yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa lapis bunyi yang terdapat dalam Qashidah “al-Muhammadiyyah” karya Imam al- Bushiri ini menggunakan Bahr Basith Tam, dalam termasuk kategori Qofiyah Muthlaqoh Mutarakibah dengan qafiyah Mim’ di setiap akhir baitnya. Lapis arti pada puisi ini adalah mencintai Rasulullah SAW, lalu mensyukuri atas diturunkannya beliau dengan keagungan akhlak, dan kemukjizatan beliau. Lapis objek antara lain : Latar tempat yang terkait dengan syiir ini yakni di Bushir, Arab, Rumah Nabi Muhammad SAW, dan Bumi, latar waktunya adalah masa lampau waktu penyair menciptakan syiir ini, pada masa hidup Nabi Muhammad SAW, masa sekarang, dan hari kiamat. Sedangkan pelaku atau tokohnya yang berkaitan dengan syiir ini ialah Imam al-Bushiri sendiri sebagai pengarang, Nabi Muhammad SAW, bangsa arab, dan seluruh umat manusia. Lapis dunia, gambaran suasana yang Lapis dunia yang termuat dalam syiir al-Qashidah al- Muhammadiyyah, sudut pandang dari puisi ini berisi tentang muatan ungkapan cinta yang begitu besar kepada Allah SWT dan rasulNya. Lapis metafisis dalam qashidah ini berisi tentang Kemuliaan

    Pertanggungjawaban perusahaan ekspedisi terhadap kehilangan dan kerusakan barang menurut perspektif Fiqh Muamalah: Studi kasus PT JNE cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK Pertanggungan merupakan tanggungjawab pihak perusahaan terhadap konsumennya apabila terjadi wanprestasi (ingkar janji). Ganti rugi yang diberikan oleh JNE yaitu dengan harga maksimal 10 kali biaya kirim, kecuali dengan menggunakan asuransi maka akan diganti sepenuhnya. Dapat dikatakan ganti rugi yang diberikan oleh JNE hanya sebagian. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah bentuk tanggungjawab yang diberikan PT. JNE cabang Malang telah sesuai menurut konsep Dhoman dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, atau dengan kata lain penelitian lapangan yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataannya dilingkungan masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa pertanggungan yang diberikan JNE apabila tidak menggunakan asuransi yaitu maksimal 10 kali biaya kirim. Dapat dikatakan ganti rugi yang diberikan oleh JNE hanya sebagian. Jika ditinjau dari konsep dhoman dalam hukum Islam pemberian ganti rugi harusnya dilakukan secara penuh disesuaikan dengan jenis barang yang rusak atau hilang Apabila jenisnya tergolong al-misliyat, maka ganti ruginya dengan barang yang sama (al-misli). Jika barang yang rusak tergolong al-qimiyat, maka nilai ganti rugi disesuaikan dengan nilai jualnya di pasar (qimah). ABSTRACT Coverage is the responsibility of the company to its consumers in the event of a default (broken promise). The responsibility given by the company is in the form of compensation. The compensation provided by JNE is at a maximum price of 10 times the shipping cost, except by using insurance it will be fully replaced. It can be said that the compensation provided by JNE is only partially. The purpose of this study was to determine whether the form of responsibility given by PT. JNE Malang branch is in accordance with the Dhoman concept in Islamic law. This research uses a type of empirical juridical research, or in other words, field research that examines the applicable legal provisions and what happens in reality in the community. The research approach used by the author is a sociological juridical approach and uses data collection methods by observation, interviews and documentation. The results of the study found that the coverage provided by JNE if not using insurance was a maximum of 10 times the shipping cost. It can be said that the compensation provided by JNE is only partially. If viewed from the concept of dhoman in Islamic law, compensation should be made in full according to the type of damaged or lost goods. If the type is classified as al-misliyat, then the compensation is with the same item (al-misli). If the damaged goods are classified as al-qimiyat, the compensation value is adjusted to the selling value in the market (qimah). مستخلص البحث تغطية هو مسؤولية الشركة تجاه عملائها في حالة التقصير (الإخلال بالوعد). المسؤولية الممنوحة من قبل الشركة في شكل تعويض. التعويض مقدم من شركة شحن فرع مالانج أي ، بحد أقصى ١٠ أضعاف تكلفة الشحن ، باستثناء استخدام التأمين ، سيتم استبداله بالكامل. يمكن القول أن التعويض المقدم من قبل شركة شحن فرع مالانج جزئياً فقط. الغرض من هذه الدراسة هو تحديد ما إذا كان شكل المسؤولية المعطاة أم شركة شحن فرع مالانج وفقا لمفهوم دومان في الشريعة الإسلامية. يستخدم هذا البحث نوعًا من البحث القانوني التجريبي ، أو بعبارة أخرى ، البحث الميداني الذي يدرس الأحكام القانونية المعمول بها وما يحدث في الواقع في المجتمع. نهج البحث الذي يستخدمه المؤلف هو نهج اجتماعي قانوني ويستخدم طرق جمع البيانات عن طريق الملاحظة والمقابلات والتوثيق. ووجدت نتائج الدراسة أن التغطية التي تقدمها JNE في حالة عدم استخدام التأمين كانت بحد أقصى ١٠ أضعاف تكلفة الشحن. يمكن القول أن التعويض الذي قدمته JNE جزئي فقط. إذا نظرنا إلى مفهوم الدومان في الشريعة الإسلامية ، فيجب أن يتم التعويض بالكامل حسب نوع البضاعة التالفة أو المفقودة ، وإذا كان النوع مصنفًا على أنه المسليات ، فيكون التعويض على نفس البند (المسلي). إذا كانت البضائع التالفة مصنفة على أنها قيميات ، يتم تعديل قيمة التعويض حسب قيمة البيع في السوق (قمه)

    HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN KENAKALAN REMAJA DI DESA SUKODADI RT.04 RW.04 KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    Abstrak Era globalisasi seperti sekarang ini, sosialisasi antar manusia semakin mudah, apalagi ditambah dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Di zaman yang serba canggih ini, semua umat manusia di bumi ini dapat terhubung dengan banyak orang walaupun dari jarak yang sangat jauh sekalipun. Dengan begitu remaja sekarang harus benar-benar memilih teman bergaul dan lingkungan untuk bergaul. Dari situlah muncul dampak positif dan negatif dari pergaulan tersebut yang dapat mempengaruhi perubahan dan moral remaja bangsa ini. Globalisasi dapat berpengaruh terhadap manusia, terutama pada anak remaja. Pengaruh yang terjadi adalah pengaruh kenakalan remaja seperti minum-minuman keras alkohol, pergaulan bebas, suka merokok, dan lain-lain. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasi yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal angka yang diolah dengan metode statistik serta di dukung dengan pengumpulan data melalui metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik-teknik tersebut digunakan untuk menggali data penelitian tentang hubungan pola asuh permisif dan kenakalan remaja.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disusun pada bab IV, maka simpulan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah terdapat korelasi yang posistif antara pola asuh permisif dengan kenakalan remaja di Desa Sukodadi RT. 04 RW. 04 Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ditunjukkan dengan nilai r hitung 0,519 lebih besar dari r tabel 0,361. Kesimpulan 1 Ada hubungan antara Pola Asuh Permisif Dengan Kenakan Remaja. Hal ini berdasarkandengan r hitung yang lebih besar dari r tabel 0,519 lebih besar 0,361. 2 Dari 3 jenis kenakalan, remaja di Desa Sukodadi RT.04 RW.4 Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ini dapat di persentase dibawah ini a Kenakalan biasa 13 persen b Kenakalan menjerumus kepada pelanggaran dan kejahatan 30 persen c Kenakalan khusus tidak ada yang melakukan kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkoba dan seks diluar nikah. Kata KunciPola Asuh Permisif, Pola Asuh Orang tua dan Komunikasi dalam Keluarga, Kenakalan Remaja. Abstract The globalization era today, bring human more easy to socialization, and also supported by the advance of thegnology. In this modern era, all human in the world can connect with others, although long distance. As a adolescent they must be smart too chose a friend and the environment. Fromthese, and good effect will rise and it will be influence their attitude. The globalization era can influence human being, especially for adolercent, the bad effect from globalization era are adolescent wanton, using dring, free sex, smoking and other. The writer using the correlation kuantitative method to analyze the numeric data, and the writer calculate with statistic method, also supported by the data collection with questionare, observation and documentation, this method used by the writer to find out the data about the correlation between permissive education with juvenile delinquency.Based on the research and discussed on the chapter IV, the researcher can conclude that there is positive correlation between permissive educate with juvenile delinquency at Sukodadi RT.04 RW.04 Sukodadi district Lamongan. It is show with the r value 0,519 higher than r table it is 0,361. The colclusion 1 there is correlation between permissive education with juvenile. It is based on r value higher than r table0,519 higher than 0,361. 2 From three types of juvenile delinquency in the village Sukodadi RT.04 RW.04 districts Lamongan district can be in persentation below a delinquency usual 13 persent b the juvenile turn to the infraction and crime are 30 persent c nothing special mischief such as drug abuse and sex outside marriage.   Keywords Permissive education, Communication and Parents Education In Family, Juvenile Delinquency

    Peran lembaga kesejahteraan sosial anak Rabbani menurut pasal 5 Peraturan Menteri Sosial Nomor 184 tahun 2011 perspektif Maslahah Mursalah Al Ghazali

    No full text
    INDONESIA: Peraturan Menteri Sosial nomor 184 tahun 2011 pasal 5 menyebutkan bahwa peran Lembaga kesejahteraan sosial memiliki program yaitu mencegah terjadinya masalah sosial, memberikan pelayanan sosial kepada penyandang sosial dan menyelenggarakan konsultasi kesejahteraan keluarga, program ini merupakan sebuah kontribusi Lembaga kesejahteraan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia qPenelitian ini membahas peran Lembaga kesejahteraan sosial anak Rabbani dalam konsultasi kesejahteraan keluarga perspektif maslahah mursalah al Ghazali, penelitian ini juga mengfokuskan pada faktor hambatan atau problematika dari peran Lembaga kesejahteraan sosial anak Rabbani dalam penyelenggaraan konsultasi kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, pada pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, metode pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara, dokumentasi, beberapa buku ilmiah, skripsi dan jurnal Hasil penelitian ini menunjukan pada Peran Lembaga kesejahteraan sosial anak Rabbani dalam penyelengaraan konsultasi kesejahteraan keluarga dalam masyarakat binaan masih terkategorikan belum optimal, hal itu disebabkan karena pada aspek penyelenggara kurang terstruktur dan tidak menyeluruh, sedangkan pada evaluasi penyelenggara masih bersifat formalitas administratif sebab kesalahan serupa masih sering terjadi pada tahun berikutnya, sedangkan pada tinjauan maslahah mursalah, satu variabel belum mengakomodir secara total. Peran Lembaga kesejahteraan sosial anak Rabbani dalam pelaksanaan konsultasi ke keluarga ditinjau dalam perspektif maslahah mursalah Al Ghazali belum mengakomodir variabel kemaslahatan umum secara total hal tersebut ditunjukan dengan pembatasan binaan konsultasi kesejahteraan keluarga ENGLISH: Minister of Sosial Affairs Number 184 of 2011 article 5 exhibits the role of sosial welfare institution has a program, it is to prevent the sosial problem, to give sosial service for sosial person, and to hold a consultation for family welfare. These programs are contributions from sosial welfare institution against the society welfare in Indonesia. This research is discussing the role of child welfare institution Rabbani in family welfare consultation on the maslahah mursalah perspective Al-Ghazali. This research is also focusing on the obstacles factor or the problems from the role of child welfare institution Rabbani in holding the family welfare consultation. This is a juridical empirical research, while it is using juridical sociological approach. The data are being collected by several methods such as interviews, documentations, scientific books, thesis, and journals. The result of this research exhibits that the role of the child welfare institution Rabbani in holding the family welfare consultation for the built society has not optimal yet because in the aspect of the organizer it is less structured and not comprehensive, while the evaluation of the organizer is still an administrative formality because similar mistakes still often occur in the following year. Furthermore the review of maslahah mursalah, one variable has not been fully accommodated. The role of Rabbani's child sosial welfare institution in carrying out consultations with families is reviewed from the perspective of Maslahah mursalah Al Ghazali has not accommodated the general benefit variable in total, this is indicated by the limitation of fostered family welfare consultations. ARABIC ينص نظام وزير الشؤون الاجتماعية رقم 184 لسنة 2011 في المادة 5 على أن دور مؤسسة الرعاية الاجتماعية له برنامج للوقاية من المشاكل الاجتماعية وتقديم الخدمة الاجتماعية للأشخاص الاجتماعيين وأداء استشارة رعاية الأسرة ، وهذا البرنامج هو مساهمة من مؤسسة الرعاية الاجتماعية في رفاهية المجتمع الإندونيسي. يبحث هذا البخث عن دور مؤسسة رباني الرعاية الاجتماعية للطفولة في استشارة رعاية الأسرة من منظور المصلحة المرسلة عند الغزالي ، أيضًا يركز هذا البحث على العقبات أو العوامل الإشكالية لدور مؤسسة رباني الرعاية الاجتماعية للطفولة في أداء استشارة رعاية الأسرة. يستخدم هذا البحث البحث القانوني التجريبي ، في هذا البحث يستخدم مدخلًا قانونيًا اجتماعيًا ، وطرق جمع البيانات باستخدام المقابلة والتوثيق والعديد من الكتب العلمية والأبحاث الجامعية والدوريات. تشير نتائج هذا البحث إلى أن دور مؤسسة رباني الرعاية الاجتماعية للطفولة في استشارة رعاية الأسرة في المجتمع المعزز لا يزال مصنفًا على أنه غير مثالي ، وذلك لأن جوانب المنظمين أقل تنظيماً وغير شاملة ، وأما تقييم المنظم لا يزال إجراءً شكلياً إدارياً لأن أخطاء مماثلة لا تزال تحدث في العام التالي ، وأما عند منظور المصلحة المرسلة ، متغير واحد لم يتم استيعابه بالكامل يتم مراجعة دور مؤسسة الرعاية الاجتماعية للأطفال التابعة لرباني في إجراء الاستشارات مع العائلات من منظور مصلحة مرسلة الغزالي التي لم تستوعب متغير المنفعة العامة بشكل إجمالي ، وهذا ما يدل عليه محدودية استشارات رعاية الأسرة

    SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI TUNAGRAHITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY SUGENO

    No full text
    An expert system for Identification of mentally impaired using fuzzy Sugeno method mental retardation is a state of mental retardation, this condition is also known as mental retardation. Mentally retarded children are children where mental development does not take place normally, so as a result there is an inability in intellectual field, will, taste, social adjustment and so on. Identification of mental retardation is usually carried out by an expert or expert in the field of child growth and development, but actually parents can also carry out early identification of possibility mental retardation in children by observing children's behavior in everyday life, especially from how to communicate, interact socially with their peers, and the ability to imagine children. For this reason, in this study an expert system was created which can later be used as a solution to assist parents in early identification of possibility of mental retardation in children. In designing the expert system it will go through several stages, started initial stage is analyzing needs, namely by finding and collecting symptom data information and its classification obtained from an expert or an expert. The next stage is to process data information that has been obtained by building and designing a system with the proposed method using fuzzy Sugeno method. With the development of this expert system and packaged with a good display, it can greatly assist parents in predicting and recognizing whether child is mentally retarded or not. Keywords: expert system, identification, retardation, fuzzy sugeno.   ABSTRAK Sistem pakar identifikasi gangguan jiwa dengan metode fuzzy Sugeno Retardasi mental adalah suatu keadaan keterbelakangan mental, kondisi ini disebut juga dengan keterbelakangan mental. Anak tunagrahita adalah anak yang perkembangan mentalnya tidak berlangsung secara normal, sehingga mengakibatkan ketidakmampuan dalam bidang intelektual, kemauan, rasa, penyesuaian sosial dan sebagainya. Identifikasi keterbelakangan mental biasanya dilakukan oleh seorang ahli atau ahli di bidang tumbuh kembang anak, namun sebenarnya orang tua juga dapat melakukan identifikasi dini kemungkinan keterbelakangan mental pada anak dengan mengamati perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari terutama dari cara berkomunikasi. , berinteraksi sosial dengan teman sebayanya, dan kemampuan berimajinasi anak. Untuk itu pada penelitian ini dibuat sistem pakar yang nantinya dapat digunakan sebagai solusi untuk membantu orang tua dalam mengidentifikasi secara dini kemungkinan terjadinya retardasi mental pada anak. Dalam merancang sistem pakar akan melalui beberapa tahapan, dimulai tahap awal adalah menganalisis kebutuhan yaitu dengan mencari dan mengumpulkan informasi data gejala dan klasifikasinya yang diperoleh dari seorang pakar atau pakar. Tahap selanjutnya adalah mengolah informasi data yang telah diperoleh dengan membangun dan merancang sistem dengan metode usulan menggunakan metode fuzzy Sugeno. Dengan dikembangkannya sistem pakar ini dan dikemas dengan tampilan yang baik dapat sangat membantu orang tua dalam memprediksi dan mengenali apakah anak tunagrahita atau tidak.  Kata Kunci: sistem pakar, identifikasi, tunagrahita, fuzzy sugeno
    corecore