82 research outputs found

    Haji sasak : sebuah potret dialektika haji dan kebudayaan lokal

    No full text
    Sebagai salah satu ibadah inti dalam islam, haji menjadi ibadah yang mengaitkan islam dengan sejarah pemaknaan ajaran-ajaran tauhid pada tataran sosial sejak masa nabi adam a.s., nabi ibrahim a.s., hingga masa nabi muhammad saw. karena keterkaitan ini, haji mensinergikan eksistensi kehajian secara individu, dengan eksistensi sosial yang terkandung di dalam runutan ritual ibadah haji. Di indonesia, sinergisasi kedua hal tersebut melahirkan pemahaman dan praktek keberislaman yang khas di antara berbagai komunitas kebudayaan di indonesia. makna - makna dan simbol - simbol haji sebagai kontrol sosial dan kebudayaan orang-orang sasak yang menganut islam di lombok, menjadi bukti nyata dari kekhasan tersebut. begitu pula figur haji yang lahir dari konsistensi pelaksanaan makna - makna dan ajaran-ajaran haji, baik secara individu maupun sosial di masyarakat, telah menambah unik kekhasan tersebut. Melihat fakta tersebut, maka dapat dikatakan, makna-makna spritual dalam haji tidak selalu berkutat dengan pemaknaannya yang subjektif dan individual, melainkan pula terhubung secara nyata dengan dinamisasi pergerakan sosial dan kebudayaan. dengan kata lain, memahami haji berarti pula memahami kebudayaan itu sendiri.xiv, 228 hlm, 20,9 x 13,6 c

    Haji sasak : sebuah potret dialektika haji dan kebudayaan lokal

    No full text
    Sebagai salah satu ibadah inti dalam islam, haji menjadi ibadah yang mengaitkan islam dengan sejarah pemaknaan ajaran-ajaran tauhid pada tataran sosial sejak masa nabi adam a.s., nabi ibrahim a.s., hingga masa nabi muhammad saw. karena keterkaitan ini, haji mensinergikan eksistensi kehajian secara individu, dengan eksistensi sosial yang terkandung di dalam runutan ritual ibadah haji. Di indonesia, sinergisasi kedua hal tersebut melahirkan pemahaman dan praktek keberislaman yang khas di antara berbagai komunitas kebudayaan di indonesia. makna - makna dan simbol - simbol haji sebagai kontrol sosial dan kebudayaan orang-orang sasak yang menganut islam di lombok, menjadi bukti nyata dari kekhasan tersebut. begitu pula figur haji yang lahir dari konsistensi pelaksanaan makna - makna dan ajaran-ajaran haji, baik secara individu maupun sosial di masyarakat, telah menambah unik kekhasan tersebut. Melihat fakta tersebut, maka dapat dikatakan, makna-makna spritual dalam haji tidak selalu berkutat dengan pemaknaannya yang subjektif dan individual, melainkan pula terhubung secara nyata dengan dinamisasi pergerakan sosial dan kebudayaan. dengan kata lain, memahami haji berarti pula memahami kebudayaan itu sendiri.xiv, 228 hlm, 20,9 x 13,6 c

    Haji sasak : sebuah potret dialektika haji dan kebudayaan lokal

    No full text
    Sebagai salah satu ibadah inti dalam islam, haji menjadi ibadah yang mengaitkan islam dengan sejarah pemaknaan ajaran-ajaran tauhid pada tataran sosial sejak masa nabi adam a.s., nabi ibrahim a.s., hingga masa nabi muhammad saw. karena keterkaitan ini, haji mensinergikan eksistensi kehajian secara individu, dengan eksistensi sosial yang terkandung di dalam runutan ritual ibadah haji. Di indonesia, sinergisasi kedua hal tersebut melahirkan pemahaman dan praktek keberislaman yang khas di antara berbagai komunitas kebudayaan di indonesia. makna - makna dan simbol - simbol haji sebagai kontrol sosial dan kebudayaan orang-orang sasak yang menganut islam di lombok, menjadi bukti nyata dari kekhasan tersebut. begitu pula figur haji yang lahir dari konsistensi pelaksanaan makna - makna dan ajaran-ajaran haji, baik secara individu maupun sosial di masyarakat, telah menambah unik kekhasan tersebut. Melihat fakta tersebut, maka dapat dikatakan, makna-makna spritual dalam haji tidak selalu berkutat dengan pemaknaannya yang subjektif dan individual, melainkan pula terhubung secara nyata dengan dinamisasi pergerakan sosial dan kebudayaan. dengan kata lain, memahami haji berarti pula memahami kebudayaan itu sendiri.xiv, 228 hlm, 20,9 x 13,6 c

    Islam Sasak: Sebuah Manifestasi Fikih-Budaya

    Get PDF
    Dalam Islam, Fikih merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam al-Quran dan Hadits. Melalui Fikih, ajaran-ajaran Islam yang turun di Tanah Arab mampu meresap keberbagai bentuk kebudayaan yang pada dasarnya berbeda bentuk dengan kebudayaan orang-orang Arab itu sendiri. Ini bisa dilihat pada tradisi menggunakan hijab yang hanya ada di Arab, namun bermetamorfosa menjadi tradisi berjilbab di Indonesia. Di Indonesia, peran signifikan fikih dalam akulturasi ajaran-ajaran Islam dengan sebuah tradisi dalam kebudayaan lokal bisa dilihat pada perkembangan fikih diantara orang-orang Sasak di Lombok yang dikenal dengan ketaatannya dalam beragama dan juga kekuatan tradisi lokalnya. Diantara orang-orang Sasak, fikih dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Fikih menjadi dasar dari kebudayaan, dan sebaliknya, kebudayaan memberikan warna terhadap fikih itu sendiri

    Haji Sasak: sebuah potret dialektika haji dengan kebudayaan lokal

    No full text
    Buku ini, mengupas dalam mengenai perhajian dalam konteks sosial-budaya masyarakat Sasak. Dengan style pemaparan yang khas dan eksplisit, penulis mencoba mengetengahkan ?dunia perhajian Sasak? mulai dari latar belakang, sejarah, pola penyebaran, proses, tradisisasi, kritisasi, hingga fungsi dan makna haji dalam konteks kekinia

    Gerakan Tarekat dan Pertumbuhan Budaya Berfilosofi di Lombok

    No full text
    In Indonesia, Sufism has become a focal part of the development of Islam from 13th to 18th century. Once Islam was widely spread out of Indonesia in 13th century, the teaching of Sufism had metamorphosed into a religious movement known as tarekat (Sufi order). Through tarekat movement, Islam in Indonesia has grew not only as a religion but also as a fundamental part of cultural entities in the country. Among these cultures is the Culture of Philosophy in Lombok. This article attempts to scrutinize the development of Tarekat Movement and the Culture of Philosophy in Lombok. These two aspects are analyzed through an anthropological study. The study finds that Tarekat Movement has played significant role in the growth of the Culture of Philosophy in Lombok. Through the Culture of Philosophy, the Muslim people in Lombok learn and understand Islam as a set of logical facts that teaches its adherents about the Divine Reality and wisdoms of life. This culture has been transmitted from generation to generation through oral and written transmissions, in which the written way is found within classical manuscripts. Through these media, the doctrines of Sufism have been taught as a means of cherishing the relation amongst God, Man, and Nature

    Naskah-Naskah Fikih dan Praktek Keberislaman Masyarakat Adat di Lombok

    Get PDF
    Fikih manuscripts significantly influenced the Islamic societies typology are changing in Indonesia since the 17th century, i.e. Shirat al-Mustaqim and Tuhfah al-Mursalah. This study aims to analyze the influence of fikih manuscripts on indigenous people's religious patterns and also their religious practices in Lombok. By using the phenomenological approach to indigenous peoples in Central Lombok, this research found the text of fikih were brought to Lombok in the 17th century and the 18th century. This era built the practices of Islam by combining the tradition aspect and the Shafi'i's School paradigm. The manuscripts are using more Arabic-Malay (Jawi) script. They were spread out between Sasak people in Lombok between the 17th century and 18th century from the traders and Sasak people who travelled to several regions in Sulawesi and Sumatra. The manuscripts, such as Shirat al-Mustaqim and Tuhfah al-Mursalah give a strong character to the practices of fikih among indigenous peoples in Lombok. This can be seen on local implementation of wudu' and shalat. By the people in Lombok, this was known as Menjadi Sasak, Menjadi Islam

    MANUSCRIPTS, SHARIA AND RELIGIOUS FREEDOM VALUES GROWTH IN WEST NUSA TENGGARA

    Get PDF
    Purpose of the study: The purpose of this study is to discuss the role of manuscripts and shariah on religious freedom values growth in West Nusa Tenggara. Methodology: The methodology in this paper was the anthropology method. Main Findings: The main finding in this paper is the connection between Syariah values on manuscripts in Lombok with religious freedom tradition between religious communities in Sasaknese villages. Applications of this study: This pesantren is Pesantren Nurul Bayan in North Lombok and Pesantren Nurul Harmain in West Lombok. Novelty/Originality of this study: By doing research between manuscripts and Syariah values, this research shows that freedom and tolerance values on manuscripts succeeded in expanding peaceful religious communities in Lombok. Thus, this research recommends the high impact of manuscript tradition to construct a new method of tolerance studies

    ????????????? ??????? ?? ?????? ??????? ? ??????????? ?????? ??? ????? ???????

    No full text
    This research is about contrast analysis and error analysis. The aim of this study is to find out the effectiveness of contrasting analysis and error analysis in improving the understanding of the Arabic language students in Madrasa Aliyah Addiinul Qayyim. This madrasah was chosen as an object of research because of the differences in the methods of teaching Arabic with other madrasas in Eastern Lombok. The hypothesis of this research is that contrast analyses and error analyses are effective in improving the ability of Arabic students. This research uses this kind of experiment with pretest and posttest designs as well as quantitative approaches. The total sample is a class of twenty students with data collection techniques using tests before and after as well as the test-t formula. Both the design of the pretes and the postest are established on the basis of the teaching instruments applied by the teachers in the madrasah of addiinul qayyim. The results of this study show that t-count is 4,769 and t-table is 2,061, which means that contrast analysis and error analysis are effective in improving students\u27 skills in Arabic.   Abstrak Penelitian ini tentang analisis kontrastif dan analisis kesalahan, tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui efektivitas analisis kontrastif dan analisis kesalahan dalam meningkatkan pemahaman bahasa arab siswa pada kelas x madrasa aliyah addiinul qayyim. Madrasah ini dipilih menjadi obyek dari penelitian karena perbedaan metode pengajaran bahasa Arab dengan madrasah-madrasah lain di Lombok Timur. Hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa analisis kontrastif dan analisis kesalahan efektiv untuk meningkatkan kemampuan bahasa arab siswa. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan desain pretest dan postest serta pendekatan kuantitatif. Baik desain pretes, maupun postest, keduanya ditetapkan berdasarkan instrumen-instrumen pengajaran yang diterapkan oleh para guru di madrasah addiinul qayyim. Jumlah sampelnya adalah kelas x yang berjumlah dua puluh siswa dengn tehnik pengumpulan data menggunakan test sebelum dan sesudah serta menggunakan rumus uji-t . Hasil penelitian ini bahwa t-hitung 4,769 dan t-tabel 2,061 yang berarti bahwa analisis kontrastif dan analisis kesalahan efektiv dalam peningkatan kemampuan siswa di bidang bahasa Arab
    corecore