63 research outputs found
Pengajaran Guru Pendidikan Dasar di Era Millenial dalam Membentuk Moral Siswa
Elementary education is the first step to build student moral in introducing and basic teaching are needed a figure of teacher that ca be able to build whole student identity in this era state situation is getting more sophistiaced, aduance and do changes by creating something new that have a strong function in IPTEK development. At the bracelet III public elementary school institutions new sources there are still many students who are less active and focused in following the learning given by the teacher as well as the lack of learning innovation, hereby researcher interested to conduct research at education institution that have run at 1,2,3 August 2019 by open and close interview to teachers class I to VI it will be tested and result will be analysed in descriptively and qualitatively to answer the main case and qualitative data to know the score or percentage of the education proses that done by teacher class I to VI at SDN Gelang III Sumberbaru have they applied the best five indicator learing they are in personal approachement, meaning full learning, giving the feed back, sregthen the learning and also learning evaluation and taking the data by documenting of learning and also learning evaluation of elementary school teacher in era in building the student moral on 29-30 August at SDN Gelang III Sumberbaru Jember school year 2019-2020.the best five indicator learning is personal approachment meaningful learning
ANALISIS ASSESMEN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ASSESSMENT ANALYSIS AND LEARNING EVALUATION IPA IN BASIC SCHOOL
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencaritahu tentang
alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta ,konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja
namun merupakan proses penemuan.Pendidikan IPA di harapkan dapat menjadi
wahana peserta didik untuk mencari diri sendiri dengan alam sekitar dengan proses
pengembangan berfikir dan menganalisis suatu hal dan menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaranya dengan mengamati langsung topik
atau pokok bahasan yang di siapkan oleh pendidik Assessment atau penilaian
merupakan hal yang mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui
keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai untuk kerja individu peserta didik
atau kelompok. Menilai mengandung arti mengambil keputusan terhadap sesuatu
dengan berdasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik-buruk, sehat-sakit,
pandai-bodoh dan lain-lain. Dan Evaluasi adalah kegiatan yang meliputi pengukuran
dan penilaian jadi para pendidik harur benar-benar mengerti dan memahami dalam
proses assesment dan evaluasi karena disinilah penentuan akhir di mana peserta
didik sudah berhasil atau belum berhasil dalam mengikuti proses pembelajaran serta
disinilah pendidik akan dapat mengukur kemampuan siswa per individu di dalam
kelas
Pendidikan Life Skills dalam Penanaman Nilai-Nilai Agama Islam di Sekolah Dasar: educational life skills; Islamic religion values; primary school
Life skills Education forms the pattern of a person or individual's relationship in the involvement of potential self and life skills both in the school and community environment, regulating the values ​​of Islamic education since the early days is still very much needed applying in the context of school discussions about social development for children, children, children, children, children, children, children, children, children, children, children, children, the purpose of the discussion of this article is with a qualitative descriptive analysis with literature review is life skills education is very helpful for educators in instilling the values ​​of the Islamic religion that is the value of discipline, honesty, responsibility and independence because life skill education is how the students can cope with and explore the potential that they discuss with the habits given by their educators so that students will le it is easy to accept the appropriate patterns and refractions that are corrected by educators and will bring a positive attitude to students' character.
Keywords: educational life skills; Islamic religious values; primary schoolPendidikan life skills merupakan pola dari perilaku seseorag atau idividu dalam menggali potensi diri dan kecakapan hidup baik didalam lingkungan sekolah maupun masyarakat,penanaman nilai-nilai pendidikan islam sejak usia dasar masih sangat perlu di terapkan dalam lingkup sekolah karena usia dasar adalah bagaimana seorang individu masih dalam tahap pengembangan sosial emosional mereka untuk mengahadapi dan menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka alami peran pendidik sangat di perlukan untuk dapat mengenali potensi diri anak didik mereka,dapat kita lihat masih banyak anak pada usia dasar yang masih kurang dalam pemahaman dan perkembangan sikap pada diri peserta didik,tujuan dari penulisan artikel ini adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan kajian literatur adalah bahwa pendidikan life skills ini sangat membantu pendidik dalam menanamkan nilai-nilai agama islam yaitu nilai kedisplinan,nilai kejujuran,nilai tanggung jawab dan nilai kemandirian karena pendidikan life skills ini adalah bagaimana peserta didik bisa memahami dan menggali potensi yang mereka miliki dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan yang di berikan oleh pendidik mereka sehingga para peserta didik akan lebih mudah menerima pola-pola pengajaran dan pembiasaan yang di berikan oleh pendidik dan akan membawa dampak yang positif untuk sikap da karakter peserta didik.
Kata kunci :pendidikan life skills;nilai-nilai agama islam;sekolah dasa
Karateristik Kepemimpinan Dalam Pendidikan Islam Untuk Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0
Islamic education in Indonesia currently still needs to be added and improved in quality with good prospects in management in an institution as well as intellectual teaching resources as well as quality stakeholders as well as an attractive and comfortable learning environment to run well and optimally. The industrial revolution 4.0 is in a situation to create individual competitiveness both in the fields of science, technology and the ability to synergize in realizing a progressive Indonesia. Therefore, the characteristics of a good and ideal leader by applying four characters are open, loyal, integrity and professional, because this open character is how a leader must always be able to accept criticism and suggestions, loyal character is how the leader can always understand and understand colleagues in the project. In an institution, the character of integrity is a leader who always provides a good and interesting example with the spirit of completing tasks and this professional character is how the leader must be wise and sportsmanship in completing tasks and be able to embrace the stakeholders in the institution with four aspects of character, totality, imaginative and professional. By applying the four characteristics above, it will be able to give birth to a competent leadership figure who will give birth to highly competitive student stakeholders who can change from leadership characteristics in the past so that they can answer the VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguo) situation
AKTUALISASI DIRI UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA ANAK
The research method used is descriptive qualitative analysis by presenting research updates and analysis of various opinions in scientific articles that are already in journals. Qualitative research is often described as research that publishes social phenomena and behavior as they exist (in natural setting) and is also appropriate. with facts and implemented in depth, in this case the researcher looks for existing information through journals and also existing online media then it is understood and after that then gets data and information to be added and reviewed through small notes then becomes an existing analysis so that a study that is relevant and accurate. The population and sample used in this study were 30 students consisting of class IV to class VI in the Permata Integrated Elementary School, Probolinggo City and also those from various different backgrounds. The data collection instrument is using a questionnaire in the form of google form which is sent to each student with various types of relevant questions as well as field observations in the form of open interviews during a visit to the student's probolinggo. Keywords: Self-actualization, Bullying, Elementary Schoo
IMPLEMENTASI KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) DI SEKOLAH DASAR
AbstractMultiple intelligence is indeed something that is owned by every individual from the level of basic education, the type of intelligence that exists in each individual is indeed very determining their success and success in achieving a goal from which they aspire. what we can see at this time is that the process of learning activities at the elementary school level still shows that the principle of multiple intelligence itself is indeed integrated with one another teaching materials which will always have the capacity to interact with students and also educators, the development of participants students at the elementary school level always continue to develop rapidly which in this case includes spiritual intelligence, social intelligence, intellectual intelligence and individuality intelligence in students who have the principle that the learning process remains in the context of science based on Pancasila principles and religious teachings
PENGARUH PERSEPSI KUALITAS PRODUK DAN DESAIN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI KENDARAAN BERMOTOR HONDA BEAT
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian
menggunakan metode purposive, sedangkan untuk menentukan responden penelitian
menggunakan metode purposive. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan
metode proporsional random sampling sebanyak 76 orang. Metode pengumpulan
data yang digunakan terdiri dari metode: angket, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, garis regresi
linier berganda, analisis varian garis regresi, uji F, uji t, dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas produk dan desain
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli
kendaraan bermotor Honda Beat. Hasil pengolahan data dibuktikan dengan
menggunakan uji F menghasilkan Fhitung Fhitung = 138,944 > Ftabel = 3,122 dengan
tingkat taraf signifikan α = 0.05 > 0.000 dan koefisien determinasi (Rsquare) sebesar
79,2 %. sedangkan sisanya yaitu 20,8% dipengaruhi variabel bebas lain yang tidak
diteliti yaitu harga, selera konsumen, dan tingkat kebutuhan.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa persepsi kualitas
produk dan desain memberikan kontribusi yang positif terhadap keputusan konsumen
dalam membeli kendaraan bermotor Honda Beat. Hal ini dikarenakan persepsi
kualitas produk dan desain merupakan hal utama yang diperhatikan oleh konsumen
dalam membeli kendaraan bermotor Honda Beat. Konsumen akan cepat mengambil
keputusan dalam melakukan pembelian terhahadap kendaraan bermotor Honda Beat
jika konsumen memiliki persepsi terhadap kualitas produk dan desain yang baik
The Influence Model Blanded Learning of Social Sciences Subjects Respecting Indonesian Ethnic and Cultural Diversity To Increasing Activity And Learning Outcomes of Grade V Students in Elementary School 1 Purwoharjo Banyuwangi Distric Year 2015/2016
Education is an attempt to develop knowledge and form a golden generation of Indonesian character. To achieve this, we need educators who are reliable and able to create new innovations that education in Indonesia is growing and quality. By developing the approach here blanded Learning students not only see and learn about things around them, but they are required to master all the resources and extensive knowledge, one of them with controlled study with an integrated learning system to capitalize on IT as a learning medium. By applying lessons blanded learning in social studies subject of ethnic and cultural respect Indonesia has been an increase of 78,91% students learning activities that initially only 46.57% and improve learning outcomes as much as 78,6% which was initially only 68,35% V class at SDN 1 Purwoharjo Banyuwangi. Many of the benefits gained by teachers and students in the learning process in the classroom and to improve the productivity of teachers in developing information technology more accurate, especially in the field of education</jats:p
Pentingnya Kontekstualisasi dalam Melaksanakan Misi Penginjilan
Contextualization is a gospel approach to touch the diversity of the world. However, an excessive emphasis approach can lead to a distortion of the content of the substance of the truth of God's Word. Wrong contextualization often gives birth to wrong meanings regarding its implications in evangelism, so a correct understanding of contextualization needs to be straightened out. The method used by the author in conducting research is a descriptive qualitative research method, namely carried out through library research. By making literature study the target in writing, the author tries to provide an understanding so that the church can apply a contextualization approach. The research results will open evangelists' understanding to practice appropriate contextualization.  AbstrakKontekstualisasi merupakan pendekatan injil untuk menyentuh kemajemu-kan dunia. Namun pendekatan penekanan yang berlebihan bisa berujung pada penyelewengan isi pada substansi kebenaran Firman Tuhan. Kon-tekstualisasi yang salah banyak kali melahirkan makna yang keliru dalam implikasinya dalam penginjilan, maka pemahaman yang benar akan kon-tekstualisasi perlu diluruskan. Metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yakni dilakukan melalui penelitian pustaka. Dengan menjadikan studi literature sebagai sasaran dalam penulisan, dimana penulis berusaha memberikan se-buah pemahaman yang agar dapat mengaplikasikan pendekatan konteks-tualisasi oleh gereja. Hasil penelitian diharapkan membuka pemahaman pelaku injil untuk berada di praktek kontekstualisasi yang tepat
Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Di SMP Islam Hikmatul Hasanah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo
Belajar merupakan salah satu kewajiban bagi setiap siswa. Dalam prosesnya tak jarang siswa menemui setiap masalah. Guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Peran guru meliputi: mendidik, membimbing, melatih, menasehati, melakukan pembaruan, menjadi model dan teladan. Disiplin belajar sangat penting bagi keberhasilan siswa nantinya dan seorang guru harus bersabar dalam melakukannya. Guru PAI tentuntnya turut berperan dalam meningkatkan disiplin belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar di SMP Islam Hikmatul Hasanah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Peran guru PAI yang dimaksud adalah sebagai pembimbing, teladan, motivator dan evaluator. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metodologi pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumen. Sumber data yang digunakan adalah primer dengan wawancara kepada guru PAI, kepala sekolah dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru PAI sebagai teladan yaitu selalu memberikan contoh yang baik, peran guru PAI sebagai inisiator yang dapat dijadikan inspirasi bagi siswanya, peran guru sebagai evaluator yaitu memberikan penilaian terhadapan keberhasilan siswa dalam belajar, dan peran guru PAI sebagai pembimbing yaitu selalu mengarahkan siswanya untuk belajar dan bersabar dalam mengajar. Faktor yang mendukung peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar siswa di SMP Islam Hikmatul Hasanah yaitu semangat disiplin guru pembina, adanya kerja sama dengan orangtua. Adapun faktor yang menghambat antara lain: kurangnya kontrol penggunaan gadget pada anak, kurangnya kesadaran siswa, lingkungan,kurangnya perhatian orangtua terhadap pergaulan siswa
- …
