1,721,100 research outputs found
KREATIVITAS BOBY ARI SETIAWAN DALAM KARYA TARI HANACARAKA
“KREATIVITAS BOBY ARI SETIAWAN DALAM KARYA TARI
HANACARAKA”
. Laporan penelitian ini dilakukan sebagai studi kasus
tentang kreativitas penciptaan sebuah karya baru yang bersumber dari
huruf alfabet. Sebagai salah satu bentuk kesenian tari kontemporer,
penelitian tentang karya tari Hanacaraka sebagai sesuatu yang bermuatan
kreatif dan inovatif.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, bentuk
pertunjukan karya tari Hanacaraka beserta elemen-elemen kreatif yang
ada pada karya ini. Beberapa rumusan masalah tersebut terinci sebagai
berikut: 1) Apa latar belakang Boby Ari Setiawan menciptakan
“Hanacaraka” ? 2)
Bagaimana unsur-unsur kreativitas Boby Ari Setiawan
hadir dalam wujud karya
“Hanacaraka” ?
Untuk mengungkap berbagai
aspek tersebut menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode
etnografi tari. Metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi
tari. Metode ini adalah jenis metode penelitian kualitatif. bahwa etnografi
tari adalah penelitian dengan observasi langsung dan wawancara tidak
teratur. Hal ini digunakan untuk
mempresentasikan secara lajim untuk
pengolahan data dalam pendeskrepsian secara analitis maupun
intepretataif
pada penelitian etnografi tari. Data penelitian yang dilakukan
pertama kali adalah dengan cara observasi langsung, wawancara tidak
terstruktur, dan studi pustaka. Selanjutnya data dianalisis secar
a
lebih
lanjut dengan menggunakan landasan pemikiran. Hasil penelitian
menunjukan bahwa Boby Ari Setiawan mempunyai ciri-ciri pribadi yang
kreatif. Eksplorasi merupakan prosees berfikir, berimajinasi serta
merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui panca
indera. Proses pengamatan yang yang telah di lakukan menunjukan
bahwa hasil dari penciptaan karya Boby melakukan suatu proses yang
sangat intens dengan pencarian hasil kerja kreatif yang tidak sebentar.
Penggabungan dan penggunaan dua cabang seni yang berbeda yaitu
tentang seni media efek multimedia yang dibenturkan dengan penciptaan
karya tari, meggunakan ukuran eksperimen tertentu. Dapat diambil
kesimpulan bahwa seorang koreografer perlu memperluas cakrawalanya
tidak hanya berhenti dengan bidang tarinya saja tetapi juga mampu
memadumadankan bidang seni yang lain agar menjadikan karya-karya
baru dalam seni pertunjukan.
Kata Kunci:
Kreativitas, koreografi Hanacaraka dan elemen-elemen
kreatif
AKSARA JAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA TARI AKSARA TUBUH OLEH BOBY ARI SETIAWAN
ABSTRAK
Â
“Aksara Jawa Sebagai Ide Penciptaan Karya Tari Aksara Tubuh Oleh Boby Ari Setiawanâ€. Penelitian ini dilakukan sebagai ide penciptaan sebuah karya baru yang bersumber dari huruf aksara Jawa. Sebagai salah satu bentuk kesenian tari kontemporer. Penelitian tentang karya tari Aksara Tubuh sebagai sesuatu yang bermuatan kreatif. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, bentuk ide penciptaan karya tari Aksara Tubuh beserta elemen-elemen koreografi yang ada pada karya ini. Beberapa rumusan masalah tersebut terinci sebagai berikut: 1. Mengapa Boby Ari Setiawan menggunakan aksara Jawa sebagai acuan karya tari Aksara Tubuh?
Â
• Bagaimana kreativitas aksara Jawa menjadi bentuk koreografi Aksara Tubuh? 3. Bagaimana visualisasi Aksara Tubuh karya Boby Ari Setiawan? Untuk mengungkap berbagai aspek tersebut menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode Etnokoreologi. Metode yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan landasan konseptual dan teori yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Boby Ari Setiawan mempunyai ciri-ciri pribadi yang kreatif. Mengembangkan bakat dengan didasari latar belakang kesenimanan Boby, dan tidak
Â
lepas dari dasar tari tradisi Jawa. Eksplorasi merupakan proses berfikir, berimajinasi serta merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui panca indera. Penggabungan dan penggunaan dua objek mate-rial antara bentuk huruf aksara. Jawa dan dasar tari tradisi gaya Surakarta. Dapat diambil kesimpulan bahwa seorang koreografer perlu berfikir kreatif tentang suatu objek hingga menjadi ide kreatif dalam karyanya dan tidak lepas dari nilai pendidikan yang ada.
Â
Kata kunci: Aksara Jawa, Aksara Tubuh, Boby Ari Setiawan.
Â
Â
ABSTRACT
Â
“Aksara Jawa As The Ideas For The Creation Of A Dance Work Aksara Tubuh By Boby Ari Setiawanâ€. This research is carried out as the idea of creating a new work based on Javanese script as a form of contempo-rary dance art. The research is about a dance work Aksara Tubuh as something that is creative. The problem studied in this study is the form of the idea of creating the dance work Aksara Tubuh along with the choreo-graphic elements in this work. The problems are formulated as the followings: 1. Why Boby Ari Setiawan use Javanese script as the reference for the dance Aksara Tubuh ; 2. How can the creativity of Javanese script become the choreographic form of Aksara Tubuh ; and 3. How the visualization of Aksara Tubuh by Boby Ari Setiawan is? To convey these various aspects, the research uses a case study approach with Ethnocoreology method. The method used is qualitative research method. The data is analyzed by a conceptual basis. The results showed that Boby AriSetiawan had creative personal characteristics. He develops his talent based on his artistic background, and the Javanese traditional dance. Exploration is a process of thinking, imagining, feeling and responding to an object obtained through the five senses. It is about the combination and usage of two material objects between Javanese script and basic Surakarta-style traditional dance. It can be con-cluded that a choreographer needs to think creatively about an object so that it becomes a creative idea and cannot be separated from the value of education.
Â
Keywords: Javanese script, Aksara Tubuh, Boby Ari Setiawan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PBL) DALAM MATA DIKLAT MENGGAMBAR DENGAN SISTEM CAD (COMPUTER AIDED DESIGN) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK DI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK N 3 YOGYAKARTA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PBL)
DALAM MATA DIKLAT MENGGAMBAR DENGAN SISTEM CAD (COMPUTER
AIDED DESIGN) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK DI
JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK N 3 YOGYAKARTA
Oleh :
Ari Setiawan
09503241006
ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan
kompetensi menggambar dengan sistem CAD pada penerapan model pembelajaran
Project-Based Learning (PBL) bagi peserta didik kelas XI jurusan teknik pemesinan
di SMK N3 Yogyakarta; (2) Mengetahui model pembelajaran Project-Based Learning
(PBL) yang diterapkan pada peserta didik kelas XI jurusan teknik pemesinan SMK
N3 Yogyakarta.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan
pada bulan februari 2013 hingga april di SMK N3 Yogyakarta. Subjek penelitian
adalah peserta didik kelas XI TP 3 sebanyak 27 responden. Teknik pengumpulan
data yang digunakan meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik
penilaian yang diterapkan pada penelitian menggunakan penilaian berbasis produk
dan proses yang berdasarkan dari hasil tugas proyek peserta didik.
Hasil penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Hasil penelitian menunjukkan
ada peningkatan rata-rata nilai akhir kompetensi pada siklus I yaitu 72,81
meningkat menjadi 75,56 dan meningkat kembali menjadi 79,48. Jumlah peserta
didik yang telah mencapai KKM pada tiap siklusnya juga telah mengalami
peningkatan.(2) Bentuk model pembelajaran Project-Based Learning yang dilakukan
pada mata diklat CAD yakni: (a) Dilakukan perencanaan proyek (b) Dilakukan
pengorganisasian kelas dengan membentuk kelompok atau tim kerja sebagai wadah
berdiskusi dalam merencanakan gambar. (c) Pelaksanaan tugas proyek yang
bersifat individu dengan acuan hasil diskusi yang dilakukan. (d) Peserta didik
melakukan penyelesaian proyek yang didukung dengan pengarahan dan
pembimbingan guru. (e) Dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap hasil
pembelajaran untuk mengetahui hasil pencapain belajar peserta didik.
Kata kunci : Project-Based Learning (PBL), Computer Aided Design (CAD).
Kompetensi peserta didi
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH (Studi Multisitus di SMK Negeri 1 Trenggalek dan SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek)
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agam Islam dalam Mengembangkan
Budaya Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah (Studi Multisitus SMKN 1 Trenggalek dan
SMKN 1 Pogalan Trenggalek” ini di tulis oleh Winda Ari Setiawan, NIM. 12506174068,
Pembimbing I Dr. H. Zaini, S.Ag, M.PdI dan Pembimbing II Prof. Dr. H. Maftukhin, M.Ag.
Kata Kunci: Peran Guru Pendidikan Agama Islam, Budaya Peduli Lingkungan
Hidup.
Konteks penelitian ini yaitu adanya sebuah fenomena dimana zaman yang semakin
modern ini menuntut manusia untuk berkembang dan lebih maju bahkan sampai lepas
kendali, sehingga keinginan besar manusia untuk menguasai alam sangat besar, namun
sekolah berupaya agar para peserta didik tidak menyimpang tauhid dan akhlaknya, maka
diberikannya pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan lingkungan hidup.
Fokus pertanyaan: (1) Bagaimana peran guru dalam merencanakan pembelajaran
pendidikan agama Islam berwawasan lingkungan hidup di SMKN 1 Trenggalek dan SMKN 1
Pogalan Trenggalek?. (2) Bagaimana peran guru dalam melaksanakan pembelajaran
pendidikan agama Islam berwawasan lingkungan hidup di SMKN 1 Trenggalek dan SMKN 1
Pogalan Trenggalek?. (3) Bagaimana peran guru dalam mengevaluasi pembelajaran
pendidikan agama Islam berwawasan lingkungan hidup di SMKN 1 Trenggalek dan SMKN 1
Pogalan Trenggalek?.
Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, dan jenis penelitiannya
multisitus, dengan teknik pengumpulan data yaitu: Wawancara mendalam, Observasi
partisipan dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknis analisis data menggunakan analisis
deskriptif yang meliputi: Reduksi data, Penyajian data dan Verivikasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam berwawasan lingkungan
hidup. a) Adanya perubahan visi, misi, dan tujuan sekolah. b) Mata pelajaran terintegrasi ke
dalam program sekolah peduli lingkungan hidup. c) Penanaman nilai etika lingkungan Islam.
(2) Budaya peduli lingkungan hidup di sekolah. a) Berkembangnya program budaya peduli
lingkungan hidup di sekolah. b) Kerjasama dengan beberapa lembaga. c) Sosialisasi luar
sekolah. (3) Hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan budaya
peduli lingkungan hidup. a) Terwujudnya visi, misi, tujuan dan motto sekolah b)
Berpengaruhnya terhadap akhlak dan budi pekerti peserta didik. c) Keberhasilan lembaga
dalam menanamkan nilai-nilai religius
PENGARUH KESEIMBANGAN, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA - TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI SISWA SMPN 40 MAKASSAR
ABSTRACT
Ari Setiawan Subede. 2020 "The Effect of Balance, Arm Muscles Strength and Hand Eye
Coordination Against the Ability of Passing in Ball Games SMPN 40 Makassar Students".
Thesis of Postgraduate Program in Physical Education and Sport in Makassar State University.
(Supervised by Anto Sukamto and Ramli)
This study aims to determine the effect of balance, arm muscle strength and hand eye
coordination on the ability to pass under the volleyball game of students at SMPN 40 Makassar.
The affordable population of this study was all students of class VII and VII b, amounting to
30 people. Determination of the sample by using a saturated sample, meaning that the entire
population is affordable made a research sample. The data analysis technique used is
descriptive analysis and path analysis with the help of the SPSS version 21 computer program
with a significant level of 95% or α = 0.05.
The results showed that: 1) There was a direct effect of dynamic balance on the eye hand
coordination of SMPN 40 Makassar students by 28.34%, 2) There was a direct influence of
arm muscle strength on the eye hand coordination of SMPN 40 Makassar students by 49.61%
3) There were the direct effect of dynamic balance on the ability to pass under the volleyball
game of SMPN 40 Makassar students by 7.50%, 4) There is a direct influence of arm muscle
strength on the ability to pass under the volleyball game of students of SMPN 40 Makassar by
9.36%, 5) There is an influence direct hand eye coordination to the passing ability in the
volleyball game of SMPN 40 Makassar students by 19.36%, 6) There is a dynamic balance
effect on the ability to pass underneath in the volleyball game of SMPN 40 Makassar students
through hand eye coordination at 30.00%. 7) There is an influence of arm muscle strength on
the ability to pass underneath in the volleyball game of students at SMPN 40 Makassar by
20.64%
Keywords: Balance, Arm Muscle Strength, Hand Eye Coordination, Lower Passing
Abilit
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
The sensor network for multi-agent system approach in smart factory of industry 4.0
This research was developed to plan, monitor, and control the production in a modern manufacturing system model with heterogeneous production facilities, consisting of several automatic machine tools and conventional machine tools. Therefore, it proposed, a smart factory concept that utilises computer technology, internet networks and sensors so that the production process can be monitored. The sensor network monitors the condition of the machine tools and the status of the job. The temperature sensors, the vibration sensors, the electrical energy sensors are used to check tool conditions in machine tools. Meanwhile, the radio frequency identification (RFiD) system is used to check the status of the workpiece whether it has been completed, work in progress, or is waiting in a buffer or a pallet stocker. The information relating to the performance of the machine tools is sent using the IoT application so that through the web. The machine performance data are collected, and their status can be monitored. Likewise, job status is visible on the shop-floor control system. The sensor network model at the prototype scale had been built and tested on a laboratory scale. The test results showed that the performance of machine tools and job status were monitored properly
- …
