1,722,264 research outputs found
Studi tentang warna lukisan Ardiyanto
Seni merupakan unsur kebudayan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Salah satu unsur seni tersebut adalah seni rupa, yang didalamnya terdapat berbagai macam antara lain, seni lukis, seni patung, seni grafis.Ardiyanto adalah salah satu sosok seniman yang menyandang sebagai, pengusaha, desainer, pembatik, dan juga kolektor benda - brnda antik.Bagi seorang Ardiyanto, seni lukis mempunyai nilai lebih yang memberikan nilai kulturak kesederhanaan dan kejujuran tiap individu. Ardiyanto banyak menggunakan warna - warna cerah dalam lukisannya, antara lain : merah, kuning, putih, orange dan hijau.Faktor yang melatar belakangi pemilihan warna dalam lukisannya adalah kemerdekaan yang diperoleh di dalam seni lukis yang tidak ditemukan dalam aktifitas yang lainya, terutama batik
Studi batik Ardiyanto di Yogyakarta
Batik merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang para leluhur pendahulu kita. Batik merupakan sebuak seni kerajinan yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang di wujudkan dengan simbol dan idiom yang melatar belakanginya. Dalam kehidupan masyarakat jawa khususnya Yogyakrta sangat memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap generasi muda, untuk terus mengembangkan dan melestarikan kearifan budaya lokal, khususnya batik.Dengan demikian saya berharap, Studi batik Ardiyanto di Yogyakarta bisa memberikan morivasi dan semangat baru guna peningkatan yang lebih baik lagi
Pengaruh Kepemimpinaan Pemberian Bonus Dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan, Studi Kasus Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinaan Pemberian Bonus Dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan, Studi Kasus Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Untuk mengetahui pengaruh bonus terhadap kinerja karyawan Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karyawan Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Jenis penelitan ini adalah penelitian lapangan (case and field study),yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan mempelajari secara insentif latar belakang, status terakhir, dan interaksi lingkungan yang terjadi pada suatu satuan sosial seperti individu, dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Jumlah sempel penelitian adalah 42 responden. Metode pengumpulan data dengan menyebarkan angket.teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, analisi regresi berganda, uji t, uji F dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pegaruh kepemimpinan pemberian kompensasi dan pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karywan pada Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara berdasarkan perhitungan thitung lebih besar dari pada ttabel (3.011>2.024), artinya semakin besar kepemimpinan yang diterima karyawan, maka kinerja karyawan akan semakin meingkat. Terdapat pengaruh pemberian bonus terhadap kinerja karywan pada Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara berdasarkan perhitungan thitung lebih besar dari pada ttabel (2.843>2.024), artinya semakin besar pemberian kompensasi yang diterima karyawan, maka kinerja karyawan akan semakin meingkat. Terdapat pengaruh pemberdayaan terhadap kinerja karywan pada Peternakan Ayam Pedaging “Andi ardiyanto” Di Desa Daren Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara berdasarkan perhitungan thitung lebih besar dari pada ttabel (2.639>2.024), artinya semakin besar peberdayaan yang diterima karyawan, maka kinerja karyawan akan semakin meingka
PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP MINAT BELI (Studi Kuantitatif tentang Pengaruh Brand Image terhadap Minat Beli Followers Ardiyanto Batik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap
minat beli. Masalah dalam penelitian ini bagaimana pengaruh brand image
terhadap minat beli pelanggan Ardiyanto Batik, sehingga teori yang digunakan
adalah komunikasi pemasaran, merek, brand image, dan minat beli. Brand image
yang diartikan sebagai pandangan masyarakat tentang sebuah merek yang
tersimpan secara kuat di dalam ingatan, berserta dengan asosiasi-asosiasi yang
berkaitan dengan merek tersebut (Shimp, 2010:36) digunakan untuk mengukur
pengaruhnya terhadap minat beli yakni perilaku yang muncul sebagai respon
terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan
pembelian (Kotler, 2002:15) dengan tingkatan minat eksploratif, referensial,
transaksional, dan preferensial (Ferdinand, 2002:129).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode
survei, di mana penulis membagikan kuesioner kepada sampel yang dipilih yakni
sejumlah 117 responden yang merupakan followers dari akun Instagram
Ardiyanto Batik (@ardiyantobatik). Hipotesis yang diajukan adalah terdapat atau
tidaknya pengaruh yang signifikan brand image terhadap minat beli followers
Ardiyanto Batik. Teknik pengukuran data yang digunakan adalah skala Likert,
sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana.
Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas seluruh instrumen variabel brand
image dan variabel minat beli dinyatakan valid dan reliabel. Data yang ditemukan
menunjukkan brand image yang dimiliki oleh Ardiyanto Batik memiliki nilai
yang baik oleh responden, dibuktikan dengan 73 responden berada di kelas tinggi,
27 responden berada di kelas sedang dan sisanya 17 responden berada di kelas
rendah. Selain itu minat beli terhadap produk Ardiyanto Batik memiliki nilai yang
baik, hal ini dibuktikan dengan 81 responden berada di kelas tinggi, 11 responden
berada di kelas sedang dan 25 responden berada di kelas rendah. Hasil analisis
regresi menunjukkan nilai pengaruh sebesar 0,690 dan signifikansi 0,000 yang
memiliki arti bahwa brand image secara signifikan dan kuat mempengaruhi minat
beli. Hal ini membuktikan jika calon konsumen dengan citra merek yang tinggi
terhadap suatu merek lebih mungkin untuk melakukan pembelian.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang kuat dan
signifikan brand image terhadap minat beli followers Ardiyanto Batik. Penulis
mengharapkan penelitian ini bisa dijadikan acuan dalam perancangan strategi
komunikasi berkaitan dengan brand image dengan tujuan menciptakan atau
meningkatkan minat beli pada calon konsumennya. Selain itu penelitian
selanjutnya diharap menggunakan hal selain brand image, sehingga diketahui hal
manakah yang lebih efektif dalam upaya meningkatkan minat beli
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS VARIABEL PEMASARAN 7P YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MENENTUKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi pada konsumen Ardiyanto Gallery)
Konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal untuk menentukan
produk atau jasa yang akan dibelinya. Kotler dan Armstrong (2015) menyatakan
bahwa variabel bauran pemasaran 7P yaitu: 1) produk (product), 2) harga (price),
3) tempat (place), 4) promosi (promotion), 5) orang (people/participan), 6) proses
(process), dan 7) lingkungan fisik (physical evidence) merupakan variabel bauran
pemasaran yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang
menentukan pengambilan keputusan produk atau jasa perusahaan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi atribut bauran pemasaran 7P
yang digunakan sebagai pertimbangan konsumen dalam membeli produk batik tulis
di Ardiyanto Gallery. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk menguji
perbedaan atribut bauran pemasaran 7P berdasarkan perbedaan karakteristik jenis
kelamin, usia, tingkat pendidikan dan penghasilan. Penelitian mengambil sampel
220 orang konsumen yang pernah melakukan pembelian ulang produk batik tulis di
Ardiyanto Gallery dan pembelian terakhir yang dilakukannya maksimal dilakukan
pada 3 bulan yang lalu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: atribut bauran pemasaran 7P yang
digunakan sebagai pertimbangan konsumen dalam membeli produk batik tulis di
Ardiyanto Gallery terdiri dari: 1) Kualitas yang baik, 2) Variasi (motif) yang
banyak, 3) Menyediakan setiap motif kain batik dalam jumlah yang mencukupi, 4)
Menyediakan motif batik terbaru (up to date), 5) Harga sesuai dengan kualitas, 6)
Menyediakan kain batik dengan tingkatan harga yang bervariasi/berbeda, 7) Barang
yang lebih bernilai dari harga yang telah dibayarkannya, 8) Lokasi yang strategis,
9) Potongan harga (diskon) yang menarik, 10) Karyawan mampu memberikan
saran motif kain batik yang cocok bagi konsumen, 11) Layanan yang cepat, 12)
Menata produk (kain batik) dengan baik, 13) Menjamin ketepatan tagihan, 14)
Melengkapi gerai dengan penerangan cahaya yang baik, dan 15) Desain lingkungan
toko yang baik.
Hasil uji beda jenis kelamin terdapat pada atribut: 1) banyak variasi, 2)
potongan harga. Berdasarkan karakteristik pekerjaan, terdapat perbedaan pada
atribut: 1) jumlah yang mencukupi. Berdasarkan karakteristik pengeluaran, terdapat
perbedaan pada atribut: 1) variasi harga, 2) Pencahayaan yang baik. Berdasarkan
karakteristik frekuensi pembelian, terdapat perbedaan pada atribut: 1) Variasi yang
banyak, 2) Jumlah yang mencukupi, 3) Harga sesuai kualitas, 4) Variasi harga, 5)
Penataan produk
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
