1,720,978 research outputs found
ISLAM DAN KEMISKINAN (STUDI TENTANG MASYARAKAT ISLAM DOMINAN KELAS BAWAH DI KELURAHAN LAMASI KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU)
ABSTRAK
APRILIANI, 2022 :“Islam dan Kemiskinan (Studi Tentang Masyarakat Islam
Dominan Kelas Bawah di Kelurahan Lamasi, Kecamatan
Lamasi Kabupaten Luwu)”. Skripsi Program Studi Sosiologi
Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut
Agama Islam Negeri Palopo Dibimbing oleh Baso Hasyim,
dan Muhammad Ashabul Kahfi.
Skripsi ini membahas mengenai Islam dan Kemiskinan (Studi Tentang
Masyarakat Islam dominan kelas bawah di Kelurahan Lamasi, Kecamatan Lamasi
Kabupaten Luwu). Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang belum
terselesaikan sampai saat ini dan kemiskinan masih identik dengan islam. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kemiskinan dan makna kemiskinan yang
menyebabkan masyarakat muslim berada pada kelas bawah dan terbelenggu dalam
kemiskinan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif
yang bersifat dekriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan
sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dan observasi dilapangan
dengan beberapa masyarakat dan tokoh agama, sedangkan sumber data sekunder di
peroleh dari kajian pustaka dari buku, jurnal, internet, atau pun penelitian yang lain
berkaitan dengan penelitian ini. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 13
informan, 9 informan dari tokoh masyarakat, 2 informan dari tokoh agama, dan 2
informan dari masyarakat biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pertama
bentuk kemiskinan yang ada di Kelurahan Lamasi karena kurangnya modal,
rendahnya pendidikan, dan tidak adanya kesempatan kerja bagi masyarakat, hal
tersebutlah yang memunculkan adanya kemiskinan struktural. Disisi lain adanya sifat
ketergantungan dan pernikahan dini yang masih berkembang dimasyarakat
menyulitkan untuk keluar dari zona kemiskinan dan memicu adanya kemiskinan
berkelanjutan atau kemiskinan kultural. Kedua makna kemiskinan bagi masyarakat
islam ada yang menganggap bahwa kemiskinan adalah nasib dan takdir yang di
berikan oleh Allah, sedangkan dalam ajaran islam kemiskinan harus dihindari, dan
islam membenci kemiskinan, maka dari itu anjuran untuk bekerja keras, usaha dan
doa, serta memberikan zakat kepada orang –orang yang lemah atau orang miskin, dan
saling tolong- menolong dapat membantu untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Kata Kunci: Islam dan Kemiskina
Literasi Masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah
Asuransi syariah di indonesia sudah mulai berkembang di daerah-daerah
di Indonesia. namun perusahaan asuransi kebanyakan hanya tertuju pada
masyarakat perkotaan karena masyarakat kota lebih mengetahui dan sadar akan
asuransi, sehingga wilayah pedesaan masyarakat nya banyak yang masih belum
mengetahui mengenai asuransi syariah. seperti halnya di Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, masyarakat di sana memiliki literasi
yang rendah mengenai asuransi syariah karena kurangnya pengetahuan dan
informasi mengenai asuransi syariah. tujuan dari penelitian ini adalah peneliti
ingin mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah dan untuk mengetahui
apa saja hambatan dari kurangnya literasi masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekataan
kualitatif. Untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara mendalam,
observasi dan dokumentasi kemudian diolah melalui proses reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi masyarakat Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala tentang Asuransi Syariah masih
tergolong rendah, hal ini karena hanya sedikit dari masyarakat disana yang
mengetahui tentang asuransi syariah. sementara hambatan yang mempengaruhi
rendahn ya literasi masyarakat terhadap asuransi syariah diantaranya minimnya
informasi mengenai asuransi syariah, kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai asuransi syariah, minat dan kondisi geografis
Efektivitas Model Pelatihan Kewirausahaan Melalui Training Skill Di Balai Latihan Kerja Dalam Perspektif Maqashid Syariah
Pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja Kudus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha masyarakat, namun apakah dalam pelaksanaan pelatihan telah sesuai dengan Maqashid Syariah yaitu tetap menjaga agama, mengutamakan hak asasi manusia, menjaga keseimbangan akal dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Hal tersebutlah yang membuat peneliti tertarik meneliti masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan model pelaksanaan pelatihan keterampilan berwirausaha di BLK Kudus ditinjau dari maqashid syariah. Memaparkan efektivitas pasca training skill dalam menyejahterakan masyarakat Kudus ditinjau dari maqashid syariah.
Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, conclusion drawing/verification.
Ditinjau dari maqashid syariah hifdz ad-din pelatihan di BLK tidak mengganggu ibadah peserta karena diberikan waktu untuk sholat dhuhur dan ashar. Berdasarkan maqashid syariah hifdz annafs, pelatihan di BLK memenuhi hak asasi para peserta karena jika ada kepentingan misalnya sakit, atau keluarga meninggal boleh izin. Berdasarkan maqashid syariah hifdz al-aql pelatihan di BLK mendapatkan ilmu kewirausahaan di pemasaran produktif dan sebagainya. Berdasarkan maqashid Syariah hifdz al-mal pelatihan dapat meningkatkan ekonomi keluarga peserta, omset meningkat. Berdasarkan maqashid Syariah hifdz al-nasl pelatihan kewirausahaan melalui training skill di BLK tidak menganggu aktivitas keluarga peserta. Efektivitas pasca training skill dalam menyejahterakan masyarakat Kudus ditinjau dari maqashid Syariah dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu ditinjau dari aspek reaksi, beberapa orang peserta memiliki kesadaran bagus. Ditinjau dari aspek proses belajar (learning), dengan mengundang instruktur praktisi dari wirausaha, yang paham betul bagaimana mengelola usaha. Ditinjau dari aspek perubahan perilaku, peserta lebih jelas pemilihan menajemen keuangan mereka dari uang keluarga dan uang usaha sudah bisa membedakan. Ditinjau dari aspek hasil, kualitas kerja peserta meningkat ketika ada administrasi yang bagus, Sarpras yang lengkap. Ditinjau dari aspek efektivitas biaya, tidak begitu banyak pengeluaran biaya, karena materinya lebih banyak teoritis, lebih banyak di kelas. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan kewirausahaan yang diadakan BLK Kudus telah memenuhi aspek maqashid Syariah
Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2018)
Malaria masih menjadi masalah di Indonesia dan di dunia karena angka kesakitan yang masih
cukup tinggi dan penanganannya menjadi komitmen Sustainable Development Goals (SDGs)
hingga tahun 2030. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor risiko kejadian malaria di
Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang
(cross sectional). Analisis lanjut data Riskesdas 2018 dilakukan pada bulan Januari sampai
Agustus 2021. Lokasi penelitian ini yaitu seluruh provinsi di Indonesia sebanyak 34 provinsi.
Sampel pada penelitain ini yaitu total dari populasi berdasarkan pemeriksaan Rapid Diagnostic
Test (RDT) di Indonesia sebanyak 26.657 sampel. Jenis data penelitian ini yaitu data sekunder
Riskesdas 2018. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis univariat dengan deskriptif, dan
analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan CI 95% dan prevalence ratio (PR).
Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan jenis kelamin (p=<0,001; PR=1,298; CI 95%=1,251-
1,346), ada hubungan pekerjaan (p=<0,001; PR=1,195; CI 95%=1,150-1,241), ada hubungan
tempat tinggal (p=<0,0001; PR=1,095; CI 95%=1,051-1,140), ada hubungan penggunaan kelambu
(p=0,003; PR=1,069; CI 95%=1,022-1,118), ada hubungan penggunaan repelen (p=<0,001;
PR=1,142; CI 95%=1,097-1,189), ada hubungan penggunaan obat nyamuk bakar/semprot/elektrik
(p=<0,001; PR=1,119; CI 95%=1,079-1,161), ada hubungan penggunaan kasa nyamuk pada
ventilasi rumah (p=<0,001; PR=0,770; CI 95%=0,737-0,804) dengan kejadian malaria. Tidak ada
hubungan usia dan pendidikan dengan kejadian malaria. Diharapkan kepada Kementerian
Kesehatan Indonesia memonitoring program penggunaan repelen dan program pembagian
kelambu berinsektisida ke wilayah endemis malaria, serta diharapkan kepada Dinas
Kabupaten/kota harus lebih efektif memberikan penyuluhan atau edukasi tentang penggunaan
repelen dan penggunaan kelambu pada saat tidur sebagai tindakan pencegahan malaria
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN MULTIPLE FRAKTUR DI RUANG CENDANA 1 RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Latar Belakang: Fraktur adalah perubahan bentuk pada suatu tulang yang disebabkan oleh tekanan langsung atau tidak langsung pada permukaan tulang. Kerusakan fisik yang terjadi salah satunya yaitu fraktur yang adalah terputusnya kontinuitas tulang baik karena trauma, tekanan maupun kelainan patologis. Tindakan pembedahan yang dapat dilakukan pada pasien fraktur yaitu dengan OREF maupun ORIF.
Tujuan:Memperoleh gambaran dan pengalaman nyata dalam
melaksanakan asuhan keperawatan dengan multiple fraktur menggunakan metode proses keperawatan berdasarkan evidance based practice.
Metode: Asuhan keperawatan ini menggunakan metode studi kasus pada 1 pasien kelolaan dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pembahasan analisis kasus berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada pasien dengan multiple fraktur.
Hasil: Setelah pengkajian didapatkan 6 diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut, risiko infeksi, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan, gangguan citra tubuh, dan defisit perawatan diri. Intervensi yang dilakukan yaitu manajemen nyeri, terapi musik, pencegahan infeksi, dukungan
mobilisasi, perawatan luka, promosi citra tubuh koping serta dukungan perawatan diri. Implementasi dilakukan berdasarkan intervensi selama 6 hari dan evaluasi dilaksanakan setiap akhir implementasi.
Kesimpulan: Setelah pasien diberikan tindakan asuhan keperawatan selama 6 hari didapatkan hasil tingkat nyeri menurun, tingkat infeksi menurun, mobilitas fisik meningkat, penyembuhan luka meningkat, citra tubuh meningkat dan perawatan diri meningkat.
Kata Kunci: asuhan keperawatan multiple fraktur di ruang cendana
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran di Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Tahun 2018
Pemadam kebakaran merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi. Keadaan lingkungan kerja selama keadaan darurat yang tidak terduga berpengaruh terhadap kelelahan pada petugas pemadam kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel dependen (kelelahan kerja) dengan variabel independen (umur, status gizi, masa kerja, lama tidur, waktu kerja, status merokok dan riwayat penyakit). Penelitian ini dilakukan di Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah petugas operasional pemadam kebakaran berjumlah 61 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran langsung. Hasil hasil uji univariat menunjukkan sebanyak 83,6% responden berusia tua, 62,3% responden status gizi normal, 82% responden masa kerja lama, 54,1% responden lama tidur tidak cukup, 54,1% responden waktu kerja tidak baik, 52,5% responden dengan status merokok, dan 83,6% responden tidak ada riwayat penyakit. Hasil uji chi square menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur (Pvalue = 0,018), masa kerja (Pvalue = 0,009), lama tidur (Pvalue = 0,028), waktu kerja (Pvalue = 0,028), status merokok (Pvalue = 0,015) dengan kelelahan kerja pada petugas di Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Tahun 2018. Hubungan antara lama tidur dengan kelelahan kerja memiliki PR = 1,980 (95% CI = 1,090-3,596), waktu kerja dengan kelelahan memiliki PR = 1,980 (95% CI = 1,090-3,596) dan status merokok memiliki PR = 2,115 (95% CI = 1,163-3,844). Diperlukan adanya upaya untuk menghilangkan atau mengurangi kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran yaitu dengan cara memberikan waktu istirahat yang cukup dan membagi tugas sesuai dengan umur dan masa kerja petugas, serta dapat memberikan penyuluhan dan pemasangan poster tentang bahaya merokok. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kelelahan yang dialami petugas pemadam kebakaran
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Kelas XI di 5 SMA Negeri Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2017/2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi kelas XI di 5 SMAN Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2017/2018, yaitu SMAN 1 Bangkinang Kota, SMAN 2 Bangkinang Kota, SMAN 1 Bangkinang,
SMAN 1 Salo, dan SMAN 1 Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 130 orang, diambil dari siswa kelas XI Biologi di 5 SMAN Kabupaten Kampar. Pengambilan sampel menggunakan sampel acak (Random
Sampling). Angket yang disebarkan terdiri dari 29 item pertanyaan. Berdasarkan data dari hasil angket persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi kelas XI di 5 SMAN Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2017/2018 yang telah diolah didapatkan hasil bahwa pada kompetensi pedagogik dalam kategori baik dengan persentase 85,30%. Dilihat pada kompetensi profesional dalam kategori baik dengan persentase 80,02%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata secara keseluruhan persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi kelas XI di 5 SMAN Kabupaten Kampar Tahun Ajaran
2017/2018 berada dalam kategori baik dengan persentase 86,24%
Literasi Masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah
Asuransi syariah di indonesia sudah mulai berkembang di daerah-daerah
di Indonesia. namun perusahaan asuransi kebanyakan hanya tertuju pada
masyarakat perkotaan karena masyarakat kota lebih mengetahui dan sadar akan
asuransi, sehingga wilayah pedesaan masyarakat nya banyak yang masih belum
mengetahui mengenai asuransi syariah. seperti halnya di Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, masyarakat di sana memiliki literasi
yang rendah mengenai asuransi syariah karena kurangnya pengetahuan dan
informasi mengenai asuransi syariah. tujuan dari penelitian ini adalah peneliti
ingin mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah dan untuk mengetahui
apa saja hambatan dari kurangnya literasi masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekataan
kualitatif. Untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara mendalam,
observasi dan dokumentasi kemudian diolah melalui proses reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi masyarakat Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala tentang Asuransi Syariah masih
tergolong rendah, hal ini karena hanya sedikit dari masyarakat disana yang
mengetahui tentang asuransi syariah. sementara hambatan yang mempengaruhi
rendahn ya literasi masyarakat terhadap asuransi syariah diantaranya minimnya
informasi mengenai asuransi syariah, kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai asuransi syariah, minat dan kondisi geografis
Kekuatan Hukum Akta Pengangkatan Anak Sebagai Ahli Waris Adat Yang Dibuat Di Hadapan Notaris (Studi Kasus Putusan Nomor 324/Pdt/2020/Pt.Mdn)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpastian hukum terkait kekuatan akta pengangkatan anak yang dibuat di hadapan notaris tanpa penetapan pengadilan, khususnya dalam konteks pewarisan pada masyarakat adat Batak Toba. Kajian ini berfokus pada kewenangan notaris dalam membuat akta pengangkatan anak, akibat hukum dari akta tersebut terhadap status anak angkat, serta kedudukan anak angkat dalam hukum waris adat Batak Toba yang menganut sistem kekerabatan patrilineal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus berdasarkan Putusan Nomor 324/Pdt/2020/PT.Mdn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris hanya berwenang membuat pernyataan atau perjanjian pengangkatan anak, namun tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan status hukum anak angkat secara sah. Dalam hukum adat Batak Toba, pengangkatan anak (Mangain) diakui secara adat, namun tidak memiliki kekuatan hukum formal apabila tidak disertai penetapan pengadilan. Dalam putusan tersebut, hak waris anak angkat dibatalkan karena pengangkatannya hanya didasarkan pada akta notaris. Analisis menunjukkan bahwa dualisme antara hukum adat dan hukum formal dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan merugikan anak angkat. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara ketentuan adat dan prosedur hukum formal untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak waris bagi anak angkat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai perbedaan sistem hukum adat dan nasional serta urgensi pembaruan hukum untuk menjembatani keduanya
- …
