31 research outputs found

    Pelatihan Google’s Geo Tools Sebagai Media Pembelajaran Geografi Bagi Guru Geografi di Kota Balikpapan

    No full text
    Media pembelajaran merupakan sebuah alat yang dapat berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Akhir-akhir ini telah banyak berkembang media pembelajaran yang berbasis aplikasi dan web yang menggunakan peta seperti Google’s Geo Tools. Pemanfaatan media berbasis peta ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan juga kemampuan spasial siswa yang cocok digunakan dalam pembelajaran geografi di SMA. Pembelajaran geografi SMA di Kota Balikpapan, telah mulai berkembang yang didorong oleh MGMPnya yang cukup aktif dalam melakukan pembinaan guru-guru geografi di Kota Balikpapan salah satunya adalah pada media pembelajaran. Pelatihan media pembelajaran Google’s Geo Tools merupakan salah satu pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan variasi media pembalajaran yang digunakan oleh guru-guru SMA di Kota Balikpapan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran yang berbasis peta yang diharapkan mampu meningkatkan penguasaan materi siswa dan juga kemampuan spasial siswa. Berdasarkan hasil pelatihan tidak semua media Google’s Geo Tools dikuasai oleh guru karena keterbatasan kemampuan smartphone yang dimiliki oleh guru. Sedangkan jika dilihat dari penerapannya di sekolah masing-masing, hanya sebagian guru yang menggunakan media ini karena keterbatasan jaringan yang ada disekolah. Hal ini menunjukkan bahwa media Google’s Geo Tools ini masih memiliki keterbatasan dalam penerapannya sebagai media pembelajaran disekolah terkait perangkat dan jaringan.

    Pengaruh Minat Terhadap Hasil Belajar Geografi Menggunakan Model Discovery Learning

    No full text
    Tujuan penelitian adalah guna mengetahui minat dan hasil belajar siswa yang menggunakan model discovery learning dan pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran geografi dengan model discovery learning. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan sifat kausal dimana variabel bebasnya adalah minat belajar siswa sedangkan variabel terikatnya adalah nilai/skor hasil belajar siswa. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan teknik angket yang mana untuk mengetahui minat siswa dan tes tertulis berupa post-test untuk mengetahui nilai/skor hasil belajar. Untuk melihat besar pengaruh minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran terhadap nilai/skor hasil belajar siswa digunakan teknik analisis regresi linier. Bila kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dengan cara yang menarik serta menyenangkan dapat dimungkinkan mampu mempengaruhi minat belajar dari siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, minat belajar siswa pada kategori sangat baik sebanyak 2,8%, kategori baik sebanyak 83,3%, dan kategori cukup baik sebanyak 13,9%, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 79,75. Hasil analisis regresi linier minat siswa terhadap hasil belajar dengan menggunakan metode discovery learning diperoleh nilai r² sebesar 0,330 atau 33% yang artinya 33% nilai/skor hasil belajar siswa dipengaruhi oleh minat sedangkan 67% dipengaruhi oleh faktor lain yang juga berpengaruh terhadap nilai/skor hasil belajar siswa

    Persepsi Pelajar SMA/SMK Terhadap Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur

    No full text
    Fenomena pernikahan usia dini merupakan masalah sosial yang sering terjadi di kalangan pelajar. Setiap tahun di Kecamatan Rantau Pulung terjadi pernikahan usia dini pada pelajar SMA/SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelajar SMA/SMK terhadap pernikahan usia dini di Kecamatan Rantau Pulung. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas serta persentase perolehan skor kuesioner pada aspek kognitif, afektif dan konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pelajar SMA/SMK di Kecamatan Rantau Pulung dinyatakan tidak setuju terhadap pernikahan usia dini. Pada aspek kognitif mayoritas siswa mengerti terhadap pengetahuan, kriteria, penyebab, dampak, dan pencegahan pernikahan usia dini. Aspek afektif dan konatif juga menunjukkan mayoritas siswa juga menyatakan tidak setuju terhadap pernikahan usia dini. Hal ini menunjukkan Pelajar di Kecamatan Rantau Pulung mampu menilai fenomena pernikahan usia dini dengan bijak

    Efektivitas Bangunan Pemecah Gelombang Dalam Pengendalian Abrasi Pantai di Kecamatan Biduk-Biduk

    No full text
    Abrasion is a problem that often occurs in the coastline, therefore this problem must be addressed immediately, it makes the special attention of the district government. Big Dipper in handling abrasion that has occurred at several locations. This study aims to determine how the potential for abrasion, mitigation efforts and how the effectiveness of the breakwater in reducing abrasion in Biduk-Biduk District. This research was conducted with a purposive sampling method and data analysis techniques used include analysis of abrasion potential, analysis of efforts to overcome abrasion and analysis of the effectiveness of building waves as an effort to obtain supporting data such as shoreline change data, breakwater building data, data factors affecting the abrasion and effectiveness of building breakwaters obtained from the District, Public Works Agency and the Berau District Government Fund. the results of abrasion potential studies in Biduk-Biduk Subdistrict indicate that there are still many areas that have experienced severe abrasion and have not received abrasion countermeasures, as well as the efforts made to cope with abrasion areas in the Biduk-Biduk Subdistrict. Now there are quite a variety of them, including breakwater structures, coastal walls, offshore structures , groyne buildings, ovaled beach wall buildings and embankment beach wall buildings. the effectiveness of wave-breaking buildings in this area can be said to have not functioned optimally so that many buildings are less effective in dealing with abrasion

    Efektivitas Penggunaan Model Mind Mapping pada Pembelajaran Daring Geografi di SMA Negeri 13 Samarinda

    No full text
    Perubahan pola pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 menuntut guru untuk menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif dan konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan mind mapping pada pembelajaran daring Geografi di SMA Negeri 13 Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 73,21%, (2) terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa dengan rata-rata 76,87%, (3) adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata pretest 55,23% meningkat setelah diberi posttest 73,64% dengan peningkatan persentase ketuntasan siswa pada pretest 7% meningkat setelah diberikan posttest 57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model mind mapping pada pembelajaran daring Geografi di SMA Negeri 13 Samarinda efekti

    ANALISIS KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN PADA PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA SAMARINDA

    No full text
    Permukiman padat penduduk merupakan kawasan rawan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah sampel 114 orang. Analisis data kesiapsiagaan menggunakan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kesiapsiagaan masyarakat termasuk dalam kategori siap (62%) dengan skor tertinggi pada indikator sikap dan skor terendah pada indikator rencana tanggap darurat 2) kesiapsiagaan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, dan fisik. Faktor ekonomi, yaitu tidak ada asuransi atau dana darurat bencana. Faktor sosial, yaitu interaksi dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan bencana kebakaran. Faktor budaya, yaitu kepercayaan terhadap yasinan, tolak bala, ritual di bawah pohon, cara khusus membangun rumah, penggunaan alat masak loak serta menyimpan tanduk rusa, sarang burung tempikau, mandau, jimat routang, dan kulit kijang putih. Faktor fisik, yaitu usaha masyarakat mengatasi permukiman rawan kebakaran dengan memasang keran air di luar rumah, menghubungi PLN jika ada masalah jaringan listrik, dan membuat sumur. Kesiapsiagaan lebih dipengaruhi oleh faktor sosial, sedangkan faktor budaya kurang mempengaruhi kesiapsiagaan

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 11 Samarinda

    No full text
    Model project based learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai metode pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan  model project based learning (PJBL) dan mengetahui pengaruh  yang signifikan dalam terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMA Negeri 11 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan bentuk pre-eksperimental design dengan jenis one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah 36 siswa. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil pengolaan data menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar posttest siswa sebesar 77.14. Hasil Uji N-Gain dengan gain score 0.433, yang hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan kategori sedang (0.3?g?0.7). Hal ini berarti model project based learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi di kelas X SMA Negeri 11 Samarinda

    PENGARUH TAMBANG BATU BARA TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMA N) 2 LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 2 Loa Janan meruapakan salah satu sekolah yang dekat dengan penambangan batu bara dengan jaraknya kurang dari 500 meter. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui bagaimana dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan, 2). Untuk mengetahui strategi pengurangan dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan. Guna mengumpulkan data damapak tersebut dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa dan juga wawancara kepada pihak sekolah. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, penambangan batu bara ini, mengakibatkan lingkungan sekolah kurang kondusif untuk proses kegiatan belajar mengajar, karena banyaknya debu dari penambangan batu bara yang sampai disekolah, dan juga bau menyengat batu bara yang masih tercium sampai disekolah saat hembusan angin mengarah ke sekolah serta suara bising dari alat – alat tambang yang beroperasi. Kondisi ini membuat pihak sekolah harus ekstra melakukan membersihkan debu – debu dari penambangan batu bara baik dengan menambah petugas kebersihan serta mengaktifkan piket dan kegitan gotong royong kerja bakti pada setiap jumat untuk membersihkan lingkungan sekolah dari debu – debu tambang. Sedangkan untuk mengendalikan bau dan suara bising pihak sekolah hanya bias pasrah saja, karena belum bias mengatasi hal tersebut. Sehingga seringkali kegiatan proses belajar – mengajar kurang kondusif karena masih terganggu dengan bau batu bara yang cukup menyengat maupun suara bising dari peralatan penambangan batu bara

    PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA

    No full text
    Bencana banjir menjadi salah satu bencana yang kerap melanda Kota Samarinda, Banjir yang terjadi di Samarinda disebabkan karena tata guna lahan yang buruk dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengakibatkan menurunnya potensi resapan air kedalam tanah serta meningkatkan sedimentasi di sungai maupun badan air lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah peran aktif masyarakat dalam persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap penanggulangan bencana banjir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap penanggulangan bencana banjir di Kecamatan Samarinda Utara. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data yaitu observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan persepsi masyarakat terhadap penanggulangan bencana banjir dipengaruhi oleh persepsi masyarakat menilai efektivitas penanganan berdasarkan seberapa cepat dan tepat pihak berwenang merespons situasi darurat dan partisipasi masyarakat dari lokasi penelitian menunjukan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola dan membersihkan lingkungan serta masyarakat ikut serta dalam pelatihan kesiapsiagaan yang diadakan oleh pemerintah

    PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DESA MELINTANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    No full text
    Desa Melintang merupakan desa yang terletak diatas danau paparan banjir sehingga selalu terjadi banjir setiap tahunnya. Dalam menghadapi kondisi bencana seperti ini diperlukan adanya pengetahuan guna bertahan pada saat terjadi bencana. Maka dari itu fokus penelitian ini, guna melihat pengetahuan dan aplikasinya dari masyarakat Desa Melintang dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat lampau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat didapat berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara turun-temurun, ataupun berupa pengembangan pengetahuan baru akibat tidak dapat diterapkannya lagi pengetahuan orang tua zaman dahulu. Pengetahuan ini baik berupa teknik membangun rumah, strategi mitigasi maupun teknik pengurangan resiko bencana serta teknik transportasi. Pengetahuan masyarakat terus berkembang dan telah banyak diaplikasikan dalam kehidupan meraka pada saat menghadapi banjir. Berdasarkan pengetahuan-pengetahuan inilah masyarakat mampu bertahan pada saat bencana banjir ekstrim sekalipun. Â
    corecore