84 research outputs found

    pengaruh model pembelajaran quantum teaching terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pondok pesantren modern al-anwar pacitan

    No full text
    ABSTRAK Agusty,Farouq Fuad Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII di Ponpes Modern Al-Anwar Pacitan” ini ditulis oleh Farouq Fuad Agusty, NIM. 2103163663, Pembimbing Kharisul Wathoni, M.Pd.I Kata Kunci: Quantum Teaching, Motivasi, Hasil Belajar. Penelitian dalam skripsi ini membahas tentang pengaruh model pembelajran Quantum Teaching terhadap motivasi dan hasil belajar SKI siswa. Kajian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran Quatum Teaching terhadap motivasi Belajar SKI siswa materi Nabi Muhammad saw. Hijrah ke Yatsrib di Ponpes Modern Al-Anwar Pacitan. 2) Untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar SKI siswa materi Nabi Muhammad saw. Hijrah ke Yatsrib di Ponpes Modern Al-Anwar Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitianya adalah Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dengan desain penelitian Noneequivalent Control Group dengan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh siswa Ponpes Modern Al-Anwar Pacitan yang berjumlah 365 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik Purposive Sampling, dengan kelas VII Sunan Pandanaran sebagai kelas eksperimen dan kelas VII Sunan Gresik sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data: 1) wawancara; 2) dokumentasi; 3) angket; 4) tes. Teknik pengumpulan data penelitian berupa angket pretest-posttest untuk mengukur motivasi dan tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar. Teknik pengumpulan data penelitian soal sebelum digunakan untuk mengumpulkan data yang objektif, terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Setelah data penelitian terkumpul kemudian dianalisis, yang digunakan untuk analisis adalah uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap motivasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest angket motivasi siswa kelas eksperimen 82.50, sedangkan nilai rata-rata posttest angket motivasi kelas kontrol sebesar 73.60. Hasil Uji statistik diperoleh thitung sebesar 3.204 dan ttabel sebesar 2.042 sehingga thitung > ttabel. 2) ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest hasil belajar kelas eksperimen sebesar 84.50 sedangkan kelas kontrol sebesar 73.50. Hasil Uji statistik diperoleh thitung sebesar 2.610 dan ttabel sebesar 2.042 sehingga thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

    ANALISIS TERHADAP HAPUSNYA PENUNTUTAN DALAM PEMBUNUHAN FUAD MUHAMMAD SYAFRUDIN

    No full text
    The murder case of Fuad Muhammad Syafrudin attracted the author's attention when the author found out that the case was a case containing a highly viscous political charge. The new Order era has felt that the writer still leaves wounds and leaves a former that is so deep for both activists and students.Fuad Muhammad Syafrudin is a journalist and journalist who works AT BERNAS Jogja. The murder that befalls Fuad Muhammad Syafrudin or the familiar in the call Udin, occurs when Udin doing such a sharp kerduck in every policy done by the regent of Bantul Sri roso sudarmo. The murder case of Udin has now been 23 years old and still unclear who the perpetrators and motives of what attacked or killed Udin.Based on article 78 and 79 the CRIMINAL code of cases other than gross human rights violations will be subjected to tax. In order to getmaximum Hasil in processing, analysis and search for author data using interview data collection method :Interviews are a process in the research done by asking some of the expressiontaan which aims to obtain answers that containaccurateR/Cinfoand listen directly to the information submitted by the resource. The resource that will be addressed is the parties that directly have to do with the murder case of Fuad Muhamad Syafrudin, which is located in Polda D.I. Y, LBH Yogyakarta, PWI Office of Yogyakarta branch and wife Udin.Literature Studybesides interview Pin collecting a variety of information and data needed not only rely on data sources originating from the field alone but the author also needs to collect information and data by reading, writing, and Study the books related to the author's research in particular the legal books. The results of the research authors that are sourced in PWI Yogyakarta branch and POLDA DIY, almost the same as the case of Udin killing until now still floating and not clear the direction of the case. The PWI Yogyakarta branch wanted to immediately release the SP-3 letter by the DIY Polda by submitting the pre- trial to Sleman court. This is in contrast to the PARTY of DIY Polda who handles the case directly, according to which case it will still be in the process of law, and has not yet been a tax.DAluwarsa is a condition in which the perpetrator of the criminal act is not immediately prosecuting in the face of the prosecution, due to the undetermined criminal delic or perpetrators escaping, and if based on the rules of law when the perpetrators do Crime or criminal offences that have been past the time of reporting and prosecution, then against the perpetrators should not be held investigation, investigation, andprosecution. ( INDONESIA ) Kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin menarik perhatian penyusun ketika penyusun mengetahui bahwa kasus ini merupakan kasus yang mengandung muatan politik yang sangat kental. Jaman Orde Baru dirasa penyusun masih menyisakan luka dan meninggalkan bekas yang begitu dalam bagi kalangan aktivis maupun mahasiswa. Fuad Muhammad Syafrudin merupakan wartawan dan jurnalis yang bekerja di BERNAS Jogja. Pembunuhan yang menimpa Fuad Muhammad Syafrudin atau yang akrab di panggil Udin, terjadi ketika Udin melakukan keritik yang begitu tajam dalam setiap kebijakan yang dilakukan Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo. Kasus pembunuhan Udin sekarang telah berumur 23 tahun dan masih belum jelas siapa pelaku dan motif apa yang menyerang atau membunuh Udin. Berdasar Pasal 78 dan 79 KUHP kasus selain pelanggaran HAM berat akan mengalami daluwarsa, dan upaya hukum apa pun tidak akan berguna lagi. Demi mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengolahan, analisa dan mencari data, penyusun menggunakan metode pengumpulan data wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk memperoleh jawaban yang berisi informasi yang akurat dan mendengarkan secara langsung keterangan-keterangan yang disampaikan nara sumber. Narasumber yang akan dituju adalah pihak-pihak yang langsung ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Fuad Muhamad Syafrudin, yang bertempat di Polda D.I.Y, Kantor PWI Cabang Yogyakarta dan. Selain wawancara penyusun juga menggunakan studi pustaka dalam mengumpulkan berbagai informasi serta data yang diperlukan dan tidak hanya mengandalkan sumber-sumber data yang berasal dari lapangan saja namun penyusun juga perlu melakukan pengumpulan informasi dan data dengan cara membaca, menulis, dan mempelajari buku-buku yang terkait dengan penelitian penyusun khususnya buku-buku hukum. Hasil penelitian penyusun yang bersumber pada PWI Cabang Yogyakarta dan Polda D.I.Y, hampir sama yaitu kasus pembunuhan Udin sampai saat ini masih mengambang dan tidak jelas arah tujuan kasus ini. Pihak PWI cabang Yogyakarta menginginkan segera dikeluarkannya surat SP-3 oleh pihak polda DIY dengan mengajukan Pra Peradilan ke Pengadilan Sleman. Hal ini berbanding sebaliknya dengan pihak Polda D.I.Y yang menangani kasus ini secara langsung, menurut mereka kasus ini akan masih tetap di proses secara hukum yang berlaku, dan belum daluwarsa. Dalam aspek yuridis penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian menurut penyusun bertentangan dengan pasal 78 dan 79 KUHP. Selain bertentangan dengan pasal 78 dan 79 penegakan hukum kasus Udin juga bertentangan dengan asas keadilan, dikarenakan pihak kepolisian tidak memberikan kepastian hukum terhadap kasus ini

    PEMBUATAN MUSEUM VIRTUAL SEJARAH PEMBUNUHAN WARTAWAN FUAD MUHAMMAD SYAFRUDIN DI YOGYAKARTA

    No full text
    This paper reports on the community service program of the invention of a virtual museum with a strong emphasis on Fuad Muhammad Syafruddin\u27s murder case. The author organizes this program using the concept of digital humanities by making a virtual museum and digital map of the case, the iconic violence against Indonesian journalists. It needs to manage a collective memory of violence against journalists in Indonesia, including the murder of Yogyakarta BERNAS journalist Fuad Muhammad Syafrudin (Udin), which has entered its 24th year. The public documents related to the case are rich, among other ten books written by journalists and academics and reports from civil society organizations such as those from LBH Indonesia and Kontras. Problems arise when these books and information are located separately in the archives of many institutions, not stored in a single and integrated data channel. Most publications related to Udin are in printed format, such as books and statement sheets, which are prone to lose. The program partnered with the Alliance of Independent Journalists (AJI) Yogyakarta. It was held in October-December 2020 and resulted in a digital museum and interactive map: http://www.indonesiapena.info/. This virtual museum, as well as the virtual map of the historic location of the Udin\u27s case in Yogyakarta, helps AJI Yogyakarta and the journalist community in Indonesia to maintain their memory of the case and, more importantly, it also allows the general public to trace the histories of Indonesian journalists easily.  ---  Paper ini menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat pembuatan museum virtual tentang kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin. Program ini dilaksanakan memakai konsep digital humanities, berupa pembuatan museum virtual dan peta digital kasus Udin sebagai salah satu ikon kekerasan terhadap wartawan. Tujuan pengabdian adalah untuk merawat memori kolektif publik atas kasus pembunuhan jurnalis harian BERNAS Yogyakarta Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) yang sudah memasuki tahun ke-24. Dokumen publik terkait kasus Udin paling banyak dibanding kasus kekerasan wartawan lain di Indonesia. Tercatat ada 10 buku tulisan jurnalis dan akademisi dalam dan luar negeri, dan berbagai laporan masyarakat sipil seperti dari LBH Indonesia dan Kontras Jakarta. Problemnya, buku dan laporan ini berada terpisah dalam arsip di berbagai lembaga terkait, tidak terkonsolidasi pada satu kanal data. Mayoritas produk publikasi yang terkait kasus Udin berformat cetak seperti buku dan lembaran pernyataan sikap yang rawan hilang. Pengabdian ini berpola partisipatif, karena mitra pogram Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta terlibat dalam kegiatan dari awal hingga akhir, bulan Oktober-Desember 2020. Dari program ini, lahir museum dan peta virtual interaktif pada link: http://www.indonesiapena.info/. Museum dan peta lokasi kasus Udin di Yogyakarta berbasis digital ini membantu AJI Yogyakarta dan komunitas jurnalis di Indonesia untuk merawat memori atas kasus kekerasan terhadap mereka dan juga membantu publik untuk menelusuri data sejarah jurnalisme.

    Telaah Obligasi Dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini ingin mereview tentang penggunaan dan fungsi obligasi serta surat berharga berjangka dalam tinjauan hukum ekonomi Syariah. Peneliti melihat ada celah yang datang dari praktik ini dalam penggunaan Akad yang dapat digunakan dalam penerbitan obligasi syariah meliputi mudharabah, musyarakah, salam, istisna, dan ijarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kajian pustaka terhadap review artikel tentang obligasi dan surat berharga berjangka. Penelitian ini membuktikan bahwa Pendapatan (hasil) yang diperoleh pemegang obligasi syariah sesuai akad yang digunakan. Pemindahan kepemilikan obligasi syariah juga mengikuti akad-akad yang digunakan. Perbedaan obligasi syariah dan obligasi konvensional adalah penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga.   Kata kunci: Obligsi,syariah, surat berharga, hukum, ekonomi ABSTRACT This study wants to review the use and function of bonds in a review of Islamic economic law. we see that there is a gap that comes from this practice in the use of Akad that can be used in the issuance of Islamic bonds including mudharabah, musharakah, salam, istisna, and ijarah. The method used in this study is a literature review of review articles on bonds and futures securities. This study proves that the income (yield) obtained by Islamic bondholders is by the contract used. The transfer of ownership of Islamic bonds also follows the contracts used. The difference between Islamic bonds and conventional bonds is the use of the concept of reward and profit sharing instead of interest.   Keywords: bonds, sharia, securities, law, econom

    Pengelolaan sarana dan prasarana dalam optimalisasi pembelajaran siswa di MTsN 01 Gondanglegi Malang

    No full text
    INDONESIA: Sekolah sebagai lembaga pendidikan memerlukan manajemen pendidikan yang baik diantaranya mengenai sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan material pendidikan yang sangat penting. Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan secara efektif dan efesien. Dengan manajemen yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja personel sekolah. Dengan adanya sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang cukup memenuhi standar maka sekolah tersebut akan berjalan dengan efektif dan efisien. Itulah yang dibutuhkan di setiap sekolah-sekolah yang ada termasuk sekolah MTsN 1 Gondanglegi Malang. Sarana pendidikan merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran agar dapat berjalan baik dan juga dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar. Sementara prasarana merupakan fasilitas yang membantu dan menunjang proses pembelajaran. Dengan dan sarana dan prasarana yang sesuai dengan keinginan dunia pendidikan saat ini, hal ini dapat memberikan hasil yang optimal dan berhasil guna dalam mencetak generasi yang berilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk Memahami dan menganalisis proses pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana dalam optimalisasi pembelajaran siswa di MTsN 1 Gondanglegi. (2) Untuk Memahami dan menganalisis dampak dari proses pelaksanaan manajemen pengelolaan sarana dan prasarana dalam optimalisasi pembelajaran siswa di MTsN 1 Gondanglegi Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka di gunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) proses pembelajaran mendapatkan pelayanan yang nyaman, seperti kursi dan meja yg baik, proyektor papan tulis dan adanya TV LED untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. (2) Selain mempermudah, adanya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik akan mengoptimalkan proses pendidkan . Produktivitas kegiatan dapat meningkat karena terbantu oleh adanya sarana dan prasarana yang memadai. ENGLISH: Schools as educational institutions require good educational management including facilities and infrastructure. Educational facilities and infrastructure are very important educational materials. The existence of these facilities and infrastructure needs to be utilized and managed for the benefit of the learning process in schools to run effectively and efficiently. With effective and efficient management it is expected to increase the effectiveness and work efficiency of school personnel. With the existing facilities and infrastructure in schools that meet the standards, the school will run effectively and efficiently. That is what is needed in every existing school including the MTsN 1 Gondanglegi Malang school. Educational facilities are places where the learning process takes place so that it can run well and can also provide motivation to students in learning. While infrastructure is a facility that helps and supports the learning process. With facilities and infrastructure that are in accordance with the wishes of the world of education today, this can provide optimal and effective results in producing knowledgeable generations. The aims of this research are (1) to understand and analyze the implementation process of facilities and infrastructure management in optimizing student learning at MTsN 1 Gondanglegi. (2) To understand and analyze the impact of the process of implementing the management of facilities and infrastructure in optimizing student learning at MTsN 1 Gondanglegi Malang. To achieve this goal, a qualitative research approach is used with descriptive qualitative research. In collecting data the author uses the method of observation, interviews and documentation. The results of the study show that (1) the learning process gets comfortable services, such as good chairs and tables, blackboard projectors and the presence of LED TVs to support success in the learning process. (2) In addition to facilitating, good management of facilities and infrastructure will optimize the educational process. Activity productivity can increase because it is helped by the existence of adequate facilities and infrastructure. ARABIC: التعليمية والبنية التحتية هي مواد تعليمية مهمة للغاية. إن وجود هذه المرافق والبنية التحتية يحتاج إلى استخدامها وإدارتها لصالح عملية التعلم في المدارس لتعمل بفعالية وكفاءة. من خلال الإدارة الفعالة والفعالة ، من المتوقع أن تزيد من فعالية وكفاءة عمل موظفي المدرسة. مع المرافق والبنية التحتية الموجودة في المدارس التي تلبي المعايير ، ستعمل المدرسة بفعالية وكفاءة. هذا هو المطلوب في كل مدرسة موجودة بما في المدرسة منها المدرسة المتوسطة الحكومية بمالنج. المرافق التعليمية هي الأماكن التي تتم فيها عملية التعلم بحيث يمكن أن تعمل بشكل جيد ويمكن أن توفر أيضًا الدافع للطلاب في التعلم. بينما البنية التحتية هي مرفق يساعد ويدعم عملية التعلم. من خلال المرافق والبنية التحتية التي تتوافق مع رغبات عالم التعليم اليوم ، يمكن أن يوفر هذا نتائج مثالية وفعالة في إنتاج أجيال مطلعة. أهداف هذا البحث هي (1) لفهم وتحليل عملية تنفيذ المرافق وإدارة البنية التحتية في تحسين تعلم الطلاب في المدرسة المتوسطة الحكومية بمالنج (2) لفهم وتحليل تأثير عملية تنفيذ إدارة المرافق والبنية التحتية في تحسين تعلم الطلاب في المدرسة المتوسطة الحكومية بمالنج لتحقيق هذا الهدف ، يتم استخدام نهج البحث النوعي مع البحث النوعي الوصفي. في جمع البيانات يستخدم المؤلف طريقة الملاحظة والمقابلات والتوثيق. تظهر نتائج الدراسة أن (1) العملية التعليمية تحصل على خدمات مريحة ، مثل الكراسي والطاولات الجيدة ، وأجهزة عرض السبورة ، ووجود تلفزيونات LED لدعم النجاح في عملية التعلم. (2) بالإضافة إلى التسهيل ، فإن الإدارة الجيدة للمرافق والبنية التحتية ستعمل على تحسين العملية التعليمية. يمكن أن تزيد إنتاجية النشاط لأنه يساعدها وجود مرافق وبنية تحتية مناسبة

    Istihsan (juristic preference) : the forgotten principle of Islamic law

    No full text
    EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo

    Aplikasi Bahan Bantu Mengajar Rasulullah S.A.W. dalam Pengajaran dan Pembelajaran Ibadah Khususiah dari Perspektif Muhammad Fu'ad Abdul Baqi dalam Kitab Al-Lu'lu' Wal Marjan (Application of teaching aids of Prophet Peace be Upon Him on Teaching and Learning Worship from the perspective of Muhammad Fu'ad Abdul Baqi in Scripture Lu'lu 'Wal Marjan)

    No full text
    Penggunaan bahan bantu mengajar (BBM) dalam pengajaran dan pembelajaran memberikan kesan yang positif sepanjang pengajaran guru. BBM juga mampu untuk menarik minat serta menggalakkan pelajar memberi penumpuan sepenuhnya terhadap topik pengajaran guru ketika berlakunya proses P&P. Bagi guru-guru Pendidikan Islam khususnya, pendidikan Rasulullah s.a.w. mestilah dijadikan contoh kerana baginda adalah sebaik-baik role model dalam segala aspek kehidupan. Tujuan dijadikan baginda s.a.w. sebagai model dalam pengajaran adalah untuk melahirkan roh islamiyyah terhadap guru-guru Pendidikan Islam dalam mendidik pelajar khususnya pelajar muslim. Gambaran pendidikan Rasulullah s.a.w. ini dilihat menerusi hadis-hadis sabdaan baginda yang dinukilkan oleh dua perawi hadis yang masyhur iaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim. Maka kertas kerja ini ingin melihat BBM yang diaplikasikan oleh Rasulullah s.a.w. berdasarkan perspektif pengarang kitab al-Lu'Lu' wa al-Marjan, iaitu Muhammad Fuad Abdul Baqi dan dibataskan oleh pengkaji hanya kepada hadis-hadis yang berkaitan dengan ibadah khususiah. (English Translation: Use of teaching aids in teaching and learning have a positive impact throughout the lesson. Teaching aids are also able to attract and encourage students to concentrate fully on the topic of the teacher during a learning process. For teachers of Islamic Education in particular, Prophet p.b.u.h education be used as an example because he is the best role model in all aspects of life. Purpose made him p.b.u.h as a model of teaching is to inculcate the spirit Islamic Education teachers in educating students, especially Muslim students. Overview Prophet p.b.u.h education is seen through his hadiths that asserted by two famous narrators of Imam Bukhari and Imam Muslim. Thus this paper would like to see BBM applied by the Prophet p.b.u.h from the perspective author of the book al-Lu'Lu 'wa al-Marjan, namely Muhammad Fuad Abdul Baqi and restricted by the researcher only to the hadiths related to worship pillar)

    PERCEPTION OF FUAD STUDENTS ON THE DISCIPLINE OF PRAYING IN CONDITIONS AT NEGERI ISLAMIC UNIVERSITY KH ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN ”

    No full text
    The purpose of this study was to find out how the perceptions of FUAD students at UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan on the Discipline of Congregational Prayers. Based on the problem regarding the younger generation who often ignore the disciplinary aspect of performing prayers. Thus, the authors are compelled to research how the discipline of students in carrying out congregational prayers. The author conducted research at UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan to find out how the discipline of students in carrying out congregational prayers. In research, the author uses a qualitative descriptive method that observes behavior patterns/an object and describes the results of the research in the form of a descriptive regarding the observed behavior or object. From the research results, it can be seen that the implementation of congregational prayers at UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan can be said to be good, even though there are still some problems in terms of prayer times. From the results of several student questionnaires, it can be concluded that students already have the awareness and discipline to carry out congregational prayers. In daily life, students have begun to have an awareness of carrying out congregational prayers on the UIN KH Abdurrahman Wahid campus even though it still feels difficult because it is still in the process of building the UIN KH Abdurrahman Wahid mosque where congregational prayers are held in the prayer room on the 1st floor specifically for students who the place is not so wide that congregational prayers are carried out alternately. Therefore, there needs to be cooperation between the campus and parents in supervising student prayers

    Implementasi Reward Dan Punishment Di Pondok Pesantren Kalimantan Timur

    No full text
    Reward and Punishment is a very important element of management in education. Likewise, Islamic Education. The author will examine these two things in two Islamic boarding schools in East Kalimantan, namely Ibadurrahman in Tenggarong and Al- Mujahidin in Samarinda. This research will use field data with interview, documentation, and observation techniques. The validity of the data will be triangled over the data that has been obtained. The results of this study reveal that the process of granting rewards and punishments in the modern Islamic boarding school Ibadurrahman in giving punishment to students through several processes, starting from the warning in place, called to care until given punishment by the caregivers. The implementation of the punishment has its own officer. While in the Al Mujahidin Islamic boarding school in giving punishment to students starting from the warning, the summons to the security office until given the punishment while the process of providing direct punishment carried out in security based on the specified time.   &nbsp
    corecore