77 research outputs found
Estimasi Emisi Kendaraan Bermotor di Beberapa Ruas Jalan Kota Medan
The growth of population in Medan City followed by incressing of transportation facilities that potencialy reduce air quality by Vehicles emission which has adverse affect to the human health. The research is to estimated the concentration and percentage of emission that produced by vehicles in the street on Medan City. These estimation of emission was conducted three street in Medan ie : Medan - Binjai street at Km 7; Medan-Tg Morawa street at Km 10 and Medan-Tembung street at Jl. Letda Sudjono around 150 meters from gate in of Bandar Selamat highway which analyzed Carbon Monoxide, Nitrogen Oxide and Sulfur Dioxide by using emission factor fom literature. The results of analysis shows that the estimated of Carbon Monoxide, Nitrogen Oxide and Sulfur Dioxide emission in Medan - Binjai street at Km 7 and Medan-Tembung. Street at Letda Sudjono around 150 meters from gate in of Bandar Selamat highway are the biggest than Medan-Tg Morawa street at Km 10. The biggest percentage of emission estimated for CO produced by motor cycles, and for Sulfur Dioxide and Oxide Nitrogen was produced by truck.Peningkatan jumlah penduduk di Kota Medan diikuti dengan peningkatan sarana transportasi yang berpotensi menimbulkan pencemaran akibat emisi kendaraan bermotor serta dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini adalah untuk mengestimasi konsentrasi dan prosentase emisi dari berbagai jenis kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan Kota Medan. Estimasi emisi ini dilaksanakan di tiga ruas jalan Kota Medan yaitu Medan - Binjai Km 7; Medan - Tg Morawa Km 10 dan Medan -Tembung di jalan Letda Sudjono sekitar 150 meter akses masuk jalan Toll Bandar Selamat dengan parameter panelitian adalah Karbon Monoksida, Nitrogen Oksida dan Sulfur Dioksida dengan memakai faktor emisi yang didapatkan dari literatur. Dari hasil penelitian diperoleh estimasi polutan Karbon Monoksida, Nitrogen Oksida maupun Sulfur Dioksida terbesar diemisikan di ruas jalan Medan - Binjai KM 7 dan Medan - Tembung Jalan Letda Sudjono sekitar 150 meter dari akses masuk toll Bandar Selamat, Persentase emisi CO yang terbesar bersumber dari sepeda motor sedangkan untuk polutan SO2 dan NOx, dari kendaraan truk.52 HalamanTesis Magiste
Kajian Awal Pembuatan Pupuk Cair Organik Aktif dari Effluent Pengolahan Lanjut Limbah Cair Kelapa Sawit (LCPKS) Skala Pilot
This study is an assessment of the design of the pilot plant liquid organic
fertilizer. This study aims to design an organic liquid fertilizer manufacturing
process of palm oil mill effluent (POME) and produce fertilizer. Materials used
are Effluent further processing of POME and starter mixture of molasses, yeast
and EM-4. The variables measured were Total Solid (TS), Volatile Solid (VS),
Total Suspended Solid (TSS), Volatile Suspended Solid (VSS), Chemical
Oxygen Demand (COD), and analysis content of fertilizers. The research starts
from the manufacture of starter followed by a loading rate ranging from HRT
2500 and observed in HRT 100, 90 and 80 days. Effluent COD concentration on
the processing of 8,600 mg/l decreased to 1.580 mg/l with assay results analysis
content of fertilizer Nitrogen 0.14%, P2O5 0.05%, K2O 0.07%, MgO 0,01%, CaO
0.001mg/l, C.Organic 0,12%, dan Ratio C/N 0.86.78 HalamanSkripsi Sarjan
Evaluasi Kinerja Komposter Menara pada Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menggunakan Pupuk Cair Organik Aktif dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)
Composting Empty Fruit Bunch (EFB) on Composter Tower by mixing with active
organic liquid fertilizer (ALOF) is an alternative to the utilization of solid waste
produced from palm oil mill which more efficient. This study aims to find the
technique of composting EFB which is more efficient in terms of processes and time.
The assessment was done by varying the size of the raw material, the frequency of
circulation and air intake holes. The composting process is done with put EFB that
obtained from the POM Sei Mangkei to the composter with adding PCOA to achieve
optimum value Moisture content 55-65%. During composting MC is maintained in
optimum condition by adding PCOA. Parameters measured were temperature, MC,
pH, Water Holding Capacity, electrical conductivity, C/N ratio and the quality of
compost. The research proves based on C/N ratio the compost can be obtained at day
10 with the best compost obtained at TKKS variation quartered with a circulation of
5 days once in a composter with air intake holes 72.39 cm2 / cm2 44314.29 with a pH
of 8.8, MC, 67,89%, WHC 60%, EC 3.595 dS /m and C/N ratio 19.54.Proses pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) pada Komposter Menara
dengan mencampur pupuk cair organik aktif (PCOA) merupakan alternatif
pemanfaatan limbah padat yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit yang lebih
efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teknik pengomposan TKKS yang
lebih efisien dari segi proses dan waktu. Pengkajian dilakukan dengan
memvariasikan ukuran bahan baku, frekuensi sirkulasi dan lubang asupan udara.
Proses pengomposan dilakukan dengan mengomposkan TKKS yang diperoleh dari
PKS Sei Mangkei pada komposter dan ditambahkan PCOA hingga mencapai nilai
Kadar Air optimum 55-65%. Selama pengomposan Kadar air dijaga pada kondisi
optimum dengan menambahkan PCOA. Parameter yang diamati adalah temperatur,
Kadar Air, pH, Kemampuan Ikat Air, Daya hantar listrik, rasio C/N dan kualitas
kompos. Hasil penelitian membuktikan bahwa berdasarkan rasio C/N, kompos dapat
diperoleh pada hari ke 10 dengan kompos terbaik diperoleh pada variasi TKKS
dibelah empat dengan sirkulasi 5 hari sekali pada komposter dengan lubang asupan
udara 72,39 cm2/44.314,29 cm2 dengan pH 8,8, Kadar Air 67,89%, Kemampuan Ikat
air 60% , DHL 3,595 dS/m dan rasio C/N 19,54.191 HalamanTesis Magiste
Pergulatan politik di Makassar 1945-1966
Sebagai negara yang baru saja terlepas dari berlenggu penjajahan, Indonesia pada masa awal kemerdekaan mengalami banyak pergolakan politik yang terjadi karena ketidaksepahaman para aktor politik dalam menyatukan gagasan dan ideologi yang masih dibumbui dengan ikatan primordial dari masing-masing kelompok. Di Makassar sendiri muncul berbagai pergolakan seperti terbentukan Negara Indonesua Timur, Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia, Permesta, serta terjadinya G30S/PKI
Pancasila : Ideologi Tengah Tanpa Oposisi
Selaku alumni program doktor ilmu sosial dan ilmu politik dan dosen pengampu mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi, penulis dalam karya ini menggunakan pendekatan multidisipliner yang dikenal juga sebagai pendekatan terpadu. Penulis berusaha menyajikan eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dalam buku ini
UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KM. DOBONSOLO MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN EMBARKASI DAN DEBARKASI PENUMPANG
ABSTRAKSI
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. dan Pembimbing II: H. Mustholiq,
MM.
Pelaksanaan embarkasi dan debarkasi yang cepat dan aman serta lancar
merupakan tujuan utama para penumpang. Upaya tersebut di maksudkan agar kapal
dan muatan serta keselamatan para penumpang bisa terjamin saat proses embarkasi
dan debarkasi. Proses embarkasi dan debarkasi yang terjadi di kapal KM.
DOBONSOLO sewaktu di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah kurang
efisiennya manajemen untuk mengatur penumpang yang akan naik dan turun, serta
kurangnya fasilitas yang memadai di terminal pelabuhan.Sehingga para penumpang
saling berdesakkan dan dapat mengakibatkan atau membahayakan jiwa para
penumpang tersebut. Sedangkan PT. PELNI sebagai penyedia sarana transportasi
pun tidak meningkatkan pelayanan–pelayanan diatas kapal, bahkan terkesan hanya
mencari keuntungan tanpa memperdulikan kualitas pelayanan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, menunjukkan
beberapa faktor-faktor yang menghambat jalannya proses embarkasi dan debarkasi
penumpang. Faktor-faktor tersebut adalah maraknya pedagang asongan dan tidak
tertibnya buruh-buruh bagasi dalam pengangkutan barang milik
penumpang,merebaknya pengantar dan pengunjung yang tidak mengindahkan
peraturan serta pengumuman yang telah dilakukan oleh pihak kapal sehingga
terkadang mereka terbawa dalam pelayaran yang sering disebut Penumpang Tanpa
Tiket (PTT), faktor yang lain adalah keterlambatan kapal sewaktu tiba di pelabuhan
tujuan, faktor terakhir adalah barang bawaan penumpang yang berlebih (Over
Baggage).
Adapun upaya yang dilakukan oleh pihak kapal dan petugas darat adalah
dengan meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas darat dan petugas kapal
sehingga dapat mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.
ABSTRACT
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Nautical Study Program,
Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st
Advisor: Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. and 2nd Advisor: H.
Mustholiq, MM.
The fast and safe and smooth implementation of embarkation and
debarkation is the main goal of the passengers. The effort is intended so that the
ship and cargo and the safety of passengers can be guaranteed during the
embarkation and debarkation process. The process of embarkation and debarkation
that occurs on KM ships. DOBONSOLO while at the port of Tanjung Perak
Surabaya was management inefficient to regulate passengers who were going up
and down, as well as the lack of adequate facilities at the port terminal. So that
passengers crowded together and could cause or endanger the lives of these
passengers. Whereas PT. PELNI as a means of transportation also does not improve
services on board, even seems to only seek profits regardless of service quality.
Based on the results of the research that the author has done, it shows several
factors that hinder the process of embarkation and debarkation of passengers. These
factors are the rise of hawkers and the disorderly practice of baggage workers in
transporting passenger property, widespread outreach and visitors who do not heed
the rules and announcements made by the ship so that sometimes they are carried
on a cruise which is often called a Passenger Without Tickets ( PTT), another factor
is the delay of the ship when it arrives at the destination port, the last factor is excess
baggage (Over Baggage).The efforts made by the ship and land officers are to increase good
cooperation between land officials and ship officers so that they can support the
smooth process of embarkation and debarkation
FIG. 5 in A New Genus and Two New Species of Arboreal Toads from the Highlands of Sumatra with a Phylogeny of Sundaland Toad Genera
FIG. 5.—Habitat of Sigalegalephrŋnus mandailinguensis—a view of the rainforest at the edge of an inactive solphatara field on the northeastern slope of Gunung Sorikmarapi where the holotype was found (upper); and first author at the entrance of the subterranean hollow where the holotype was collected (lower).Published as part of Smart, Utpal, Sarker, Goutam C., Arifin, Umilaela, Harvey, Michael B., Sidik, Irvan, Hamidy, Amir, Kurniawan, Nia & Smith, Eric N., 2017, Herpetologica 73 (1) on pages 63-75, DOI: 10.1655/Herpetologica-D-16-00041, http://zenodo.org/record/771643
Pengaruh fermentasi biji kakao menggunakan starter bakteri asam laktat dan khamir terhadap pembentukan senyawa flavonoid serta aktivitas antioksidan.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao yang potensial. Memproduksi biji kakao dengan kualitas yang baik dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui proses fermentasi. Bakteri asam laktat dan khamir diketahui sebagai suksesor yang baik dalam fermentasi biji kakao. Biji kakao diketahui mengandung senyawa flavonoid serta memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Saat ini proses fermentasi biji kakao dimaksudkan untuk menghasilkan kualitas biji kakao yang baik, namun penelitian mengenai kajian kimia biji kakao hasil fermentasi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dari hasil fermentasi biji kakao dengan starter bakteri asam laktat dan khamir terhadap pembentukan flavonoid dan uji aktivitas antioksidan.
Biji kakao difermentasi menggunakan empat perlakuan yaitu F1 (Fermentasi spontan), F2 (Fermentasi dengan penambahan starter bakteri asam laktat), F3 (Fermentasi dengan penambahan starter khamir), dan F4 (Fermentasi dengan kombinasi penambahan starter bakteri asam laktat dan khamir). Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol.
Rendemen ekstrak yang diperoleh pada sampel F1 sebesar 3.92±0.09%, F2 (4.62±0.13%), F3 (3.99±0.12%), F4 (4.39±0.16%) dan kadar air serta sisa pelarut dari setiap ekstrak yaitu F1 sebesar 7.67±0.12%, F2 (7.13±0.23%), F3 (7.27±0.31%), dan F4 (7.20±0.35%). Peningkatan nilai rendemen ekstrak biji kakao dari hasil fermentasi dengan penambahan starter dibandingkan ekstrak hasil fermentasi spontan (F1) diindikasikan akibat terjadinya peregangan ikatan karbon antara penyusun sel biji kakao sehingga menyebabkan komponen senyawa yang terikat pada dinding sel mudah dilepaskan. Hal ini menyebabkan pengikatan oleh etanol terhadap senyawa dalam biji kakao akan terekstraksi dengan banyak.
Analisis kualitatif kandungan metabolit sekunder menunjukkan seluruh sampel ekstrak etanol biji kakao hasil fermentasi mengandung senyawa alkaloid, polifenol, flavonoid, dan tanin. Hasil uji kuantitatif kandungan senyawa flavonoid dari 100 ppm ekstrak etanol biji kakao pada F1, F2, F3, dan F4 yaitu sebesar F1 (4.35±0.20 ppm), F2 (5.64±0.05 ppm), F3 (5.37±0.17 ppm), dan F4 (5.99±0.23 ppm). Hasil tersebut menunjukkan bahwa fermentasi dengan penambahan starter bakteri asam laktat maupun khamir mampu meningkatkan kandungan senyawa flavonoid pada ekstrak etanol biji kakao.
Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, aktivitas antioksidan dari 100 ppm ekstrak hasil fermentasi biji kakao dengan penambahan starter (F2, F3, dan F4) terbukti mengalami peningkatan dibandingkan dengan ekstrak hasil fermentasi spontan (F1). Sampel F2 meningkat menjadi 46.45±2.00%, F3 (49.05±0.58%), dan F4 (50.33±0.43%), sedangkan aktivitas antioksidan F1 sebesar 42.31±0.66%. Korelasi antara kandungan senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak biji kakao dari F1, F2, F3, dan F4, menghasilkan nilai R2 0.8008. Korelasi ini menunjukkan bahwa senyawa flavonoid berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol biji kakao.
Nilai IC50 sebagai kemampuan ekstrak dalam meredam 50% radikal DPPH pada ekstrak etanol biji kakao hasil fermentasi spontan F1 yaitu 141.67 ppm. Nilai IC50 pada ekstrak biji kakao hasil fermentasi dengan penambahan starter diperoleh pada F2 sebesar 109.30 ppm, F3 (97.51 ppm), dan pada F4 sebesar 88.15 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak biji kakao hasil fermentasi dengan penambahan starter melalui aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak hasil fermentasi spontan (F1), karena semakin kecil nilai IC50 maka semakin tinggi aktivitas suatu bahan dalam menangkap radikal bebas
Hubungan Penerapan Sistem Informasi Berbasis Website Terhadap Akurasi Data Anemia dalam Kehamilan
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok anak-anak dan ibu hamil. Kualitas data anemia di Indonesia masih rendah, karena laporan tidak akurat, tidak lengkap dan tidak tepat waktu. Pengembangan aplikasi berbasis website diperlukan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan akurasi pelaporan anemia setelah pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan rancangan operasional riset dengan pendekatan pre and posttest control group. Kelompok studi dibagi menjadi dua yaitu kelompok perlakuan menggunakan aplikasi berbasis website dan kelompok kontrol melakukan pencatatan dan pelaporan secara manual dilakukan dari bulan September sampai bulan November 2016. Jumlah responden pada kelompok perlakuan berjumlah 19 BPM dan kelompok kontrol berjumlah 20 BPM. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan akurasi laporan sebesar 64,5% (p=0,029) pada kelompok perlakuan untuk akurasi laporan pretest dan posttest 1 dan sebesar 64,5% (p=0,012) untuk akurasi laporan pretest dan post test 2. Simpulan pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan merupakan upaya yang efektif untuk meningkatan akurasi data pelaporan anemia. 
- …
