79 research outputs found
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ HABIT IN READING NEWSPAPER AND THEIR ABILITY IN WRITING NEWS ITEM TEXT AT THE FIRST SEMESTER OF TWELVE GRADE IN SMAN 12 BANDAR LAMPUNG IN THE ACADEMIC YEAR OF 2020/2021
ABSTRACT
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ HABIT IN READING NEWSPAPER AND THEIR ABILITY IN WRITING NEWS ITEM TEXT AT THE FIRST SEMESTER OF TWELVE
GRADE IN SMAN 12 BANDAR LAMPUNG IN THE
ACADEMIC YEAR OF 2020/2021
By : Anisa Fitriyani
In this research, the researcher focused on the correlation between students‟ habit in reading newspaper and their ability in writing news item text. The objective of the research was to know whether there was a correlation between students‟ habit in reading newspaper and their ability in writing news item text at the first semester of twelve grade in SMAN 12 Bandar Lampung in the academic year of 2020/2021.
The research methodology used correlational research design. The population of the research was the students at the first semester of twelve grade in SMAN 12 Bandar Lampung especially in class Science 1 that consisted of 33 students. The sample was chosen by doing cluster random sampling. The sample of the research was taken 33 students. In collecting data, this research used questionnaire that consisted of 20 items for habit in reading newspaper and asked students to create their own paragraph based on their teachers‟ instruction of the text.
After giving the test, the researcher analyzed the data using SPPS with Pearson Product Moment formula. After doing the hypothessis and significant test, it was obtained that Sig (P-value) is 0.422, means Sig < α. Based on this research, there is correlation between students‟ habit in reading newspaper and their ability in writing news item text at the first semester of twelve grade in SMAN 12 Bandar Lampung in the academic year of 2020/2021.
Keyword : Correlational research design, Reading Newspaper, Writing News Item Tex
ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. W USIA 26 TAHUN G2P1Ab0Ah1 DENGAN PLASENTA LETAK RENDAH DI PUSKESMAS NGAMPILAN
Kesejahteraan suatu negara dapat dinilai dari status kesehatan yang dapat
diindikatorkan dari Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi
(AKB). Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes
RI) Angka Kematian Ibu di Indonesia sekitar 291/100.000 kelahiran hidup.1
Berdasarkan Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2021, Angka
Kematian Ibu (AKI) di DIY sebesar 64.14, dari sebanyak 3.118 kelahiran hidup
dengan 2 kasus kematian ibu. Penyebab kematian ibu adalah preekalmsia,
perdarahan, paralitis, emboli dan lainnya. Salah satu penyebab perdarahan
obstetrik pada umur kehamilan lanjut adalah plasenta previa. Plasenta previa
adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada
segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Pada
kasus Ny. W pada kehamilannya mengalami plasenta letak rendah, dimana
plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim, tetapi tepi dari plasenta tidak
mencapai ostium uteri, namun didekatnya.
Kontak pertama dilakukkan pada tanggal 18 Januari 2022 saat uk 36+6
minggu, dengan keluhan gatal-gatal di bagian perut. Pada saat kehamilan
ditemukan bahwa janin letak lintang, dengan DJJ 131 x/menit, TD 110/79 mmHg,
Suhu 36,6oC. Telah melakukkan ANC terpadu pada usia 7+6 minggu hasil HIV
non reaktif, HbSAg negative, Hb 12,4 gr/dL, GDS 79 gr/Dl dan golongan darah
A. Riwayat pemeriksaan USG UK 18+6 minggu didapatkan janin tunggal, letak
melintang, plasenta dibawah, DJJ (+), air ketuban cukup dan TBJ 202 gram.
Kontak kedua dilakukan tanggal 31 Januari 2022 saat usia kehamilan 38+5
minggu dengan keluhan kadang kenceng-kenceng tapi tidak lama dan pegel-pegel,
belum ada pengeluaran pervaginam, dan letak janin memanjang. Telah dilakukkan
swab untuk ibu yang akan bersalin dengan hasil negatif, dan telah diberikan
rujukan untuk bersalin di RS Pratama. HPHT: 06-05-2021, HPL: 13-02-2022
Anak pertama berumur 3,5 tahun. Persalinan pada tanggal 19-02-2022 pukul
23.30 WIB UK 40+5 minggu, persalinan normal di RS Pratama sebelumnya
dilakukkan USG plasenta letak posterior. Bayi lahir langsung menangis kuat, kulit
kemerahan dan dilakukkan asuhan menyusui dini (IMD). Jenis kelamin
perempuan BB: 3330 gram, PB: 50 cm, LK: 32 cm, LD: 32 cm dan LLA 12 cm.
Pada masa nifas kunjungan pertama (KF1) kontraksi uterus keras, perdarahan
pervaginam dalam batas normal, TFU 2 jari dibawah pusat. Bayi dalam keadaan
sehat telah dilakukkan asuhan bayi baru lahir.
Pemantauan nifas KF2 ibu mengeluhkan masih nyeri luka jahitan, takut
untuk BAB, dan putting susu lecet. Pemantauan nifas KF3 ibu mengeluhkan
bahwa anak pertama selalu marah kepada adiknya. Tidak suka jika Ny. W
menggendong adiknya. Kunjungan nifas 4 (KF4) ibu tidak ada keluhan, namun 4
hari setelah dilakukkan penyuntikan BCG pada tanggal 06-04-2022 bayi dikasih
susu formula oleh Ny. W karena ibu merasa asi kurang. Bayi baru lahir kondisi
sehat dan tidak ada penyulit selama kunjungan neonatal. Ny. W telah
menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN PELAKSANAAN PERENCANAAN KARIR SISWA DI SMA NEGERI 1 CIWARU
Layanan bimbingan konseling menjadi sesuatu hal yang penting pada
tingkat Sekolah Menengah Atas ataupun sekolah menengah kejuruan. Terutama
bagi siswa tingkat akhir yaitu kelas XII karena pada tahap ini siswa akan
dihadapkan dengan pilihan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau
langsung bekerja. Permasalahan siswa banyak yang belum memahami tentang
dirinya sendiri akan berpengaruh terhadap rencana karir mereka kedepan.
Layanan bimbingan konseling diharapkan mampu membantu siswa mengenali
kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga siswa mantap dengan pilihan langkah
ke depan karena telah memiliki perencanaan karir. Siswa di SMAN 1 Ciwaru
banyak yang masih bingung dengan langkah kedepan setelah mereka lulus.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan konseling
berpengaruh terhadap perencanaan siswa SMA pada kelas XII.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan
data menggunakan angket. Hasil penelitian didapat Y = 25,888 + 0,460x
Persamaan tersebut mempunyai konstanta sebesar 25,888 dan koefisien regresi
variabel layanan bimbingan konseling (variabel x) sebesar 0,460. Artinya layanan
bimbingan konseling (variabel x) bernilai 0 maka perencanaan karir siswa
(variabel y) sebesar 25,888 dan jika layanan bimbingan konseling mengalami
kenaikan 1, maka perencanaan karir siswa akan mengalami peningkatan sebesar
0,460. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara layanan
bimbingan konseling dengan perencanaan karir siswa. Semakin tinggi layanan
bimbingan konseling maka semakin meningkat perencanaan karir siswa.
Selanjutnya adalah membandingkan t hitung dengan t tabel dengan kriteria
pengujian H0 diterima jika thitung ttabel. Karena
thitung > ttabel yaitu 5,422 > 1,686 maka H0 ditolak, artinya Ha diterima yakni
terdapat pengaruh layanan bimbingan konseling terhadap perencanaan karir siswa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan konseling berpengaruh
terhadap perencanaan karir siswa, dengan persentase 30,6% selebihnya
perencanaan dipengaruhi faktor lain baik yang dari internal ataupun eksternal
MATHEMATICAL MODEL ANALYSIS OF THE SPREAD OF CHOLERA WITH VACCINATION AND DISINFECTION
Cholera is a disease as kind of acute diarrhea caused by bacteria V. Cholerae, which
can be spread through the direct contact of humans and contaminated food or water.
The spread of cholera can be prevented by vaccination and disinfection. This
phenomenon is modeled in the form of first-order non-linear differential equation
systems with 4 variables,
SIRB
. The model has two equilibrium points namely
disease-free equilibrium points and endemic equilibrium points. Also obtained are
basic reproductive numbers (
R0
) which are used to determine the local stability at
the equilibrium point. Disease-free equilibrium points are locally asymptotically
stable if
R0 1
, while endemic equilibrium points are locally asymptotically stable
if
R0 1
. Furthermore, the simulation results obtained
R0 0.87
, this indicates
that the local asymptotic stable system at the equilibrium point is disease free,
whereas in the endemic conditions where
R0 1 , an increase in vaccination rates
and disinfection rate can reduce the population of susceptible individuals, infected,
and bacteria V. Cholerae.
Keywords: Cholera, Vaccination, Disinfection, basic reproduction numbers, local
stabilit
AN ANALYSIS OF NOUN PHRASE IN “BREAK THE GLASS CEILING” TEDxLSPR VIDEO BY PRILLY LATUCONSINA
ABSTRACT
A noun phrase is a phrase with a noun or pronoun as its
headword. Noun phrase typically name of people, place, things or
idea. One increasingly popular form of media is TEDx videos, which
serve as platforms for sharing inspiring ideas and concepts. This
research aims to find out: 1) what are the types of noun phrase in
“Break the Glass Ceiling” TEDxLSPR video by Prilly Latuconsina?
2) What is the most dominant type of noun phrase in “Break the Glass
Ceiling” TEDxLSPR video by Prilly Latuconsina?
This research was descriptive qualitative because the data were
the script of “Break the Glass Ceiling” TEDxLSPR video by Prilly
Latuconsina. There were some steps in collecting data such as looking
for the video on Youtube website, watched and listened the video and
copy the scripts. In data analysis, this research used Greenbaum theory
to classify the types of noun phrase. The researcher used validator to
validity the data.
The results of this research were the researcher found that there
are five types of noun phrases based on Greenbaum theory. There are
about 55 noun phrases formed by determiner and noun itself. There
are 11 noun phrases formed by premodifier + noun. Besides, there are
also some noun phrases that formed by determiner + modifier (pre and
post) + noun. There are 38 noun phrases formed by determiner +
premodifier + noun and there are 11 noun phrases formed by
determiner + Noun + postmodifier. There are 2 noun phrases formed
by determiner + premodifier + noun + postmodifier. In addition, the
most dominant type of noun phrase is the first type (determiner +
noun) with 55 numbers of noun phrases and the percentages is 47%.
Keywords: Noun phrase, types, tree diagra
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PBB DI BAKEUDA KOTA TEGAL
Penerapan Ice Breaking untuk meningkatkan perhatian peserta didik pada mata pelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah : Penelitian tindakan kelas mata pelajaran tematik di kelas III MI Nurul Yakin Kabupaten Bandung
Latar belakang permasalah penelitian ini, bahwa beberapa kondisi peserta didik di kelas III masih belum memiliki perhatian dalam proses belajar, diantaranya. Pertama, beberapa peserta didik asik dengan aktivitasnya seperti menggambar di buku catatan, mengobrol dengan teman sekelas, melamun atau tidak memperhatikan gurunya saat menjelaskan materi di depan kelas. Kedua, suasana belajar mengajar di kelas tersebut masih kurang menarik. Hal tersebut terlihat ketika kegiatan belajar mengajar kurang kondusif, jenuh dan membosankan.
Penelitian ini bertujuan, yaitu untuk mengetahui perhatian peserta didik sebelum dan sesudah diterapkan ice breaking dengan adanya peningkatan pada setiap siklusnya pada mata pelajaran tematik di kelas III MI Nurul Yakin Kabupaten Bandung. Pada penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan sebnayak dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
Ice breaking ialah salah satu jenis aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengalihkan suasana dalam proses pembelajaran. Ketika guru dapat mengalihkan suasana pembelajaran yang membosankan dan menjenuhkan dengan menggunakan ice breaking suasana akan kembali menyenagkan dan ceria dengan pembelajaran yang tetap kondusif. Ice breaking ini juga dapat diberikan kepada peserta didik ketika awal pembelajaran, pertengahan pembelajaran dan di akhir pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan pada kelas III MI Nurul Yakin Kabupaten Bandung yang terdiri dari 23 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 1) perhatian peserta didik sebelum diterapkan ice breaking pada pra siklus ini terlihat dari persentase skor rata-rata angket yang menunjukan pada 50,43% termasuk pada kategori “Sedang” sedangkan untuk persentase aktivitas yang didapat guru ialah 75% (baik) serta persentase aktivitas peserta didik ialah 52,94% (cukup). Sementara 2) perhatian peserta didik setelah diterapkan ice breaking pada siklus I dan siklus II mendapatkan rata-rata persentase skor angket perhatian pada siklus I menunjukan peningkatan dengan mendapatkan rata-rata persentase skor angket perhatian sebesar 72,04% dengan kategori tinggi. Kemudian pada siklus II meningkat lagi yakni mendapat persentase angket perhatian sebesar 81% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan untuk Aktivitas guru pada siklus I mendapatkan persentase sebesar 80,35% dengan kategori baik, dan aktivitas peserta didik pada siklus I mendapatkan persentase sebesar 67,82% dengan kategori cukup. Pada siklus II mendapat persentase aktivitas guru sebesar 91,07% dengan kategori sangat baik, sedangkan aktivitas peserta didik mendapat persentase sebesar 81,43% dengan kategori baik
PERANCANGAN “CLASS OF CLICK” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE PADA MATERI UI/UX DESIGN DI SMK NEGERI 1 PANYINGKIRAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang UI/UX design seiring perkembangan industri digital. Data Statista (2025) menunjukkan bahwa per Februari 2025 terdapat 5,56 miliar pengguna internet di dunia (67,9% dari populasi global), menegaskan pentingnya produk digital yang dirancang dengan baik. Industri TIK, khususnya sektor e-commerce, aplikasi mobile, dan platform digital lainnya, semakin menuntut keterampilan UI/UX design. Sejalan dengan hal tersebut, SMK Negeri 1 Panyingkiran, khususnya jurusan Desain Komunikasi Visual, berupaya memperluas peminatan siswa pada bidang UI/UX, meskipun terkendala keterbatasan tenaga pengajar. Sebagai solusi, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website bernama “Class of Click” dengan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) melalui enam tahap: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Media dikembangkan menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dan Bootstrap, serta dilengkapi fitur latihan interaktif menggunakan platform ZEP Quiz. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa media ini memperoleh skor 82,6% pada aspek materi dan 76,55% pada aspek media. Respon pengguna juga menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi, yaitu 100% dari guru dan 98,8% dari siswa. Dengan demikian, “Class of Click” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif untuk mendukung peminatan UI/UX design di SMK.
--------
This research is motivated by the increasing demand for experts in the field of UI/UX design in line with the development of the digital industry. Data from Statista (2025) shows that as of February 2025, there will be 5.56 billion internet users worldwide (67.9% of the global population), emphasising the importance of well-designed digital products. The ICT industry, particularly the e-commerce sector, mobile applications, and other digital platforms, is increasingly demanding UI/UX design skills. In line with this, SMK Negeri 1 Panyingkiran, particularly the Visual Communication Design department, is striving to expand students' interest in the field of UI/UX, despite being constrained by a shortage of teaching staff. As a solution, this study developed an interactive learning medium based on a website named ‘Class of Click’ using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method through six stages: concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution. The medium was developed using HTML, CSS, JavaScript, and Bootstrap, and includes interactive exercise features using the ZEP Quiz platform. The feasibility test results showed that the media achieved a score of 82.6% in the content aspect and 76.55% in the media aspect. User responses also indicated a high level of feasibility, with 100% of teachers and 98.8% of students expressing approval. Thus, “Class of Click” is deemed suitable for use as an alternative learning medium to support interest in UI/UX design at vocational high schools
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN CAREER CALLING DENGAN PERCEIVED EMPLOYABILITY PADA KARYAWAN GENERASI Z
ABSTRAK
Hubungan Antara Self Efficacy Dan Career Calling Dengan Perceived
Employability Pada Karyawan Generasi Z
Oleh:
Eva Fitriyani
Generasi Z menjadi generasi yang memiliki banyak pilihan
dalam dunia kerja sehingga mengakibatkan generasi Z tidak memiliki
penguasaan terhadap suatu profesi. Hal ini terjadi karena generasi Z
senang berpindah-pindah kerja, dari satu perusahaan ke perusahaan
lainnya dalam periode singkat.Tujuan dalam penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara self efficacy dan career calling dengan
perceived employability pada karyawan generasi Z. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif,
dengan pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampling
jenis purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini dengan
menggunakan kuisioner atau instrumen yang digunakan dengan
menggunakan 3 skala yaitu perceived employability, self efficacy dan
career calling. Sampel yang digunakan pada penelitin ini merupakan
karyawan generasi Z dengan rentang usia 19-27 tahun, yang memiliki
minimal masa kerja 1 tahun sebanyak 287 responden. Kemudian
dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknik uji regresi linier
berganda dengan bantuan software JASP versi 0.18.2.0 for windows.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel
self efficacy dan career calling berpengaruh negatif-signifikan dengan
variabel perceived employability dengan nilai R-square 0.233 dengan
taraf signifikansi <0.001 (p<0.001). Artinya variable self efficacy dan
career calling memberikan sumbangan efektif sebesar 23% pada
variabel perceived employability, sedangkan 77% dipengaruhi oleh
faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Self Efficacy, Career Calling, Perceived Employability,
Karyawan Generasi Z. ABSTRACT
The Relationship Between Self Efficacy and Career Calling with
Perceived Employability in Generation Z Employees
Author:
Eva Fitriyani
Generation Z is a generation that has many choices in the
world of work, resulting in generation Z not having mastery of a
profession. This happens because generation Z likes to move jobs,
from one company to another in a short period. The purpose of this
study was to determine the relationship between self-efficacy and
career calling with perceived employability in generation Z
employees. The method used in this study is a quantitative approach
method, with research sampling using a purposive sampling
technique. The collection of research data using a questionnaire or
instrument used using 3 scales, namely perceived employability, self�efficacy and career calling. The sample used in this study was
generation Z employees with an age range of 19-27 years, who had a
minimum work period of 1 year as many as 287 respondents. Then in
analyzing the data, the researcher used a multiple linear regression
test technique with the help of JASP software version 0.18.2.0 for
windows. The results obtained in this study indicate that the variables
of self-efficacy and career calling have a negative-significant effect on
the variable of perceived employability with an R-square value of
0.233 with a significance level of <0.001 (p<0.001). This means that
the variables of self-efficacy and career calling provide an effective
contribution of 23% to the variable of perceived employability, while
77% is influenced by other factors not discussed in this study.
Keywords: Self Efficacy, Career Calling, Perceived Employability,
Generation Z Employees
Gambaran Tingkat Mindful Self-Care Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang Sedang Menyusun Skripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran tingkat mindful self-care (perawatan diri penuh perhatian) pada mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang sedang menyusun skripsi, mengingat masa penyusunan skripsi adalah masa dengan dengan kerentanan akan kesehatan fisik, mental, dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek berjumlah 392 mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, dengan alat pengumpul data Mindful Self-Care Scale (MSCS). Hasil uji validitas menunjukkan terdapat 4 pernyataan yang tidak valid, namun tetap digunakan dengan kalimat yang telah diformulasikan kembali. Hasil uji reliabilitas menunjukkan instrumen MSCS reliabel dengan skor Cronbach’s Alpha 0.909. Hasil penelitian menunjukkan tingkat mindful self-care mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang sedang menyusun skripsi berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 3.8 dari 5, yang berarti rata-rata responden melakukan mindful self-care kurang lebih 3-4 hari dalam satu minggu. Aspek yang memiliki skor rata-rata paling tinggi adalah Mindful Awareness, yaitu mahasiswa menyadari dan menerima mengenai pikiran dan perasaannya; dan melibatkan pikiran dan perasaannya sebelum bertindak, dan paling rendah adalah Physical Care, yaitu mahasiswa tidak berolahraga setidaknya 30 - 60 menit perhari; tidak melakukan olahraga yang terjadwal; memilih kegiatan yang lebih santai dibanding berolahraga; dan tidak menjadwalkan olahraga setiap hari. Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki memiliki skor rata-rata yang sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 3.84, sementara perempuan memiliki skor rata-rata sebesar 3.78. Dari 8 fakultas yang dilibatkan dalam penelitian, Fakultas Ilmu Keolahragaan mendapat skor tertinggi, sementara Fakultas Ilmu Pendidikan mendapat skor terendah. Penjelasan dapat dibaca lebih jauh dalam pembahasan hasil penelitian
- …
