34,212 research outputs found

    Batu angus

    No full text
    Penyediaan buku bacaan pada jenjang pramem- baca kali ini diisi dengan cerita sederhana tentang fauna endemik Sulawesi dan objek wisata di daerah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Fauna endemik dari Sulawesi tersebut terkenal dengan sebutan yaki, yaitu jenis kera berbulu hitam legam, kecuali daerah punggung dan selangkangan yang berwarna agak terang, pantat berwarna kemerahan, memiliki jambul, dan mukanya tidak berbulu. Yaki di daerah Kota Bitung dan sekitarnya disebut dengan wolai. Dengan demikian, judul buku yang dipakai untuk ini adalah Wolai. Adapun objek wisata yang diangkat kali ini adalah objek wisata Taman Wisata Alam Batu Angus. Pantai Batu Angus, terletak di Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Yang dipakai judul untuk buku tentang Taman Wisata Alam Batu Angus ini adalah Batu Angus. Kedua buku ini, Batu Angus dan Wolai, lebih dominan menampilkan gambar yang disertai keterangan berupa tulisan sangat sederhana

    Autumn leaves : sound and the environment in artistic practice

    No full text
    This publication is a book that represents an innovative, international and multi-disciplinary approach to conceptualising the dynamic relationships between sound and the environment. The editorial process involved directly commissioning textual, graphic and photographic work. The vast majority of the book represents new work, produced specifically for this publication. For the purposes of tracing historical development, an article from 1974 and three older projects have been revived and recontextualised. In addition to the editorial responsibility, the researcher wrote the introduction and conducted three original interviews. The book draws work from visual, sound and performance art, acoustic science, anthropology, cultural studies, public policy, and architectural theory. Just as it is true to say that these disciplines have not previously been brought together in this way, equally, it is no exaggeration to identify the contributors as the leading international lights in the field: Chris Watson, Tim Ingold, Hildegard Westerkamp, Christina Kubisch, Alvin Lucier, David Toop. The book is published by Double Entendre, the French publisher of the premier sound arts journal, Vibro. The book is accompanied by an audio compilation published by the German record label, Gruenrekorder (Gruen 053). www.autumn-leaves.gruenrekorder.de. The researcher co-curated the compilation, selecting relevant work that illustrated the book’s themes. The book was the catalyst for a one-day symposium at the Tate Britain called The Performance of Sound (May 19th, 2006), which the researcher co-organised. The researcher was invited to speak on the book at the Audio Extranautes: Flux, Distance, Sociability symposium at the Villa Arson in Nice in December 2007. Autumn Leaves has been reviewed in the French journal Mouvement; in MCD where the reviewer reported that “this book deserves to be translated into French”; and Soundscape: The Journal of Acoustic Ecology. Soundscape 7 (1), Autumn, 2007 reprinted an interview conducted by the author from the book. Autumn Leaves, edited by CRiSAP co-director Angus Carlyle, seeks to draw together a number of different perspectives on how the environment is made audible through sound. The perspectives contained in the book are made manifest through more traditional textual analyses, interviews, image-based works (both photography and graphic illustration) and ‘artist’s pages’ (which combine different registers of information). Among the articles included in the book are a superb deconstruction of the concept of soundscape by anthropologist Tim Ingold; an intriguing analysis of sound from an acoustic point-of-view (or point-of-audition) by Bill Davies; Steve Goodman’s dynamic opening up of city sound to a bass materialism provoked by Greg Lynn’s ‘blob’ architecture; Salome Voegelin’s evocative mapping of sci-fi aesthetics onto the project of acoustic ecology; a wonderful meditation on the heard and the unheard by David Toop; Sylvain Marquis powerfully drawing out the ‘presence’ of Phill Niblock; Rahma Khazam finding new ways of listening through an inspired conceptual conversation between art, architecture and relational aesthetics; and a re-print of Hildegard Westerkamp’s pioneering discussion of soundwalking from 1974. Interviews include a wide-ranging discussion with Alvin Lucier about his work and working practices; an exploration of Christina Kubisch’s long-standing commitment to teasing out the complexities of the sounds that surround us; Peter Cusack providing an exciting account of his Sound of Dangerous Places project; Chris Watson talking us through his inspirational field-recording; and Max Dixon offering fresh perspectives on how the development of strategies for noise in urban environments meshes policy with research into bio-acoustics, acoustics and creative practice. Images include Dan Holdsworth’s haunting representations of anechoic chambers through Charles Fox’s photographs of microphone arrays in the wilderness, Axel Stockburger’s ASCII art evocations of video-game space and Nicholas Gansterer’s intricate diagrams of our heard world. What remains of the book is devoted to the artists’ pages. In these a whole host of contemporary practitioners spanning the disciplines of graphic design, music, photography, performance and visual art offer their provocative takes on sound and the environment. Here we encounter John Wynne and Tim Wainwright presenting their collaborative work in Harefield Hospital; Aki Onda pursuing his Cinemage project; Claudia Wegener finding poetry in ear- and eye-witnessing; an unpacking of the theories and technologies behind the exciting Locus Sonus audio streams; NYSAE opening up its portfolio of acoustic ecology-inspired activities; Goran Vejvoda mobilising a modular manifesto from his three decades of sound art; the Gruenrekorder label reviewing the thinking behind its 40 releases; Jem Finer show-casing his Score For A Hole in the Ground; Cathy Lane mapping her memories of the Hebrides; Zoe Irvine making an art of places out of abandoned audio tape; and Mira Choi introducing her noise-responsive graphic software. The editorial work and its presentation has been a collaborative venture with the designer Ian Noble. Autumn Leaves is CRiSAP's first book and is edited by CRiSAP Co-Director Angus Carlyle[/b] and published by the exciting French sound art initiative Vibro / Double Entendre. It contains work by a variety of artists including several of CRiSAP's members - Salomé Voegelin, John Wynne, Peter Cusack, Cathy Lane and David Toop

    Identifikasi Fenotipik Sapi Peranakan Angus di Kabupaten Sragen

    No full text
    Sapi Peranakan Angus merupakan salah satu hasil pelaksanaan program IB yang mampu berkembang dan beradapatasi di daerah tropis khususnya di Kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data fenotipik sapi Peranakan Angus, sebagai data dasar guna menyusun konsep pelestarian, pengembangan dan pemanfaatannya. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengamatan, pengukuran dan dokumentasi sapi, serta wawancara langsung dengan pihak terkait, yang dilakukan di lima kecamatan di kabupaten Sragen. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Peranakan Angus memiliki Lingkar Dada (LG), Tinggi Gumba (TG) dan Panjang Badan (PB) lebih tinggi dibandingkan sapi lokal lainnya di Indonesia. Fenotipik sapi Peranakan Angus merupakan gabungan dari tetua yang diduga membentuk sapi Peranakan Angus yaitu Abeerden Angus, American Brahman dan Peranakan Ongole. Sapi Peranakan Angus mempunyai keunggulan pertumbuhan yang cepat, performa reproduksi yang baik, kemampuan memanfaatkan pakan berkualitas kurang baik dan toleran terhadap lingkungan tropis. Sapi Peranakan Angus dapat digunakan untuk program pemuliaan sebagai penghasil daging serta dapat diarahkan menjadi kandidat rumpun baru sapi potong Indonesia

    Pengaruh Motivasi dan Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Resto Indonesia Black Angus cabang Surabaya

    No full text
    Pada era globalisasi dalam dunia restoran Black Angus sangat maju ini para pelaku manajemen sumber daya manusia dituntut untuk lebih meningkatkan kompetensi dan konsistensi bisnis restoran Black Angus agar dapat bersaing ketat dengan para kompetitomya. Dengan adanya persaingan pesat antar restoran, maka PT Resto Indonesia Black Angus Cabang Surabaya harus berusaha mencapai kinerja restoran yang baik, maka sebaiknya PT Resto Indonesia Black Angus Cabang Surabaya membutuhkan seorang pemimpin yang baik' Berdasarkan analisa teoritis terhadap permasalahan yang ada maka hipotesa yang dapat penulis ajukan adalah "Apabila PT Resto Indonesia Black Angus memberikan gaji yang menarik, maka diharapkan dapat meningkatkan semangat dan gairah kerja sehingga produktivitas kerja karyawan juga akan meningkat". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh motivasi dalam menimbulkan semangat dan gairah kerja karyawan pada perusahaan tersebut demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, serta memberikan sumbangan pemikiran dan saran-saran kepada pimpinan PT Resto Indonesia Black Angus Cabang Surabaya dalam usaha peningkatan produktivitas kerja karyawan. Padajenis penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Populasi dan sampel yang digunakan sebanyak 30 karyawan pada PT Resto Indonesia Black Angus Cabang Surabaya. Jenis data adalal data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data, menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan riset kepustakaan dan lapangan. Pengolahan data dengan uji validitas, reliabilitas dan Uji Asumsi Klasik. Kemudian dilakukan penguj ian hipotesis dengan Uji F, Uji t dan menganalisis mana variabel yang paling dominan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis data statistik program SPSS 1 1.0. Nilai koefisien regresi untuk variabel bebas motivasi (X1) sebesar 0,029 merupakan variabel bebas yang berpengaruh paling dominan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan (Y). Nilai thilung untuk variabel bebas motivasi (X1) sebesar 0,286 > tto',r 2,052 artinya terdapat pengaruh motivasi (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Nilai koeltsien regresi untuk variabel bebas pelatihan (X2) sebesar 0,799 merupakan variabel bebas yang berpengaruh terhadap variabel produktivitas kerja karyawan (Y). Nilai thllung untuk variabel bebas pelatihan (X2) sebesar 9,393 > tt*"r 2,052 alltr terdapat pengaruh pelatihan (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y)' Dari kedua variabel bebas yang diteliti temyata variabel bebas motivasi (Xr) memiliki pengaruh paling dominan, dimana dengan nilai T sebesar 0,286. Dengan koefisien parsial 0,055 lebih besar dari nilai T variabel bebas pelatihan (X2) sebesar 9,393 dengan koefisien parsial 0,875. Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada PT Resto Indonesia Black Angus Cabang Surabaya harus seksama menempatkan seorang pemimpin perusahaan untuk mencapai produktivitas kerja karyawan

    Alaskan Author and Historian Dan O'Neill

    No full text
    Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner

    Hubungan Usia Dengan Kejadian Hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang

    No full text
    Berdasarkan hasil pengukuran Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi tekanan darah di Indonesia yaitu sebesar 26,5%. Menurut profil kesehatan Dinkes Tangerang tahun 2016 prevalensi hipertensi pada 2016 yaitu sebesar 48.662 (49,7%) orang penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus Mei 2018. Metode penelitian menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berusia lebih dari 17 tahun di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten tahun 2018. Sampel penelitian dilakukan dengan Quota Sampling sebanyak 115 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian yang didapatkan dari 115 responden yaitu rata-rata usia pada rentang usia 18-40 tahun (61,7%), perempuan sebanyak (50,4%), pendidikan rendah (60 %), mayoritas pekerjaan yaitu ibu rumah tangga (34,8%) dan mayoritas tempat tinggal di Tegal Angus (53,9%). Analisis univariate hipertensi sebanyak 66 (57,4%) dan tidak hipertensi 49 (42,6%). Analisis bivariate hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi p-value 0,00. Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi di Kecamatan Kresek and Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Banten

    Scottish Angus Cow and Calf

    No full text
    General view, looking east; Cow and Calf, Ostermiller's largest bronze sculpture, is located in the newly landscaped Hindery Family Park, on the south side of the Hamilton Building along 12th Avenue. Ostermiller carries forward into our time the noble tradition of animalier art from the 19th century and before, yet does it on a grand scale. This monolithic bronze celebrates his talent as a sculptor and the cattle culture of Colorado, on which Denver's economy and society were partly based for many generations. Source: Denver Art Museum [website]; http://www.denverartmuseum.org/ (accessed 7/5/2008

    Analisis Profil Protein Membran Spermatozoa Sapi Aberdeen-Angus, Sapi Bali, Dan Sapi Ongole Sebagai Pendekatan Kekerabatan Sapi

    No full text
    ABSTRAK     Ramadani, Ratna Dwi. 2014. Analisis Profil Protein Membran Spermatozoa Sapi Aberdeen-Angus, Sapi Bali, Dan Sapi Ongole Sebagai Pendekatan Kekerabatan Sapi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S. Pd., M. Si.   Kata Kunci:  Analisis protein, Membran Spermatozoa Sapi, Hubungan Kekera-batan, Sistem Perkawinan Sapi   Sistem perkawinan hewan ternak dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi hewan ternak apabila dilakukan tanpa memperhatikan kekerabatan hewan ternak. Studi hubungan kekerabatan antara suatu makhluk hidup dapat diketahui melalui kajian filogenetik dimana pengamatan hubungan kekerabatan pada sapi seringkali dilakukan dengan mengamati polimorfisme protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein membran spermatozoa sapi Aberdeen-Angus, Sapi Bali, dan Sapi Ongole serta mengamati polimorfisme proteinnya untuk mengkaji hubungan kekerabatan antara sapi yang dibandingkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan observasi labolatorik yang dilakukan selama Bulan Maret-Mei 2014. Penelitian dilakukan dengan membandingkan crude protein membran spermatozoa Sapi Aberdeen-angus, Sapi Bali dan Sapi Ongole hasil elektroforesis SDS-PAGE. Protein-protein yang dibandingkan merupakan protein spesific testis dan protein spesific spermatozoa yang merupakan hasil ekspresi DNA inti sel spermatozoa dengan berat molekul 16 kDa, 33 kDa, 34-38 kDa, 64 kDa dan  75 kDa (Marques et al. (2000);  Harayama et al. (2010); Rondena et al. (2006); Nadgas et al. (2013); Lalancette et al. (2001)). Selanjutnya dilakukan analisis kluster dengan menggunakan program MVSP 3.22 untuk memperoleh dendogram yang menggambarkan hubungan kekerabatan sapi. Berdasarkan hasil elektroforesis SDS-PAGE diketahui bahwa Sapi Aberdeen-angus memiliki memiliki protein doppel (34-38 kDa) dan protein PH-20 Hyaluronidase (75 kDa), Sapi Bali memiliki protein doppel sementara itu Sapi Ongole memiliki protein doppel dan protein phospholipase A2 (16 kDa). Berdasarkan dendogram diketahui bahwa Sapi Bali berkerabat dekat dengan Sapi Aberdeen-angus, sementara kedua sapi tersebut memiliki kekerabatan yang lebih jauh jika dibandingkan dengan Sapi Ongole.  Sistem perkawinan sapi yang tepat bagi ketiga jenis sapi tersebut diatas adalah perkawinan antara sapi Bali dengan Sapi Ongole dan Sapi Aberdeen-angus dengan Sapi Ongole untuk mengoptimalkan kualitas anakan hasil perkawinan cross breeding. Sementara itu perkawinan antara Sapi Aberdeen-angus dan Sapi Bali sebaiknya dihindari untuk mengurangi resiko penurunan kualitas anakan akibat perkawinan inbreeding

    Fenomena Batu Angus Di Lereng Timur Gunung Gamalama Pulau Ternate Maluku Utara dan Pemanfaatanya Sebagai Media Pembelajaran Geografi Di SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses terbentuknya batu angus di lereng timur Gunung Gamalama, jenis batuannya, dan pemanfaatanya sebagai media pembelajaran geografi di SMA Kota Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian campuran kualitatif dan kuantitatif dengan metode kombinasi model concurrent embed. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Post Pemantauan Gunung Gamalama, guru geografi, dan siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 6 Kota Ternate. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, analisis laboratorium petrografi dan data hasil belajar siswa. Data penelitian kualitatif dianalisis dengan menggunakan mikroskop polarisasi untuk menentukan jenis batu angus Gunung Gamalama, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji t untuk melihat perbedaan nilai ratarata yang diperoleh siswa. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Proses pembentukan batu angus yang terdapat di lereng timur Gunung Gamalama diawali dengan erupsi vulkanik Gunung tersebut yang bersifat effusif pada tahun 1907. Leleran lava yang tertumpuk di lereng timur Gunung tersebut, tepatnya di kelurahan Kulaba yang sekarang dijadikan Objek Wisata Batu Angus. (2) Berdasarkan analisis petrografi di Laboratorium, batu angus memiliki kandungan mineral Plagioklas, Piroksen, mineral Opak dan mineral Gelas, Sehingga dapat disimpulkan bahwa batu angus ini merupakan salah satu batuan beku jenis Andesite Piroksen. (3) Strategi pembelajaran geografi yang tepat meyangkut fenomena batu angus adalah outdoor learning. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan guru geografi SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 6 Kota Ternate, serta dari hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, hasil belajar dengan menggunakan metode Outdoor Learning lebih tinggi dibandingkan metode indoor dengan media power point. Peningkatan hasil belajar itu dapat dilihat dari ketercapaian kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang diperoleh. Pada pre-test kelas X IPS 1 SMA Negeri 5 Kota Ternate, siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) sebesar (25%) sedangkan pada post-test hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu mencapai (79%). Pada pre-test kelas X IPS 1 SMA Negeri 6 Kota Ternate, siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum 19%. Setelah pembelajaran diterapkan dengan menggunakan metode outdoor learning menjadi 88%. Dengan demikian Tingginya Peningkatan hasil belajar siswa ini dipengaruhi oleh penerapan metode outdoor learning. Kata Kunci: batu angus, media, geografi, hasil belajar

    ETHICS, PREVENTION, AND PUBLIC HEALTH

    No full text
    Notes on contributors -- Preface -- 1. Introduction: ethics, prevention, and public health / Angus Dawson and Marcel Verweij -- 2. The meaning of 'public' in 'public health' / Marcel Verweij and Angus Dawson -- 3. Public health and civic republicanism: toward an alternative framework for public health ethics / Bruce Jennings -- 4. Health of the people: the highest law? / Lawrence O. Gostin and Lesley Stone -- 5. Population-level bioethics: mapping a new agenda / Daniel Wikler and Dan W. Brock -- 6. Parental choice and expert knowledge in the debate about MMR and autism / Tom Sorell -- 7. Ethical issues in applying quantitative models for setting priorities in prevention / Dan W. Brock -- 8. Reasonable limits to public health demands / Mariëtte van den Hoven -- 9. Vertical transmission of infectious diseases and genetic disorder: are the medical and public responses consistent? / Jay A. Jacobson, Margaret P. Battin, Jeffrey R. Botkin, Leslie Francis, James O. Mason, and Charles B. Smith -- 10. Herd protection as a public good: vaccination and our obligations to others / Angus Dawson -- 11. Tobacco discouragement: a non-paternalistic argument / Marcel Verweij -- 12. Informed consent and the expansion of newborn screening / Niels Nijsingh -- References -- Inde
    corecore