1,726,840 research outputs found

    Annisa Anggun Ray. X-MIPA 4

    No full text
    Ini tugas Annisa Anggun Ray. X-MIPA

    PELABELAN ANGGUN-AJAIB-SISI SUPER PADA GRAF PETERSEN YANG DIPERUMUM

    Full text link
    Misalkan sebuah graf dengan titik dan sisi. Pelabelan anggun-ajaib-sisi super pada adalah sebuah fungsi bijektif f dari himpunan ke himpunan bilangan bulat positif {1, 2, …, } sedemikian hingga untuk semua sisi , nilai adalah konstan k dan , dengan k dinamakan konstanta ajaib pelabelan. Graf yang mempunyai pelabelan anggun-ajaib-sisi super disebut graf anggun-ajaib-sisi super. Graf Petersen yang diperumum dilambangkan dengan P(n.m), n ≥ 3, 1 ≤ adalah graf beraturan-3 dengan 2n titik, dan sisi-sisi { }, { }, { } untuk setiap dengan indeks direduksi modulo n. Pada skripsi ini akan dibahas pelabelan anggun-ajaib-sisi super pada graf Petersen yang diperumum, yaitu dan dengan ganjil. Kata Kunci: pelabelan anggun-ajaib-sisi super, graf anggun-ajaib-sisi super, graf Petersen yang diperumu

    Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. E pada Lansia Ny. E dengan Gastritis Melalui Penerapan Relaksasi Otot Progresif di Komunitas RW II Kelurahan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara Tahun 2018

    Full text link
    FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS September, 2018 Nama : Mutila Anggun Wardana, S.Kep No BP : 1741312079 Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. E Pada Lansia Ny. E Dengan Gastritis melalui Penerapan Relaksasi Otot Progresif di Komunitas RW II Kelurahan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara Tahun 2018 ABSTRAK Gastritis merupakan gangguan pada lambung yang menimbulkan rasa tidak enak pada epigastrium, biasanya di bagian ulu hati, disertai dengan perut kembung, mual bahkan sampai muntah. Gastritis yang dibiarkan tidak dirawat akan terus menerus mengalami kekambuhan dan memberikan efek negatif pada kondisi kesehatan lansia, sehingga diperlukan kesadaran dan komitmen dari klien untuk selalu mengontrol kesehatan dan mengatur pola hidupnya sendiri. Pada klien kelolaan ini didapatkan belum optimalnya perawatan dan peran keluarga dalam perawatan lansia dengan gastritis sehingga diperlukan penanganan dan asuhan keperawatan yang tepat dan berkesinambungan. Tujuan dari laporan ilmiah ini adalah mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap klien dengan gastritis dengan menerapkan manajemen relaksasi otot progresif pada lansia. Asuhan keperawatan yang diberikan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Hasil akhir pemberian asuhan keperawatan adalah ada penambahan pengetahuan keluarga tentang perawatan gastritis dan teknik relaksasi otot progresif. Saran dari laporan ini adalah agar petugas kesehatan lebih mengoptimalkan lagi pemeriksaan dan pelayanan kesehatan lansia yang berada di wilayah kerjanya. Kata Kunci : gastritis, relaksasi otot progresif, lansia Daftar Pustaka : 47 (2001-2017

    Gending Klasik"ANGGUN,Gd. pl.br"

    No full text
    Gending Klasik"ANGGUN,Gd. pl.br" Penyaji:Kris Sukardi, Ujian penyajian karawitan (Resital), Pendapa ISI Surakarta

    Kaba Anggun Nan Tongga Analisis Struktur Naratif

    Full text link
    Skripsi yang berjudul “Kaba Anggun Nan Tongga Analisis Struktur Naratif” ini berdasarkan anggapan bahwa karya sastra dibangun dari unsur-unsur. Melalui unsur-unsur tersebut terbentuklah sebuah struktur. Kehadiran struktur tidak terlepas dari hakikat naratif sebuah cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan struktur penceritaan dan fungsi pelaku pada cerita kaba Anggun Nan Tongga. Objek penelitian ini terbagi dua yaitu, objek material dan objek formal. Secara material, sumber dan data dalam penelitian ini adalah kaba Anggun Nan Tongga yang ditulis kembali oleh Ambas Mahkota pada tahun 2015, sedangkan secara formal yang menjadi inti data dalam penelitian ini adalah struktur naratif yang dikemukakan oleh Vladimir Propp. Cara kerja penelitian ini dengan menguraikan jalan cerita kaba Anggun Nan Tongga menurut elemen yang terdapat pada fungsi-fungsi dalam struktur naratif. Fungsi yang dimaksudkan Propp yaitu tindakan seorang tokoh yang didefenisikan dari sudut pandang kepentingannya. Propp menetapkan 31 fungsi pelaku yang didistribusikan ke dalam tujuh lingkungan tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kaba Anggun Nan Tongga memiliki 24 fungsi pelaku yang dapat didistribusikan ke dalam tujuh lingkungan tindakan. Akhir cerita kaba Anggun Nan Tongga ditandai dengan elemen buram dengan lambang X, karena tindakan tokoh pada akhir cerita tidak dapat didefinisikan dengan ketiga puluh satu fungsi yang telah dijelaskan Propp. Kata Kunci: Kaba Anggun Nan Tongga, Struktur Naratif, Fungsi

    Anggun siri catan batik Fatimah Chik

    No full text
    Batik Painting adalah hasil penelitian dan pengkajian pelukis Fatimah Chik terhadap berbagai-bagai variasi motif tradisional serta simbol-simbol yang berkaitan suku bangsa di rumpun Asia Tenggara. Hasil penelitian tersebut, maka terhasilah Siri Anggun 1 sehingga 5 yang mengambil baju tradisional kebaya sebagai inspirasi subjek. Anggun siri 1-5 adalah hasil karya batik painting yang banyak memberikan ruang dan peluang pengkaryanya untuk mengeksplorasikan kepelbagaian teknik yang mampu memberikan mesej tersendiri di setiap karya Anggun tersebut. Anggun siri 1-5 telah berjaya mengekalkan nama pelukis Fatimah Chik sebaris dengan pelukis terkenal di Malaysia

    REVITALISASI KABA ANGGUN NAN TONGGA MENJADI TEKS DRAMA ANGGUN NAN TONGGA KARYA WISRAN HADI(TINJAUAN INTERTEKSTUAL)

    No full text
    Revitalisasi karya sastra tradisi menjadi karya sastra modern, sebagaimana revitalisasi kaba Anggun Nan Tongga menjadi naskah drama Anggun Nan Tongga karya Wisrah Hadi, merupakan usaha memberlangsungkan terus menerus karya-karya sastra masa lampau agar selalu berterima oleh masyarakat kini dan masyarakat mendatang. Kajian terhadap revitalisasi dari dua karya sastra ini didasari dari metode kerja intertekstual sebagai pelaksaan dari teori interteks yang digunakan. Kajian intertekstual didefinisikan sebagai hubungan atau jaringan antara satu teks dengan teks-teks lain. Pendekatan ini juga memungkinkan untuk menjelaskan kemungkinan pengaruh teks luaran, yaitu teks sosial dan budaya yang menjadi latar belakang pengarang serta sosial-budaya karya itu sendiri. Naskah drama Anggun Nan Tongga karya Wisran Hadi merupakan hasil revitalisasi dari kaba Anggun Nan Tongga, yang memberikan warna baru tanpa meninggalkan akar budaya tradisi Minangkabau; diangkat dari fenomena masa lalu, terutama mitos, tanpa harus meninggalkan kerelevanannya pada masa lalu dengan menyeimbangkannya terhadap masa kini. Naskah drama Anggun Nan Tongga karya Wisran Hadi dapat di pandang sebagai sebuah produk revitalisasi. Revitalisasi tersebut dapat dilihat secara instrinsik dan ekstrinsik. Secara instrinsik yaitu melalui unsur-unsur strukturnya seperti genre, bahasa, tema, tokoh dan penokohan, dan alur cerita. Sedangkan secara ekstrinsik melalui aspek penciptaannya seperti, masyarakat pembaca, pengarang dan latar belakang sosial keberadaanya. Hal itu yang menyebabkan berbeda sebagai genre sastra. Kata kunci : revitalisasi Kaba, Drama, Wisran Hadi, Intertekstua

    PEMERANAN TOKOH ANGGUN DALAM NASKAH ANGGUN NAN TONGGA KARYA EDY SUISNO DENGAN PENDEKATAN AKTING RANDAI

    Full text link
    Pemeranan tokoh Anggun yang terdapat dalam naskah Perempuan Dalam Bingkai Jendela karya Edy Suisno merupakan sebuah bentuk proses kreatif pada pertunjukan seni teater. Setelah melakukan analisis terhadap tokoh yang terdapat dalam naskah, penggunaan konsep dan metode yang sesuai akan mempengaruhi perwujudan dari tokoh tersebut. Pendekatan akting dari Randai Minangkabau merupakan rujukan untuk menunjang cara kerja mewujudkan tokoh Anggun di atas panggung

    Anggun nan Tungga

    No full text
    This book narrates the saga of 'Anggun nan Tungga', who holds an important place the oral literature of Minangkabau. Published in Bukittinggi by Pustaka Indonesia in 1982. This book is held by the Music Archive of Monash University (MAMU) as part of their Lance Castles Collection. Please contact MAMU to view the book.</div

    Analisis Strategi Bisnis pada PT Kurnia Anggun

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketatnya tingkat persaingan global dalam industri ekspor furnitur. Meskipun Indonesia memiliki potensi sumber daya kayu yang melimpah dan target pasar yang luas, namun kinerja ekspornya hanya mampu mengisi pasar dunia sebesar ±1,2 % yang mana Indonesia bersaing dengan negara Vietnam dan Malaysia. Kendala dalam negeri seperti tingginya upah tenaga kerja dan biaya produksi menyebabkan PT Kurnia Anggun mengalami pengurangan cakupan pemasaran. Selain itu, PT Kurnia Anggun masih belum memiliki strategi guna bersaing di lingkungan bisnisnya. Untuk itu, diperlukan formulasi strategi yang sesuai agar perusahaan dapat mencapai visinya, yakni melakukan expanding bisnis. Terdapat tiga tahap pada penelitian ini yaitu input stage, matching stage dan decision stage. Input stage dilakukan menggunakan alat bantu manajemen strategi yaitu matriks IFE, EFE, dan CPM. Matching stage menggunakan dua alat bantu perumusan strategi yaitu matriks IE, Grand Strategy dan matriks SWOT. Decision stage menggunakan analisis QSPM sebagai alat bantu yang akan menentukan strategi terbaik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dimana kuantitatif digunakan untuk memfasilitasi kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah narasumber sebanyak 6 orang yang berasal dari lini manajer dan 1 orang dari asosiasi furnitur. Dalam penelitian ini digunakan uji credibility melalui triangulasi sumber dan pengecekan anggota untuk menguji instrumen wawancara. Hasil penelitian menunjukan skor Matriks EFE sebesar 2,82 dan skor Matriks IFE sebesar 2,79, sehingga posisi PT Kurnia Anggun dalam Matriks IE berada pada kuadran V, yaitu strategi hold and maintance. Pada Matriks CPM, PT Kurnia Anggun berada pada posisi kedua dibandingkan dengan pesaing. Strategi yang menjadi prioritas utama berdasarkan evaluasi dengan Matriks QSPM adalah dengan strategi pengembangan produk (product development). Strategi rekomendasi bagi PT Kurnia Anggun guna menghadapi persaingan bisnis global adalah dengan melakukan pengembangan produk melalui layanan kostumisasi berbagai macam tingkatan mutu, gaya dan segmen. Kata Kunci: CPM, EFE, IFE, Industri furnitur, SWOT, QSP
    corecore