2,481 research outputs found
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Pada Tindak Pidana Korupsi Putusan No.01/Pid.Sus/2013/PN.JKT.PST)/ oleh Fancy Dewi Anggraini
abstrak (A)Nama/NIM: Fancy Dewi Anggraini / 205102002 (B) Judul Skripsi: Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Pada Tindak Pidana Korupsi (Putusan No. 01/Pid.Sus/2013/PN. JKT.PST). (C)Halaman : vii + 97 + 4 daftar pustaka + lampiran; 2015 (D)Kata Kunci : pertanggungjawaban pidana, korporasi, korupsi, indosat M2 (E)Isi: Cukup dirasakan bentuk kejahatan mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan masyarakat, begitupula dalam hal pertanggungjawabannya. Semula pelaku pidana dapat dipertanggungjawabkan hanyalah perseorangan sebagai individu (natuurlijke persoon). Perkembangannya hukum pidana saat ini, bukan hanya individu tetapi korporasi atau badan hukum (recht persoon) dapat dimintakan pertanggungjawaban seperti dalam kasus Putusan No. 01/Pid.Sus/2013/PN. JKT.PST, hakim telah memutus bersalah Indar Atmanto selaku direktur Indosat M2 dan mewajibkan korporasi membayar uang pengganti. Hal yang menjadi perdebatan yaitu dalam tuntutan jaksa korporasi tidak didakwakan namun hakim tetap memutus bersalah Indosat M2 sehingga timbul permasalahan bagaimana pertanggungjawaban pidana korporasi pada tindak pidana Korupsi (Putusan No. 01/Pid.Sus/2013/PN. JKT.PST)? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan didukung data wawancara. Berdasarkan hasil analisis, masalah pertanggungjawaban korporasi terdapat 3 (tiga) pandangan yaitu korporasi sebagai subjek hukum pidana yang bukan merupakan subjek hukum pidana, sebagai subjek hukum pidana, tapi tanggung jawab ada pada pengurus korporasi dan sebagai subjek hukum pidana dan dapat dipidana. Diterimanya korporasi sebagai subjek tindak pidana, maka tidak dapat dilepaskan dari pertanggungjawaban pidana karena pertanggungjawaban pidana memiliki hubungan yang erat dengan penentuan subyek hukum pidana. Melihat kasus perkara PT. Indosat M2 yang tidak didakwakan dalam surat dakwaan, maka tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana membayar uang pengganti karena pidana tambahan ini harus selalu mengikuti pidana pokok, yaitu kepada siapa pidana pokok itu dikenakan. Dengan demikian, dalam perkara Nomor 01/Pid.Sus/2013/Pn.Jkt.Pst PT.Indosat M2 sebagai korporasi dan merupakan subyek hukum pidana tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban karena Jaksa Penuntut Umum tidak menuntut PT. Indosat M2 dalam surat dakwaan dan uang pengganti dalam perkara ini tidak dapat dibebankan kepada PT. Indosat M2 sebagai korporasi. Jaksa Penuntut Umum harus lebih berhati-hati dalam membuat surat dakwaan terhadap korporasi karena apabila terjadi kekeliruan dalam dakwaan dapat mengakibatkan surat dakwaan dapat dibatalkan oleh hakim. (F)Daftar acuan : 63 (1955 - 2015) (G)Dosen Pembimbing : Dr. Dian Adriawan, S.H., M.H. (H) Penulis : Fancy Dewi Anggrain
TOKOH WAYANG KULIT DEWI ANGGRAINI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF WAYANG BEBER PADA BUSANA CASUAL WANITA
TOKOH WAYANG KULIT DEWI ANGGRAINI SEBAGAI SUMBER IDE
PENCIPTAAN MOTIF WAYANG BEBER PADA BUSANA CASUAL
WANITA (CINDI DWI ANGGRAHENI, 2024)
Tugas Akhir Karya Program Studi S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain,
Institut Seni Indonesia Surakarta.
Tugas Akhir Karya ini adalah menciptakan motif hias dengan sumber ide tokoh
wayang kulit Dewi Angraini yang diaplikasikan pada busana casual Wanita.
Tema tersebut diambil dengan tujuan untuk menciptakan motif hias terbaru yang
sumber idenya dari visual Dewi Anggraini sendiri. Penciptaan karya sebagai
pelestari budaya yang dimiliki Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut difokuskan
untuk membuat motif hias yang sumbernya dari tokoh wayang kulit. Metodologi
penciptaan menggunakan teori SP. Gustami meliputi tahap eksplorasi, tahap
perancangan, dan tahap perwujudan. Pendekatan estetika karya menggunakan
teori Moenroe Beardsley yaitu, meliputi kesatuan (Unity), kerumitan (complexity),
dan kesungguhan (Intensity). Proses pembuatan karya dengan menggunakan
teknik sungging dan jahit. Proses penciptaan karya motif hias ini menghasilkan
beberapa motif yang diaplikasikan disetiap busana. Pada busana pertama berjudul
Padmarini, Busana kedua berjudul Abyakta, Busana ketiga berjudul Upeksha,
Busana keempat berjudul Pramesti
Spatial connectivity of Indonesian shop houses / Lya Dewi Anggraini
Given the very high variety of self-built shop houses in Indonesia, this paper unfolds the pattern of the shop house layout through its spatial connectivity. The method of Hillier and Hanson (1984) is modifed and used to discover the type of connectivity and its effect to the functional spaces. By analyzing samples from Chinese & Javanese settlement in Yogyakarta, the result shows that the spatial connectivity of the Chinese shop houses has the inclination of direct connectivity than is the Javanese. This may assume that in Chinese shop houses the access to the rooms is more strictly controlled and circulation is more regulated than in Javanese shop houses. Further results also show the distinct characteristic differences that are inward/outward orientation, multi-unit/single-unit, linear/cluster organization, and closeness/openness
PELAKSANAAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF MASYARAKAT MANDIRI DOMPET DHUAFA REPUBLIKA OLEH DEWI ANGGRAINI
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI TK PKK DEWI SARTIKA JABUNG MALANG
Salah satu keberhasilan sebuah proses pembelajaran dalam bidang Pendidikan adalah adanya sarana dan prasarana yang memadai, karena hal ini mencakup semua kebutuhan serta fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai kondisi manajemen sarana dan prasarana Pendidikan di TK PKK Dewi Sartika. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi tujuan secara langsung dan termasuk penelitian lapangan atau field research. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif secara metodologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam pengadaan sarana dan prasarana di sekolah TK PKK Dewi Sartika Jabung malang, hal ini dikarenakan keterbatasan lahan sehingga kurangnya fasilitas ruang yang ada. 
Keindahan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran dan Kesuburan di Bali
The concept of god for Hindus is described through Nirguna Brahman and Saguna Brahman. The depiction of both is a point of view on the form of god. In agricultural life in Bali, the depiction of the beauty of Dewi Sri as the goddess of rice is depicted as the goddess of prosperity and prosperity and is believed to be the source of all prosperity in the world. Dewi Sri is considered as a spirit who brings joy, happiness and prosperity. The figure of Dewi Sri is always depicted as beautiful, able to fly and always smiling gracefully, depicted not only as the goddess of food, but also a symbol of a beautiful woman, a symbol of the beauty of the earth. In Hindu society in Bali he is also referred to as Sri Sadha, Dewi Danu and Dewa Ayu Manik Galih which are all related to agriculture, food, wealth, prosperity and fertility. Dewi Sri as the goddess of fertility and prosperity is worshiped or simplified by the Hindu community in Bali, especially those who work as farmers and traders
UPAYA MENGEMBANGKAN KREATIFITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM BUKU BUKAN SEKEDAR MENGAJAR KARYA MULYONO
ABSTRAK
Sintya Dewi Anggraini, (2021): Upaya Mengembangkan Kreatifitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Buku Bukan Sekedar Mengajar Karya Mulyono
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Kreatifitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Buku Bukan Sekedar Mengajar Karya Mulyono. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal dan laporan penelitian. Analisis data menggunakan analisis isi (Content Analysis) yang berhubungan dengan isi yang terdapat dalam buku Bukan sekedar mengajar Karya Mulyono. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreatifitas guru Pendidikan Agama Islam dalam buku Bukan Sekedar Mengajar karya Mulyono adalah guru harus mampu mengembangkan budaya membaca dan menulis, mampu menguasai teknologi, mampu menggali dan mengoptimalkan kemampuan siswa dan guru harus mampu menginspirasi.
Kata Kunci: Upaya Mengembangkan, Kreatifitas Guru, Pendidikan Agama Isla
Pengaruh pengemasan dan tanpa pengemasan telur terhadap kualitas internal telur itik yang disimpan selama dua minggu [Skripsi] / Dewi Anggraini
Bibliografi : 49-53xv, 48 hlm. : ill. ; 28 cm. . -- Lamp. (13 lemba
RANGKAIAN PENGISI DAYA ULANG (RECHARGER) UNTUK INDUCTIVE CHARGER
ABSTRACT
RECHARGER CIRCUIT FOR INDUCTIVE CHARGER
________________________________________
DEWI ANGGRAINI
Li-po battery that used for inductive charger is secondary battery and the electrical characteristic discontinue so needs to recharge. The principle of recharge is reverses the chemical reactions that occur during discharge or when used. Li-po battery that used has a voltage of 7,4 volt and a capacity of 4000 mAh. Recharge battery needs a recharger circuit that uses step down transformer as decrease AC voltage, then rectifired to DC voltage using bridge diode and the voltage stabilized using IC LM 317 which the Vout can be set suitable that need using variable resistor. Li-po battery recharge occurs in two conditions, recharge and recharge while charging. When recharge time, the battery charge takes around 5 hours before the battery reaches a constant voltage of 7.4 volts and every hour there is an increase voltage of ± 0.67 volts, while recharge and charging takes around 7 hours and every hour there is an increase charging voltage of ± 0.24 volts in the first three hours and ± 0.67 volts in the next of 4 hours due to the first off three time from of phone battery capacity conditions have been met 100%, so that in the next 4 hours no more load will be filled by a li-po battery. The difference of battery capacity percentage in charging about 5 hours is 15%.
Keywords: recharger, IC LM 317, charging, inductive charge
STRATEGI TVRI SPK RIAU- KEPRI DALAM MELESTARIKAN PROGRAM SIARAN BUDAYA LOKAL
ABSTRAK
Nama : Dewi Anggraini
Nim : 11543200751
Judul : Starategi TVRI SPK Riau-Kepri dalam Melestarikan Program Siaran Budaya Lokal
Salah satu tujuan TVRI adalah melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi. Berdasarkan tugas tersebut TVRI SPK Riau-Kepri membuat program siaran budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi TVRI SPK Riau-Kepri dalam mempertahankan dan melestarikan budaya lokal melalui siaran. Teknik pengumpulan data menggunakam metode interview, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi TVRI SPK Riau-Kepri dalam mempertahankan dan melestarikan budaya lokal pada perencanaan. TVRI SPK Riau-Kepri melakukan beberapa tahapan diantaranya: pengamatan, diskusi, desain program, dan diskusi internal. Dari segi penerapan strategi, TVRI SPK Riau-Kepri menyajikan konten yang bersifat pendidikan berbasis budaya dengan menghadirkan narasumber yang benar-benar mengetahui tentang budaya lokal atau budaya melayu, selain itu TVRI SPK Riau-Kepri juga melakukan promosi tentang budaya lokal. Dari segi pengawasan/evaluasi adalah dengan melihat kinerja setiap minggu sekali misalnya materinya, produksinya dan lain-lain, disamping itu TVRI SPK Riau-Kepri memiliki forum perencanaan siaran yang merupakan forum untuk mengawasi program yang berasal dari internal. Sedangkan pengawasan dari ekternal, di TVRI SPK Riau-Kepri memiliki komunitas pecinta TVRI. Komunitas ini terdiri dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Riau.
Kata Kunci: Strategi, Budaya Lokal, Siara
- …
