532 research outputs found

    SK PENGUJI - ANGGI SETIAWAN

    No full text
    SK PENGUJI - ANGGI SETIAWA

    ELEMENTS OF FANTASY IN MAGIUM, A TEXT-BASED ADVENTURE GAME

    No full text
    Anggi Setiawan, 2020. Elemen Fantasi Dalam Magium, gim petualangan berbasis teks, Skripsi: Jakarta, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan elemen fantasi dalam Magium, gim petualangan berbasis teks. Elemen yang akan dipaparkan adalah karakteristik dari fantasi yang dipresentasikan dalam Magium, gim petualangan berbasis teks, fungsi dari fantasi di dalamnya, juga mengelompokkan dan mendeskripsikan jenis fantasinya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bersubjek pada Magium, gim petualangan berbasis teks. Data dari penelitian ini adalah semua kata, frasa, klausa, dan kalimat yang berhubungan dengan fantasi dalam novel ini. Temuan dar penelitian ini menunjukan bahwa novel ini termasuk ke dalam sastra fantasi berdasarkan aspekaspek nya. Aspek-aspek tersebut berupa (1) karakteristik, (2) fungsi, dan (3) jenis. Karakteristik fantasi yang ditemukan dalam novel adalah (1) Cerita, (2) Karakter umum, (3) Keberadaan dunia lain, (4) penggunaan sihir dan kekuatan supranatural, (5) Jelasnya pihak yang baik dan jahat, (6) Misi. Fungsi dari fantasi yang ditemukan dalam novel adalah “pelarian.” Jenis fantasi yang ditemukan dalam novel adalah (1) high fantasy, dan (2) heroic fantasy. Dari temuan diatas dapat disimpulkan dengan jelas bahwa novel ini tergolong kedalam novel fantasi. Penelitian ini juga membandingkan Magium, gim petualangan berbasis teks dengan novel interaktif lainnya, yaitu Secret of the Pyramids dari segi media yang digunakan untuk publikasi guna membandingkan perubahan apa yang terjadi dan bagaimana perubahan tersebut berdampak pada alur cerita. Magium dipublikasikan sebagai aplikasi gim, sedangkan Secret of the Pyramids dipublikasikan sebagai buku cetak. Dari perbandingan itu dapat disimpulkan bahwa, meskipun kedua novel tersebut memiliki system cerita yang bercabang, yang berarti novel tersebut dapat membagi alur cerita berdasarkan pilihan yang dibuat oleh para pembaca, Magium lebih memiliki banyak variabel untuk menentukan cabang dari alur cerita, sehingga para pembaca lebih bebas untuk memilih alur ceritanya sendiri. Sedangkan dalam interaktif novel versi cetak, para pembaca meiliki pilihan yang lebih sedikit untuk mengembangkan alur cerita, karena keterbatasan kapasitas dan variable untuk mengontrol jalannya alur cerita. Kata kunci: Elemen fantasi, novel interaktif, gim, Magium, CYO

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    Slank, Musik, dan Kepentingan

    No full text
    Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita

    SEKOLAH RAMAH ANAK DI SD JETIS II YOGYAKARYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta, 2) faktor pendukung dan penghambat terciptanya sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta adalah a) perlakuan sekolah tidak mengandung unsur diskriminasi dan kekerasan. b) kesempatan yang sama terhadap anak berkebutuhan khusus dan pendampingan terhadap anak apabila terlibat masalah hukum diselesaikan dengan kekeluargaan. Pemberian layanan kepada anak juga disesuaikan dengan kebutuhan. c) standar sarana dan prasarana sekolah secara umum sudah bersih dan lengkap. Hanya saja secara fisik lingkungan sekolah belum ramah untuk penyandang disabilitas. 2) faktor pendukung berupa sumber daya guru yang menyadari lingkungan sekolah, berkomitmen untuk membangun sekolah dan juga komunikasi yang baik antar anggota sekolah. Sementara faktor penghambat berupa daya dukung fisik terutama luas sekolah yang sempit, anggaran sekolah yang kecil dan kurangnya dukungan orang tua yang bahkan memberi dampak buruk terhadap anak

    PENGORGANISASIAN KURIKULUM ECOPESANTREN DI WILAYAH RENTAH PERUBAHAN IKLIM SPMAA LAMONGAN JAWA TIMUR

    No full text
    Manajemen Pengorganisasian kurikulum ecopesantren merupakan upaya mengorganisasikan kurikulum dengan menggunakan dua pendekatan, yakni secara struktural dalam konteks manajemen melalui proses penetapan dan pembagian tugas-tugas yang terspesialisasi dan secara fungsional dalam konteks akademik melalui struktur program kurikulum yang diintegrasikan pada lingkup pendidikan formal di madrasah dan non formal di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan studi kasus (case study). Sumber data diperoleh berasal dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kurikulum, teori manajemen kurikulum, teori model pengembangan kurikulum, teori pengorganisasian kurikulum, teori rentan perubahan iklim dan teori ecopesantren. Lokasi pada penelitian ini dilakukan di Yayasan Pondok Pesantren SPMAA Lamongan, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren secara struktural dalam konteks manajemen menggunakan model The Administrative (line-Staff). Hal ini dikarenakan inisiatif dan gagasan berasal dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur kerja secara administratif sesuai dengan alur hirarki jabatan. Sedangkan manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren secara fungsional dalam konteks akademik melalui struktur program kurikulum dilihat secara horizontal menggunakan kurikulum terintegrasi (Integrated Curriculum). Sedangkan secara vertikal pada pendidikan formal menggunakan sistem kelas atau jenjang kelas. Hal ini berbeda dengan sistem yang digunakan di pesantren menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Prinsip dasar pengorganisasian kurikulum ecopesantren terdiri dari prinsip produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efektivitas, dan pengarahan visi, misi dan tujuan. Sedangkan acuan dalam pengorganisasian kurikulum ecopesantren adalah Bapak Guru M.A. Muchtar, saran dan pendapat dari berbagai kolega, dan studi referensi. Management Organizing the eco-Islamic boarding school curriculum is an effort to organize the curriculum using two approaches, namely structurally in the context of management through the process of determining and dividing specialized tasks and functionally in the academic context through the structure of the curriculum program which is integrated into the scope of formal education in madrasas and non-formal at the boarding school. This study aims to analyze and describe the management of the eco-Islamic boarding school curriculum. This study uses a type of qualitative research with a phenomenological approach and case study (case study). Sources of data obtained from interviews, observation, and documentation studies. The theory used in this research is curriculum theory, curriculum management theory, curriculum development model theory, curriculum organizing theory, climate change vulnerability theory and eco-Islamic boarding school theory. The location of this research was carried out at the SPMAA Islamic Boarding School Foundation, Lamongan, East Java. The results of the study show that structurally the management of the eco-Islamic boarding school curriculum in the context of management uses The Administrative (line-Staff) model. This is because the initiatives and ideas come from educational administrators and use work procedures administratively in accordance with the position hierarchy. Meanwhile, the management of organizing the eco-Islamic boarding school curriculum functionally in an academic context through the structure of the curriculum program is seen horizontally using an integrated curriculum (Integrated Curriculum). Meanwhile, vertically, formal education uses a class system or grade level. This is different from the system used in Islamic boarding schools using the Semester Credit Unit (SKS) system. The basic principles of organizing the eco-Islamic boarding school curriculum consist of the principles of productivity, democratization, cooperation, effectiveness, and direction of vision, mission and goals. While the reference in organizing the eco-Islamic boarding school curriculum is Mr. M.A. Muchtar, suggestions and opinions from various colleagues, and reference studies

    PENGARUH DEBIT AIR PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.) PADA SISTEM IRIGASI TETES

    No full text
    Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada bulan Juni sampai Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada sistem irigasi tetes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan debit air penyiraman 10 tetes/menit (0,70 ml/menit), 15 tetes/menit (1,05 ml/menit), 20 tetes/menit (1,40 ml/menit) dan 25 tetes/menit (1,75 ml/menit) yang diulang sebanyak 4 kali dengan volume penyiraman setiap perlakuan sama, yaitu 348 ml/tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika F hitung lebih besar dari F tabel maka dilanjutkan dengan uji lanjutan Ducan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Diperoleh hasil penelitian bahwa debit air penyiraman tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, luas daun, jumlah bunga, dan panjang buah, perlakuan hanya berpengaruh terhadap umur bunga pertama mekar, umur panen pertama, berat segar akar, diameter buah, jumlah buah, dan total bobot buah pertanaman. Debit air penyiraman 10 tetes/menit memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Kata kunci: debit air, irigasi, tetes, okr

    Pengaruh Ekspektasi Pendapatan, Motivasi, Pendidikan Kewirausahaan, Norma Subjektif Terhadap Minat untuk Berwirausaha (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi 2017 UNISMA)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekspektasi pendapatan, motivasi, pendidikan kewirausahaan, dan norma subjektif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Unisma angkatan 2017. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekspektasi pendapatan, motivasi, pendidikan kewirausahaan, norma subjektif, sedangkan variabel terikatnya adalah minat berwirausaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, karena data yang digunakan berupa angka dan angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner langsung dan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi UNISMA angkatan 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa akuntansi UNISMA angkatan 2017. Berdasarkan metode ini jumlah wajib pajak yang digunakan adalah 70 responden. Pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik deskriptif, pengujian instrumen, uji normalitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis menggunakan SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha (0,009 0,05), dan variabel norma subjektif berpengaruh terhadap minat berwirausaha (0,001 < 0,05) Kata kunci: Harapan Penghasilan, Motivasi, Pendidikan Kewirausahaan, Norma Subyektif

    SEKOLAH RAMAH ANAK DI SD JETIS II KOTA YOGYAKARYA

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta, 2) faktor pendukung dan penghambat terciptanya sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta adalah a) perlakuan sekolah tidak mengandung unsur diskriminasi dan kekerasan. b) kesempatan yang sama terhadap anak berkebutuhan khusus dan pendampingan terhadap anak apabila terlibat masalah hukum diselesaikan dengan kekeluargaan. Pemberian layanan kepada anak juga disesuaikan dengan kebutuhan. c) standar sarana dan prasarana sekolah secara umum sudah bersih dan lengkap. Hanya saja secara fisik lingkungan sekolah belum ramah untuk penyandang disabilitas. 2) faktor pendukung berupa sumber daya guru yang menyadari lingkungan sekolah, berkomitmen untuk membangun sekolah dan juga komunikasi yang baik antar anggota sekolah. Sementara faktor penghambat berupa daya dukung fisik terutama luas sekolah yang sempit, anggaran sekolah yang kecil dan kurangnya dukungan orang tua yang bahkan memberi dampak buruk terhadap anak.Kata Kunci: sekolah ramah anakAbstractThis study aims to describe: 1) description of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta, 2) supporting factors and inhibiting the creation of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta Elementary School. This type of research used a qualitative approach. The subjects of this study were principals, classroom teachers, and students. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. Test data validity using source triangulation and technique triangulation. The results showed that: 1) The description of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta is a) the school's treatment does not contain discrimination and violence. b) equal opportunities for children with special needs and mentoring to children when they are involved in legal issues resolved with kinship. Provision of services to children is also tailored to the needs. c) standard school facilities and infrastructure in general is clean and complete. It's just that the physical environment of the school has not been friendly for people with disabilities. 2) supporting factors in the form of teacher resources aware of the school environment, committed to building schools and also good communication among school members. While the inhibiting factors of physical carrying capacity, especially the narrow school area, small school budgets and lack of parental support that even adversely affect the child.Keywords: child friendly schoo
    corecore