1,721,048 research outputs found

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KOTA SURAKARTA TAHUN 2017

    No full text
    Purpose: This study explores the dominant risk factors which cause diabetes Mellitus type II in women of childbearing age in the catchment area of  Puskesmas (primary health center) Purwosari, Surakarta. Method: This case-control study used  150 respondents, 50 for the case group and 100 for the control group. The questionnaire includes information on family-related DM history, eating pattern, body mass index (BMI), and physical activity. The bivariate analysis used chi-square, and the multivariate used logistic regression. Results: The factors of DM Type II case risk are physical activity (p= 0,002; OR= 3,269; 95% CI= 1,533-6,973), family-related DM history (p= 0,004; OR= 3,121; 95% CI= 1,425-6,835), eating pattern (p= 0,016; OR= 2,646; 95% CI= 1,200-5,834) and BMI before ailing DM Type II (p=0,008; OR= 2,597; 95% CI=1,273-5,298). Conclusion: The dominant factor is the lack of physical activity with the probability of 3,3 times higher.The prevalence of Diabetes Mellitus Type II has always been increasing in the city of Surakarta. According to the data of the Surakarta Public Health Office (2017), the highest prevalence in 2016 was in the region of Purwosari, in the exact work area of community health center (Puskesmas) which was about 4.62%. The majority of sufferers are the women in childbearing age, so it is risky of causing gestational diabetes mellitus (DM), giving birth to an obese baby, and losing the productive age in their life.  The purpose of this research is to analyze the risk factors and to find out the dominant risk factors which cause the diabetes mellitus type II on the women of childbearing age in the work area of community health center (Puskesmas) Purwosari, city of Surakarta. The type of the research is observational analysis with the design of case control. The subject of this research was taken by using Proportionate Stratified Random Sampling in which the numbers of sample are 150 which consist of 50 samples for the case group and 100 samples for the control group.  The data collecting technique used is an interview using questionnaire to the respondents with respect to the family related DM history, eating pattern, body mass index (BMI) and physical activity.  Bivariate data analysis used is chi-square, and the multivariate is using logistical regression.  The result of the research shows that the factors of DM Type II case risk are physical activity (p= 0,002; OR= 3,269; 95% CI= 1, 533-6,973), family related DM history (p= 0,004; OR= 3,121; 95% CI= 1,425-6,835), eating pattern (p= 0,016; OR= 2,646; 95% CI= 1,200-5,834) and BMI before ailing DM Type II (p=0,008; OR= 2,597; 95% CI=1,273-5,298). The dominant factor that causes DM Type II in this case is physical activity of where people with low frequency of physical activity are risky to ail DM Type II with the probability of 3,3 times higher

    ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU KECAMATAN TUAH MADANI KOTA PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU KECAMATAN TUAH MADANI KOTA PEKANBARU Oleh: ANGGI PUTRI ZALITA NIM : 11970524554 SDN 164 Kota Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan menjalankan program Dana Bantuan Operasiona Sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukkan bagi seluruh sekolah dasar untul meningkatkan mutu pendidikan oleh karena itu perlu pengelolaan yang baik untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi siswa siswi serta sarana dan prasarana yang memadai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengalolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dan apa saja factor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru sudah dapat dikatakan berjalan sebagaimana mestinya , hal ini dapat dilihat dari indiKator yang berjalan dengan maksimal. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala seperti Waktu pencairan dana sering mengalami keterlambatan, Anggaran yang diperoleh tidak sebanding dengan kebutuhan sekolah serta Tidak ada nya tenaga ahli yang spesial mahir dalam pembuatan laporan. Kata Kunci : Pengelolaan ; Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ; Sekola

    Analisis Perkembangan Ekspor Subsektor Perikanan di Indonesia

    No full text
    Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai lebh dari 81.000 km serta memiliki lebih dari 17.508 pulau. Wilayah laut Indonesia membentang seluas 5,8 juta km² yang terdiri dari luas laut sekitar 1 juta km² dan 2,7 juta km²merupakan wilayah zona ekonomi eksklusif. Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki banyak potensi pengembangan di sektor kelautan dengan kekayaan dan keanekaragamaan hayati (biodiversity) laut terbesar didunia. Salah satu komoditas subsektor perikanan yang paling unggul adalah udang dan lobster yang memberikan kontribusi yang cukup besar untuk menambah devisa negara sebesar 17,34 persen. Tujuan peelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan ekspor subsektor perikanan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menghitung pertumbuhan Ekspor subsektor Perikanan dengan menggunakan rumus pertumbuhan ekonomi. Data-data yang digunakan bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), BPS, Internet serta buku statistik hasil ekspor subsektor perikanan yaitu drai tahun 2009-2014. Adapun hasil analisis menggunakan rumus pertumbuhan ekspor subsektor perikanan di Indonesia ekspor subsektor perikanan tahun 2014 mencapai 1,27 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 1,34 persen dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 1,26 juta ton. Komodi utama yang mengalami perkembangan ekspor yang paling tinggi adalah udang , ekspor udang mencapai 17,34 persen dibandingkan komoditi lainnya. Hasil dari perhitungan laju pertumbuhan ekspor subsektor perikanan cendrung mengalami pertumbuhan yang cukup baik untuk menciptakan perkembangan Ekpor subsektor perikanan dengan sistem keberlanjutan dan dapat menambah kontribusi yang besar terhadap devisa negara saat ini. Dengan menggunakan analisis Trend terlihat bahwa seluruh komoditi unggulan memiliki peluang untuk terus mengikat setiap tahunnya seiring dengan perbaikan kinerja di subsektor perikanan Indonesia. Dengan menggunakan Analisis Tipologi Kluttsen terlihat bahwa provinsi Jawa Timur memiliki potensi untuk berkembang pesat di bidang ekspor susektor perikanan di Indonesia , sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah Jawa Timur , dan di sisi lain dapat pula meningkatkan pendapatan yang cukup besar di daerah tersebut

    A LECTURER’S CRITICISMS AND THEIR IMPACT ON THE STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION (A CASE STUDY IN THE ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY OF UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016).

    Full text link
    Anggi Putri Suri Wulandari. A LECTURER’S CRITICISMS AND THEIR IMPACT ON THE STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION (A CASE STUDY IN THE ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY OF UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016). Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Universitas Sebelas Maret. March 2017. The aims of this study are: (1) to identify the types of criticisms used by the lecturer in the teaching learning process and how they are used; (2) to find out the purpose of the use of the criticisms and (3) to find out the extent of the criticisms affect the students’ learning motivation. This research was conducted from November 2015 until June 2016 in the English Education Department of Teacher Training and Education Faculty of Universitas Sebelas Maret Surakarta. The source of data were events and informants. The data collection method used were observation and interview. The data were analyzed by using Qualitative Approach (Yin) which consists of compiling, disassembling, reassembling, interpreting and concluding. The study produces three findings. The first finding is that the lecturer uses two types of criticisms in the teaching learning process. Those types of criticisms are constructive and destructive. In delivering the destructive criticisms, the lecturer tends to use You-statement method. Meanwhile, Sandwich method and Satire criticisms are used to deliver the constructive criticisms. The second finding is that the purposes underlying the use of the destructive criticisms are a) to make the students aware of their mistakes, weaknesses and their needs for learning; b) to make the students become autonomous learners; c) to make the students behave well in their manner, action, words and dressed properly; d) to make the students integrate the knowledge that they have learned to the other knowledge and to the real-life context; e) to make the students realize that a good score is not the main purpose of their learning and f) to make the students not underestimate the course. On the other hand, the purposes behind the use of the constructive criticisms are a) to compensate the impact of the destructive criticisms and b) to provide ways for the students in order to accelerate them to the next level. The third finding is that the criticisms strongly affect the learning motivation of the students who are extrinsically motivated. They see the criticisms as one of their sources for their learning motivation. The students who are intrinsically motivated consider the criticisms just as a reminder. Their learning motivation are not controlled by the criticisms. Keywords: criticisms, motivation

    Analisis Perkembangan Ekspor Subsektor Perikanan di Indonesia

    No full text
    Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai lebh dari 81.000 km serta memiliki lebih dari 17.508 pulau. Wilayah laut Indonesia membentang seluas 5,8 juta km² yang terdiri dari luas laut sekitar 1 juta km² dan 2,7 juta km²merupakan wilayah zona ekonomi eksklusif. Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki banyak potensi pengembangan di sektor kelautan dengan kekayaan dan keanekaragamaan hayati (biodiversity) laut terbesar didunia. Salah satu komoditas subsektor perikanan yang paling unggul adalah udang dan lobster yang memberikan kontribusi yang cukup besar untuk menambah devisa negara sebesar 17,34 persen. Tujuan peelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan ekspor subsektor perikanan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menghitung pertumbuhan Ekspor subsektor Perikanan dengan menggunakan rumus pertumbuhan ekonomi. Data-data yang digunakan bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), BPS, Internet serta buku statistik hasil ekspor subsektor perikanan yaitu drai tahun 2009-2014. Adapun hasil analisis menggunakan rumus pertumbuhan ekspor subsektor perikanan di Indonesia ekspor subsektor perikanan tahun 2014 mencapai 1,27 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 1,34 persen dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 1,26 juta ton. Komodi utama yang mengalami perkembangan ekspor yang paling tinggi adalah udang , ekspor udang mencapai 17,34 persen dibandingkan komoditi lainnya. Hasil dari perhitungan laju pertumbuhan ekspor subsektor perikanan cendrung mengalami pertumbuhan yang cukup baik untuk menciptakan perkembangan Ekpor subsektor perikanan dengan sistem keberlanjutan dan dapat menambah kontribusi yang besar terhadap devisa negara saat ini. Dengan menggunakan analisis Trend terlihat bahwa seluruh komoditi unggulan memiliki peluang untuk terus mengikat setiap tahunnya seiring dengan perbaikan kinerja di subsektor perikanan Indonesia. Dengan menggunakan Analisis Tipologi Kluttsen terlihat bahwa provinsi Jawa Timur memiliki potensi untuk berkembang pesat di bidang ekspor susektor perikanan di Indonesia , sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah Jawa Timur , dan di sisi lain dapat pula meningkatkan pendapatan yang cukup besar di daerah tersebut

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH SOSIAL COMPARISON DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PENGGUNA TIKTOK

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Social Comparison dan Penerimaan Diri terhadap Body Dissatisfaction pada Remaja Pengguna Tiktok” ini ditulis oleh Anggi Putri Riski Masmawati, NIM. 126308211009, dengan pembimbing/promotor Ibu Arina Husna Zaini, M.Pd. Kata Kunci: Body Dissatisfaction, Social Comparison, Penerimaan Diri, Remaja, Tiktok Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena ketidakpuasan tubuh (Body Dissatisfaction) yang banyak dialami oleh remaja pengguna media sosial, khususnya Tiktok. Body dissatisfaction merupakan penilaian negatif individu yang cenderung mengarah pada ketidakpuasan dengan bentuk tubuhnya sebab tidak sesuai dengan standar bentuk tubuh ideal yang dikehendaki. Remaja cenderung memiliki fokus yang tinggi terhadap bentuk tubuh dan penampilan mereka. Paparan konten tentang penampilan di Tiktok dapat menciptakan keyakinan mengenai standar penampilan yang dianggap ideal, serta memicu evaluasi negatif dan ketidakpuasan pada tubuh diri sendiri ketika standar tersebut tidak bisa dicapai. Dalam hal ini, Social comparison dan penerimaan diri dinilai dapat menjadi faktor yang mempengaruhi Body dissatisfaction pada remaja pengguna Tiktok. Social comparison adalah perilaku membandingkan diri dengan individu lain yang lebih baik dari segi perasaan, perilaku, fisik maupun aspek lainnya. Sementara itu, penerimaan diri merupakan keadaan ketika individu mampu menerima dirinya apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangannya, serta dapat menghargai orang lain tanpa merasa rendah diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social Comparison dan penerimaan diri terhadap Body Dissatisfaction pada remaja pengguna Tiktok di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 384 remaja pengguna Tiktok berusia 18–22 tahun sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan skala likert yang mengukur tiga variabel: Social Comparison, penerimaan diri, dan Body Dissatisfaction. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Social Comparison berpengaruh signifikan terhadap Body Dissatisfaction (p < 0,05), (2) penerimaan diri berpengaruh signifikan terhadap Body Dissatisfaction (p < 0,05), dan (3) Social Comparison dan penerimaan diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Body Dissatisfaction dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 64,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Social Comparison dan penerimaan diri, maka semakin rendah tingkat Body Dissatisfaction pada remaja pengguna Tiktok

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore