1,721,080 research outputs found
PENGARUH NILAI-NILAI SOSIAL, PENGAKUAN PROFESIONAL, PENGHARGAAN FINANSIAL, PERTIMBANGAN PASAR KERJA, DAN PARENTAL INFLUENCE TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK BERKARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK ( Studi Empiris Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 PTN Kota Pekanbaru)
ABSRTAK
PENGARUH NILAI-NILAI SOSIAL, PENGAKUAN PROFESIONAL, PENGHARGAAN FINANSIAL, PERTIMBANGAN PASAR KERJA, DAN PARENTAL INFLUENCE TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK BERKARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK ( Studi Empiris Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 PTN Kota Pekanbaru)
OLEH:
BAGAS DESRI ANGGA PUTRA
11970314325
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, penghargaan finansial, pertimbangan pasar kerja, dan parental influence terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir menjadi akuntan publik. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa/i Jurusan Akuntansi S1 perguruan tinggi negeri di Kota Pekanbaru. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi konsentrasi audit angkatan 2019 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan Universitas Riau sebanyak 110 orang. Metode analisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan. Sedangkan penghargaan finansial, parental influence tidak berpengaruh. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa pengaruh nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, penghargaan finansial, pertimbangan pasar kerja, dan parental influence memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir menjadi akuntan publik. Variabel independen dapat menjelaskan faktorfaktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk menjadi akuntan publik sebesar 44,8%, sedangkan 55,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini.
Kata Kunci : nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, penghargaan finansial ,pertimbangan pasar kerja, parental influenc
PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI BALI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN KOTO BESAR KABUPATEN DHARMASRAYA
PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI BALI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN KOTO BESAR KABUPATEN DHARMASRAYA
Amdes Angga Putra (11381102977)
Di Bawah Bimbingan Yendraliza dan Triani Adelina
INTISARI
Sistem peternakan sapi potong yang ada di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya masih merupakan jenis peternakan rakyat yang hanya berskala kecil dan masih merujuk pada sistem pemeliharaan konvesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pelaksanaan penerapan aspek teknis yang meliputi aspek pembibitan, kandang, dan pakan pada pemeliharaan sapi Bali di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya BERDASARKAN Permentan NO.46/Permentan/PK.210/8/2015. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019 pada lokasi peternakan rakyat di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang diperoleh dari 38 peternak dengan 126 ekor sapi Bali. Peubah dalam penelitian adalah profil responden, aspek pembibitan, perkandangan, dan aspek pakan pada pemeliharaan sapi Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden terdiri dari 100% peternak laki-laki, usia diatas 35 tahun, 50% pendidikan tamat SD – Perguruan Tinggi, pengalaman beternak 8 tahun, dan 60,53% responden belum pernah memperoleh penyuluhan dan pelatihan teknologi peternakan. Aspek teknis pemeliharaan kategori baik untuk aspek pembibitan 91,45%, dan aspek perkandangan 90,06%, sedangkan aspek pemberian pakan 50,00% kategori kurang. Kesimpulan dalam penelitian ini penerapan aspek teknis yang meliputi aspek pembibitan, dan perkandangan pada pemeliharaan sapi Bali di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya sudah sesuai dengan Permentan NO. 46/Permentan/PK.210/8/2015.
Kata kunci: Aspek pembibitan, aspek perkandangan, aspek pakan, Sapi Bal
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Kreatif Puisi dengan Strategi Pemodelan di SMP Kelas VII
ABSTRAK Prasetya, Angga Putra. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Kreatif Puisi dengan Strategi Pemodelan di SMP Kelas VII. Skripsi. Jurusan SastraIndonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis kreatif puisi, pembelajaran menulis puisi, strategi pemodelan. Menulis puisi berkenaan dengan keindahan alam merupakan salah satukompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII SMP. Kegiatanmenulis puisi memiliki manfaat untuk melatih siswa peka berimajinasi. Selain itu,melalui pembelajaran keterampilan tersebut, siswa mampu menulis puisiberkenaan dengan keindahan alam dan menghasilkan karya yang baik. Namun,harapan tersebut masih kurang diperhatikan dan mendapat banyak kendala. Hal itudisebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan tema, memilih diksi,menentukan citraan, menggunakan rima dan merangkai kata menjadi sebuah puisiyang utuh. Bahan ajar dibutuhkan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukungkelancaran pembelajaran menulis puisi. Mengingat pentingnya bahan ajar, bahanajar menulis puisi perlu dikembangkan. Terdapat beberapa alasan yang mendasaripentingnya pengembangan bahan ajar, yakni pertimbangan kebutuhan siswa dantuntutan agar guru dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajarmenulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam. Tujuan khusus penelitianini adalah (1) mengembangkan deskripsi isi bahan ajar, (2) mengembangkansistematika penyajian bahan ajar, (3) mengembangkan penggunaan bahasa bahanajar, dan (4) mengembangkan tampilan bahan ajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancanganpenelitian ini diadaptasi dari model desain pembelajaran Dick and Carrey.Pengembangan yang diadaptasi dari model Dick and Carrey (1) merumuskanpembelajaran menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam di SMPkelas VII, (2) mengidentifikasi kemampuan dan karakter yang dimiliki oleh siswakelas VII, (3) melakukan wawancara bebas kepada siswa kelas VII, (4) membuatindikator pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran, (5) mengembangkanbutir tes, (6) mengembangkan strategi pemodelan, (7) memilih materi menulispuisi berkenaan dengan keindahan alam, (8) melakukan uji ahli dan praktisi untukmengetahui kekurangan produk, (9) merevisi bahan ajar, dan (10) melakukanevaluasi sumatif. Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedurpenelitian, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahapevaluasi, dan (4) tahap revisi. Uji produk bahan ajar dilakukan dengan melibatkan (1) ahli pembelajaransastra, (2) ahli penulisan kreatif, dan (3) ahli praktisi/guru Bahasa Indonesia.Setelah selesai uji ahli dan revisi, langkah selanjutnya adalah melakukan ujilapangan yang melibatkan siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Bantur.
KESADARAN HUKUM PELAKU USAHA MAKANAN RE-PACKING DALAM MEMBERIKAN JAMINAN KEHALALAN DAN KEAMANAN PRODUK (Studi Kasus di Toko Soya Mas Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek)
Angga Putra Widiatmoko, 12101183115, Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Makanan Repacking Dalam Memberikan Jaminan Kehalalan dan Keamanan Produk (Studi Kasus di Toko Soya Mas Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek) Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Pembimbing : Dr. Zulfatun Ni’mah S.H.I., M.Hum.
Kata Kunci : kesadaran hukum, pelaku usaha, repacking, kehalalan, keamanan.
Pada dasarnya praktek repacking merupakan kegiatan yang legal dan diperbolehkan, dengan syarat pelaku usaha harus memiliki izin mengemas kembali. Namun pada kenyataannya praktek repacking yang dilakukan oleh pelaku usaha di Toko Soya Mas Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek adalah menjual produknya tanpa disertai dengan izin SPP-IRT, label halal, komposisi dan tanggal kedaluwarsa untuk menjamin kehalalan dan keamanan produknya.
Fokus penelitian ini adalah : 1) Bagaimana pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku hukum pelaku usaha makanan re-packing tentang pemberian jaminan kehalalan dan keamanan produknya? 2) Bagaimana pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku hukum pelaku usaha makanan re-packing tentang pemberian jaminan kehalalan dan keamanan produknya ditinjau dari teori kesadaran hukum?
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pelaku usaha makanan repacking di Toko Soya Mas Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek memiliki pengetahuan hukum bahwa mengetahui mengenai aturan tentang kewajiban menjamin keamanan dan kehalalan produk yaitu izin usaha Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga, pencantuman label halal, komposisi dan tanggal kedaluwarsa serta sertifikasi halal , namun kurang dapat memahami tujuan diberlakukannya aturan tersebut. Adapun dalam hal sikap hukum, pelaku usaha menyatakan setuju terhadap aturan tersebut, sedangkan dalam hal perilaku belum menunjukkan kepatuhan kepada aturan tersebut. 2) Ditinjau dari teori kesadaran hukum, maka dapat diketahui bahwa pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku hukum pelaku usaha makanan repacking di Toko Soya Mas Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek menunjukkan tingkat kesadaran hukum yang rendah karena dari empat indikator kesadaran hukum hanya terpenuhi pada indikator pengetahuan hukum dan sikap hukum sedangkan indikator pemahaman dan perilaku hukum belum terpenuhi
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Hutan Dalam Rangka Pelaksanaan Perlindungan Hutan Di Kantor Badan Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis Mandailing Natal
Hutan adalah salah satu tempat dimana tersimpan kekayaan sumber daya alam yang merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Maka dari itu hutan mempunyai sejuta manfaat bagi kehidupan manusia. Hutan harus dilindungi dari kerusakan-kerusakan yang diesbabkan oleh perbuatan manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Hutan Dalam Ranga Pelaksanaan Perlindungan Hutan di Kantor Badan Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis Mandailing Natal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisi kualitatif, yaitu suatu metode yang berusaha mencari dan memperoleh informasi mendalam dari pada luas atau banyaknya informasi. Narasumber dalam penelitian ini sebanyak 4 orang dari pihak kantor. Antara lain Kepala Badan Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis, Kepala Satuan Teknis dan Konservasi serta Kepala Satuan Administrasi dan Program Dan 1 orang Masyarakat Kecamatan Panyabungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Hutan Dalam Rangka Pelaksanaan Perlindungan Hutan di Kantor Badan Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis Mandailing Natal belum berjalan dengan baik, dikarenakan masih kurangnya tanggung jawab, penjagaan dan pengawasan oleh aparat yang berwenang dalam hal ini yaitu polisi hutan sehingga masih banyak oknum-oknum yang menebang dan mencuri kayu serta berburu satwa yang dilindungi dihutan. Selain itu faktor anggaran juga menyebabkan terhambatnya pihak kantor melakukan pelaksanaan perlindungan hutan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
