67 research outputs found
MODEL PEMBELAJARAN REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERING) DISERTAI MEDIA VIDEOKEJADIAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan tempat penelitian
ditentukan menggunakan metode purposive sampling area. Penelitian ini dilaksanakan
di SMA Negeri 1 Pakusari di kabupaten Jember. Sampel penelitian ditentukan setelah
dilakukan uji homogenitas terhadap populasi. Penentuan sampel penelitian
menggunakan metode cluster random sampling. Desain penelitian yang digunakan
adalah post-test only control group design. Metode pengumpulan data dalam penelitian
ini adalah tes, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode analisis data yang
digunakan untuk menguji hipotesis penelitian 1, dan hipotesis penelitian 2 dengan
menggunakan Independent-Sample T-test dengan bantuan SPSS 22. Populasi
penelitian ini adalah XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, dan XI MIPA
5. Subjek penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol
dengan jumlah siswa 35 dan XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa
35. Dalam penelitian ini, materi yang digunakan adalah elastisitas zat padat dan hukum
hooke dengan pokok bahasan elastisitas, tegangan tarik, regangan tarik, modulus
young, modulus geser, modulus bulk, hukum hooke dan susunan pegas.
Berdasarkan hasil analisi data melalui uji Independent Sample T-Test pada
keterampilan proses sains dengan Sig. 0,288. Nilai signifikasi lebih besar dari 0,05
menunjukkan varian data homogen. Berdasarkan lajur Equal variances assumed
tampak bahwa nilai sig.(2 tailed) = 0.000, maka nilai Sig. (1 tailed) = 0.000. Sehingga
0.000 ≤ 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan H0 terima dan Ha tolak. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa keterampilan proses sains kelas eksperimen lebih baik
dari pada kelas kontrol. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata keterampilan
proses sains siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol dengan ratarata
nilai keterampilan proses sains kelas eksperimen 77% dan nilai rata-rata
keterampilan proses sains kelas kontrol 67%. Sedangkan hasil uji Independent Sample
T-Test pada hasil belajar siswa dengan Sig. 0,135. Nilai signifikansi lebih besar dari
0,05 menunjukkan varian data homogen. Berdasarkan lajur Equal variances assumed
tampak bahwa nilai sig.(2 tailed) = 0.000, maka nilai Sig. (1 tailed) = 0.000. Sehingga
0.000 ≤ 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan H0 terima dan Ha tolak. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari
pada kelas kontrol. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa
kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol dengan rata-rata nilai hasil belajar
kelas eksperimen 78,01 dan nilai rata-rata keterampilan proses sains kelas kontrol
67,06
IDENTIFIKASI RISIKO OPERASIONAL PERUSAHAAN MEBEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BREAKDOWN STRUCTURE (RBS)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
Persepsi masyarakat terhadap fasilitas sosial di Kota Tangerang Selatan
Fasilitas sosial merupakan elemen penting yang ada di setiap kota. Keberadaannya sangat bisa membantu aktivitas masyarakat dalam kesehariannya. Namun terkadang keberadaan fasilitas sosial di sebagian kota tidak terlalu mendapat perhatian dari pemerintah setempat, sehingga menyebabkan fasilitas sosial yang ada menjadi tidak terawat. Kota Tangerang Selatan yang telah mengalami pertumbuhan yang pesat pasti memiliki fasilitas-fasilitas sosial di dalamnya. Tangerang Selatan yang telah berdiri menjadi kota sendiri sejak 2008 silam memiliki banyak pertumbuhan serta perkembangan terutama di sektor fasilitas sosialnya di bandingkan pada saat Tangerang Selatan masih menjadi satu di Kabupaten Tangerang. Hal yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat terhadap fasilitas sosial yang ada di Kota Tangerang Selatan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap fasilitas sosial di Kota Tangerang Selatan setelah menjadi kota sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Populasi penelitian meliputi seluruh penduduk yang berada di Kota Tangerang Selatan. Penentuan sampel ditentukan berdasarkan jumlah kepala keluarga yang diambil secara acak proporsional. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah penyebaran angket sebanyak 15 item sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan rumusan prosentase kemudian diolah dan diinterpretasikan dengan menggunakan rumusan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, fasilitas sosial yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan, transportasi, keagamaan serta pasar cukup baik menurut penilaian masyarakat. Ini dapat terlihat dari perhitungan rumus yang menunjukan bahwa fasilitas sosial yang ada di Kota Tangerang Selatan sudah cukup baik (70,32)
Penerapan Manajemen Risiko Operasional Perusahaan Mebel dengan Menggunakan Metode House of Risk
UD. Tan Im merupakan perusahaan mebel tradisional dengan perkembangan cukup
baik. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari jumlah pesanan yang cenderung stabil,
pelanggan yang semakin banyak, serta cakupan area layanan yang semakin luas. Namun
seiring dengan semakin berkembanganya perusahaan, risiko yang dihadapi pun semakin
tinggi. Tingginya jumlah kerusakan yang terjadi pada produk, baik pada saat produk dibuat
maupun pada saat proses pengiriman menjadi salah satu risiko yang mengganggu kegiatan
operasional perusahaan. Risiko – risiko tersebut berdampak pada penurunan kualitas produk
serta kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, manajemen risiko perlu
dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi kejadian risiko yang terjadi.
Tahap awal untuk melakukan manajemen risiko adalah mengidentifikasi seluruh
kejadian risiko di perusahaan dengan menggunakan metode Risk Breakdown Structure
(RBS). Metode ini dapat mengelompokkan kejadian risiko berdasarkan tempat asal risiko
tersebut terjadi. Selain itu metode ini juga tidak membatasi cakupan identifikasi sehingga
proses identifikasi dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan. RBS
menggunakan tiga level kategori, level 1 menunjukkan sumber risiko operasional, level 2
menunjukkan tempat munculnya risiko operasional, dan level 3 merupakan uraian aktivitas
yang menimbulkan kerugian operasional. Setelah itu dilanjutkan dengan mengidentifikasi
penyebab dari setiap kejadian risiko. Seluruh hasil identifikasi tersebut menjadi masukan
pada proses pengolahan dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Metode ini
mengolah risiko yang terjadi dan menghasilkan sebuah tindakan yang proaktif. HOR terbagi
menjadi dua fase, fase 1 dan fase 2. Fase 1 merupakan proses memilih risiko yang
diprioritaskan untuk diselesaikan. Pemilihan risiko berdasarkan nilai Aggregrat Risk
Potential (ARP). Risiko dengan nilai ARP terbesar menjadi prioritas karena memberikan
dampak besar bagi perusahaan apabila tidak segera diberikan tindakan. Selanjutnya pada
fase 2, risiko terpilih diberikan usulan tindakan mitigasi risiko. Setiap usulan dilakukan
penilaian Effectiveness to Difficulty (ETD). ETD digunakan untuk menilai tingkat efektifitas
usulan strategi serta tingkat kemudahan dalam menerapkannya. Nilai ETD yang besar
menunjukkan usulan tersebut efektif serta mudah untuk diterapkan
Hasil penelitian mendapatkan hasil 43 kejadian risiko dan 85 penyebab risiko. Dari
seluruh penyebab risiko, dipilih 10 penyebab dengan nilai ARP terbesar yang selanjutnya
dibuat usulan strategi mitigasi. Terdapat 14 usulan strategi yang dihasilkan dan hanya 4
strategi dengan nilai ETD terbesar yang dipilih. Usulan terpilih kemudian dibuat
perancangan strategi mitigasi. Hasil perancangan strategi tersebut adalah: Melakukan
evaluasi supplier serta pengukuran kinerja supplier dengan menggunakan Analytical
Hierarchy Procesess (AHP) dan Traffic Light System (TLS), mengkombinasikan bahan
pengemas produk, dan mengemas produk menggunakan PE Foam dengan estimasi
penambahan biaya Rp1500,00 per produk seukuran kursi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Melalui Metode Tamyiz
Metode tamyiz digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning pada mata pelajaran Bahasa Arab, karena metode tamyiz adalah sebuah metode quantum yang menggabungkan ilmu nahwu dan ilmu shorrof dengan pelafalan qo’idahnya menggunakan lagu-lagu islami.
Masalah penelitian yang ingin dipecahkan melalui kegiatan ini adalah bagaimanakah meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning pada siswa kelas VII pelajaran Bahasa Arab melalui metode tamyiz di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari Jember.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca kitab kuning. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2018 pada siswa kelas VII semester II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2017-2018.
Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan tes. Data yang dikumpulkan berupa lembar observasi aktivitas peserta didik selama proses belajar berlangsung dengan menggunakan metode tamyiz dan hasil tes peserta didik pada saat pembelajaran telah selesai.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode tamyiz dapat meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning pada pelajaran Bahasa Arab secara klasikal dari 12 siswa, ada 10 siswa yang meningkat hasil belajarnya dan 2 siswa yang belum meningkat hasil belajarnya. Dari perhitungan data dapat diketahui peningkatan hasil belajar secara klasikal yang diperoleh 83,3% yang berarti peningkatan hasil belajar secara klasikal tercapai. Hal ini dapat disimpulakan metode tamyiz dapat meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning pada siswa kelas VII semester II pada mata pelajaran Bahasa Arab di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari Jember tahun pelajaran 2017-2018.
Kata kunci : Metode Tamyiz, kemampuan membaca kitab kunin
Identification and Determination of Quercetin and Rutin Content in Poguntano Herbal Ethanol Extract (Picria fel- terrae Lour.)
Background: One of the plants containing flavonoids is the poguntano plant (Picria fel-terrae Lour.). P. fel-terrae Lour extract. efficacious as diuretic, antipyretic, hepatoprotective, cardioprotective, antidiabetic, antioxidant (due to high content of flavonoids and phenols), anti-inflammatory, anthelmintic activity, and analgesic. Quercetin is a flavonol found in fruits and vegetables which is a food component that has been shown to be beneficial to health. Quercetin is one of the most powerful antioxidants among polyphenols. One of the quercetin derivatives that has various pharmacological activities is rutin. Rutin is a basic ingredient of drugs belonging to the class of flavonoid compounds which are very widely used in the pharmaceutical field.
Objective: The aim of this research is to identify and determine the content of poguntano (Picria fel-terrae Lour.) ethanol extract using the UPLC method.
Method: This research includes making poguntano ethanol extract using the maceration method and characterization of simplicia and extracts which includes macroscopic, microscopic examination, determination of water content, water soluble essence content, ethanol soluble essence content, total ash content, acid insoluble ash content, phytochemical screening , qualitative tests, measurements with UPLC and method validation.
Results: The yield of Poguntano ethanol extract was obtained at a yield of 11% with water content, water soluble essence content, ethanol soluble essence content, total ash content, simplicia acid insoluble ash content respectively equal to 7.99%; 22.05%; 14.93%; 5.43%; 1.32% and water content, total ash content, extract acid insoluble ash content respectively 9.32%; 2.14%; 0.41%. The results of identification using UPLC contained the flavonoid quercetin with a retention time of 3.359 using a mobile phase of acetonitrile: 0.1% formic acid with a ratio of 60:40, flow rate of 5 μL/minute and wavelength of 254 nm. The weight of the quercetin extract compound detected was 16.621195 mg/g extract. Validation test results obtained % recovery 99.26548; Standard Deviation 1.91536; LOD 9.82913; and LOQ 32.76376
Conclusion: The results of this study indicate that the ethanol extract of poguntano (Picria fel-terrae Lour.) is thought to contain flavonoid compounds in the flavonol group, namely quercetin, which is indicated by a retention time of 3.359 and a weight of the quercetin extract compound of 16.621195 mg/g extract.121 PagesSkripsi Sarjan
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA UNTUK SISWA KELAS VII DALAM BENTUK VIDEO DI SMP KATOLIK MARDIWIYATA KOTA MALANG
ABSTRAK Sepakbola adalah olahraga yang membutuhkan kerja sama tim. Dalam olahraga sepakbola membutuhkan penguasaan teknik pengolahan bola dan pengertian antara pemain satu dengan pemain lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Pendidikan Jasmani di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang, dibutuhkan suatu variasi model pembelajaran bagi siswa. Setelah dilakukan analisis kebutuhan, diperoleh data 35% siswa sangat tertarik dan 37,5% siswa tertarik terhadap olahraga sepakbola, 87,5% siswa kesulitan dalam penguasaan materi yang diberikan tentang sepakbola, 90% menyatakan siswa membutuhkan model pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan pembelajaran teknik dasar sepakbola dalam bentuk video untuk siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengacu pada teori Research and Development Borg dan Gall yang telah dimodifikasi disesuaikan dengan keadaan di lapangan mengacu teori Ardhana. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan Borg dan Gall, peneliti menggunakan 7 langkah saja dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya. Penelitian ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) evaluasi produk dari 1 ahli sepakbola, 1 ahli kepelatihan sepakbola, 1 ahli media, 2) uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan kelompok besar, 3) tahap pengolahan data. Berdasarkan evaluasi 1 ahli sepakbola diperoleh hasil 76,25%, 1 ahli pembelajaran diperoleh hasil 80% dan 1 ahli media diperoleh hasil 75%, sehingga produk dinyatakan layak untuk diujicobakan pada kelompok kecil. Berdasarkan uji kelompok kecil yang dilakukan oleh 10 siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang diperoleh hasil 84,75%, sedangkan dari uji lapangan (kelompok besar) yang dilakukan oleh 40 siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang diperoleh hasil 87,21%. sehingga produk pengembangan model pembelajaran teknik dasar sepakbola yang dikemas dalam bentuk video dinyatakan layak digunakan sebagai model pembelajaran teknik dasar sepakbola untuk siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang. Dengan adanya produk pengembangan model-model pembelajaran teknik dasar sepakbola dalam bentuk video ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa kelas VII dalam upaya mempelajari materi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tentang sepakbola yang diharapkan siswa tuntas dalam melakukan pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran teknik dasar sepakbola ini diharapkan dapat dikembangkan lagi supaya lebih variatif, sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dengan model pembelajaran yang ada
Finite element analysis to determine the stress distribution, displacement and safety factor on a microplate for the fractured jaw case
- …
