1,721,069 research outputs found

    Determinant Factors in the Formation of Students’ Islamic Personality at Indonesian School of Bangkok (SIB) 2018

    No full text
    Education is a necessity for every human being. In Islam, education is evidenced by changes in attitudes and behavior in accordance with Islamic doctrine that requiresactivities and environment to support its success, so it can be said that Islamic education is the formation of a Muslim personality. This study was conducted at Indonesian School of Bangkok (SIB) located in Thailand with cross sectional design. The results of statistical analysis showed that students who got Islamic Education in the family environment well tend to 7,636 times have a good Islamic personality, while students who got Islamic Education in school well, tend to be 6,238 times have a good Islamic personality. Islamic education in the family environment had most significant relationship with the formation of students’ Islamic personality in SIB Thailand

    التحليل السيميائي رولاند بارتس في أغنية من أول دقيقة

    No full text
    Semiotika adalah ilmu yang memepelajari tentang tanda dan segala yang berhubungan dengan tanda. Barthes dalam teori semiotikanya menyatakan makna memiliki dua tingkatan, yaitu denotasi dan konotasi. Barthes juga memperkenalkan konsep mitos sebagai sebuah sistem makna yang dibentuk oleh budaya atau ideologi tertentu. Penelitian ini dilakukan karena masih kurangnya pembahasan tentang analisis semiotik Roland Barthes terhadap lagu-lagu Arab. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, makna konotasi, serta mitos yang terdapat pada lagu Min Awel Dekika karya Amir Teima dan dipopulerkan oleh Elissa dan Saad Lamjareed. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk mewakili dan menjelaskan lebih dalam tentang kajian makna sebagai objek penelitian. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter. Peneliti mendengarkan, menulis, mengindentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi pada lagu Min Awel Dekika adalah menjelaskan bagaimana perasaan cinta yang dinyatakan secara jelas. Sedangkan makna konotasi lagu ini adalah menjelaskan bagaimana perasaan tersebut diinterpretasikan sebagai simbol dan asosiasi yang lebih dalam. Mitos yang terkandung dalam lagu ini yaitu cinta yang tulus dan mendalam, kerinduan, kesetiaan, pengorbanan diri dalam cinta, kebahagiaan, dan optimisme dalam hubungan

    PELAKSANAAN PERKAWINAN MELALUI WALI HAKIM DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG

    Full text link
    Nikah atau perkawinan merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia, demi terwujudnya suatu rumah tangga yang teratur, harmonis, dan sejahtera, serta terpeliharanya keturunan. Untuk dapat melaksanakan perkawinan harus dipenuhi syarat-syarat sahnya perkawinan bagi calon mempelai laki-laki maupun perempuan, salah satu syarat perkawinan yaitu adanya wali nikah bagi calon mempelai perempuan. Kedudukan wali sangat penting sebagaimana diketahui bahwa yang berhak menjadi wali nikah terhadap seorang wanita adalah wali nasab. Dalam kenyataannya di Indonesia sering kali ijab kabul dalam suatu perkawinan dilaksanakan oleh pejabat Kantor Urusan Agama (KUA). Adapun perumusan masalah dari penelitian ini adalah 1.Apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan melalui wali hakim. 2.Bagaimanakah pelaksanaan perkawinan melalui wali hakim di KUA Kecamatan Lubuk Kilangan Padang. 3. Apakah kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan perkawinan melalui wali hakim di KUA Lubuk Kilangan Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis, mengambil lokasi penelitian di Kantor Urusan Agama Kecamatan Lubuk Kilangan Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pelaksanaan perkawinan melalui wali hakim di KUA Kecamatan Lubuk Kilangan Padang adalah putus wali, wali mafqud atau wali ghoib, anak luar kawin, dan wali ’adhal atau enggan namun setelah dilakukan penelitian di KUA Lubuk Kilangan faktor yang ditemukan adalah faktor putus wali, wali ghoib dan wali adhal. Pelaksanaan perkawinan melalui wali hakim di KUA Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang meliputi pemberitahuan kehendak nikah, pemeriksaan persyaratan nikah, pengumuman kehendak nikah, pelaksanaan akad nikah, pembacaan taklik talak, penyerahan mas kawin dan penyerahan akta nikah. Kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan perkawinan melalui wali hakim yaitu masyarakat menginginkan pelaksanaan perkawinan dirumah masing-masing, kemudian jadwal pelaksanaan nikah tidak dapat ditepati secara disiplin, keterbatasan tenaga dalam melaksanakan pengawasan dan pencatatan nikah, adapun kendala lain yang timbul setelah dilangsungkan perkawinan ternyata wali nasabnya datang dan meminta kembali hak perwaliannya, dan wali yang menolak menikahkan anaknya dalam hal ini diselesaikan di KUA oleh pegawai pencatat nikah

    Analisis Keterserapan Tenaga Kerja pada Industri Kecil di Wilayah Kabupaten Boyolali dengan Pendekatan Sistem Dynamic

    Full text link
    Kesulitan mencari lapangan pekerjaan menjadi masalah yang serius saat ini. Di Boyolali, terbukti industri kecil dapat mengurangi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat penyerapan tenaga kerja untuk industri kecil di Boyolali dan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perilaku sistem penyerapan tenaga kerja pada industri kecil dan potensi pendirian industri kecil dari berbagai segi untuk mengembangkan industri kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik dengan menggunakan software Powersim Studio Enterprise 2005. Model Sistem Dinamics yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran dan prediksi karakteristik dari pola perilaku sistem nyata. Tahap pemodelan sistem dinamik adalah definisi masalah, konseptualisasi sistem, formulasi model, analisa perilaku model, validasi model, dan rekomendasi kebijakan. Perlengkapan untuk menganalisis yaitu causal loop diagram, flow diagram, dan simulasi. Dari penelitian ini kita dapat mengetahui rata-rata jumlah industri kecil selama 15 tahun sebesar 9566 unit usaha per tahun dan tingka penyerapan tenaga kerja sebesar 4,5% per tahun. Fasilitas pemerintah merupakan variabel yang paling potensial untuk mengembangkan industri kecil, disamping permintaan dan investasi sehingga perlu ditingkatkan untuk mengembangkan industri kecil. Fasilitas pemerintah tersebut antara lain bantuan alat dan pelatihan teknis, pelatihan kewirausahaan, kemudahan perijinan, dana bergulir, pameran, dan kerjasama kemitraan. Rekomendasi yang diusulkan yaitu dengan meningkatkan bantek industry kecil dan pelatihan kewirausahaan. Dari hasil penelitian dapat digunakan untuk menentukan sebuah rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Boyolali yang berhubungan dengan masalah industri kecil untuk tahun yang akan datang. ABSTRACT The complications in the field of manpower be a serious recently. In Boyolali regency, Small Industry evidence to decrese those problems. This research purpose to know The Absorbability of Manpower growth rate to small industry in Boyolali regency and factors which influence it. This research also to know Pattern of Behavior the Absorbability of Manpower in small industry and and potency founding of small industry from various facet to develop the small industry. This research use system dynamics approach with software Powersim Studio Enterprise 2005. A system dynamics model should therefore be expected to represent and to predict the behavior characteristic of the actual system. Modelling phase of system dynamics are problem definition, system conceptualization, model formulation, analysis of model behavior, model evaluation, and policy recomendation. Analysis equipments are causal loop diagram, flow diagram and simulation. From this research we can know average small industry in Boyolali regency during 15 year equal to 9566 unit per years and The Absorbability of Manpower is 4,5% per years. Small industry Goverment facilities is the most potential variable to develop the small industry, beside request and investment, so that needed to improve to develop the small industry. The Governmental facility for example fund rolled distribution, Equipment Support and Technical Training, Education and Training of Busines, exhibition, and cooperation partner. Proposal recommendation is increase Equipment Support and Technical Training and also Education and Training of Busines. From these result expected can be used to determine some police to goverment of Boyolali regency related with small industry problems to the following years

    PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM TRADISI PENGOBATAN OLEH PARA ULAMA DI DESA SEI TERAS KEC. LUPAK DALAM KAB. KAPUAS

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji mengenai sebuah tradisi dalam fenomena pengobatan untuk menyembuhkan suatu penyakit dengan menggunakan ayat-ayat Alqurȃn. Alqurȃn sebagai kitab suci umat Islam memuat berbagai hal yang menarik untuk dikaji, salah satunya yaitu sebagai penawar atau obat bagi orang yang mempunyai penyakit rohani maupun jasmani. Dalam penelitian ini, penulis mengungkapkan ayat-ayat yang digunakan serta pemahaman para ulama Desa Sei Teras terhadap ayat-ayat Alqurȃn yang dijadikan sebagai dasar untuk pengobatan. Dalam pengobatan yang dilakukan oleh ulama tersebut, mereka yang berobat harus yakin dan percaya bahwa apapun penyakit yang ada pada diri hanya bisa disembuhkan atas izin Allah swt.. Sementara bacaan yang dibacakan seperti ayat-ayat Alqurȃn, doa dan lain sebagainya hanya dijadikan sebagai perantara saja. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yang lokasi penelitiannya bertempat di Desa Sei Teras Kecamatan Lupak Dalam Kabupaten Kapuas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian metode kualitatif dengan mengambil data dari ayat-ayat Alqurȃn yang digunakan sebagai pengobatan oleh ulama Desa Sei Teras sebagai objek peneliti. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui tiga tekhnik pengumpulan data tersebut penulis menganalisis data-data yang dibutuhkan. Ayat-ayat Alqurȃn yang digunakan dalam pengobatan oleh ulama Desa Sei Teras, Kecamatan Lupak Dalam, Kabupaten Kapuas meliputi sebagai berikut, Al-Fȃtihah: 1/1-7, , Ayat Kursi (Al-Baqarah: 2/255), Al-Maidah : 5/25, AtTaubah: 9/14, Yunus: 10/57, Ar-Ra’d: 13/31, An-Nahl: 16/69, Al-Isra’: 17/82, Thȃhȃ: 20/105-107, Al-Anbiya’: 21/69, Al-Hajj: 22/20-21, Asy-Syu’arȃ’: 26/80, Fushshilat: 41/44, , Ar-Rahman: 55/26, Al-Hasyr: 59/21, Al-Lahab: 111/1-5, AlIkhlȃs: 112/1-4, Al-Falaq: 113/1-5, An-Nȃs: 114/1-6. Dalam pemahaman ulama Desa Sei Teras ditinjau dari sumbernya yaitu, 1) al-Fȃtihah ampat, disamping menggunakan hadits dari Rasulullah saw sebagai rujukunnya, mereka juga menggunakan nalar yaitu dengan memahami dari riwayat-riwayat hadits yang dinalar secara rasional. 2) Ayat Kursi (Al-Baqarah: 2/255) menggunakan riwayat hadits disamping juga menggunakan nalar. 3) AlAnbiya’: 21/69 menggunakan nalar yaitu dengan analogi induksi. 4) ayat-ayat syifa’ (9/14, 10/57, 16/69, 17/82, 26/80, 41/44) menggunakan kutipan dari ulama. 5) Al-Lahab:111/1-5 dan Al-Maidah:5/25, menggunakan nalar serta mengkiaskan dari suatu makna. 6) Ar-Ra’d: 13/31, Thȃhȃ: 20/105-107, Al-Hasyr: 59/21, vi menggunakan kutipan dari ulama dan di nalar secara rasional. 7) Ar-Rahman: 55/26, menggunakan nalar dengan mengkiaskan suatu makna

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    OPTIMALISASI KESIAPAN PENGGUNAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DI KAPAL MT.PUNGUT/P.1022

    Full text link
    Andriyani.,2016, NIT: 49124376.N, “Optimization Readiness The Use Of Fire Extinguisher Foam Extinguisher Onboard MT.Pungut/P.1022”, thesis course of study Nautika,Diploma IV Program, Merchant Marine Polythecnic Semarang, Tutors I :Hadi Supriyono, Tutors II: Laksmi Setyorini. Fire Extinguisher is needed to support safety crew of operating a ship, therefore necessary readiness in the use of extinguisher so that when used able to minimize the fire.For the achievement of the fire extinguisher optimal, so the role of officer it is needed in the treatment of extinguisher tube. Based on writer natural by finding fire extinguisher kind of foam extinguisher that are unsuitable it is still attached in his.It is extremely dangerous when there was in accommodation while fire extinguisher who needed not can be used as the function is fit.There are several factors affecting happened it optimalan extinguisher including a voyage short also affect in activities maintenace.A lack of understanding the use of fire extinguisher also affected in skills the the crew.Like that , various efforts the officers to fix extinguisher, and implement drill routinely. Research done by the writer is descriptive qualitative by means of observation, data collection and interview carried out at regular intervals to officers above a ship.This is done so that understand the extent of the role of officer in terms of care tube foam extinguisher. With the events above so can be concluded that fire extinguisher kind of foam it is needed above a ship, the role of an officer very seriously impact on instrument safety s up a ship as well as the awareness discharging fire extinguisher to crew a ship. Keyword : Foam Extinguisher, maintenanc
    corecore