94 research outputs found
UPAYA MENINGKATKAN DAYA TARIK DIRI MELALUI LAYANAN INFORMASI PADA SISWA KELAS VII SMP 1 JATI KUDUS TAHUN 2012/2013
Andriani, Winda. 200931153. Upaya Meningkatkan Daya Tarik Diri Melalui Layanan Informasi pada Siswa Kelas VII SMP 1 Jati Kudus Tahun 2012/2013. Skripsi. Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Pembimbing: (i) Drs. Sabar Rutoto, M.Pd., (ii) Drs. Arista Kiswantoro.
Kata-kata kunci: Daya Tarik, Layanan Informasi
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya daya tarik diri yang dimiliki oleh siswa kelas VIIG SMP 1 Jati Kudus yang mengakibatkan ada siswa yang tidak memiliki teman atau bahkan dijauhi. Sehingga siswa tidak dapat menjalin hubungan sosial dengan baik. Karena salah satu faktor yang mendasari terjadinya hubungan sosial adalah daya tarik. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah layanan informasi dapat meningkatkan daya tarik diri bagi siswa dengan daya tarik diri yang rendah kelas VII SMP 1 Jati Kudus Tahun 2012/2013?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik diri yang dimiliki oleh siswa serta meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Kegunaan penelitian ini meliputi kegunaan teoritis dan kegunaan praktis. Kegunaan praktis meliputi kegunaan bagi siswa, bagi konselor dan kepala sekolah.
Kajian pustaka membahas mengenai dua variabel penelitian, yaitu daya tarik dan layanan informasi. Kajian pustaka mengenai daya tarik meliputi pengertian, ciri-ciri pribadi yang menarik, kriteria seseorang dengan daya tarik tinggi, faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik, teori ketertarikan, dan upaya meningkatkan daya tarik diri. Kemudian layanan informasi membahas mengenai pengertian, tujuan, komponen, metode, materi dan langkah-langkah dalam layanan informasi. Selanjutnya peneliti menyusun hipotesis penelitian tindakan ini yaitu “Penggunaan layanan informasi dapat meningkatkan daya tarik diri siswa kelas VII SMP 1 Jati Kudus Tahun 2012/2013”.
Metode penelitian membahas tentang seting penelitian dan karakteristik subjek penelitian, variable penelitian, rancangan penelitian, prosedur penelitian, serta analisis data. Penelitian dilakukan di SMP 1 Jati Kudus pada kelas VII G. Subjek penelitian ini yaitu 15 siswa yang memiliki daya tarik diri rendah. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus tiga pertemuan. Dalam melaksanakan penelitian, digunakan metode pengumpulan data berupa metode observasi dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan.
Hasil penelitian dalam dua siklus penelitian, tindakan peneliti dalam memberikan layanan informasi mengalami peningkatan, begitu pula dengan kegiatan siswa serta situasi dan kondisi pelaksanaan layanan. Setelah dilakukan penelitian dalam dua siklus, diketahui bahwa terjadi peningkatan daya tarik diri siswa. Pada siklus I daya tarik diri siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 35.2% menjadi 48.9%, atau dengan kata lain layanan informasi mencapai keberhasilan 13.7%. Kemudian pelaksanaan layanan informasi siklus II, terjadi peningkatan daya tarik diri siswa sebesar 64.3% dari pelaksanaan siklus I sebesar 48.9%. Dengan kata lain keberhasilan layanan informasi dalam meningkatkan daya tarik diri siswa sebesar 15.4%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kondisi awal siswa memiliki daya tarik diri yang rendah. Untuk meningkatkan daya tarik diri siswa, maka diberikan layanan informasi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diketahui adanya peningkatan pada tindakan peneliti, kegiatan siswa dan kondisi saat layanan informasi berlangsung. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada daya tarik diri siswa setelah diberikan layanan informasi. Sehingga terbukti bahwa penggunaan layanan informasi dapat meningkatkan daya tarik diri siswa kelas VII SMP 1 Jati Kudus Tahun 2012/2013. Peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk selalu mendukung penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, serta kepada konselor disarankan untuk selalu menambah wawasan tentang BK dan selalu meningkatkan kualitas layanan BK
Upaya meningkatkan kemampuan membaca melalui media kartu gambar pada siswa kelas 1 SD Negeri Cikeusal Kidul 01 tahun pelajaran 2020/2021
Classroom action research has been carried out to improve and improve students' reading skills through classroom action research using the picture card method. This research was conducted in class I SD Negeri Cikeusal Kidul 01 for the 2020/2021 school year, with a total of 21 students. This study aims to determine whether learning using picture card media can improve students' reading skills. The focus of this study is to determine the level of students' reading skills, student learning outcomes, and teacher performance. The results showed an increase in student learning outcomes were 68.57 and 79.25, respectively. Student learning activities also increased, namely with an average score of 71.03 in the first cycle increasing to 73.91 in the second cycle. It can be concluded that the use of picture card media can improve students' reading skills
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD PADAPT GLOBAL MULTIPACK PALEMBANG
The Analysis Accounting Treatment of Tangible Fixed Assets at PT. Global Multipack palembang
Winda Qurnia Rahmawaty, 2015 (xiv + 92 halaman)
[email protected]
The title of this final report is “ analysis accounting treatment of tangible fixed assets at PT. Global Multipack Palembang” which is located on Pangeran Sido Ing Kenayan No. 89 RT. 18 Rw. 06, Kel. Karang Anyar, Kec. Gandus, Palembang. The company is a company engaged in the production and sales packing ruber. The purpose of this final report is to analyze the accounting treatment of tangible fixed assets at PT Global Multipack palembang based on financial Accounting Standards. The author uses some research methods such as interviews and observation. After anayzing the data was gottern from the company. After analyzing the data was gotten from the company, found some problems, that the calculating of the cost of fixed assets of the company is not in suitble with Financial Accounting Standards and the calculating of depreciation charging that less than one-year period by using the straight-line method for all assets in not correct. To overcome these problems, some of the suggestions presented in the report, the company should follow generally accepted accounting principles that is Accounting Standards to recognize the cost incurred in connection with fixed assets as an alement of cost and depreciation calculations for the imposition of fixed assets purchased for less than one accounting period and the company should record the fixed assets in suitble in financial Accounting Standards so that the financial statements reflect the true valu
Pengertian Utang Menurut Hukum Kepailitan (Studi Kasus: Kepailitan PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat)
Pengertian utang dapat dibedakan dalam dua pengertian yaitu pengertian
ulang dalam arti sempil dan pengerlian ulang dalam arti luas. Pengertian ulang
dalam arti sempit banya utang-piutang yang berkaitan dengan uang (kredit)
sedangkan pengerlian utang dalam arti luas adalah kewajiban membayar
sejumlah uang tertentu baik yang timbul secara langsung maupun tidak
langsung karena perjanjian apapun (tidak terbatas hanya kepada perjanjian
utang-piutang saja), maupun undang-undang yang wajib dipenuhi oleh debitur
dan apabila dipenuhi memberi hak kepada kreditur untuk mendapatkan
pembayarannya dari harta kekayaan debitur. Sementara itu hukum positif kita
yang berkaitan dengan Hukum Kepailitan yaitu Undang-Undang Nomor 4
Tabun 1998 tidak rnenentukan dengan jelas tentang apa yang dirnaksud
dengan " utang". Hal ini membuka kemungkinan penafsiran yang berbeda-beda
oleh hakim yang memeriksa kasus-kasus kepailitan baik di tingkat
Pengadilan Niaga maupun di lingkat kasasi dan peninjauan kembali pada
Mabkamah Agung
Pengaruh tabungan muḌārabah dan deposito muḌārabah terhadap roa (return on asset) pada Pt. Bank Syariah Mandiri Tbk. periode 2012-2017
Penghimpunan dana merupakan simpanan atau titipan dari para nasabah
yang akan diinvestasikan untuk pembiayaan yang halal bagi kepentingan umat
oleh Perbankan Syariah berdasarkan prinsip bagi hasil. Semakin banyak dana
yang dihimpun Bank Syariah maka semakin tinggi keuntungan yang diperoleh
Bank Syariah, tetapi keuntungan yang diperoleh PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk.
yang dilihat dari publikasi laporan keuangan Bank berfluktuasi tidak sesuai
dengan teori. Rumusan masalah menjelaskan bagaimanakah pengaruh tabungan
muḍārabah dan deposito muḍārabah terhadap ROA (Return On Asset) pada PT.
Bank Syariah Mandiri Tbk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
tabungan muḍārabah dan deposito muḍārabah terhadap ROA (Return On Asset)
pada PT. Bank Syariah Mandiri Tbk.
Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan bidang ilmu manajemen
keuangan dan analisis laporan keuangan. Pendekatan yang dilakukan adalah teoriteori
yang berkaitan dengan rasio keuangan sebagai aspek-aspek atau bagianbagian
tertentu dari keilmuan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data
sekunder dalam bentuk data time series, sebanyak 72 sampel. Teknik
pengumpulan data adalah dokumentasi, yaitu data laporan keuangan PT. Bank
Syariah Mandiri Tbk. publikasi perbulan yang diterbitkan oleh www.ojk.go.id.
Teknik analisis data menggunakan metode regresi linear berganda. Data diolah
menggunakan program komputer SPSS versi 23.
Hasil dari penelitian secara parsial (uji t) tabungan muḍārabah tidak
memiliki pengaruh secara parsial dan tidak signifikan terhadap ROA (Return On
Asset) yang dibuktikan dengan memiliki thitung < ttabel yaitu (0.130 < 1.66724) dan nilai
signifikannya > 0.05 yaitu (0.897 > 0.05) dan deposito muḍārabah memiliki pengaruh
negatif dan signifikan terhadap ROA (Return On Asset) yang dibuktikan dengan -
thitung < -ttabel yaitu (-3.234 < -1.66724), dan nilai signifikannya < 0.05 yaitu (0.002 < 0.05).
Sedangkan secara simultan (uji F) tabungan muḍārabah dan deposito muḍārabah
memiliki pengaruh secara simultan dan signifikan terhadap ROA (Return On
Asset) yang dibuktikan dengan Fhitung > Ftabel (20.031 > 3.13) dan nilai
signifikannya signifikan < 0.05 yaitu (0.000 < 0.05). Adapun R2 (R Square)
sebesar sebesar 0.367 atau sama dengan 36.7 persen yang berarti bahwa variabel
ROA (Return On Asset) dapat dijelaskan variabel tabungan muḍārabah dan
deposito muḍārabah sebesar 36.7 persen. Sedangkan sisanya 63.3 persen
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini. Dalam arti
lain bahwa masih ada variabel independen lain yang mempengaruhi ROA
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME STUDENT ACTIVE LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BUKIT RAYA PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme student active learning yang valid dan praktis untuk\ud
memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian
ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE
(Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini
dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bukit Raya Pekanbaru. Subjek
penelitian ini adalah dosen guru sebagai validitas serta 6 siswa kelompok kecil
dari kelas VII.4 dan 37 siswa kelompok terbatas dari kelas VII.1 MTsN Bukit
Raya Pekanbaru. Objek penelitian ini adalah LKS matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme student ative learning. Jenis data berupa data
kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validitas,
angket uji praktikalitas dan soal posttest. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. LKS hasil penelitian pengembangan
ini telah teruji kevalidan yaitu 82,09% yaitu dengan kategori sangat valid,
kepraktisan kelompok kecil yaitu 82,32% dengan kategori sangat praktis,
kepraktisan kelompok terbatas yaitu 85,38% dengan kategori sangat praktis dan
pemecahan masalah siswa setelah menggunakan LKS yaitu 87,19% (tinggi). Dari
hasil tersebut mengidentifikasikan bahwa LKS yang dikembangkan sudah valid,
praktis dan dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematika
siswa.
Kata Kunci: Lembar Kegiatan Siswa, Konstruktivisme Student Active Learning, Pemecahan Masalah
TINGKAT STRES PENGASUHAN PADA IBU DI DESA WALUYA KABUPATEN KARAWANG
Kekerasan pada anak semakin tahun semakin meningkat datanya. Jika dilihat dari lamanresmi KemenPPA, pada tahun 2022 terdapat 1,714 kasus yang dilaporkan mengenaikekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua kandung anak tersebut. Kekerasan padaanak yang dilakukan oleh orang tua dapat terjadi karena niat melakukan disiplin yang keliru,hukuman yang diberikan karena perilaku yang kurang tepat dari anak atau karena orang tuatidak mampu meregulasi diri dan stres mereka. Stres pengasuhan menurut Deater-Deckarddalam Andriani, Sumintardja & Abdurachman (2019) adalah suatu kondisi stres negatifyang dialami oleh seseorang diakibatkan karena tuntutan sebagai orang tua. MenurutNeece, Green & Baker dalam Fitriani, Gina & Perdhana (2021), stres pengasuhan dapatberdampak pada kondisi psikologis orang tua, konflik dengan pasangan, cara mengasuhdan interaksi antara orang tua dan anak. Jika dilihat dari fenomena di atas, salah satu upayadalam pencegahan kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua adalah denganmeminimalisir atau mengelola stres pengasuhan yang dimiliki oleh orang tua. Sehinggapeneliti tertarik untuk melihat bagaimana tingkat stres pengasuhan pada ibu di DewaWaluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian inidilakukan pada 31 responden yaitu ibu yang memiliki anak yang berdomisili di DesaWaluya. Teknik pengumpulan data menggunakan The Parental Stress Scale (PSS) yangdikembangkan oleh Berry & Jones (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,9%responden memiliki tingkat stres pengasuhan yang rendah dan 16,1% dengan tingkat strespengasuhan sedang. Tidak ditemukan responden yang memiliki tingkat stres pengasuhanyang tinggi
Efektivitas Teknik Relaksasi Melalui Bimbingan Kelompok dalam Mengurangi Rasa Jenuh Belajar Daring
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat rasa jenuh belajar daring dan mendiskripsikan efektifitas teknik relaksasi dalam mengurangi rasa jenuh belajar siswa saat mengikuti proses belajar melalui jaringan internet. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre eksperiment dengan bentuk design one-group pretest-postes design. Penentuan sampel melalui teknik sampling purpossive dengan jumlah sampel 20 siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasarwajo. Analisis data yang digunakan, yaitu uji Wilcoxon. Hasil tes akhir yang dilaksanakan sesudah perlakuan teknik relaksasi melalui bimbingan kelompok, terjadi penurunan rasa jenuh belajar daring siswa. Dari hasil analisis uji Wilcoxon masing-masing pre-test dan post-test menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.002 < 0.05 atau (p<0.05), yang berarti rasa jenuh belajar daring siswa mengalami penurunan yang signifikan, sehingga disimpulkan teknik relaksasi efektif untuk mengurangi rasa jenuh belajar daring siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasarwajo
KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI PEMBINTIL AKAR LEGUM DALAM PEMBENTUKAN BINTIL AKAR DAN PENAMBATAN NITROGEN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max) DI TANAH GAMBUT
The objective of this study was to select legume nodulating bacteria isolates based on their ability to form nodules and fix nitrogen on soybean (Glycine max) grown in peat soil using seed treatment method. The ability to fix nitrogen was analyzed by ARA (Acetylene Reduction Assay). This study used 44 soybean nodulating bacteria isolates, collection of the Department of Microbiology, Gadjah Mada University. These isolates were assayed and compared to two positive controls i.e Bradyrhizobium japonicum USDA 122 and Bradhyrhizobium japonicum THA 7. Uninoculated soybean grown either on fertilized and unfertilized peat soil were used as negative controls. Legume nodulating bacteria which have both ability to nodulate as well as to fix nitrogen were examined to nodulate and fix nitrogen on soybean grown on peat soil ameliorated with dolomite. Uninoculated soybean grown either on ameliorated-fertilized and ameliorated-unfertilized peat soil were used as negative controls.
The result showed that 11 bacterial isolates had ability to nodulate soybean grown on peat soil. The isolates were H 2.4, HT 1.1, HT 3.2, RT 1.2, RT 1.3, RT 2.1, RT 2.3, RT 3.2, RT 3.3, RT 3.4, P 2.1, however only seven isolates which produced nodules had ability to fix nitrogen i.e H 2.4, HT 3.2, RT 1.2, RT 2.3, RT 3.3, RT 3.4 and Bradyrhizobium japonicum USDA 122. Bradhyrhizobium japonicum THA 7 was able to produce nodules but it was not able to fix nitrogen. When these isolates examined to nodulate and fix nitrogen on soybean grown on ameliorated peat soil, the result showed that seven isolates had ability to nodulate soybean, however only two isolates which produced nodules had ability to fix nitrogen i.e RT 3.3 and RT 3.4. Bradyrhizobium japonicum USDA 122 and Bradhyrhizobium japonicum THA 7 was able to produce nodules but it was not able to fix nitrogen. Based on the result, it could be concluded that there were legume nodulating bacteria isolates which could survive, form root nodules and fix nitrogen on soybean grown on peat soil either with and without ameliorant
Efektifitas Penggunaan Media Leaflet, Buku Saku, Video Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP Asi) Di Desa Kenep Kecamatan Sukoharjo
In Indonesia as many as 59% 6-24 month old children receive complementary food (MP ASI) which is not in accordance with the recommended practices of time, frequency and quality of the food. This happens because the mothers do not have sufficent knowledge about nutrition and health behavior. So that efforts can be made to overcome this problem, namely through nutrition education using media ( such as leaflet, video, or pocket book) as a tool. The purpose of this study is to determine the effectiveness of leaflet, video, and pocket book to improve knowledge of mother about complementary feeding in Kenep of Sukoharjo. This research is a quasy experimental with pre-test-post-test one group design. Research subjects were chosen using random sampling technique as many as 117 subjects and divided into 3 groups; leaflet, video, pocket book. Analysis of data used paired t-tests and Kruskal-Wallis tests. The results showed that there was an increase in knowledge after nutritional education with leaflet, video, and pocket book (10,2%, 18%, 10,3% respectively). The Paired T-test showed that there was an influence of nutrition education about complementary feeding using leaflet (p=0,000), video (p=0,000). pocket book and (p=0,000) to increase knowledge of nothers. Kruskal Wallis test showed no significant difference between the average of knowledge between leaflet, video, dan pocket book groups (p=0,103
- …
