582 research outputs found

    PENGARUH TAYANGAN MENEMBUS MATA BATHIN DI ANTV TERHADAP MASYARAKAT DESA SEREMBAN JAYA KECAMATAN RIMBA MELINTANG KABUPATEN ROKAN HILIR

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Meri Andriani Jurusan : Ilmu Komunikasi Judul : Pengaruh Tayangan Menembus Mata Bathin di ANTV Terhadap Masyarakat Desa Seremban Jaya Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini membahas tentang pengaruh menonton program tayangan Menembus Mata Bathin di ANTV terhadap masyarakat desa Seremban Jaya. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Seremban Jaya RT 13 RW 03 dengan jumlah 125 orang, dan sampel sebanyak 56 orang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratifications dan teori Pengaruh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara menonton tayangan Menembus Mata Bathin di ANTV terhadap masyarakat desa Seremban Jaya kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. Dengan hasil nilai pengaruh menonton tayangan Menembus Mata Bathin di ANTV terhadap masyarakat desa Seremban Jaya, adalah Thitung>Ttabel (10.802>1.673) yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil empiris terbatas karena penelitian dilakukan hanya pada satu wilayah, dan pengukuran faktor-faktor internal dari karakteristik masyarakat secara detail belum diukur. Sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian kembali dan menggunakan faktor internal karakteristik masyarakat seperti pengaruh jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan lainnya. Kata kunci : Pengaruh Menonton, Tayangan Menembus Mata Bathin, Masyarakat Desa Seremban Jaya

    TRADISI MANJAPUIK ANAK DI NAGARI SABU KECAMATAN BATIPUH KABUPATEN TANAH DATAR

    Full text link
    ABSTRAK TRADISI MANJAPUIK ANAK DI NAGARI SABU KECAMATAN BATIPUH KABUPATEN TANAH DATAR Oleh: MERI ANDRIANI Skripsi ini membahas tentang tradisi manjapuik anak yang ada di Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini mendeskripsikan tentang bentuk pelaksanaan tradisi manjapuik anak serta fungsi yang terdapat dalam tradisi manjapuik anak itu sendiri.Tradisi manjapuik anak adalah suatu kebiasaan yang dilakukan oleh bako (keluarga ayah) Ketika anak yang lahir dari suatu keluarga, maka dia akan dijemput (dijapuik) oleh pihak bako (keluarga ayah). Penelitian ini menggunakan teori fungsi yang dikemukakan oleh Allan P Merriam. Adapaun metode yang dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dan teknik etnografi yang dikemukakan oleh James Spradley.Melalui penelitian ini, dikemukakan beberapa fungsi yang terdapat pada tradisi manjapuik anak, yang mana fungsi tersebut adalah Mampasuoan anak pisang dengan keluarga ayah (bako, mempererat hubungan silaturahmi antara Induak bako dengan Anak pisang, memperluas hubungan kekeluargaan, tidak menjatuhkan sastra keluarga ayah (bako)di dalam masyarakat, Memperkenalkan anak pisang dengan masyarakat, Kebanggaan bagi anak pisang dan Menghargai orang tua sianak. Kata kunci: Tradisi manjapuik anak,fungsi Allan P Merriam, Nagari sab

    Phit chom Meri loet lam loki kam ru thakon

    No full text
    Drawing on a portrait and old poem, the author describes the beauty of Nang Meri, a female character in one old Thai literature

    Rekayasa Sistem Kerja Secara Ergonomi untuk Meningkatkan Produktivitas di Pt. Aceh Rubber Industry

    No full text
    A work system which is better than that of an existing system is one of the goals sought by an industry. A good work system which satisfies employees will be able to increase work productivity and vice versa. The objective of the research was to get an economical work system through redesigning an optimal work time in working so that it can increase productivity. The research described manual work facility (trolly). It shows the ineffective movement of operators, large energy consumption, and uneconomical movement of work postures. Some basic things for doing the redesign were anthropometry as the basic design, French method as the basis for facility design (trolly), quadratic regression equation for knowing energy consumption, and the Quick Exposure Check (QEC) method for analyzing operators’ work postures. The result of the measurement showed that for redesign, there were six ineffective movements, the average value of work postures was 142.17, and the value of energy consumption was 323.83 so that the standard time would be 4.89 minutes. After redesign was done, work movements became five movements, the average value of work postures was 65, and the standard time was 0.95Stasiun kerja merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas kerja. Kondisi kerja yang tidak memperhatikan kenyamanan, kepuasan, keselamatan dan kesehatan kerja tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Dalam perancangan atau redesain material box harus diperhatikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan dan lingkungan fisik kerja. Pada proses pembuatan karet menjadi crumb rubber(Bale) di pembongkaran bale yang dilakukan di bagian balling press, dimana stasiun kerja operator dalam melakukan aktifitas dijumpai beberapa kondisi kerja yang kurang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi dan menurut pihak manajemen tingkat produktivitas kerja operator dibagian ini masih cukup rendah. Berdasarkan dari kondisi kerja tersebut akan dilakukan suatu redesain terhadap material box. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan redesain ini adalah antropometri, physiological performance, subjektivitas operator terhadap keluhan rasa sakit yang dialami selama bekerja, dan analisis terhadap waktu dan output standar yang dihasilkan. Selanjutnya akan dibandingkan kondisi kerja sebelum redesain dengan sesudah redesain. Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kondisi kerja setelah redesain ini akan lebih baik dari pada kondisi kerja sebelum redesain, misalnya ukuran fasilitas kerja yang telah disesuaikan dengan antropometri, selain itu waktu standar pada kondisi setelah redesain sudah lebih kecil yaitu sebesar 0,95 menit dibandingkan sebelum redesign dengan waktu standar sebesar 4,89 menit. Bekerja pada stasiun kerja setelah redesain produktivitas kerja operator turut meningkat.146 Halama

    PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH WANKAT DAN OREOVOCZ UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MASA PERSIAPAN KEMERDEKAAN SISWA KELAS V SD NEGERI O11 KEMANG INDAH KECAMATAN TAMBANG

    Full text link
    Memperhatikan kenyataan yang terjadi pada siswa kelas V SDN 011 Kemang Indah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. yaitu rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Masa Persiapan Kemerdekaan, maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian dengan Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Wankat dan Oreovocz. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Masa Persiapan Kemerdekaan siswa Kelas V SDN 011 Kemang Indah Kecamatan Tambang Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 011 Kemang Indah Kecamatan Tambang, Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung dengan Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Wankat dan Oreovocz dan lembar pengamatan aktivitas siswa dan juga berupa tes hasil belajar siswa yang dilakukan setiap menyelesaikan penelitian satu siklus pada materi pelajaran yang telah dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 siklus, pada siklus I diketahui bahwa adanya peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa dengan rata-rata 66,25 dan siswa yang mampu menyelesaikan soal- soal dengan baik hanya 14 orang artinya kemampuan siswa secara umum hanya mencapai 70%, dari keseluruhan siswa. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus kedua maka lebih meningkat dan telah mencapai nilai rata-rata 71,75, dan siswa yang mampu menyelesaikan dan menjawab soal-soal dengan baik mencapai 18 orang yang artinya kemampuan siswa secara umum telah mencapai 90%. Dari data ini menunjukkan bahwa apabila diterapkan Strategi Pemecahan Masalah Wankat dan Oreovocz secara benar sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaannya maka dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pembelajaran

    Rekayasa Sistem Kerja Secara Ergonomi untuk Meningkatkan Produktivitas di Pt. Aceh Rubber Industry

    No full text
    A work system which is better than that of an existing system is one of the goals sought by an industry. A good work system which satisfies employees will be able to increase work productivity and vice versa. The objective of the research was to get an economical work system through redesigning an optimal work time in working so that it can increase productivity. The research described manual work facility (trolly). It shows the ineffective movement of operators, large energy consumption, and uneconomical movement of work postures. Some basic things for doing the redesign were anthropometry as the basic design, French method as the basis for facility design (trolly), quadratic regression equation for knowing energy consumption, and the Quick Exposure Check (QEC) method for analyzing operators’ work postures. The result of the measurement showed that for redesign, there were six ineffective movements, the average value of work postures was 142.17, and the value of energy consumption was 323.83 so that the standard time would be 4.89 minutes. After redesign was done, work movements became five movements, the average value of work postures was 65, and the standard time was 0.95Stasiun kerja merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas kerja. Kondisi kerja yang tidak memperhatikan kenyamanan, kepuasan, keselamatan dan kesehatan kerja tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Dalam perancangan atau redesain material box harus diperhatikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan dan lingkungan fisik kerja. Pada proses pembuatan karet menjadi crumb rubber(Bale) di pembongkaran bale yang dilakukan di bagian balling press, dimana stasiun kerja operator dalam melakukan aktifitas dijumpai beberapa kondisi kerja yang kurang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi dan menurut pihak manajemen tingkat produktivitas kerja operator dibagian ini masih cukup rendah. Berdasarkan dari kondisi kerja tersebut akan dilakukan suatu redesain terhadap material box. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan redesain ini adalah antropometri, physiological performance, subjektivitas operator terhadap keluhan rasa sakit yang dialami selama bekerja, dan analisis terhadap waktu dan output standar yang dihasilkan. Selanjutnya akan dibandingkan kondisi kerja sebelum redesain dengan sesudah redesain. Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kondisi kerja setelah redesain ini akan lebih baik dari pada kondisi kerja sebelum redesain, misalnya ukuran fasilitas kerja yang telah disesuaikan dengan antropometri, selain itu waktu standar pada kondisi setelah redesain sudah lebih kecil yaitu sebesar 0,95 menit dibandingkan sebelum redesign dengan waktu standar sebesar 4,89 menit. Bekerja pada stasiun kerja setelah redesain produktivitas kerja operator turut meningkat.146 Halama

    Analisis Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa Pada Pemerintahan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir

    No full text
    This study was conducted to find out how to implement accountability and transparency in village financial management in the Pekan Tua Village administration, Kampas District, Indragiri Hilir Regency based on the Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 concerning village financial management. This study used descriptive qualitative method. The results of this study indicate that village financial management in Pekan Tua Village, Kampas District, Indragiri Hilir Regency is generally accountable at the planning, implementation, administration, reporting and accountability stages, but is not yet transparent because the village head has not submitted all accountability reports for the use of village funds to the community. related to the implementation of budget activities, reports on the realization of activities, activities that have not been carried out, the remaining budget and addresses of complaints. In addition, the APBDes report and the APBDes realization report have not been accessible tothe public because of the unavailability of a bulletin board as an intermediary media in conveying information regarding the APBDes report and the APBDes realization report

    PENGARUH KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGELOLA KELAS TERHADAP KETERTIBAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengelola kelas sudah baik. Namum, kenyataannya dilapangan masih terdapat berbagai macam gejala yang menunjukkan adanya suatu permasalahan yang muncul terhadap ketertiban siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengelola kelas terhadap ketertiban siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengelola kelas terhadap ketertiban siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar” Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam dan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Sedangkan objek penelitian ini adalah pengaruh kemampuan guru Pendidikan Agama Islam. Teknik penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Untuk menganalisis tentang kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengelola kelas terthadap ketertiban siswa, maka data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan persentase. Dengan menggunakan rumus Product Moment. rxy = N∑XY − ∑X ∑Y {N∑X 2 2 2 −(∑X) } N∑Y – ∑Y 2 Berdasarkan uji korelasi dengan menggunakan SPSS versi 16.0 for Windows, maka hasil analisa data menunjukkan tingkat pengaruh antara kedua variabel adalah 0.754 lebih besar dari taraf signifikan 5% 0,232 dan taraf signifikan 1% 0,302. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengelola kelas terthadap ketertiban siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar

    PERANCANGAN PERALATAN SECARA ERGONOMI UNTUK MEMINIMALKAN KELELAHAN DI PABRIK KERUPUK

    Full text link
    Perancangan      yang   baik    dapat   dihasilkan    dengan    mengenal     sifat-sifat,  keterbatasan,   serta kemampuan        yang   dimiliki   manusia.    Manusia     berperan    sentral  dalam    aktivitasnya    yaitu  sebagai perencana,   perancang,   pelaksana,   dan   pengevaluasian   dalam   setiap   aktivitas   (kerja),      dan   manusia sebagai   sumber   tenaga   kerja   masih   dominan   dalam   menjalankan   proses   produksi   terutama   kegiatan yang   bersifat   manual.   Penelitian   dilakukan   pada   pabrik   kerupuk   yang   berada   di   Medan.   Penelitian bertujuan   mengadakan   publikasi   ilmiah   berupa   jurnal   atau   seminar   nasional,   juga   bertujuan   untuk mendapatkan        stasiun   kerja   yang    ergonomis     melalui    perancangan      peralatan   meja     dan   kursi. Perancangan dilakukan untuk mendapatkan  waktu kerja yang optimal dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan        produktivitas    kerja.  Penelitian    menggambarkan        adanya    stasiun   kerja  yang    tidak ergonomis sehingga operator bekerja dengan gerakan-gerakan tidak efektif dan postur kerja yang tidak  ergonomis. Beberapa  hal   yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan peralatan adalah antropometri dan persentil sebagai dasar perancangan, metode RULA(Rapid Upper Limb Assesment) sebagai   dasar   menganalisa   postur   kerja   operator,   waktu  siklus   untuk  menentukan  waktu  baku  dan  output  standar,   simulasi   untuk   membandingkan   postur   kerja   yang   aktual   dengan  postur   kerja   yang ergonomis.     Hasil   penelitian   aktual   terdapat   lima   gerakan    therblig   yakni   mencari,    menjangkau, memegang, membawa dan melepaskan. Waktu standar yang diperlukan sebesar 4,89 menit, sementara postur kerja  yang didapat dengan level 7 dan 6 dengan kategori tindakan dalam   waktu dekat. Hasil penelitian   setelah   dilakukan   perancangan   peralatan   dengan   waktu   standart   sebesar   0,98   menit   dan postur kerja yang didapat kebanyakan pada level 1 dengan kategori aman. Kesimpulan dari penelitian bahwa perlu adanya perancangan peralatan secara ergonomis Kata kunci:      Ergonomi, Perancangan, Antropometri, Persentil, RUL
    corecore