124 research outputs found
PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN REWARD SERTA PUNISHMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda Samarinda)
Shinta Andini Dewi Putri, 2018, The influence of Leader Member Exchange (LMX), Reward, and Punishment toward Employee Performance at PT. Bumiputera Muda General Insurance Samarinda. Faculty of Economics and Business Mulawarman University under the guidance of Prof. Dr. Djoko Setyadi, SE., M.Sc and Dr. Dirga Lestari AS, SE., MM. The purpose of this study is to determine the effect of Leader Member Exchange (LMX), Reward, and Punishment to Employee Performance at PT. Bumiputera Muda General Insurance Samarinda. Determination of the sample in this study was carried out with non probability sampling. Sample taken by 40 employees of PT. Asuransi Bumiputera Muda General Insurance Samarinda. Sampling method with saturated sampling procedures, all of whice are respondents in this study. This study uses primary data obtained by distributing questionnaires to employees working at PT. Bumiputera Muda General Insurance Samarinda. Data analysis technique used in this study is multiple linier regression using SPSS 23 program. The results showed that the Leader Member Exchange (LMX), Reward, and Punishment has a positive and significant effect on employee performance of PT. Bumiputera Muda General Insurance Samarinda
HAK PERAWATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (Implementasi Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 Studi di PT Askes (Persero) Malang dan Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang)
Uyung Fitri Andini, Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Februari 2014, Hak Perawatan Pegawai Nageri Sipil (Implementasi Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 Studi di PT Askes (Persero) Malang Dan Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang), Dr. Shinta Hadiyantina, S.H.,M.H., Tunggul Anshari, S.H.,M.Hum.Dalam skripsi ini penulis membahas mengenai hak perawatan bagi Pegawai Nageri Sipil yang diberikan oleh PT Askes (Persero) Malang dan Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang. Penulis memfokuskan pada masalah dalam mengimplementasikan pasal 9 ayat (1) Undang-undang No. 43 Tahun 1999 serta hambatan dan solusinya. Dalam penelitian ini penulis mengunakan metode yuridis sosiologis yaitu mengkaji dan membahas permasalahan yang diperoleh sesuai dengan fakta yang ada dilokasi, kemudian dikaitkan dengan peraturan Perundang-undangan khususnya pasal 9 ayat (1) Undang-undang No. 43 Tahun 1999.Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa PT Askes (Persero) Malang dan RSU Saiful Anwar Malang sudah melaksanakan dan memberikan hak kesehatan kepada peserta Askes (PNS) sesuai dengan ketentuan dan hak peserta berdasarkan peraturan di Askes. Berlakunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), menjadi hambatan karena peraturan yang tidak jelas dan kerumitan alur pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan di puskesmas ditingkatkan secara optimal agar BPJS sesuai dengan harapan pemerintah
Perlindungan Hukum Terhadap Merek Dagang Nature Republic Terhadap Pemalsuan Merek DI Indonesia
Pada kasus yang terjadi pada produk yang berasal dari Korea Selatan yaitu
produk dari perusahaan dengan nama dan merek yang sama yaitu Nature Republic
milik Jung Woon Ho sejak Tahun 2009 dengan nama produknya yaitu Aloe Vera
Soothing Gel 92%. Produk yang belum ada di Indonesia pada saat itu
mengakibatkan para konsumen di Indonesia sulit untuk mendapatkan produk
tersebut. Maka tak jarang beberapa Online Shop dan beberapa E-commerce yang
menjual produk Nature Republic ini dengan harga yang mahal karena harus
membelinya dari luar Indonesia. Karena situasi tersebut, tak jarang pula banyak
produk dari Nature Republic palsu yang dijual dengan harga yang lebih murah.
Oleh karena itu, penulis ingin mengangkat permasalahan tersebut dalam sebuah
skripsi dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Merek Dagang Nature
Republic Terhadap Pemalsuan Merek di Indonesia”. Berdasarkan hal tersebut
maka dalam skripsi ini penulis merumuskan tiga rumusan masalah yang meliputi :
(1) Bagaimana perlindungan hukum terhadap merek dagang Nature Republic
terhadap pemalsuan merek di Indonesia ?. (2) Bagaimana akibat hukum terhadap
pelaku usaha yang memproduksi merek Nature Republic yang digunakan secara
komersil tanpa izin pemilik merek ?. (3) Bagaimana upaya penyelesaian yang
dapat dilakukan oleh pemegang lisensi merek dari tindakan pemalsuan merek
Nature Republic di Indonesia ?. Penulisan skripsi ini menggunakan tipe penelitian
yang bersifat yuridis normatif (legal research), yaitu penelitian yang difokuskan
untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif
yang berlaku. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan
perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual
approach). Pada bahan hukum, penulis menggunakan bahan hukum primer,
sekunder, non hukum, serta analisa bahan hukum sebagai langkah terakhir
Perlindungan Hukum Terhadap Merek Dagang Nature Republic Terhadap Pemalsuan Merek di Indonesia
Kesimpulan pada skripsi ini yaitu, Pertama, perlindungan hukum terhadap
merek dagang dari adanya tindakan pemalsuan merek dapat dilakukan secara
preventif dan secara represif. Kedua, akibat hukum yang timbul dari pemalsuan
merek yaitu terdapat suatu pelanggaran iktikad tidak baik dalam perdagangan
barang, dan pelanggaran persamaan pada pokoknya yang dapat menimbulkan
akibat hukum yang dapat dilihat dari pendaftaran mereknya. Selain penghapusan
merek, akibat hukum terhadap penggunaan merek Nature Republic yaitu berupa
pembatalan merek terdaftar. Ketiga, upaya penyelesaian sengketa yang dapat
ditempuh oleh pemegang lisensi merek dari tindakan pemalsuan merek Nature
Republic yaitu secara Litigasi dan penyelesaian sengketa secara Non Litigasi.
Saran dalam skripsi ini yaitu, pertama, hendaknya pemerintah berperan serta
melakukan sosialisasi mengenai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang
Merek dan Indikasi Geografis kepada masyarakat, pemilik atau pemegang hak
atas merek terutama para pengusaha kecil yang ingin mendaftarkan mereknya
agar mengetahui pentingnya pendaftaran merek, tata cara permohonan
pemdaftaran merek, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan seperti
peniruan, pemalsuan dan penggunaan merek tanpa izin dari pemiliknya. Kedua,
hendaknya pemilik merek Nature Republic meminta agar perusahaan yang telah
menggunakan merek Nature Republic tanpa izin darinya untuk menghentikan
seluruh kegiatan produksi barang serta menarik semua barang produksinya yang
sudah beredar di pasaran. Selain itu pemilik merek Nature Republic berhak untuk
meminta ganti rugi terhadap kerugian yang telah ia alami selama ini. Ketiga,
hendaknya Pemilik merek Nature Republic dalam penyelesaian sengketa
penggunaan merek tanpa hak dapat dilakukan melalui alternatif penyelesaian
sengketa melalui lembaga arbitrase, karena selain efisien waktu dan juga untuk
saling menjaga nama baik para pihak dalam dunia perdagangan
ENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi pada Kakkoii Resto All you can eat Japanese BBQ and Shabu-shabu di Kota Malang)
ABSTRACT
This research aims to: (1) determine the influence of service quality on purchasing decisions. (2) knowing the effect of price on purchasing decisions. (3) find out which service quality and price have the most dominant influence on purchasing decisions. This research uses quantitative methods with a descriptive approach. The analytical method used is multiple linear regression with SPSS 26 tools. The population in this research is consumers of Kakkoii Resto All you can eat Japanese BBQ and Shabu-shabu in Malang City. This research used 140 respondents with an Accidental Sampling approach. From this research, the results obtained were (1) that service quality has a significant positive effect on purchasing decisions. (2) price has a significant positive effect on purchasing decisions (3) service quality has the most dominant influence on purchasing decision
Penandatanganan Kerja Sama Rekruitmen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan Maybank
TANGERANG — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meresmikan perjanjian rekrutmen dengan Maybank pada Selasa (04/06).
Penandatangan rekrutmen dihadiri oleh Ir. Andrey Andoko, M.Sc., selaku rektor bidang akademik, Cendera Rizky Anugrah Bangun, M.Si., selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi, Ardiles Akyuwen, S.Sn., M.Sn., perwakilan dari Prodi FSD, Kanon Mommsen Wongkar, S.H., M.H., perwakilan dari bisnis, dan Fenina Adline Twince Tobing, S.Kom., M.Kom., perwakilan dari Prodi FTI UMN. Adapula dari tim Maybank yang terlibat yakni Reni Astuti Dewi selaku Head Talent, serta tiga Talent Acquisition Maybank Andini Eka Hapsari, Shinta Ardilawati dan Theresia Agatha
Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Studi Kasus Putusan : No. 16/PDT-SUS/Pailit/2015/PN.NIAGA JKT.PST)
A. Nama Mahasiswa : Shinta Eliana Sinaga
B. Nomor Induk Mahasiswa : 17.400.500.75
C. Judul Skripsi : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Program Kekhususan : Hukum Ekonomi
E. Jumlah Halaman : 96 Halaman
F. Daftar Acuan : Buku, Undang-undang, Internet
G. Kata Kunci : Pailit, Prinsip
H. Ringkasan Isi:
Kepailitan terjadi karena debitor tidak dapat menyelesaikan atau membayar utangnya kepada para kreditornya. Terdapat tiga jenis kreditor dalam kepailitan, yaitu: Kreditor Preferen, Kreditor Separatis, dan Kreditor Konkuren. Tiga kreditor tersebut masing-masing memiliki kedudukan yang berbeda-beda. Prinsip yang menjadi pedoman bagi para Kreditor Konkuren, yaitu prinsip paritas creditorium dan prinsip pari passu pro rata parte. Prinsip paritas creditorium menentukan adanya kesetaraan kedudukan para kreditor. Prinsip pari passu pro rata parte menentukan bahwa seluruh harta kekayaan debitor menjadi jaminan bersama-sama terhadap para kreditornya dan hasilnya dibagikan secara proporsional. Penulis tertarik meneliti penulisan ini karena berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan apakah pembagian yang diterima kreditor konkuren selama ini sudah dapat dikatakan adil atau tidak.
I. Dosen Pembimbing :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.H./
A. Name : Shinta Eliana Sinaga
B. Student ID Number : 17.400.500.75
C. Title : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Study Program : Hukum Ekonomi
E. Page Number : 103 Pages
F. Reference List : Book, Internet, The Article Of Law
G. Keyword : Bankruptcy, principles.
H. Summary :
Bankruptcy occurs because the debtor is unable to settle or pay his debts to his creditors. There are three types of creditors in bankruptcy, namely: PreferentIal Creditors, Separatist Creditors, and Konkuren Creditors. The three creditors each have different positions. The principles that become guidelines for the Creditors Konkuren, namely the principle of parity of creditorium and the principle of pari passu pro rata parte. The principle of creditorium parity determines the equality of par position. The author is interested in researching this because based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy, whether the distribution received by concurrent creditors so far can be said to be fair or not.
Academic Supervisor :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.
BENTUK PENYAJIAN KARYA TARI MBANGUN KAYANGAN
Salah satu kelebihan dari cerita pewayangan adalah masih relevan dalam konteks kekinian. Lakon “Semar Mbangun Kayangan” bisa saja dijadikan sebagai sarana untuk mengingatkan bagaimana seharusnya pemimpin menjalankan pemerintahannya. Cerita ini syarat dengan makna yang bersifat konstruktif. Mungkin para pemimpin perlu sesekali mendengar, belajar dan meneladani cerita ini. Membangun kayangan dapat dimaknai sebagai membangun negara yang aman, damai, makmur dan sejahtera diawali dari membangun kepribadian pemimpinannya. Untuk itu diperlukan pribadi pemimpin yang berpegang teguh pada ajaran agama, undang-undang, dan peraturan yang berlaku.Pada proses kekaryaan dan penulisan karya tari Mbangun Kayangan , koreografer menggunakan buku teori Sal Murgiyanto (Koreografi) sebagai literatur . Ide garap karya ini, koreografer dapatkan dari rangsang gagasan (idesional). Gagasan didapatkan berdasarkan pengamatan koreografer terhadap kehidupan nyata, yaitu masih adanya pemerintah yang berlaku sewenang-wenang terhadap rakyat. Tema pokok karya tari ini adalah perjuangan rakyat dalam membangun negara. Proses penciptaan karya tari ini mengalami beberapa tahap pencarian gerak, yang pertama eksplorasi, improvisasi, foarming, dan evaluasi.Konsep penggarapan tari dengan fokus karya terletak pada salah satu adegan dimana penari melakukan gerak dan vokal berisi pesan yang disampaikan secara simbolik. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui dan mendiskripsikan bentuk penyajian karya tari Mbangun Kayangan yang koreografer ciptakan pada saat mata kuliah Koreografi Murni semester 7 tahun 2015.Kata Kunci: Bentuk Penyajian, Mbangun KayanganOne of the advantages of puppet story is he still relevant even in the present context. The play "Semar Mbangun Kayangan" could be used as a means to remind how should a leader to run his administration. This story terms with meanings which is constructive. Perhaps leaders should occasionally hear, learn and imitate this story because it builds the heaven can be interpreted as build a state that is safe, peaceful, and prosperous beginning of building the personality of its leaders. It is necessary for private leaders who cling to religious teachings, laws, and regulations in the country.In the process of the workmanship and the writing of this dance work Mbangun Kayangan, choreographer uses theory book Sal Murgiyanto (Choreography) as literature choreography. The idea of working on this work, the choreographer get an idea of excitatory (idesional). The idea is based on observations obtained choreographed to real life, which is still the prevailing government arbitrarily against people. The main theme of this dance work is the struggle of the people in developing countries. The process of creation of dance works through several stages of motion search, the first exploration, improvisation, foarming, and evaluation.The concept of cultivating dance with the work focus lies in one of the scenes in which dancers perform movements and vocal contains the message conveyed symbolically. The purpose of this paper is to identify and describe the form of presentation of dance works choreographed Mbangun Kayangan were created during the course Choreography Pure 7th semester 2015.Keywords: Form of presentation, Mbangun Kayanga
Wayang Jawa Timuran Lakon Gandamana Luweng (Kajian Struktur Dan Makna)
Wayang, sebagai salah satu bentuk kesenian klasik tradisional yang oleh pecintanya dikatakan mempunyai nilai adiluhung, banyak mempengaruhi tata nilai kehidupan Jawa khususnya dan masyarakat pada umumnya.Orang Jawa begitu percaya adanya perlambang, simbolisasi ataupun filsafat hidup yang berupa mitos pada satu lakon wayang.Salah satu lakon wayang yang cukup menarik perhatian adalah lakon wayang dengan judul Gandamana Luweng. Pokok permasalahan yang dikaji dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana struktur lakon Gandamana Luweng, (2) Bagaimana makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Tujuan penulisan ini yaitu menganalisa dan mendeskripsikan struktur lakon dan makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomnologis empiris. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Ki Pringgo Jati Rahmanu, sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan pengamatan, wawancara, studi dokumen, dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemerksaan keabsahan data menggunakan informan review dan triangulasi data (sumber dan teknik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lakon Gandamana Luweng terdiri atas sinopsis, penjabaran lakon, penokohan, alur, setting, dan tema cerita.Lakon Gandamana Luweng ini memiliki makna bahwa jika dalam suatu Negara para rakyatnya bermoral lemah tidak mempunyai kekuatan dan keberanian apalagi kesadaran apa arti hidup ini maka hancurlah Negara itu. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Lakon Gandamana Luweng memiliki struktur lakon cukup menarik yang dikemas dalam durasi tampilan 60 menit, sedangkan dengan adanya makna simbolik yang terkandung diharapkan para pelaku hidup ini akan sadar tentang pentingnya saling mengerti, menyadari tentang hidup dan kehidupan di dunia.Shadow Puppettry, as one of the traditional classical art form that by the lover is said to hold in high value, hold much affect to the values of life of Java in particular and its society in general. The Javanese are very confident in the use of symbols. Symbols and philosophies of life that are manifest in one myth in one puppet play. One of the puppet plays that attract attention is the wayang play entitled "Gandamana Luweng". The main issues studied in this book are (1) How Gandamana Luweng play is structured, (2) The symbolic meaning of Gadamana Luweng play. The purpose of this paper is to analyze and describe the structure of the play and the symbolic implications of the play Gandamana Luweng. This research uses qualitative research design with empirical phenomenological approach. The main subject in this study is Ki Pringgo Jati Rahmanu, while data collection is obtained with observation, interview, document study, documentation. Data analysis is done through by data reduction, presentation data, and conclusion. The validity of data is checked using using informant review and triangulation of data (source and technique). The results of this study indicate the structure of the Gandamana Luweng play consists of synopsis, description of the play, characterization, plot, setting, and theme of the story. This Gandamana Luweng play has the meaning if country’s people possess weak moral, no strength and courage let alone awareness as to what this life means, then the country is destroyed. From these data can be concluded Gandamana Luweng shadow puppet play holdss a fascinating structure that comprises a 60 minute view duration, where the symbolic meanings intentions are expected that these actors will be aware of understanding each other, conscious about life and life in the world.</jats:p
Wayang Jawa Timuran Lakon Gandamana Luweng (Kajian Struktur Dan Makna)
Wayang, sebagai salah satu bentuk kesenian klasik tradisional yang oleh pecintanya dikatakan mempunyai nilai adiluhung, banyak mempengaruhi tata nilai kehidupan Jawa khususnya dan masyarakat pada umumnya.Orang Jawa begitu percaya adanya perlambang, simbolisasi ataupun filsafat hidup yang berupa mitos pada satu lakon wayang.Salah satu lakon wayang yang cukup menarik perhatian adalah lakon wayang dengan judul “Gandamana Luweng”. Pokok permasalahan yang dikaji dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana struktur lakon Gandamana Luweng, (2) Bagaimana makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Tujuan penulisan ini yaitu menganalisa dan mendeskripsikan struktur lakon dan makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomnologis empiris. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Ki Pringgo Jati Rahmanu, sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan pengamatan, wawancara, studi dokumen, dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemerksaan keabsahan data menggunakan informan review dan triangulasi data (sumber dan teknik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lakon Gandamana Luweng terdiri atas sinopsis, penjabaran lakon, penokohan, alur, setting, dan tema cerita.Lakon Gandamana Luweng ini memiliki makna bahwa jika dalam suatu Negara para rakyatnya bermoral lemah tidak mempunyai kekuatan dan keberanian apalagi kesadaran apa arti hidup ini maka hancurlah Negara itu. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Lakon Gandamana Luweng memiliki struktur lakon cukup menarik yang dikemas dalam durasi tampilan 60 menit, sedangkan dengan adanya makna simbolik yang terkandung diharapkan para pelaku hidup ini akan sadar tentang pentingnya saling mengerti, menyadari tentang hidup dan kehidupan di dunia.
Shadow Puppettry, as one of the traditional classical art form that by the lover is said to hold in high value, hold much affect to the values of life of Java in particular and its society in general. The Javanese are very confident in the use of symbols. Symbols and philosophies of life that are manifest in one myth in one puppet play. One of the puppet plays that attract attention is the wayang play entitled "Gandamana Luweng". The main issues studied in this book are (1) How Gandamana Luweng play is structured, (2) The symbolic meaning of Gadamana Luweng play. The purpose of this paper is to analyze and describe the structure of the play and the symbolic implications of the play Gandamana Luweng. This research uses qualitative research design with empirical phenomenological approach. The main subject in this study is Ki Pringgo Jati Rahmanu, while data collection is obtained with observation, interview, document study, documentation. Data analysis is done through by data reduction, presentation data, and conclusion. The validity of data is checked using using informant review and triangulation of data (source and technique). The results of this study indicate the structure of the Gandamana Luweng play consists of synopsis, description of the play, characterization, plot, setting, and theme of the story. This Gandamana Luweng play has the meaning if country’s people possess weak moral, no strength and courage let alone awareness as to what this life means, then the country is destroyed. From these data can be concluded Gandamana Luweng shadow puppet play holdss a fascinating structure that comprises a 60 minute view duration, where the symbolic meanings intentions are expected that these actors will be aware of understanding each other, conscious about life and life in the world
- …
