90 research outputs found
Environmental Literacy: Perception of Prospective Biology Teacher Students on Waste Management in FKIP Untan
This research aims to analyze the perceptions of prospective biology teacher students regarding waste management in the FKIP Tanjungpura University environment. Descriptive methods with a quantitative approach are used to describe the current state of research subjects based on existing facts. The research population consisted of prospective biology teacher students from the 2016, 2017 and 2018 classes, with a sample size of 124 students selected randomly. The research instrument consists of a questionnaire and environmental literacy test questions. The research results show that prospective biology teacher students at FKIP Tanjungpura University have a good perception of waste management, with the majority of students showing positive environmental attitudes and high commitment to environmentally friendly practices. Environmental literacy in this research is explained through three main indicators: environmental knowledge, attitudes and behavior. From the research results, it can be concluded that students show a good understanding of the concept of waste management and awareness of the importance of protecting the ecosystem. In conclusion, this research provides a clear picture of the perceptions of prospective biology teacher students regarding waste management in the campus environment. This collective support from students reflects the importance of environmental literacy in preserving the environment. Efforts to continue to increase environmental understanding and awareness among students can make a positive contribution in creating a generation that cares about the environment in the future
KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TENRIAWARU KABUPATEN BONE
2015KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TENRIAWARU KABUPATEN BONE\ud
ANDI IKA ANGRAINI\ud
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN\ud
ABSTRAK\ud
Latar Belakang : Kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan perbandingan antara persepsi terhadap pelayanan yang diterima dengan harapannya sebelum mendapatkan pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone, berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan diantaranya jaminan, empati, daya tanggap, tampilan fisik, dan pelayanan medis berdasarkan skala Likert. Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan jumlah sampel 65 orang. Subyek penelitian adalah seluruh pengunjung (pasien) Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien terhadap dimensi jaminan sebesar 84,6% dengan kategori puas. Pada dimensi empati menunjukkan 81,5% pasien merasa puas. Pada dimensi daya tanggap menunjukkan 36.9% pasien merasa puas. Pada dimensi tampilan fisik menunjukkan 84,6% pasien merasa puas. Pada dimensi pelayanan medis menunjukkan 72,3% merasa puas. Berdasarkan hasil penelitian tentang kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone ditinjau dari lima dimensi menunjukkan bahwa pasien merasa puas terhadap mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone.\ud
Kata Kunci : Kepuasan pasien, Mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulu
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PPK YANG BERORIENTASI PADA KECAKAPAN ABAD-21
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis penguatan pendidikan karakter (PPK) yang berorientasi pada kecakapan abad 21 yang valid, efektif, dan praktis pada pokok bahasan Bilangan yang meliputi Buku Siswa, LKPD, dan RPP. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Binamu dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan prosedur menggunakan model 4-D yang meliputi empat tahap yaitu pembatasan, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Perangkat pembelajaran berbasis penguatan pendidikan karakter yang berorientasi pada kecakapan abad 21 yang telah dikembangkan telah divalidasi dan mengalami revisi berulang kali sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran bersifat efektif dan praktis, yaitu (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 80,5 yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai, (2) siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respon yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; dan (4) Tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahanka
. Pengaruh Pendekatan dan Bentuk Tes Formatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik. (Penelitian Eksperimen Pada Peserta Didik Kelas X SMA/MA Negeri Kabupaten Bone).
ABSTRAK
ANDI TENRIAWARU. 2014. Pengaruh Pendekatan dan Bentuk Tes Formatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik. (Penelitian Eksperimen Pada Peserta Didik Kelas X SMA/MA Negeri Kabupaten Bone). dibimbing oleh Patahuddin dan Ruslan.
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini pada dasanya untuk menemukan jawaban atas masalah-masalah yang telah dirumuskan secara rinci adalah sebgai berikut: 1) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika kelompok peserta didik yang diajar menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan kelompok peserta didik yang diajar dengan mnngunakan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving), 2) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diberikan bentuk tes uraian dan peserta didik yang diberikan bentuk tes pilihan ganda. 3) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan bentuk tes formatif terhadap hasil belajar matematika peserta didik. 4) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok peserta didik yang diberi bentuk tes uraian dan kelompok peserta didik yang diberi bentuk tes pilihan ganda setelah diajar dengan pendekatan kontekstual, 5) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok peserta didik yang diberi bentuk tes uraian dan kelompok peserta didik yang diberi bentuk tes pilihan gandasetelah diajar dengan pendekatan pemecahan masalah (Problem Solving), 6) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika peserta didik antara kelompok peserta didik yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan kelompok peserta didik yang diajar dengan pendekatan pemecahan masalah (Problem Solving) yang diberikan bentuk tes uraian, 7) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok peserta didik yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan kelompok peserta didik yang diajar Pemecahan masalah (Problem Solving) yang diberikan bentuk tes pilihan ganda.
Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen dengan rancangan fakorial 2 × 2 dengan dua jenis perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah pendekatan kontekstual dan pendekatan pemecahan masalah (Problem Solving).
Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving), tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik untuk kelompok yang diberi bentuk tes uraian dan kelompok peserta didik yang diberi bentuk tes pilihan ganda, terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan bentuk tes formatif terhadap hasil belajar matematika peserta didik, terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diberikan bentuk tes pilihan ganda dengan bentuk tes uraian setelah diajar menggunakan pendekatan kontekstual, tidak terdapat hasil belajar matematika antara kelompok yang diberikan tes pilihan ganda dengan bentuk tes uraian untuk kelompok peserta didik menggunakan pendekatan pemecahan masalah, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok peserta didik yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan kelompok dengan pendekatan pemecahan masalah, setelah diberi bentuk tes uraian, tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok peserta didik yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan kelompok yang diajar dengan pendekatan pemecahan masalah setelah diberi bentuk tes uraian.
ABSTRACT
ANDI TENRIAWARU. 2014. The Influnce og Approach and the Form of Formative Test toward Mathematics Learning Results of the Students( An Experimen Study of Grade X Students at SMA/MA Negeri in Bone Disctrict) (supervised by Patahuddin and Ruslan).
The study aimed at examining (1) the difference of mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach and students taught by employing problem solving approach, (2) the difference of mathematics learning results between students who were given essay test and students who were multiple choice, (3) the influence of interacion between learning approach and the form formativetes toward Mathematics learning results of students, (4) the difference of Mathematics learning results between students who weregiven essay test and students who were given muliple choice after being taught by employing contextual approach, (5) the difference of Mathematics learning results between the students who were given essay test and students who were given multiple choice after being taught by employing problem solving approach, (6) the difference of Mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach given an essay test, and (7) the difference of Mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach and students taught by employing problem solving approach given a multiple choice.
The study was an experiment research with factorial 2 x 2 design with two types of actions. The actions given were contextual approach and problem solving approach.
The results of the study were (1) there was a difference of Mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach and students taugth by employing problem solving approach, (2) there is no differences in a Mathematics learning results between students who were given essay tes and students who were given multiple choice, (3) there was influence of interaction between learning approach and the form of formative test toward Mathematics learning results of students, (4) there was differences in Mathematics learning results between students who weregiven essay test and students who were given muliple choice after being taught by employing contextual approach. (5) there is no difference of Mathematics learning results between the students who were given essay test and students who were given multiple choice after being taught by employing problem solving approach, (6) there was difference of Mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach given an essay test, (7) there is no difference of Mathematics learning results between the students who were taught by employing contextual learning approach and students taught by employing problem solving approach given a multiple choice
HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN MINAT KEMBALI PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD TENRIAWARU KAB.BONE
Konsep pemasaran yang paling universal dan telah banyak dikembangkan serta mempunyai pengaruh yang besar terhadap tindakan konsumen dalam membeli suatu produk jasa adalah bauran pemasaran. Bauran pemasaran jasa terdiri dari 7P yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan minat kembali pasien rawat jalan di RSUD Tenriawaru Kab.Bone Tahun 2016. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang pernah memanfaatkan satu kali pelayanan rawat jalan di RSUD Tenriawaru Kab.Bone dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang. Pengambilan sampel dengan cara non probability sampling. Analisis dilakukan dengan uji chi-squaredengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara product(p=0,004), place(p=0,013), people(p=0,014), process(p=0,008), dan tidak ada hubungan pada price(p=0,482), promotion (p=0,248), physical evidence(p=0,294) dengan minat kembali pasien rawat jalan di RSUD Tenriawaru Kab.Bone. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk, tempat, orang, dan proses dalam bauran pemasaran memiliki hubungan dengan minat kembali pasien rawat jalan di RSUD Tenriawaru Kab.Bone Tahun 2016.\ud
Kata Kunci : Bauran, pemasaran, minat kembali, pasie
Penerapan Activity-Based Costing Sebagai Alat Penentuan Harga Pokok Kamar Rawat Inap Pada RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
2013Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan Activity-Based Costing, yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan tarif jasa rawat inap pada RSUD Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone dan sebagai alat pembanding dengan tarif rawat inap yang ditetapkan selama ini, serta menjadi salah satu masukan yang memberikan informasi mengenai Activity-Based Costing terutama dalam penerapannya pada sebuah rumah sakit yang orientasi utamanya adalah pelayanan masyarakat.\ud
Penelitian ini dilaksanakan pada RSUD Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone yang terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Watampone. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu analisis tarif rumah sakit saat ini, menetapkan metode biaya berdasarkan Activity-Based Costing, kemudian membandingkan tarif rawat inap rumah sakit berdasarkan Activity-Based Costing dengan realisasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan Activity-Based Costing, apabila dibandingkan dengan tarif yang digunakan oleh rumah sakit maka Activity-Based Costing memberikan hasil yang lebih besar untuk Kelas II, III dan memberikan hasil yang lebih kecil untuk VIP Utama, VIP, dan Kelas I. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada Activity-Based Costing, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam Activity-Based Costing, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.\ud
\ud
Kata Kunci: Activity-Based Costing, cost driver
Analisis Faktor Risiko Kejadian Retensio Plasenta pada Ibu Bersalin di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone
Masalah retensio plasenta memiliki komplikasi yang dapat membahayakan ibu saat setelah persalinan karena memiliki hubungan yang kuat dengan terjadinya perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain case control dengan jumlah sampel 68 ibu bersalin. Penelitian dilakukan di RSUD Tenriawaru Tahun 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan wawacara menggunakan kuesioner. Kemudian dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian untuk variabel Usia (nilai p = 0.027) menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kejadian retensio plasenta, dengan nilai OR : 3.4 (CL : 1.26 – 9.41) dan untuk variabel paritas (nilai p = 0.44) diperoleh tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta, dengan nilai OR : 0.47 (CL : 0.12 – 1.82). Dapat disimpulkan bahwa dari kedua faktor  kejadian retensio plasenta diantaranya usia dan paritas, hanya usia yang berhubungan dengan kejadian retensio plasenta
PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN, DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BANK SULSELBAR CABANG MASAMBA
ABSTRAK
Andi Wahyuningsih Tenriwaru, 2022. “Pengaruh Motivasi, Disiplin dan
Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja karyawan PT Bank Sulselbar Cabang
Masamba” Skripsi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing
oleh Nurfadilah
Skripsi ini membahas tentang pengaruh dalam motivasi, disiplin dan
fasilitas Kerja Terhadap Kinerja karyawan PT Bank Sulselbar Cabang Masamba.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, disiplin dan fasilitas
kerja terhadap kinerja karyawan pt bank sulselbar cabang masamba. penelitian
yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriktif analitik fokus pada
karyawan PT Bank Sulselbar Cabang Masamba. Populasi dan sampel sebanyak 35
karywan. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode kuesioner, observasi
dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan Terdapat pengaruh Motivasi Kerja secara
simultan terhadap Kinerja karyawan di mana hasil penelitian diperoleh nilai
signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh disiplin Kerja secara
simultan terhadap Kinerja karyawan di mana hasil penelitian diperoleh nilai
signifikansi sebesar 0,004 < 0,05. Terdapat pengaruh Fasilitas Kerja secara
simultan terhadap Kinerja karyawan di mana hasil penelitian diperoleh nilai
signifikansi sebesar 0,002 < 0,05. Dalam uji R² tersebut dapat diketahui Motivasi
Kerja (X1), disiplin Kerja (X2), Fasilitas Kerja (X3) berpengaruh pada Kinerja
karyawan (Y) sebesar 0,867. Artinya, besarnya kemampuan variabel Motivasi
Kerja (X1), disiplin Kerja (X2), Fasilitas Kerja (X3) dalam menjelaskan Kinerja
karyawan adalah sebesar 86.7 % sedangkan 13,3 % dipengaruhi oleh variabel lain
diluar penelitian.
Kata Kunci: disiplin, fasilitas, kinerja karywan, motiva
Pengembangan Model Pengukuran Meaningful Learning Berdasarkan Semantik Aktivitas Pelajar Dalam Lingkungan E-Learning
Sistem e-learning telah digunakan secara luas di dunia, termasuk di Indonesia. Perkembangan e-learning yang pesat menyebabkan evaluasi efektivitas e-learning semakin rumit. Hal ini karena e-learning melibatkan banyak komponen, salah satunya adalah pelajar. Pengukuran efektifitas e-learning dapat dilakukan melalui observasi keterlibatan pelajar dalam e-learning. Di lain pihak, tujuan utama pendidikan di setiap level adalah harus melibatkan pelajar di dalam meaningful learning. Keterlibatan pelajar di dalam meaning learning terjadi ketika pelajar dapat menciptakan makna. Dengan demikian, pengembangan sebuah model untuk mengukur meaningful learning pelajar berdasarkan semantik dalam lingkungan e-learning menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model yang mampu mengukur keterlibatan pelajar untuk kelima karakteristik meaningful learning berdasarkan semantik dalam lingkungan e-learning. Pembuatan model dilakukan dengan membangun metrik koefisien pemetaan antara karakteristik meaningful learning dan aktivitas Moodle dan mengembangkan model perhitungan nilai karakteristik meaningful learning pelajar. Pembuatan metrik koefisien pemetaan dilakukan melalui perhitungan keserupaan semantik antara fakta kunci karakteristik meaningful learning dan fakta kunci tindakan aktivitas Moodle. Hasil pemetaan dan pengolahan data pelajar diintegrasikan ke dalam sebuah model perhitungan nilai karakteristik meaningful learning pelajar. Pengolahan data pelajar melibatkan data konten dan data konteks. Data konten yang dilibatkan adalah frekuensi tindakan pelajar. Data konteks yang dilibatkan adalah data relevansi tindakan aktivitas blog, chat, forum, glossary, dan wiki, serta tingkat kognitif pesan dalam forum. Penentuan relevansi dilakukan dengan menggunakan keserupaan semantik aktivitas pelajar. Kerangka kerja penentuan relevansi pesan terdiri dari proses pengumpulan dataset, pendeteksian relevansi pesan, dan proses pengujian. Sedangkan kerangka kerja penentuan tingkat kognitif pesan terdiri dari proses pembuatan corpus, proses ekstraksi dan pemilihan fitur, proses pengembangan penglasifikasi dan pelatihan, dan proses pengujian. Penentuan relevansi didasarkan pada nilai ambang batas (threshold) dari keserupaan semantik. Threshold optimal yang diperoleh untuk pesan forum ke forum 0.6, pesan ke parent 0.59. Threshold optimal untuk chat, blog, glossary, dan wiki ke mata kuliah masing-masing 0.581, 0.86, 0.66, dan 0.82. Sedangkan hasil penentuan tingkat kognitif pesan yang optimal ditentukan oleh jumlah kata kunci kata benda (noun) dan kata sifat (adjective), serta jumlah tanda baca (punctuation). Perbandingan antara hasil pengukuran tingkat keterlibatan meaningful learning pelajar dari model yang dikembangkan dalam penelitian ini dan hasil pengukuran para anotator tidak berbeda secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh rerata hasil uji Wilcoxon yang berada diantara –Z0.5/2=-1.96 dan Z0.5/2=1.96, yaitu sebesar -0.478. Selain itu, hasil uji intraclass correlation coefficient (ICC) menunjukkan bahwa model pengukuran yang dikembangkan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dengan rataan nilai ICC sebesar 0.863
======================================================================================================================================
The e-learning system has been widely used around the world, including in Indonesia. The rapid development of e-learning has made the evaluation of elearning effectiveness become increasingly complicated due to the involvement of the learner. Since the main goal of education at every level is to ensure the learner involvement in meaningful learning and such an involvement can occur when the learner is enabled to create meaning; therefore, the development of a model for measuring meaningful learning based on semantic activities of the learner in elearning environment become important. The aim of this research is to produce a model that is capable of measuring learner involvement for the five characteristics of meaningful learning based on semantic activities of the learner in e-learning environment. The model was developed by constructing the mapping coefficient metric between meaningful learning characteristics as well as Moodle activities and developing a model that is capable of measuring the value of learner’s meaningful learning. The mapping coefficient metric was generated by calculating the semantic similarity between the key facts of meaningful learning characteristics and the key facts of Moodle activity actions. Results of the mapping and processing of learner data containing content and context data were integrated into the model. The content data was essentially the frequencies of learner’s activity actions, while the context data included the relevance of activity data of blogs, chats, forums, glossaries, and wikis, as well as the cognitive level of messages in the forum. Determination of relevance among activity data of the learner was based on their semantic similarity. The framework for determining message relevance consists of data collection process, message relevance detection, and testing process. Whilst, the framework for determining the cognitive level of the message consists of the process of creating the corpus, extracting and selecting of features, classifier development and training, and testing process. A threshold of the similarity of semantic activities of the learner was used to determine the relevance among those activities. Experimental results show that the optimal threshold for forum-messages to forum and forum-messages to their parent are 0.6 and 0,59, respectively. The optimal threshold for chat, blog, glossary, and wiki to courses are 0.581, 0.86, 0.66, and 0.82, respectively. While the optimal result of determining the cognitive level of the message is determined by the number of noun and adjective keywords, as well as the number of punctuations. The comparison between results of measuring the meaningful learning involvement level of the learner from the model and results of the annotators was not significantly different. This is indicated by the average value of Wilcoxon test that lies between –Z0.5/2=-1.96 and Z0.5/2=1.96, i.e. -0.478. In addition, intra-class correlation coefficient (ICC) test results show that the model has a high level of reliability with an average ICC value of 0.86
Transmisi dan Pelembagaan Gerakan Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia
Skripsi ini memaparkan faktor-faktor utama keberhasilan gerakan ini masuk ke Indonesia. Baik faktor internal yakni pergolakan di Indonesia atas penerapan azas tunggal dan upaya depolitisasi, maupun eksternal, gencarnya mahasiswa asal Timur Tengah yang ke tanah air dan menyebarkan suatu konsepyang dapat menjadi jalan keluar semua persoalan yakni revivalisme Islam. Setelah berhasil masuk ke Indonesia gerakan-gerakan ini kemudian melembagakan diri dan turut serta dalam gerakan sosial politik ke indonesiaan.Peran serta gerakan politik ini bergerak dari skop nasional (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS)), Lokal (Wahdah Islamiyah(WI), Komite Panitia Penegakan Syariat Islam(KPPSI)), hingga lingkup mahasiswa (Masjid Salman ITB, Jamaah Salahuddin UGM, dan Mahasiswa Pecinta Masjid (MPM)Unhas
- …
