1,075 research outputs found

    Andi Hidayat

    No full text

    PERANCANGAN ILUSTRASI BIOGRAFI PAHLAWAN NASIONAL ANDI JEMMA

    Get PDF
    Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi sejarah biografi Pahlawan Nasional Andi Djemma dalam bentuk buku ilustrasi yang dirancang menggunakan aplikasi pengolah visual dengan menerapkan gaya visual yang atraktif dan kreatif sehingga dapat menjadi suatu ketertarikan baru bagi pembaca. Tujuan komunikasi pada perancangan ini agar dapat mendatangkan suatu teladan moral dari tokoh Pahlawan Nasional Andi Djemma bagi pembentukan diri masing-masing di masa yang akan datang. Metode Penelitian yang digunakan pada perancangan media informasi ini yaitu metode Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan 4-D (Four D), dengan tahapan�tahapan yaitu pendefinisian (Define), sebagai tahapan awal pengumpulan data, analisis data dan analisis konsep perancangan. Tahapan kedua yaitu perancangan (Design), sebagai tahapan proses perancangan. Lalu tahapan selanjutnya ialah pengembangan (Develop), sebagai tahapan pengembangan perancangan dan tahapan yang terakhir ialah penyebaran (Disseminate), sebagai tahapan penyebarluasan hasil perancangan kepada target audiens. Perancangan buku ilustrasi ini menggunakan teori-teori desain mengenai pembuatan ilustrasi, layout, gaya visual sehingga buku ilustrasi ini dapat mencapai target sasaran dengan baik. Selain itu beberapa hal yang dilakukan dalam konsep perancangan yakni antara lain, memilih ide naskah cerita, membuat sinopsis naskah cerita, membuat storyline, membuat konsep karakter, membuat storyboard, membuat sketsa, lineart, colouring, dan layout. Hasil dari perancangan ini terdiri dari media informasi berupa buku ilustrasi Biografi Pahlawan Nasional Andi Djemma berbentuk persegi, media pendukung berupa konten digital E-Book dengan integrasi QR Code, lalu beberapa media promosi berupa X-Banner, Poster, T�Shirt, Totebag, dan Sticker. Kata Kunci : Ilustrasi, M

    Analisis Naratif Dongeng Andi Yudha A. Sebagai Story Illustrator

    Get PDF
    Penelitian “Dongeng Andi Yudha yang berjudul “Siasat Seru Monyet. Elang dan Rusa”, menggunakan metoda deskriptif kualitatif, dan landasan teori yang dikemukakan oleh walter Fisher. Tulisan ini bertujuan analisa pembuktian terhadap teori tersebut yakni apakah orang lebih tertarik terhadap terhadap narasi (cerita) dari pada argumen yang baik; Apakah benar bahwa manusia adalah pendongeng alami atau homo naran,  bahwa cerita yang baik dan menyentuh, akan mendapatkan  perhatian lebih dari pendengar. Dengan metoda penelitian yang digunakan, dan pembuktian dengan teori yang digunakan, baik secara verbal maupun non verbal Gaya Dongeng Andi Yudha tentang  Dongeng Seru Siasat Monyet, Elang dan Rusa, memiliki nilai edukasi yang baik untuk anak-anak yang menjadi pendengarnya. Dengan alasan tersebut maka, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya Dongeng. Kata kunci :Analisis Naratif, Story illustrator, Dongeng, Gamba

    Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Solar, Bio Solar dan Pertamina Dex terhadap Opasitas Gas Buang pada Mesin Diesel Commonrail D-4d Turbocharger

    No full text
    ABSTRACT   Hidayat, Andi. 2015. Effect The Use Of Solar, Bio Solar, and Pertamina Dex Fuel to Opacity Exhaust Diesel Engine Commonrail D-4D Turbocharger. Thesis. Automotive Engineering Department. Engineering Faculty. State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Paryono, S.T, M.T, (II) Drs. Partono, M.Pd   Keyword: diesel engine, diesel fuel, opacity   Using difference fuel can causes changes in exhaust gas opacity. Opacity , or better known as the concentrations of the exhaust gas becomes a serious problem in Indonesia. Because total of people increase so does the total of vehicles grow. The diesel engine is a vehicle with high level of opacity than petrol engines . So, there must be a serious handling to reduce the exhaust gas opacity of diesel engines. This research was doing to determine effect the use of fuel solar, bio solar, and pertamina dex for exhaust to opacity commonrail diesel engine D-4D turbocharger. Design of this research is experimental. Draft form in this research was the factorial design. For result, the quantitative data was gained from exhaust gas opacity on difference fuel and engine rotation. The data analisys was begun from data identification and data analisys using anova. There were three result as the conclussion of this research. First, there was a significant difference between opacity of the exhaust gases of diesel engines commonrail which use diesel fuel, bio-diesel and pertamax dex. Second, there were significant differences between opacity of the exhaust gases of diesel engines commonrail with low rpm (1500 rpm), medium (2000 rpm) and above (3000 rpm). Third, there was a significant interaction between the use of fuel with the engine rotation changes with regard to the opacity of the exhaust gases.                                           ABSTRAK   Hidayat, Andi. 2015. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Solar, Bio Solar dan Pertamina Dex terhadap Opasitas Gas Buang pada Mesin Diesel Commonrail D-4d Turbocharger. Skripsi. Depertemen Teknik Otomotif. Fakultas Teknik.  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T, M.T, (II) Drs. Partono, M.Pd   Kata kunci : mesin diesel, bahan bakar diesel, opasitas   Penggunaan perbedaan bahan bakar dapat menyebabkan perubahan opasitas gas buang. Opasitas atau lebih dikenal sebagai kepekatan gas buang menjadi masalah serius di Indonesia. Pertumbuhan masyarakat yang terus meningkat akan memicu perkembangan jumlah kendaraan yang terus bertambah. Mesin diesel adalah kendaraan dengan tingkat opasitas tinggi jika dibandingkan mesin bensin. Sehingga harus ada penyikapan serius untuk mengurangi opasitas gas buang mesin diesel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar solar, bio solar, dan pertamina dex terhadap opasitas gas buang pada mesin diesel commonrail D-4D turbocharger. Desain penelitian ini adalah eksperimental. Bentuk rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial. Hasilnya, data kuantitatif diperoleh dari perbedaan penggunaan bahan bakar dan putaran mesin terhadap opasitas gas buang. Analisis data dimulai dari identifikasi data dan selanjutnya menganalisis data menggunakan uji anova. Ada tiga hasil sebagai kesimpulan dalam penelitian ini. Pertama, ada perbedaan yang signifikan opasitas gas buang antara mesin diesel commonrail yang menggunakan bahan bakar solar, bio-solar dan pertamax dex. Kedua, ada perbedaan yang signifikan opasitas gas buang antara mesin diesel commonrail dengan putaran mesin rendah (1500 rpm), menengah (2000 rpm) dan atas (3000 rpm). Ketiga, terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis bahan bakar dengan perubahan putaran mesin berkaitan dengan opasitas gas buang

    Web Based Information System for Motoric and Mental Development in Early Childhood

    Get PDF
    The period of the first five years of children (early childhood/toddler), a period which is very sensitive to the environment , and known as the "golden age" , "windows of opportunity” and "critical period". Fostering child development in a comprehensive and quality are carried out through the stimulation, early detection and intervention developmental aberrations toddlers. Currently, medical information systems are so various, but there is rare to assist the medical personnel especially in helping early childhood development. Motoric and mental development in early childhood is one of the most important things to educate the toddler. This early childhood development decision support system research aims to facilitate medical personnel (health centers) in determining and monitoring of early childhood development. System design method used is waterfall method that uses a systematic and sequential approach starting from the level of defining the system requirements to maintenance. While the methods used in decision an early childhood development status is a method of AHP (Analytical Hierarchy Process) that a comprehensive model of decision-making with multiple criteria, the AHP model is a comprehensive model of decision making. Priorities are taken to decide the status of the development of correct answers is half the value of the number of questions. So that the developmental status is determined based on the statement /question criteria. Based on the results of the test system, medical personnel (health centers) can easily determine and monitor from the system in determining the status of early childhood development. Keywords : motoric and mental development in early childhood; decision support system

    EFEKTIVITAS STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V DI SD NEGERI 13 LAPONGKODA KABUPATEN WAJO

    Get PDF
    ANDI REZA HIDAYAT, 2016, Efektivitas Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V di SD Negeri 13 Lapongkoda Kabupaten Wajo. Skripsi. Dibimbing oleh Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd.,M.Pd. dan Sumarlin Mus, S.Pd.,M.Pd.; Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas V di SD Negeri 13 Lapongkoda Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Kelas V SD Negeri 13 Lapongkoda tahun 2015/2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel pada kelas eksperimen berjumlah 15 siswa dan jumlah sampel pada kelas kontrol berjumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain tes yang terdiri pre test dan post test, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan uji t yang dilakukan diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 13 Lapongkoda Kabupaten Wajo sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Berdasarkan hasil post test kelas eksperimen dan kontrol diketahui bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 13 Lapongkoda Kabupaten Wajo antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan strategi membaca pemahaman. Selain itu, penggunaan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 13 Lapongkoda Kabupaten Wajo. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan gain score pre test dan post test kelas eksperimen yang termasuk kategori sedang

    OPTIMIZATION OF RUBBER TYRED GANTRY SERVICES AT TENAU KUPANG PORT

    No full text
    Andi Hidayat Rizal,Gunawan Aksa,Sudiyo UtomoandAndi Kumalawat

    PENGEMBANGAN TRAINER SISTEM KENDALI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMKN 1 KEPANJEN

    No full text
    ABSTRAK Hidayat, Andi. 2019. Pengembangan Trainer Sistem Kendali Menggunakan Mikrokontroler AVR untuk Memahamkan Konsep Pemrograman Mikrokontroler pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Kepanjen. Skripsi, S1 Pendidikan Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata kunci: media pembelajaran, trainer, sistem kendali, pemrograman, mikrokontroler Mikroprosesor dan Mikrokontroler merupakan mata pelajaran yang wajib ditempuh siswa jurusan Teknik Elektronika Industri di SMKN 1 Kepanjen pada semester 4 dan semester 5. Jumlah jam pelajaran pada mata pelajaran ini sebanyak 252 jam pelajaran yang mana 1 jamnya sama dengan 45 menit. Observasi yang telah dilakukan melalui wawancara dengan salah satu guru Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMKN 1 Kepanjen yaitu Bapak Ari Prabowo, S.Pd. pada tanggal 4 Desember 2017, ditemukan bahwa kompetensi keahlian TEI mempunyai Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler, di dalamnya terdapat salah satu Kompetensi Dasar yang menyebutkan “Membuat program aplikasi sederhana sistem pengendali dengan mikrokontroler”. Sekolah ini mempunyai media pembelajaran berupa trainer mikrokontroler tetapi masih kurang memadai dan memerlukan pengembangan yang lebih baik lagi. Berdasarkan kompetensi dasar dan kekurangan media pembelajaran yang ada, peneliti melakukan penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran berupa trainer untuk memudahkan siswa memahami konsep pemrograman mikrokontroler. Trainer yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler AVR. Penelitian ini fokus terhadap tingkat kelayakan alat yang telah dirancang dan dikembangkan, serta mencari pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Model Pengembangan yang digunakan untuk pengembangan trainer sistem kendali berbasis mikrokontroler ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan media pembelajaran yang telah melalui proses validasi ahli, uji coba produk sebanyak 2 kali oleh siswa, dan diimplementasikan kepada siswa. Uji validasi mendapatkan persentase 93.96% (sangat valid) oleh ahli 1, 93.96% (sangat valid) oleh ahli 2, dan 95.68% (sangat valid) oleh ahli 3. Uji coba oleh siswa mendapatkan persentase 88.8% (sangat valid) pada uji coba kelompok kecil dan 92.63% (sangat valid) pada uji coba lapangan. Produk lalu diimplementasikan dalam kegiatan belajar siswa dan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84.5. Hasil tersebut berada diatas Kriteria Ketuntasan Minimal yakni sebesar 75, maka media pembelajaran dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memahamkan konsep pemrograman mikrokontroler pada siswa

    Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan UMKM Empek-Empek Andi di Era Digital

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran UMKM Pempek Andi (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) melalui media sosial Instagram guna meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Berdiri sejak Mei 2022 di Karawang, Pempek Andi menawarkan produk makanan khas Palembang, yaitu Pempek Kapal Selam dan Pempek Lenjer. Meskipun memiliki potensi pasar yang tinggi, UMKM ini menghadapi tantangan berat karena minimnya kehadiran di media sosial, sehingga jangkauan pemasarannya terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap aktivitas pemasaran Pempek Andi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif untuk memahami strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan akun media sosial, pengembangan konten yang kreatif, pemanfaatan fitur Instagram seperti Stories, Reels, dan IG Live, serta konsistensi dalam mengunggah konten dapat meningkatkan interaksi pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan penjualan. Selain itu, strategi pemasaran digital ini memungkinkan UMKM membangun komunitas pelanggan yang loyal dan meningkatkan brand awareness di era digital. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif bagi UMKM. Dengan penerapan strategi yang tepat, UMKM dapat bersaing secara lebih kompetitif dan bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat

    Analisis Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele Kelas VIII SMP Negeri 1 Suli

    Get PDF
    ABSTRAK Andi Hidayat AS, 2016. Analisis Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele Kelas VIII SMP Negeri 1 Suli. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa kelas VIII berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Instrumen pada penelitian ini adalah tes VHGT (Van Hiele Geometry Test), tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik tes dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya: (1) Memahami masalah, subjek yang mampu menentukan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal dengan tepat adalah subjek pada tingkat 2 (Deduksi Informal), sedangkan subjek pada tingkat 0 (Visualisasi) dan tingkat 1 (Analisis) hanya mampu menentukan hal-hal yang diketahui pada soal dan belum mampu menentukan hal yang ditanyakan secara tepat pada soal; (2) Menyusun rencana pemecahan masalah, subjek yang mampu menyusun rencana pemecahan masalah yang relevan untuk memecahkan masalah secara tepat dan menemukan keterkaitan antara hal-hal yang diketahui untuk menemukan hal yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah adalah subjek pada tingkat 2 (Deduksi Informal) dan tingkat 1 (Analisis), sedangkan untuk subjek pada tingkat 0 (Visualisasi) kurang mampu menyusun rencana pemecahan masalah yang relevan dan menemukan keterkaitan antara hal-hal yang diketahui; (3) Melaksanakan rencana, subjek yang mampu melakukan langkah-langkah rencana pemecahan masalah dengan tepat, terampil dalam melakukan operasi hitung, dan menemukan solusi yang tepat dari masalah adalah subjek pada tingkat 2 (Deduksi Informal), kemudian subjek pada tingkat 1 (Analisis) mampu melaksanakan rencana pemecahan masalah yang dibuat namun terdapat kekeliruan pada proses perhitungan sehingga hasil yang diperoleh tidak tepat, sedangkan subjek pada tingkat 0 (Visualisasi) tidak mampu melaksanakan rencana pemecahan, kurang terampil dalam melakukan operasi hitung, sehingga solusi yang tepat dari masalah tidak dapat ditemukan; dan (4) Memeriksa kembali, subjek yang mampu menafsirkan solusi dari permasalahan yang telah diperoleh dan memeriksa kembali langkah-langkah dan hasil perhitungan adalah subjek pada tingkat 2 (Deduksi Informal) dan tingkat 1 (Analisis), sedangkan subjek pada tingkat 0 (Visualisasi) hanya mampu menafsirkan solusi dari permasalahan tanpa melakukan pemeriksaan ulang. Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah geometri, tingkat berpikir Van Hiele
    corecore