1,721,673 research outputs found
VISUALISASI AMSAL PADA METODE PENGAJARAN
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Visualisasi Amsal pada Metode Pengajaran” ini ditulis oleh Dwi Putra Syahrul Muharom dengan pembimbing Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA. dan Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag.
Kata Kunci: Visualisasi, Amsal, Metode Pengajaran.
Penelitian tesis ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya penulis untuk mengintegrasikan kajian amsal dengan metode pengajaran. Para pakar mengatakan bahwa pengajaran yang baik adalah pengajaran qur’ani. Oleh karena itu, penulis mencoba menggali bagaimana visualisasi ayat-ayat amsal dalam al-Qur'an sehingga maksud dari ayat-ayat amsal ini menjadi mudah untuk dipahami. Hingga pada tahap akhir akan dicari bagaimana aplikasi visualisasi amsal pada metode pengajaran.
Rumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah (1) Bagaimana pandangan mufasir tentang ayat-ayat amsal? (2) Bagaimana bentuk visualisasi ayat-ayat amsal dalam al-Qur’an? (3) Bagaimana aplikasi visualisasi ayat-ayat amsal pada metode pengajaran?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Untuk mencapai kesimpulan, pendekatan yang dipakai penulis adalah pendekatan multidisipliner dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Analisa yang dilakukan penulis meliputi menelaah data, mendeskripsikan, dan menyusun data secara sistematis. Sehingga cara penyajian datanya dengan metode berpikir induktif.
Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan : (1) Para mufasir memandang dalam ayat-ayat amsal Makkiyyah maupun Madaniyyah bertujuan mempersamakan antara suatu hal abstrak dengan hal lain yang konkret. Selain itu, mereka juga memandang bahwa perumpamaan memiliki fungsi untuk menggambarkan sesuatu keadaan, sifat atau kisah yang menakjubkan. (2) Visualisasi ayat-ayat amsal dalam al-Qur'an berbentuk perumpamaan yang abstrak dan diumpamakan ke bentuk yang lebih konkret. Hal ini bertujuan mempermudah pemahaman dalam melihat ilustrasi yang diterangkan al-Qur'an sehingga pada akhirnya bisa disimpulkan maksud perumpamaan al-Qur'an tersebut. (3) Visualisasi ayat-ayat amsal pada metode pengajaran dapat diaplikasikan dengan metode ceramah yang disertai visualisasi. Penyertaan visualisasi sebagai media pengganti dari media visual. Visualisasi ini merupakan upaya mengilustrasikan hal yang abstrak ke hal yang konkret. Tujuannya agar otak kanan lebih lama mengingat, karena otak kanan mempunyai daya ingatan jangka panjang
PERSAHABATAN MENURUT KITAB AMSAL
kitab Amsal membahas tentang persahabatan yang sesungguhnya. dalam kitab Amsal seorang sahabat di gambarkan lebih dari seorang sahabat. bukan berarti membandingkan antara saudara dan sahabat tetapi di sini di jelaskan bahwa seorang sahabat tidak hanya mencari keuntungan sendiri dan akan selalau ada dalam keadaan suka maupun duka. dan memukul dengan maksud baik untuk sahabatnya
MEMPROMOSIKAN KITAB AMSAL DALAM KATEKESE KAUM MUDA
ABSTRAK
Katekese memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan iman para kaum muda saat ini, melalui katekse ini pula kaum muda diajak untuksemakin terus berserah kapada Tuhan dan percaya bahwa hanya ajaran Tuhan mampu membawa kebahagian manusia di dunia dan diakherat. Dalam katekese kaum muda ini akan dipromisikan oleh Kitab Amsal 5:1-23, melihat dari permasalahan yang sering dialami oleh para kaum muda saat ini. Kita dapat mengerti bahwa kenikmatan duniawi dan manusiawi tepat pada Amsal 5:1-23 tentangan perzinahan. Amsal memberi peringatan bagi manusia yang mudah tergoda untuk berzinah atau telah jatuh dalam dosa zinah. Melalui katese kaum muda yang dipromosikan oleh kitab Amsal ini mengajak agar para kaum muda untukterus berhati-hati jangan sampai tergoda kedalam dosa perzinahan serta untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kata Kunci : Katekese, Perzinahan, Kitab Amsal, kaum mud
Amsal al-Qur’an dalam Surat Ar-Ra’du dan Surat Ibrahim: Studi analisa penafsiran Amsal dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili
Sebagian makna ayat quran tidak bisa difahami hanya dengan membaca terjemahnya saja, seperti ayat-ayat yang di dalamnya mengandung perumpamaan atau amsal yang menjadikan makna ayat tersebut bersifat abstrak. Karenanya masalah penelitian yang diangkat penulis yaitu, Bagaimana penafsiran Wahbah al-Zuhaili tentang ayat-ayat yang mengandung Amsal al-Qur’an dalam surat ar-Ra’du dan surat Ibrahim?.
Amsal al-Qur’an mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengungkapkan makna ayat yang masih samar, yang bahkan Imam Syafi’i yang merupakan ahli di bidang fiqh dan ushu al-fiqh saja mengatakan bahwa setiap mujtahid wajib mengetahui amsal al-Qur’an. Tetapi pada kenyataanya dalam menerapkan teori amsal sebagai salah satu kajian ‘ulum al-Qur’an banyak ulama tafsir yang kurang dalam menggunakan teori amsal al-Qur’an. Akan tetapi tafsir yang menggunakan metode tahlili biasanya banyak mengkaji amsal al-Qur’an, salah satunya Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili yang merupakan tafsir kontemporer dan tidak mengabaikan amsal al-Qur’an.
Untuk menjawab permasalahan dan tercapainya tujuan penelitian, Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisa data, dan menginterprestasikannya. Dan didukung dengan data-data yang primer dan sekunder. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu, pertama menguraikan secara jelas teori amsal al-Qur’an, kedua menentukan ayat-ayat yang mengandung amsal al-Qur’an dalam Q.S ar-Ra’du dan Q.S Ibrahim dengan analisa amsal al-Qur’an, dan yang ketiga menganalisa penafsiran Wahbah al-Zuhaili tentang amsal al-Qur’an dalam Q.S ar-Ra’du dan Q.S Ibrahim serta menyimpulkan sesuai rumusan masalah.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa amsal al-Qur’an banyak memberikan manfaat, yaitu menampakkan sesuatu yang abstrak ke dalam sesuatu yang konkret. Ada tiga amsal dalam Q.S ar-Ra’du yaitu amsal musharrahah, amsal kaminah, dan amsal mursalah, sedangkan dalam Q.S Ibrahim hanya ada dua amsal, yaitu amsal musharrahah dan amsal mursalah. Dan tidak semua ayat yang ada di dalam Q.S ar-Ra’du dan Q.S Ibrahim bisa menjadi amsal, tetapi hanya ayat-ayat yang sesuai dengan analisa amsal al-Qur’an ditambah penafsiran Wahbah al-Zuhaili tentang amsal al-Qur’an yang menjadikan pemahaman yang komprehensif terhadap ayat.
Dan memang faktanya amsal al-Qur’an sudah terbukti bisa mencerdaskan umat, karena ayat-ayat abstrak yang semulanya sulit untuk difahami, bisa difahami dengan mudah setelah adanya amsal al-Qur’an. Sehingga tidak akan ada lagi yang terjerumus terhadap pemahaman ayat yang salah
Amsal Al-Qur'an: sebuah Kajian dalam Psikologi Pendidikan Islam
Al-Qur'an memiliki cabang ilmu yang beraneka ragam di dalamnya, salah satunya adalah amsal al-Qur'an, ilmu ini memuat Perumpamaan-Perumpamaan tentang berbagai hal yang sarat dengan makna dan hikmah yang besar. Amsal al-Qur'an merupakan penyampaian gagasan-gagasan dengan bahasa yang padat dan indah, menghadirkan sesuatu yang abstrak seolah-olah dapat diindrakan oleh manusia, yang sulit difahami dan dibayangkan menjadi hal yang mudah dicerna dan menjadi kongkrit. Hal ini kemudian menjadi pelajaran besar bagi orang yang mau mengkajinya. Para pendidik di kalangan Islam bisa menjadikan amsal al-Qur'an sebagai contoh yang sangat berharga dalam dunia pendidikan baik dari segi tujuan, materi, metode maupun media yang digunakan. Secara garis besar, amtsal al-Qur'an terbagi menjadi tiga, yaitu amsal Musharrah, amsal Kaminah, dan amsal Mursalah. Dalam perkembangan ilmu tafsir, amsal memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan berfikir umat Islam dalam mendalami dan memahami Al Qur'an. Ayat - ayat Al-Qur'an yang mengandung amsal, mengandung manfaat dalam pendidikan dan juga kejiwaan. Selain itu amsal al-Qur-an juga tidak sepi dari nilai-nilai psikologi baik psikologi umum maupun psikologi pendidikan Islam. Makalah ini akan menyampaikan amsal al-Qur'an dalam kaitannya dengan psikologi dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya.
Kata Kunci : Amsal al-Qur'an, Psikologi, Pendidikan.
Al-Quran has many diverse branches of science within, one of them is the proverb of al-Quran. This science contains parables a lot of things that are fully loaded with meaning and great wisdom. The proverbs of the Qur'an are the transmissions of ideas in a dense and beautiful language, presenting something abstract as if it could be induced by human beings, the difficult to understand and to imagine easily becomes digested and concrete. This case then becomes a big lesson for people who want to study it. Educators in Islamic institutions can make the proverbs of the Qur'an as a very valuable example in the world of education both in terms of purpose, materials, methods and media used. Broadly speaking, the proverb of al-Quran is divided into three, namely the proverb of Musharrah, proverb of Kaminah, and proverb of Mursalah. In the development of science of tafsir, proverbs give a considerable contribution to the development of Muslims thinking in deepening and understanding the Qur'an. The Qur'anic verses containing the proverbs, contain both educational and psychological benefits. In addition, the proverb of al-Quran is also not empty of the psychological values of both general psychology and the psychology of Islamic education. This paper will convey the proverbs of the Qur'an related to the psychology and educational values contained within.
Keywords: Amsal al-Quran, Psychology, Education
"Hokmah" Komposisi Musik Program Naratif Dengan Pengembangan Tema Berdasarkan Kitab Amsal 1:1-7
Kitab Amsal merupakan kumpulan ajaran bijak dan nasihat moral yang diatribusikan kepada Raja Salomo, anak Raja Daud dari israel. Isi dalam Kitab Amsal mencakup berbagai aspek kehidupan seperti etika, moralitas, kebijaksanaan, dan tata hidup yang baik. Terdapat banyak individu yang tersesat dan kehilangan arah atau tujuan dalam hidup nya yang disebabkan oleh kenikmatan dunia. Karya musik “Hokmah” mempunyai makna dan tujuan untuk mempelajari bagaimana menginterpretasikan Kitab Amsal 1:1-7 ke dalam komposisi musik program naratif, dan mengetahui bagaimana proses pengkaryaan komposisi “Hokmah” dengan pengembangan tema berdasarkan Kitab Amsal 1:1-7. Dalam menyusun karya musik “Hokmah”, penulis menggunakan tahapan metode diantaranya terdapat tahap observasi yang dimana penulis menggali informasi melalui sumber buku, artikel, jurnal, dan karya musik yang sejenis kemudian dikembangkan oleh penulis berdasarkan hasil tafsiran yang didapatkan dari Kitab Amsal 1:1-7. Data yang dikumpulkan merupakan data tafsiran commentary dari beberapa ahli teolog. Data tafsiran tersebut diinterpretasikan ke dalam dua movement karya “Hokmah” yang berisi tentang sejarah penulisan dan makna dari Kitab Amsal. Dalam sejarah Kitab Amsal ditulis oleh Raja Solomon yang dalam Kitab tersebut berisi tentang pesan hikmat, kebijaksanaan, dan kepandaian. Gerakan kedua merupakan insterpretasi dari isi pesan Kitab Amsal 1:1-7. Karya musik “Hokmah” dapat digolongkan dalam jenis musik program naratif dengan pengembangan tema yang dapat menyampaikan makna nasihat yang tertulis pada Kitab Amsal 1:1-7. Format instrumen yang digunakan dalam karya ini adalah format chamber orchestra yang terdiri dari kelompok instrumen woodwind, brass, perkusi, dan gesek dengan tujuan sebagai pendukung pengembangan tema berdasarkan sejarah penulisan Kitab Amsal, serta isi tafsiran pesan dari Kitab Amsal 1:1-7
Amsal Al-Qur'an dalam tafsir Shafwatut Tafasir : Kajian atas ayat-ayat tentang perumpamaan orang-orang Kafir
Penelitian ini membahas mengenai ayat-ayat yang di dalamnya terdapat amsal tentang orang-orang kafir menurut penafsiran Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitab Tafsirnya yang berjudul Shafwatut Tafasir. Pembahasan terkait amsal ini sangat menarik untuk dikaji, melihat bagaimana cara Al-Qur’an menjelaskan pelajaran yang terdapat di dalam ayat-ayatnya terutama gaya bahasanya yang sangat tinggi dan indah juga cara pengungkapannya dengan amsal atau perumpamaan.
Tujuan penelitian ini yaitu pertama, untuk mengetahui ayat-ayat amsal tentang karakter orang kafir dalam Al-Qur’an. Kedua, untuk mengetahui makna amsal tentang karakter orang kafir dalam Al-Qur’an berdasarkan tafsir Muhammad Ali Ash-Shabuni.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan (library research) yakni penelitian tentang riset di mana sifatnya deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Pendekatan kualitatif ini dipilih karena tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap suatu permasalahan.
Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat 22 ayat dalam 13 surat yang di dalamnya mengandung amsal tentang orang-orang kafir dengan berbagai bentuk amsal. Di antaranya amsal musarahah dan amsal kaminah. Menurut Muhammad Ali Ash-Shabuni, kafir bermakna orang yang sebenarnya melihat kebenaran, tapi tidak mau mengikutinya, mereka mendengarnya tapi tidak mau peduli kepadanya. Dalam tafsir Shafwatut Tafasir banyak ayat yang menyebutkan bahwa orang-orang kafir diperumpamakan seperti orang yang buta, tuli dan bisu. Dikatakan buta karena tidak mau melihat kebenaran, tuli karena tidak mau mendengar kebenaran, bisu karena tidak ingin mengatakan kebenaran, sehingga ini merupakan salah satu karakter yang dimiliki oleh orang-orang kafir yakni sombong
Bahasa Figuratif Sebagai Spirit Solidaritas dalam Kitab Amsal
Bahasa figurative dalam puisi Kitab Amsal sangat kuat dengan simbol-simbol yang memperkenalkan hikmat dan pengajaran kepada pembaca, sebagai pedoman mengenai perilaku yang benar dan sikap-sikap penting terhadap hidup, yang dapat dijadikan sebagai spirit solidaritas dalam hidup bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas dalam Kitab Amsal yang ditemui dalam puisi-puisi Amsal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan ancangan hermeneutik sehingga data dapat diinterpretasi dan dijelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat wujud bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas dalam Kitab Amsal, yakni (1) bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas berpikir bijak dalam Kitab Amsal, (2) bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas keteguhan hati dalam Kitab Amsal, dan (3) bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas saling berbagi dalam Kitab Amsal. Pembahasan terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut, (1) wujud bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas berpikir bijak yang diungkapkan dalam simbol hidup solider antara lain, a) keikhlasan, b) ketulusan, dan c) kejujuran; (2) wujud bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas dengan keteguhan hati yang diungkapkan dalam simbol bersolider antara lain, a) kerja sama, b) kesetiaan, c) ketekunan, dan d) kesadaran diri; dan (3) wujud bahasa figuratif sebagai spirit solidaritas dengan saling berbagi yang diungkapkan dalam simbol bersolider antara lain, a) tanggung jawab, b) kepedulian, c) kepekaan, dan d) kesabaran
ILMU AMSAL DALAM AL-QUR’AN MENURUT PRESPEKTIF ULAMA
Abstrak
Penelitian ini membahas ilmu amsal dalam Al-Qur'an menurut perspektif ulama, menyoroti pentingnya amsal sebagai alat pendidikan dan penegasan ajaran Islam. . Al-Qur’an secara umum mengandung ajaran moral, hukum, petunjuk praktis dalam kehidupan sehari-hari, cerita tentang para nabi dan rasul, serta rangkaian kaidah keimanan. Dalam memberikan tuntunan kepada manusia, salah satu pola bahasa yang di gunakan Al-Quran adalah amsal (perumpamaan). Amsal atau perumpamaan, digunakan dalam Al-Qur'an untuk menyampaikan pesan moral dan spiritual dengan cara yang mudah dipahami. Studi ini mengkaji berbagai interpretasi ulama mengenai amsal, menyoroti peran dan signifikansinya dalam menyampaikan hikmah Ilahi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengkaji tafsir-tafsir klasik dan kontemporer untuk mengungkap pemahaman ulama tentang amsal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amsal dalam Al-Qur'an bukan hanya berfungsi sebagai alat retoris, tetapi juga sebagai metode pengajaran yang efektif untuk memperkuat keyakinan dan moral umat Islam. Kesimpulannya, amsal dalam Al-Qur'an memainkan peran penting dalam pendidikan dan dakwah Islam, memberikan pelajaran yang mendalam dan relevan bagi umat manusia sepanjang masa.
Kata Kunci: Al-Quran, Ilmu Amsal, Perspektif Ulama
Abstract
This study discusses the science of proverbs in the Qur'an from the perspective of scholars, highlighting the importance of proverbs as a tool of education and affirmation of Islamic teachings. . The Qur'an generally contains moral teachings, laws, practical instructions in daily life, stories about prophets and messengers, and a series of rules of faith. In providing guidance to humans, one of the language patterns used in the Qur'an is proverbs (parables). Proverbs or parables, are used in the Qur'an to convey moral and spiritual messages in an easy-to-understand way. This study examines the various interpretations of scholars regarding proverbs, highlighting their role and significance in conveying divine wisdom. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach, examining classical and contemporary interpretations to reveal scholars' understanding of proverbs. The results of the study show that the proverbs in the Qur'an not only function as a rhetorical tool, but also as an effective teaching method to strengthen the beliefs and morals of Muslims. In conclusion, the proverbs in the Qur'an play an important role in Islamic education and da'wah, providing profound and relevant lessons for humanity throughout time.
Keywords: Al-Quran, Proverbs, Ulema Perspectiv
Perancangan Buku Bergambar: Visualisasi Ayat-ayat Dalam Kitab Amsal Bagi Remaja Kristiani
Perancangan ini bertujuan untuk menyampaikan makna dan nilai-nilai yang
terkandung dalam kitab Amsal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
bagi remaja kristiani. Kitab Amsal sendiri berisikan nasihat-nasihat dan hikmat
yang patut dipelajari dan dipahami yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,
baik dalam hal besar maupun hal mendasar sekalipun. Kurangnya penanaman
moral dan nilai-nilai kristiani bagi remaja pada tahap transisi menuju kedewasaan
ini mendorong perancangan sebuah buku visual. Buku visual sendiri merupakan
sebuah media yang dapat menyampaikan ayat-ayat dalam kitab Amsal dengan
lebih menarik dan komunikatif, dapat menyampaikan makna yang tertulis dalam
kitab dengan visual agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Melalui proses
pengumpulan data dari Alkitab serta studi pustaka mengenai kitab Amsal dan
analisis 5W 1H, didapatkan hasil akhir berupa buku visual ayat-ayat Kitab Amsal
yang dapat membantu pembaca memahami makna dari ayat yang tertulis di
dalamnya dan mendorong pembaca untuk menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari
- …
