1,721,478 research outputs found
'Amrah bint 'Abd al-Rahman Ibn Sa'd dan kontribusinya dalam periwayatan hadis
Isu mengenai perempuan akan selalu menjadi wacana yang mengundang pro dan kontra, dikarnakan pandangan dalam masyarakat bahwa perempuan tidak perlu berperan diluar rumah. tetapi berbeda dalam konteks periwayatan sebuah hadis, tidak dapat dipungkiri perempuan sangat berperan penting dan diakui memiliki kontribusi yang besar pada hadis, bahkan tidak jarang perawi laki-laki bertanya dan belajar kepada perawi perempuan. kemudian pada periode tabi’i>n, telah menampakkan keseriusannya dalam meriwayatkan hadis-hadis nabi, hal ini dibuktikan dengan munculnya periwayat-periwayat perempuan dikalangan tabi’i>n meskipun tidak sebanyak kalangan sahabat. Salah satu diantaranya adalah ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahma>n. ‘Amrah adalah murid utama ‘An Ibn Sa’d?, 2). Bagaimana kontribusi ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahma>n bin Sa’d dalam periwayatan hadis?
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dan pendekatan sejarah untuk mengkaji dan menelusuri kehidupan ‘Amrah di masa lampau. metode penelitiannya menggunakan metode studi pustaka (library research). Analisis data yang penulis gunakan yaitu, metode seleksi, content analysis, dan metode deskriptif. Adapun sumber primer yang digunakan ialah Tahżib al-tahżib, Tahżib al-Kama>l Fi> Asma> al-Rijal>, Kutub al-Tis’ah, dan sumber sekunder dari kitab, buku, jurnal, dan sumber lainnya.
Penelitian ini menemukan bahwa: 1). ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahma>n adalah seorang tabi’i>n kalangan pertengahan, ‘Amrah anak asuh ‘A<isyah r.a, ketika dibawah asuahan ‘A<isyah r.a ‘Amrah tumbuh dan berkembang menjadi seorang ulama hadis perempuan yang paling banyak meriwayatkan hadis diantara perempuan periwayat hadis lain pada zamanya. 2). Adapun kontribusi ‘Amrah dalam periwayatan hadis ialah, pertama, dalam penerimaan hadis ia telah berusaha belajar dan bertanya hadis kepada guru-gurunya, sehingga ia muncul sebagai perawi yang banyak meriwayatkan hadis dan lebih produktif dibandingkan rekan lainnya.
Kedua, ‘Amrah dari segi pemeliharaan dengan cara menghafalnya, meskipun ia tidak memilki catatan berbentuk s}ahifah, ia tetap mampu menghafal hadis sehingga mampu meriwayatkan hadis sebanyak 333 hadis, ketiga dari segi penyampaian hadis, ia banyak meriwayatkan hadis kepada murid-muridnya sehingga dalam persebaran wilayah, ia berkontribusi menyebarkan hadis keberbagai wilayah atau kota selain di tempat tinggalnya di Madinah. Melalui murindnya ‘Urwah dan al-Zuhri hadis-hadis ‘Amrah tersebar ke berbagai kota seperti, kota Basrah, Syam, Hims, Kufah, Maru, Baghdad, Yaman, dan masih banyak kota lainnya
Une maison antique à ‘Amrah (Syrie du Sud) de Melchior de Vogüé à nos jours
International audienceAnalyse architecturale et interprétation d'une habitation d'époque romaine dans le village de Amrah en Syrie du SudGenèse et construction de la publication de M. de Vogüe : comparaison entre les relevés anciens et récents d’autres édifices de la régio
Alat bantu belajar menulis jawi / Amrah Mohd Narawi
Sistem Tulisan Jawi telah wujud di Gugusan Kepulauan Melayu sejak Zaman Kesultanan Melayu Melaka lagi, iaitu kira-kira 7 kurun yang lalu, dan masih diguna pakai hingga ke hari ini. Namun, apa amat yang menyedihkan, tinggalan khazanah bangsa Melayu yang unik ini, semakin dilupakan terutamanya oleh golongan muda masa kini.
Menyedari hakikat ini, satu tindakan untuk meme1ihara tulisan Jawi dari terus luput ditelan zaman perlu diambil dengan segera. Bertunjangkan semangat cintakan warisan bangsa ini, cadangan untuk membangunkan sistem pembelajaran Jawi secara elektronik bertujuan untuk membantu golongan buta Jawi ini diketengahkan. Pelbagai
penyelidikan telah dijalankan untuk mengenal pasti masalah sebenar yang dihadapi oleh golongan tersebut, seterusnya mencari pendekatan yang terbaik bagi menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Hasilnya, dengan kefahaman bahawa pendigitalan tulisan Jawi ini· dapat
mengangkat semula martabat tulisan Jawi di mata masyarakat Melayu khususnya, Alat Bantu Belajar Jawi atau e-JA (e- Jawi Asas) ini dibangunkan. Adalah diharapkau
dengan adanya perisian seumpama ini, masalah atau peratus golongan buta Jawi dapat direndahkan seterusnya dapat rnemastikan tulisan Jawi tidak lapuk ditelan zaman
Perisian e-JA ini akan mempunyai dua modul iaitu menulis dan membaca. Laporan dan pembangunan sistem ini hanya berfokus kepada modul menulis sahaja, di mana terdapat 4 sub-modul yang menyokong modul menulis ini. Modul-modul ini telah disusun untuk membantu pemahaman dan pengecaman pengguna terhadap tulisan Jawi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Esther, Simonides, Ben Hur, and Amrah in a scene from "Ben Hur"
Esther, Simonides, Ben Hur, and Amrah in a scene from "Ben
Hur," which opened Dec. 7, 1903, at the Grand Opera House,
Seattle. Includes Julia Herne, Stephen Wright, William
Kelly, and Rose Anthon.To order a reproduction, inquire about permissions, or for information about prices see:
http://www.lib.washington.edu/specialcollections/services/reproduction/reproduction
Please cite the Order NumberScanned at 600ppi with an Epson 20000 flatbed scanner. Image then rotated, cropped, level-adjusted, and sharpened using Photoshop CS3. Converted to a JPEG2000 image upon ingest into CONTENTdm
- …
