108,127 research outputs found
Jazalul 'amal Fil Qur'anil Kareem
Buku ini membahas tentang pemahaman amal didalam aspek bahasa, amal di al-qur'an, pembahasan dalam bahasa dan untuk semua makna dilain. Sunnah mengkonfirmasi indikasi qur'an.348 hlm, 24 cm
Jazalul 'amal Fil Qur'anil Kareem
Buku ini membahas tentang pemahaman amal didalam aspek bahasa, amal di al-qur'an, pembahasan dalam bahasa dan untuk semua makna dilain. Sunnah mengkonfirmasi indikasi qur'an.348 hlm, 24 cm
Keutamaan Shalawat & Fadhilah Amal
Keutamaan Shalawat & Fadhilah Amal dan perbuatan baik lainnyaxxiv, 311 hlm 25 c
IMPLEMENTASI METODE UMMI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QURAN di SDIT IHSANUL AMAL ALABIO
Pendahuluan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, memahami, dan mendeskripsikan tentang: Metode Ummi yang dikembangkan di SDIT Ihsanul Amal : (1) Implementasi metode Ummi di SDIT Ihsanul Amal Alabio, (2) Kualitas bacaan al-Quran setelah diterapkan metode Ummi.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus (case studies). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknis analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti; teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu Kepala Sekolah, Waka Bidang Kurikulum, siswa, dan Kordinator Ummi.Hasil : (1) Implementasi metode Ummi dalam meningkatkan kualitas membaca al-Quran yaitu Pembelajaran al-Qur’an di SDIT Ihsanul Amal 8 JP/minggu, guru yang mengajar mendapatkan sertifikasi dari Ummi Foundation, guru-guru yang mengajar di SDIT ini juga kebanyakan hafizh-hafizah al-Quran, evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi harian, mingguan, bulanan dan semester; (2) Kualitas membaca al-Quran setelah diterapkan metode Ummi menghasilkan bacaan al-Quran yang baik dan sesuai dengan hukum-hukum tajwid yang berlaku
KONSEPSI PERTANGGUNGJAWABAN AMAL PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH
Artikel ini dilatarbelakangi oleh pemikiran oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir
AL-MISHBAH, yang mana menekankan aspek tanggungjawab menjadi salah satu
sikap manusia yang perlu/penting untuk dimiliki oleh setiap manusia, sehingga
menurut hemat penulis perlu adanya pembahasan Pertanggungjawaban Amal dalam
Al Qur’an selaku firman Tuhan yang menjadi petunjuk untuk kehidupan manusia,.
Metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian Tematik Tokoh.
Sedangkan teori yang digunakan peneliti dalam melakukan analisis data adalah
analisis isi (Content Analysis) yaitu pembahasan lebih mendalam lagi terhadap isi
suatu informasi baik bersifat tertulis ataupun tercetak pada media massa. Dari kajian
ini penulis menyimpulkannya dalam empat sub tema yakni, Setiap amal harus
dipertanggungjawabkan : skema kehidupan manusia benar-benar bukan hanya
hidup, mati kemudian selesai, melainkan juga akan dimintai pertanggungjawaban
atas amalnya ketika hidup di dunia dan Tuhan juga menjanjikan akan berbuat adil
dengan membalas setiap amal sesuai dengan apa yang telah dikerjakan, Tolok ukur
Pertanggungjawaban amal : perkara nasab atau keturunan bukanlah sesuatu yang
menjadi faktor pertimbangan yang harus dipertanggungjawabkan, melainkan amal
perbuatan manusia masing-masing, karena sesungguhnya apa yang manusia
sekarang kerjakan belum tentu sesuai dengan apa yang para leluhur kerjakan, Cara
Tuhan menunjukkan amal yang harus dipertanggungjawabkan : Allah tidak akan
bertindak semena-mena atas makhluknya, hal ini dapat tergambarkan dalam upaya
pengadaan suatu saksi dan bukti. Dan Macam-macam Pertanggungjawabkan amal
: memuat bentuk tanggungjawab orang yang bertaqwa (nikmat) dan durhaka (siksa)
al-Madkhal ila Tanmiyat al-A'mal bi Tahsin al-Niyyat wa al-Tanbih 'ala Ba'dh al-Bida' wa al-'Awaid al-lati Intahalat wa Bayan Syanatiha
Melalui kitab ini Ibn al-Ḥajj bertujuan untuk mereformasi masyarakat dengan meningkatkan kepatuhan terhadap syariat-syariat agama, dan terutama memurnikan niat amal perbuatan
Idarah al-amal al-Tathwi'i wa istifadah al-munadzhamat al-khayriyahal-Tathwi'iyah: ru'yah li al-khidmah al-ijtima'iyah
Pembahasan buku ini meliputi: al-Ri'ayah al-Ijtima'iyah wa al-Mujtama' al-insani, al-muadzhamat al-ijtima'iyah al-asas wa al-muqawamat wa al-wadzhaif, munadzhamat al-khairiyah al-tathwi'iyah bi washfaha ahda asykal al-munadzhamat al-ijtima'iyah al-ma'ashirah, al-khidmatu al-ijtima'iyah bayn al-muhniyah wa juhudi al-ri'ayah al-ijtima'iyah, al-asas al-nazhariyah li al-juhud al-tathwi'iyah, qadhaya taf'il mimarasatu al-'amal al-tathwi'i, idarah wa tandzhim al-'amal al-tathwi'iy, tashawur miqtarah li tashmim barnamij li al-mutathawi'in fi al-munadzhamat al-khairiyah al-islamiya
Contesting the Saudi State: Islamic voices from a new generation
The terms Wahhabi or Salafi are seen as interchangeable and frequently misunderstood by outsiders. However, as Madawi al-Rasheed explains in a fascinating exploration of Saudi Arabia in the twenty-first century, even Saudis do not agree on their meaning. Under the influence of mass education, printing, new communication technology, and global media, they are forming their own conclusions and debating religion and politics in traditional and novel venues, often violating official taboos and the conservative values of the Saudi society. Drawing on classical religious sources, contemporary readings and interviews, Al-Rasheed presents an ethnography of consent and contest, exploring the fluidity of the boundaries between the religious and political. Bridging the gap between text and context, the author also examines how states and citizens manipulate religious discourse for purely political ends, and how this manipulation generates unpredictable reactions whose control escapes those who initiated them
MENGUNGKAP MISTERI AL-RAJA ‘ DAN AL-AMAL DALAM AL-QUR’AN: Eksplorasi Makna dalam Dimensi Semantik
This study aims to explain and answer in more detail related to the semantics of the meaning of the words Al-Raja' and Al-Amal in the Qur'an. This type of research is a type of literature research using descriptive methods and semantic analysis methods to solve the problems studied. With the conclusion that the words Al-Raja' and Al-Amal have linguistic differences and synonymous sides. In terms of synonymity, the two words mean to expect goodness, while the linguistic differences between those that are in accordance with the context of the word Al-Raja' tend to hope accompanied by fear, can also be attributed as hope with full greed, ideals, the end of all directions and undone or ended, while the word Al-Amal has the meaning of expecting good with a long enough time. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menjawab secara terperinci terkait semantik dari makna kata Al-Raja’ dan Al-Amal dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif dan metode analisis semantik untuk memecahkan permasalahan yang dikaji. Dengan kesimpulan bahwa kata Al-Raja’ dan Al-Amal memiliki perbedaan linguistik dan sisi sinonimitas. Dari Sisi sinonimitas kedua kata tersebut berarti mengharapkan kebaikan, sedangkan perbedaan linguistik antaranya yang sesuai dengan kontekstual katanya yaitu kata Al-Raja’ cenderung kepada harapan yang disertai ketakutan, juga bisa dinisbatkan sebagai harapan dengan penuh ketamakan, cita-cita, bagian ujung dari segala arah dan diurungkan atau diakhirkan, Sedangkan kata Al-Amal memiliki arti mengharapkan kebaikan dengan waktu yang cukup panjang.
Iman dan amal saleh dalam Al Quran: Studi kajian semantik:
Iman dan amal saleh, suatu term penting dalam Alquran, karena iman dan amal salalu disebutkan, terkadang iman dan amal saleh bersandingan, yang tentunya mengisyaratkan pesan penting untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana iman dan amal saleh dalam Alquran dengan pendekatan semantik T.Izutsu.Metode yang digunakan ialah deskriptif-analisis, yaitu mengambarkan secara umum mengenai objek serta menganalisis dengan jenis penelitian kepustakaan (library research).Hasil penelitian ini menunjukan iman dan amal saleh dalam Alquran menunjukan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, jika amal saleh disebutkan tanpa iman maka tidak akan berguna, walaupun perbuatannya baik, tidak akan mendapatkan sesuatu. Sebaliknya, jika perbuatan itu kecil tetapi dengan iman maka akan mendapatkan pahala. Selain itu, term amal saleh dalam Alquran menunjukan makna yang luas baik kepada Allah, manusia, dan makhluk-Nya
- …
