110,933 research outputs found

    Aly, Götz: Das Prachtboot. Wie Deutsche die Kunstschätze der Südsee raubten (Thomas Schwarz)

    No full text
    Erstveröffentlichung der Rezension in deutscher Sprache auf H-Soz-Kult am 02.09.2021: Thomas Schwarz: Rezension zu: Aly, Götz: Das Prachtboot. Wie Deutsche die Kunstschätze der Südsee raubten. Frankfurt a.M.: S. Fischer 2021. ISBN: 978-3-10-397036-4; 235 S., In: H-Soz-Kult, 02.09.2021 https://www.hsozkult.de/review/id/reb-97653?title=g-aly-das-prachtbootПервая публикация рецензии на немецком языке на H-Soz-Kult 2 сентября 2021 г.: Thomas Schwarz: Rezension zu: Aly, Götz: Das Prachtboot. Wie Deutsche die Kunstschätze der Südsee raubten. Frankfurt a.M.: S. Fischer 2021. ISBN: 978-3-10-397036-4; 235 S., In: H-Soz-Kult, 02.09.2021 https://www.hsozkult.de/review/id/reb-97653?title=g-aly-das-prachtboo

    Implementasi Program Pengabdian Pesantren dalam Meningkatkan Kemandirian Mahasantri Ma'had Aly

    No full text
    Latar Belakang: Pengabdian dari perguruan tinggi dan pesantren menjadi salaհ satu program wajib di Ma'հad Aly Hasyim Asy'ari, di mana setiap maհasantri mengemban kewajiban tersebut sebelum memperoleհ ijaza kelulusan. Sejauհ masa pengabdian, selain memberikan ilmu pada sasaran pengabdian, maհasantri juga secara langsung mendapatkan ilmu dari pengalaman-pengalaman. Tujuan: Mengimplementasikan program pengabdian pesantren di Ma'հad Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng serta meningkatkan kemandirian maհasantri. Metode: Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan tiga teknik, yaitu: (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Hasil: Program pengabdian pesantren yang diselenggarakan oleհ Ma'հad Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng ialaհ merupakan program wajib yang arus dilaksanakan oleհ seluruհ maհasantri selama dua taհun. Diselenggarakan secara kolaboratif melalui tiga lembaga, yakni Ma'հad Aly Hasyim Asy'ari, Balai Diklat, dan Pesantren Tebuireng. Jenis pengabdian bermacam-macam sesuai dengan kebutuհan lembaga dan kompetensi maհasantri. Karakter kemandirian tumbu secara emosional, ekonomi, intelektual, dan sosial. Kesimpulan: Implementasi program pengabdian pesantren di Ma'had Aly Hasyim Asy'ari dapat meningkatkan kemandirian mahasantri

    MANAJEMEN KURIKULUM MA’HAD ALY DALAM MEWUJUDKAN SANTRI MILENIAL (Studi Kasus Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo Kediri)

    No full text
    ABSTRAK Disertasi dengan judul “Manajemen Kurikulum Ma’had Aly Lirboyo dalam Mewujudkan Santri Milenial” ini ditulis oleh Rhendica dengan Promotor Prof. Dr. H. Akhyak, M. Ag, dan Dr. Hj. Sulistyorini, M. Ag. Kata Kunci : Manajemen Kurikulum, Ma’had Aly Lirboyo, Santri Milenial. Penelitian dalam disertasi ini dilatarbelakangi oleh adanya undang-undang diakuinya Ma’had Aly Lirboyo sebagai perguruan tingginya pesantren, serta tuntutan output (lulusan) agar dapat bersaing secara profesional. Untuk itu penulis mengangkat studi kasus Ma’had Aly Lirboyo. Dalam padangan peneliti, Pondok Pesantren Lirboyo yang sejak zaman dahulu mempertahankan eksistensi sebagai pendidikan salaf yang terus berevolusi, kini mulai menyelenggarakan program kurikulum Ma’had Aly agar dapat mencetak santri yang dapat berjuang di era milenial. Kurikulum dan manajemen saling berkaitan, khususnya dalam meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Oleh karna itu Mah’ad Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada studi Islam murni dari program Pondok Peantren harus mewujudkan santri milenial. Santri milenial di sini harus mampu minciptakan ide-ide, kritis, kreatif, konstruktif, objektif, analitis, serta yang paling utama adalah bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi. Rumusan masalah dalam penulisan disertasi ini adalah: (1) bagaimana desain kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial ?, (2) bagaimana struktur kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan Santri milenial?; (3) bagaimana pelaksanaan kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial ?; (4) bagaimana hasil kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial? Jenis penelitian yang digunakan disertasi ini adalah kualitatif, lebih tepatnya yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif ini berbentuk penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (case study). Disertasi ini memfokuskan diri secara intensif pada satu objek dan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data studi kasus diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, yaitu dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: (1) desain kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam Mewujudkan Santri Milenial dengan mengintegrasikan khazanah pesantren sebagai ciri khas Islam nusantara dan keilmuan modern kas perguruan tinggi dengan Program Studi Fikih dan Ushul Fikih (fikih wa ushuluhu) belandaskan bahan ajar kitab-kitab kuning (Turats) karya Ulama Salaf maupun modern, (2) struktur kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial, mengacu pada visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan oleh Ma’had Aly Lirboyo dengan Prodi Fikih dan Usul Fikih meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang dalam 4 tahun atau 8 semester mulai semester I (satu) sampai VIII (delapan) dan semester VII (tuju)-VIII (delapan) merupakan program wajib khidmah (pengabdian masyarakat). (3) Pelaksanaan kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial didasarkan pada potensi, perkembangan, dan kondisi santri untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini mahasantri mendapatkan pelayanan pendidikan yang mencukupi, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara riil tentang penguasaan mata kuliah yang didapat pada perkuliahan, (4) hasil kurikulum Ma’had Aly Lirboyo Kediri dalam mewujudkan santri milenial dengan mewujudkan santri nâsyir al ‘ilmi (dapat menyebarkan ilmu agama), santri dapat mengaplikasikan pembelajaran yang terdapat di dalam kitab kuning (Turats), mewujudkan santri yang muttafaqqih fi ad din, yaitu santri yang ahli di bidang ilmu agama Islam, mewujudkan lulusan yang alim, salih yaitu selain berpengetahuan tinggi juga berperilaku baik di tengah era kemajuan teknologi

    b) Maison waqf Aly bey Katkhoda

    No full text
    Simaïka Marcus H., Greg Robert Hyde, Lacau Pierre, Sayed Metoualli, Sayyed Ahmad el-, Pauty Edmond. b) Maison waqf Aly bey Katkhoda. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 36, exercice 1930-1932, 1936. pp. 86-88

    Dynamics of rotors incorporating squeeze film dampers

    No full text
    Thesis (Ph. D.)--Massachusetts Institute of Technology, Dept. of Mechanical Engineering, 1988.Includes bibliographical references.by Aly El-Shafei.Ph.D

    Telaah Keabsahan Jual Beli Mu‘a>t}a>h di Kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo Perspektif Mazhab Sya>fi‘i>

    No full text
    Jual beli adalah kegiatan tukar menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu yang telah dilegalkan oleh Syariat. Di antara rukun-rukun jual beli adalah adanya s}ighah yang muncul dari kedua belah pihak, baik penjual atau pembeli. Faktanya penulis menemukan praktik jual beli yang terjadi di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo, tidak dijumpai melafalkan s}ighah. Praktik ini dalam literatur Fikih disebut dengan akad mu‘a>t}a>h, yang mana dalam Mazhab Sya>fi’i> hukum akad tersebut masih diperselisihkan. Imam al-Nawawi> dan Ibnu Suraij memilih berpendapat membolehkan akad tersebut dengan adanya kriteria. Permasalahannya, bagaimanakah keabsahan akad mu‘a>t}a>h di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo ditinjau melalui pen-dapat ulama Mazhab Sya>fi’i> yang memperbolehkannya? Metodologi peneliti-an dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif. Data diperoleh melalui dokumen, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul dan diolah sesuai dengan klasifikasinya, kemudian dilakukan pem-bahasan dan disajikan dalam bentuk deskripsi untuk memperoleh kesimpulan. Berdasarkan penelitian, praktik jual beli di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo termasuk jual beli mu‘a>t}a>h. Barang yang dijual di kedai Thayyibah ada yang muh}aqqara>t ada yang tidak. Di antara praktik jual beli di kedai Thayyibah adalah pembeli datang masuk ke dalam kedai memilih barang yang mau dibeli, lalu setelah menemukan barang yang dibeli, ia menanyakan harga barang tersebut dan memasukkan uangnya ke dalam kotak uang yang telah disediakan oleh petugas tanpa mengucapkan kata-kata. Praktik jual beli di kedai Thayyibah dianggap sah pada barang yang muh}aqqara>t, berdasarkan pendapat Ibnu Suraij dan al-Ruyya>ni>. Sehingga menurut pendapat ini transak-si jual beli mu‘a>t}a>h tidak sah untuk barang-barang yang bukan muh}aqqara>t. Sementara berdasarkan pendapat Imam al-Nawawi> dan lainnya, praktik jual beli mu‘a>t}a>h di kedai Thayyibah jelas dianggap sah, karena santri telah menganggap praktik tersebut sebagai jual beli

    On the dynamics of wool spinning

    No full text
    Thesis (M.S.)--Massachusetts Institute of Technology, Dept. of Mechanical Engineering, 1961.Includes bibliographical references (leaf 153).by Aly H. M. El-Shiekh.M.S

    On The Secular Evolution of GG Tau A Circumbinary Disc: A Msialigned Disc Scenario

    No full text
    The binary system GG Tau A is observed to have a circumbinary disc with a dust ring located further out than expected, assuming a co-planar disc and a corresponding semimajor axis of 34 au. Given the binary separation, this large cavity can be explained by relaxing the assumption of a co-planar disc and instead fit the observations with a misaligned circumbinary disc around an eccentric binary with a wider semimajor axis of 60 au, consistent with fitting the proper motion data for the system. We run smoothed particle hydrodynamic simulations to check this possibility and indeed we find that a misalignment angle of 30 degrees and a binary eccentricity of 0.45 fit both the astrometric data and the disc cavity. However, such configuration could in principle be unstable to polar, rather that planar alignment. We investigate the secular evolution of this configuration and show that it is indeed stable throughout the disc lifetime

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Superconducting quantum point contacts and Maxwell potential

    No full text
    The quantization of the current in a superconducting quantum point contact is reviewed and the critical current is discussed at different temperatures depending on the carrier concentration as well by suggesting a constant potential in the semiconductor and then a Maxwell potential. When the Fermi wavelength is comparable with the constriction width we showed that the critical current has a step-like variation as a function of the constriction width and the carrier concentration. © World Scientific Publishing Company.Abdalla E, 1998, PHYS REV LETT, V80, P238, DOI 10.1103-PhysRevLett.80.238; AKAZAKI T, 1991, APPL PHYS LETT, V59, P2037, DOI 10.1063-1.106124; ALY AH, 1998, EGYPTIAN J PHYS, V70, P35; ANDREEV AF, 1964, SOV PHYS JETP-USSR, V19, P1228; Andreev A.F., 1964, Zhurnal Eksperimental'noi i Teoreticheskoi Fiziki, V46; BARDEEN J, 1972, PHYS REV B, V5, P72, DOI 10.1103-PhysRevB.5.72; Bauch T, 2005, PHYS REV B, V71, DOI 10.1103-PhysRevB.71.174502; BECKER T, 1995, PHYSICA B, V204, P183, DOI 10.1016-0921-4526(94)00261-S; Chang VCY, 1997, PHYS REV B, V55, P6004, DOI 10.1103-PhysRevB.55.6004; CHRESTIN A, 1994, PHYS REV B, V49, P498, DOI 10.1103-PhysRevB.49.498; Chtchelkatchev NM, 2000, PHYS REV B, V62, P3559, DOI 10.1103-PhysRevB.62.3559; Colatto LP, 2003, PHYS LETT A, V314, P184, DOI 10.1016-S0375-9601(03)00903-4; Dai Z, 2006, APPL PHYS LETT, V88, DOI 10.1063-1.2206697; De Franceschi S, 1998, APPL PHYS LETT, V73, P3890, DOI 10.1063-1.122926; DEGENNES PG, 1995, SUPERCONDUCTIVITY ME, pCH5; DESER S, 1982, ANN PHYS-NEW YORK, V140, P372, DOI 10.1016-0003-4916(82)90164-6; DUNNE GV, HEPTH9902115; FROLOV SM, 2004, MAT04042434; FURUSAKI A, 1991, PHYS REV LETT, V67, P132, DOI 10.1103-PhysRevLett.67.132; FURUSAKI A, 1998, CONDMAT9811026; FURUSAKI A, 1992, PHYS REV B, V45, P10563, DOI 10.1103-PhysRevB.45.10563; Giazotto F, 2001, APPL PHYS LETT, V78, P1772, DOI 10.1063-1.1357211; Imamura H, 2002, J APPL PHYS, V91, P7032, DOI 10.1063-1.1447188; ISHII C, 1970, PROG THEOR PHYS, V44, P1525, DOI 10.1143-PTP.44.1525; ISHII C, 1972, PROG THEOR PHYS, V47, P1464, DOI 10.1143-PTP.47.1464; KASTALSKY A, 1991, PHYS REV LETT, V67, P3026, DOI 10.1103-PhysRevLett.67.3026; Khare A, 1998, FRACTIONAL STAT QUAN; Kikuchi K., 2002, Physical Review B (Condensed Matter and Materials Physics), V65, DOI 10.1103-PhysRevB.65.020508; KLAPWIJK TM, 1994, PHYSICA B, V197, P481, DOI 10.1016-0921-4526(94)90248-8; KULIK IO, 1970, SOV PHYS JETP-USSR, V30, P944; Lachenmann SG, 1998, J APPL PHYS, V83, P8077, DOI 10.1063-1.367905; MAGNEE PHC, 1994, PHYS REV B, V50, P4594, DOI 10.1103-PhysRevB.50.4594; NGUYEN C, 1994, APPL PHYS LETT, V65, P103, DOI 10.1063-1.113047; NITTA J, 1992, PHYS REV B, V46, P14286, DOI 10.1103-PhysRevB.46.14286; Poirier W, 1997, PHYS REV LETT, V79, P2105, DOI 10.1103-PhysRevLett.79.2105; Regul J, 2002, APPL PHYS LETT, V81, P2023, DOI 10.1063-1.1506417; STERN J, 1991, PHYS LETT B, V265, P119, DOI 10.1016-0370-2693(91)90024-K; SVIDZINS.AV, 1973, J LOW TEMP PHYS, V10, P131, DOI 10.1007-BF00655245; Sze S. M., 1981, PHYS SEMICONDUCTOR D; Taboryski R, 1996, APPL PHYS LETT, V69, P656, DOI 10.1063-1.117796; TAKAYANAGI H, 1995, PHYS REV LETT, V75, P3533, DOI 10.1103-PhysRevLett.75.3533; TAKAYANAGI H, 1995, PHYS REV B, V51, P1374, DOI 10.1103-PhysRevB.51.1374; VANHOUTEN H, 1991, PHYSICA B, V175, P187, DOI 10.1016-0921-4526(91)90712-N; VANHUFFELEN WM, 1993, PHYS REV B, V47, P5170, DOI 10.1103-PhysRevB.47.5170; VANWEES BJ, 1988, PHYS REV LETT, V60, P848, DOI 10.1103-PhysRevLett.60.848; WHARAM DA, 1988, J PHYS C SOLID STATE, V21, pL887, DOI 10.1088-0022-3719-21-24-00223
    corecore