1,720,976 research outputs found
SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN KARYAWAN MINIMARKET DI SPBU PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH
The development of technology information and communication has a positive impact in the way of accessible information as we need. Companies should apply this information system in their activities to win the competition. One of the parts to which the system information is considered applicable is in the system of remuneration. Though the implementation of remuneration information system, it is expected to enable to handle the remuneration transaction in the way that it can run well and be done in minimal errors. This research aims at developing a remuneration information system that includes data processing of the employee’s salary and the report. The tools that are used to perform the analysis and the design is Data Flow Diagram (DFD) while the programming language used to design the system is PHP and MySQL. The result of this research is a computerized remuneration information system that can be used to conclude that the proposed system can effectively meet what the management of a company wants
Fluktuasi relasi Islam Kristen di Indonesia: Pendekatan sosio-historis
Buku ini menjelaskan tentang fluktuasi relasi antara Islam dan Kristen di Dusun Ranurejo Situbondo pasca kerusuhan 1996 yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Sepuluh Sepuluh. Tulisan sederhana ini berupaya memahami sejarah hubungan Islam-Kristen, medan budaya penciptaan kerukunan, faktor pendukung dan penghambat penciptaan kerukunan, dan implikasi kerusuhan bagi kerukunan antarumat beragama di Dusun Ranurejo. Potret hubungan Islam-Kristen di Ranurejo memiliki basis sejarah yang kuat, sehingga mampu menumbuhkan relasi harmonis dan saling pengertian, karena desa tersebut dibuka orang-orang Kristen dan dibangun bersama dengan orang-orang Islam yang datang belakangan. Kerukunan umat beragama tercipta melalui dua medan budaya, yakni kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kerukunan umat beragama tercipta karena toleransi dan saling menghormati, kearifan dakwah, dan dialog antarumat beragama yang dilakukan secara intensif. Hambatan penciptaan kerukunan umat beragama disebabkan adanya salah persepsi dan munculnya konflik keagamaan pasca kerusuhan. Kerusuhan Situbondo memiliki implikasi negatif dan positif bagi relasi Islam-Kristen. Di satu sisi menumbuhkan trauma psikologis pada sebagian masyarakat, namun di sisi lain dapat memperkuat relasi kedua agama dengan tumbuhnya kesadaran untuk menjunjung tinggi prinsip agama masing-masing. Kendati cenderung fluktuatif karena beberapa persoalan, namun secara umum relasi Islam-Kristen di dusun ini mampu menampilkan keharmonisan dan kedamaian
Strategi Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam Memperkuat Karakter pada Tingkat Sekolah Dasar
Pengembangan kurikulum di sekolah dasar sangat penting untuk meningkatkan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas strategi pengembangan kurikulum Merdeka dalam memperkuat karakter pada tingkat sekolah dasar. Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk menciptakan siswa yang memiliki karakter yang terampil, berbudi pekerti, beradab, dan berakhlak baik sesuai dengan visi bangsa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan hasil observasi terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kurikulum Merdeka meliputi identifikasi kebutuhan, penyesuaian kurikulum, penguatan kompetensi dasar, pemanfaatan teknologi, melibatkan stakeholder dalam pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta memastikan pembelajaran karakter terintegrasi dalam setiap aspek pembelajaran. Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar meliputi integrasi konten kurikulum karakter ke dalam mata pelajaran yang relevan, kegiatan sehari-hari di sekolah, dan kegiatan yang direncanakan, serta membangun komunikasi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua siswa. Studi ini memberikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya pengembangan kurikulum Merdeka dalam memperkuat karakter pada tingkat sekolah dasar
Pengembangan Industri Kreatif Batik Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kabupaten Pamekasan - Batik Industrial Development Through An Approach Of Local Economic Development In Pamekasan Regency
Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu kabupaten
miskin di Jawa Timur membutuhkan suatu penggerak perekonomian
lokal. Batik yang merupakan salah satu ciri khas lokal Kabupaten
Pamekasan adalah salah satu potensi yang dapat diandalkan untuk
mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi
wilayah. Akan tetapi, kondisi infrastruktur, kelembagaan, dan sistem
produksi yang terdiri dari SDM dan teknologi menjadi kendala
berkembangnya industri batik di Kabupaten Pamekasan. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan arahan yang tepat
untuk mengembangkan industri batik di Kabupaten Pamekasan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Local Economic
Development. Tahapan penelitian ini, yang pertama menentukan
produktivitas pengrajin untuk mengidentifikasi karakteristik industri
batik Pamekasan. Kedua, menganalisis faktor yang mempengaruhi
perkembangan industri batik menggunakan Confirmatory Factor
Analysis. Selanjutnya, melakukan analisis klaster yang kemudian
dikomparasikan dengan karakteristik industri untuk menghasilkan
tipologi industri batik. Dari tipologi yang dihasilkan, disusun arahan
pengembangan industri batik melalui analisis delphi.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah 5 tipologi industri
batik. Tipologi 1 terdiri dari Desa Klampar, Toket dan Larangan
Badung. Arahan untuk tipologi 1 ditekankan pada pengembangan
variabel-variabel pada faktor kelembagaan. Tipologi 2 terdiri dari
Desa Panaan dengan arahan pengembangan pada variabel dalam
faktor sistem produksi dan kelembagaan. Tipologi 3 adalah Desa
Angsanah, dimana arahan pengembangan ditekankan pada variabel
dalam faktor kelembagaan. Tipologi 4 adalah DesaKowel, Waru
Barat dan Candi Burung dengan arahan pengembangan pada variabel dalam faktor kelembagaan dan sistem produksi. Desa Rang
Perang Daya, RekKerek, Banyuplle, Pegantenan dan Pagendingan
tergolong dalam tipologi 5. Arahan untuk tipologi 5 adalah
pengembangan variabel-variabel pada faktor sistemproduksi,
infrastruktur dan kelembagaan.
========================================================================================================================
Pamekasan, as it is one of regency in East Java, needs any
support for enhancing local economy. So far, Batik, as one of local
property owned by Pamekasan regency, is one of potential reliable
support to encourage the society’s prosperity and territorial
development. Yet, some of elements can be obstacle. They may come up
from infrastructure, institutional, and producing system in which Human
Resources and Technology be constraint of Pamekasan regency
industrial development. That’s why; this research aims at establishing
any appropriate way of developing batik industry in Pamekasan
regency.
This research used Local Economic Development approach.
The steps of this research were, first, to determine the craftsman
productivity in order to identify the typical batik industry of Pamekasan.
Second, was to analyze any factors influencing batik industrial
development using Confirmatory Factor Analysis. The next after, having
cluster analysis which then was compared with typical industry in order
to obtain batik industrial typology. And of the typology result, the
appropriate way of developing batik industrial was compiled trough
Delphi Analysis.
The final point of this research was 5 typologies of batik
industry. Typology 1 consisted of Klampar village, Toket, and Larangan
Badung. The appropriate way of typology 1 was emphasized on
developing any variables to the institutional factors. Typology 2
consisted of Panaan village with way of developing on the variables of
producing system and institutional. Typology 3 consisted of Angsanah
village which the appropriate way was emphasized on variables of
institutional factors. Typology 4 was Kowel village, Waru Barat and
Candi Burung with focusing on way of developing on variables of
institutional factors and producing system. Rang Perang Daya village,
RekKerek, Banyuplle, Pegantenan, and Pagendingan included on the typology 5 which developing variables on producing system factors,
infrastructures and institutional were emphasized
Pemulihan ekonomi pasca bencana pandemi Covid-19 di Dusun Kedungsari Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi
Peristiwa pandemi covid-19 telah menciptakan krisis global terbesar di dunia, terutama pada sistem ekonomi. kejadian ini juga dialami oleh masyarakat Desa Gintangan khusunya Dusun Kedungsari. Hal ini membuat masyarakat resah karena masih banyak kebutuhan yang harus terpenuhi akan tetapi mereka mengalami ekonomi yang tidak stabil dan sangat rendah. Menemukan alternatif baru merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi dampak perekonomian yang disebabkan adanya pandemi Covid-19 ini. Penelitian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) yaitu penelitian yang fokus terhadap aset atau potensi yang dimiliki. Tujuan akhir (goal) pada penelitian ini adalah dapat memulihkan ekonomi pasca bencana Covid-19 di Dusun Kedungsari. Dengan adanya pasar kuliner dapat dijadikan sebagai wadah atau salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan dan mengembangkan aset dan potensi mereka. Adanya kelompok pengelola kegiatan yang telah dibentuk agar kegiatan dan aktivitas di pasar dapat terstruktur dan terkelola dengan baik
Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah Ber-Pht (Pengendalian Hama Terpadu) Di Desa Besur Kabupaten Lamongan
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki sumber daya alam dan sumber
daya pangan yang beragam. Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Bertambahnya jumlah
penduduk di Indonesia menjadi hambatan untuk menuju ketahanan pangan
nasional. Tanaman pangan memegang peranan penting sebagai pemasok
kebutuhan konsumsi penduduk di Indonesia salah satunya adalah padi. Tingkat
konsumsi beras mencapai 132,98 kg/kapita/tahun sehingga peningkatan produksi
beras saat ini menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan pangan
penduduk di Indonesia. Produksi padi sawah di Kabupaten Lamongan Jawa Timur
pada tahun 2010-2016 cenderung berfluktuatif. Kabupaten Lamongan merupakan
salah satu wilayah yang memproduksi padi terbanyak di Jawa Timur.
Tantangan utama dalam peningkatan produksi padi salah satunya ialah serangan
hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit menyebabkan terjadinya
penurunan hasil produksi padi. Usaha untuk meningkatkan produksi padi melalui
peningkatan produktivitas juga terhambat oleh konversi lahan pertanian,
kerusakan jaringan irigasi dan perubahan iklim. Penggunaan pupuk dan pestisida
kimia secara berlebihan menyebabkan menurunnya sumber daya alam dan
kualitas tanah.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) menilai dan menganalisis status keberlanjutan
usahatani padi sawah ber-PHT di Desa Besur Kabupaten Lamongan; (2)
menyusun strategi meningkatkan keberlanjutan usahatani padi sawah ber-PHT
berdasarkan faktor-faktor kunci penentu.
Penelitian dilaksanakan di Desa Besur Kabupaten Lamongan sejak September
hingga Oktober tahun 2018. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data
sekunder. Data primer merupakan hasil wawancara melalui penyebaran kuesioner
kepada petani dan stakeholder. Data sekunder berupa studi literatur yang
diperoleh dari berbagai sumber, seperti penelitian terdahulu, tesis, jurnal, laporan
serta dokumen lain yang terkait dengan judul penelitian. Analisis keberlanjutan
usahatani padi sawah ber-PHT dilakukan dengan pendekatan RAP-IPM (Rapid
Appraisal for Integrated Pest Management) dengan menerapkan teknik MDS
(Multidimensional Scaling) menggunakan software Rapfish (Rapid Assessment
Techniques for Fisheries) untuk menentukan indeks dan status keberlanjutan.
Faktor kunci keberlanjutan usahatani padi sawah diperoleh dari hasil analisis
prospektif.
Usahatani padi sawah ber-PHT di Desa Besur Kabupaten Lamongan berdasarkan
teknik MDS secara multidimensi menunjukkan sangat berkelanjutan. Dari 14
atribut sensitif yang dianalisis, teridentifikasi delapan faktor dominan / faktor kunci
yang berpengaruh terhadap usahatani padi sawah ber-PHT. Dalam menyusun
strategi untuk meningkatkan keberlanjutan usahatani padi sawah ber-PHT di masa
xii
depan dapat dilakukan dengan mengelola delapan faktor kunci dengan cara: (1)
mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia, (2) melakukan pengolahan
tanah yang sempurna, (3) mengurangi atau tidak mengeluarkan biaya
pengendalian OPT, (4) menanam tanaman pelindung (refugia) di sekitar pematang
sawah, (5) sering mengaplikasikan pestisida hayati, (6) tidak terpengaruh dengan
harga pestisida kimia yang jika suatu saat menurun, (7) rutin melakukan
pengamatan OPT dan (8) sering melakukan kegiatan pencegahan atau kesiapan
sejak dini sebelum adanya bencana (serangan hama penyakit) datang.
Dari hasil penelitian dapat disarankan, yaitu: (1) mengelola delapan faktor kunci
dengan baik di masa yang akan datang dan (2) melakukan perbaikan pada atribut-
atribut sensitif serta perlu peningkatan peran kelembagaan di bidang agribisnis
terutama pemasaran hasil produk pertanian dalam menunjang dan meningkatkan
keberlanjutan usahatani padi sawah ber-PHT di Desa Besur Kabupaten
Lamongan
PENGARUH MOTIVASI, KEPUASAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ASEMBAGUS BAGIAN RAWAT INAP KABUPATEN SITUBONDO
Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan yang pelayanannya
disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga medis lainnya baik yang
diselenggarakan oleh pemerintah ataupun swasta. Setiap rumah sakit harus
menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga dapat memberikan
pelayanan yang bermutu. Seperti instansi atau organisasi lainnya,rumah sakit
memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mendukung dalam memberikan
pelayanan. Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang paling dominan
dalam menciptakan pelayanan yang bermutu.
Kekayaan yang paling berharga dalam suatu organisasi ialah Sumber Daya
Manusia (SDM). SDM merupakan investasi sangat berharga bagi sebuah
organisasi yang perlu dijaga. Setiap organisasi harus mempersiapkan program
yang berisi kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme
SDM supaya organisasi bisa bertahan dan berkembang sesuai dengan lingkungan
organisasi. Untuk mencapai kepuasan kerja yang maksimum, organisasi harus
menjamin dipilihnya tenaga kerja yang tepat dengan pekerjaan serta kondisi yang
memungkinkan mereka bekerja optimal.
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian exploratory research yaitu
penelitian yang meneliti tentang hubungan antara variabel-variabel melalui
pengujian hipotesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh motivasi, kepuasan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja
pegawai rumah Sakit Umum Daerah Asembagus bagian Rawat Inap Kabupaten
Situbondo. Sampel yang digunakan adalah semua karyawan di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Asembagus bagian Rawat Inap Kabupaten Situbondo
sebesar 49 orang.
Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa 3 variabel yang terdiri dari motivasi,
kepuasan kerja dan lingkungan kerja dapat meningkatkan kinerja pegawai,
terdapat 5 indikator motivasi yang dapat meningkatkan kinerja dari kelima
indikator tersebut indikator kebutuhan sosial merupakan indikator yang memiliki
nilai paling tinggi dalam meningkatkan motivasi dalam bekerja. Kepuasan kerja
memiliki 4 indikator dalam meningkatkan kinerja,indikator yang paling dominan
adalah kepuasan terhadap rekan kerja, dukungan dari teman kerja dapat
meningkatkan kinerja. Variabel yang terakhir yaitu lingkungan kerja, suasana
yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja dapat meningkatkan kinerja
karyawan, dari semua indikator-indikator yang ada memiliki pengaruh yang besar
dalam meningkatkan kinerja semua karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Asembagus bagian Rawat Inap Kabupaten Situbondo
Kerukunan Antarumat Beragama: Kajian Sosio-Historis hubungan Islām–Kristen di Dusun Ranurejo Kabupaten Situbondo pasca kerusuhan 1996
ABSTRAK
Secara garis besar penelitian ini menjelaskan tentang kerukunan antarumat beragama dalam hal ini hubungan Islām dan Kristen di dusun Ranurejo pasca kerusuhan Situbondo 1996. Penelitian ini sangat penting dilakukan sehingga dapat diketahui secara akurat hubungan sosial keagamaan antarumat beragama di dusun Ranurejo dengan melihat medan budaya yang memperkokoh keharmonisan Islām–Kristen di dusun tersebut dan juga dapat diketahui faktor-faktor yang mendukung terciptakan hubungan yang tetap kondusif antara Islām dan Kristen pasca kerusuhan Situbondo 1996.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan diperoleh dari penelusuran kepustakaan dan hasil wawancara dengan para informan. Untuk mendukung data tersebut, penelitian ini juga dilakukan dengan metode observasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa antara masyarakat Muslim dan Kristen telah melakukan langkah-langkah bijak untuk tetap mempertahankan keharmonisan seperti sedia kala. Dengan langkah-langkah yang dilakukan, akhirnya mengantarkan kedua belah pihak pada hubungan yang lebih erat dan kerukunan yang memang telah tercipta pra kerusuhan dapat tetap dipertahankan pada pasca kerusuhan. Salah satu langkah riil yang dilakukan adalah adanya dialog dan kerja sama antar kedua belah pihak baik di dalam bidang sosial kamasyarakatan maupun keagamaan.
Faktor-faktor yang mendukung terciptanya kerukunan antarumat beragama di dusun Ranurejo selain karena faktor sejarah hubungan yang baik antara Islām dan Kristen di dusun Ranurejo dan telah mengakar kuat sehingga apapun yang terjadi, bahkan kerusuhan terbesar yang terjadi di Situbondo pada tahun 1996 di mana gereja-gereja di bakar dan dua gereja di dusun Ranurejo juga tidak luput dari amuk massa, hal itu tidak mempengaruhi kebersamaan dan keutuhan hubungan di antara mereka, juga faktor kearifan dakwah para elit tokohnya yang melakukan pendekatan-pendekatan yang baik serta memberikan pemahaman dan pengertian tentang pentingnya hidup rukun dan saling memahami sikap keberagamaan masing-masing, sehingga dapat terwujud toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
ABSTRACT
As broad outlines, this research explained about the harmony among the members of religious community, in this case the relationship of Islam and Christian in Ranurejo village post the Situbondo riot of 1996. This research was very important to carry out until there could be known accurately the religious social relationship among the members of religious community in Ranurejo village by viewing the cultural field firming the Islam-Christian harmony in the village and there also could be known the factors supporting the created of keep conducive relationship between Islam and Christian post the Situbondo riot of 1996.
This research used the qualitative method resulting in descriptive data and obtained from the literature tracking and the results of interview with informants.To support the data, this research was also conducted by observation method.
From the research results it indicated that between Moslem and Christian community have made the wise measures to maintain the harmony like formerly. By the measures performed, eventually brought the both parties into the closer relationship and the harmony that indeed has been created in pre riot could be keep to maintain at post riot time. One of real measures performed was the dialogue and cooperation among the both parties in both social and religious fields.
Factors supporting the created of harmony among the members of religious community in Ranurejo village in addition to the good relationship history between Islam and Christian in Ranurejo village and have rooted firmly until anything took place, even the largest riot taking place in Situbondo in 1996 where churches were burnt and two churches in Ranurejo village were also not escaped from mass rage, that case did not influence the togetherness and wholeness of relationship among them, it also the religious proselytizing wisdom of their elite figures performing the good approaches and gave the understanding and appreciation concerning the importance of harmonious life and mutually understand the respectively diversity attitude, until can realized the tolerance and harmony among the members of religious community
ANALISIS HUKUM WARIS ISLAM DALAM RANCANGAN UU WARIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan implikasi dari Rancangan Undang-Undang (UU) Waris terhadap praktik pembagian warisan di Indonesia, khususnya dalam konteks hukum waris Islam. Penelitian ini melibatkan studi literatur, analisis teks rancangan UU Waris, yang terkait dengan praktik pembagian warisan di Indonesia. Beberapa aspek yang dibahas dalam penelitian ini antara lain persyaratan syariah dalam hukum waris Islam, pembagian warisan antara ahli waris, keadilan gender dalam pembagian warisan, dan perlindungan hak pewaris. Penelitian ini dilakukan karena Rancangan UU Waris yang diusulkan oleh pemerintah pada tahun 2020 masih dalam tahap pembahasan di DPR dan perlu dikaji lebih lanjut terkait dampak dan implikasinya terhadap praktik pembagian warisan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rancangan UU Waris perlu dikaji ulang terkait beberapa aspek, seperti persyaratan syariah dalam hukum waris Islam dan pembagian warisan antara ahli waris yang tidak seiman. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa praktik pembagian warisan di Indonesia masih membutuhkan perbaikan dalam hal keadilan gender dan perlindungan hak pewaris. Dalam kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pembahasan Rancangan UU Waris serta memberikan rekomendasi terkait praktik pembagian warisan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam hukum waris Islam di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, ahli hukum, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas praktik pembagian warisan di Indonesia.
 
- …
