106 research outputs found

    Anisa Puspitasari Tradisi Kupatan Dalam Ritual Rebo Wakasan Perspektif Living Qur'an

    No full text
    This writing aims to find out how the process of the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual and also the author tries to examine the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual from the perspective of living qur'an in Cikalahang Village, Pabuaran Village. This research uses a qualitative research method with a case study approach that relies on collecting secondar and primary data sources. Secondary data obtained through literature studies, such as journals or articles, books and other reading materials and primary data sources include observations and interviews. The results of this study show that in the perspective of living qur'an, the Rebo Wakasan ritual is seen as a community response to the Qur'an. Phenomena contained in the Rebo Wakasan ritual in Cikalahang village such as: Prayers, dhikr, praying, giving alms and reading surahs of the Qur'an together are the result of the interpretation of the Cikalahang village community on the function of the Qur'an which according to them can protect from various disasters by the will of Allah SWTPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dan juga penulis berusaha mengkaji tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dilihat dari perspektif living qur’an di Kampung Cikalahang Desa Pabuaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus yang mengandalkan pengumpulan sumber data sekunder dan primer. Data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, seperti jurnal atau artikel, buku dan bahan bacaan lainnya dan sumber data primer meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perspektif living qur’an, ritual Rebo Wakasan dipandang sebagai respons masyarakat terhadap Al-qur’an. Fenomena yang terdapat dalam ritual rebo wakasan di kampung cikalahang seperti : Sholat, berdzikir, berdo’a, bersedekah dan pembacaan surah-surah al-qur’an secara bersama merupakan hasil dari interpretasi masyarakat kampung Cikalahang atas fungsi al-qur’an yang menurut mereka bisa melindungi dari berbagai bala musibah atas kehendak Allah SWT.&nbsp

    Keunikan Bahasa pada Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Alicia . 2018. Keunikan Bahasa pada Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd.   Kata Kunci: cerita fantasi, keunikan, bahasa Menulis teks cerita fantasi merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan di kelas VII SMP/MTs. Cerita fantasi adalah sebuah kehidupan baru yang diciptakan oleh siswa, yang mengisahkan tokoh dan latar yang unik, serta kejadian-kejadian yang belum pernah dialami oleh penulis yang memberikan pengalaman kepada pembacanya. Alasan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena ciri bahasa dalam cerita fantasi masih bersifat umum dan kurang bisa menjadi ciri khas atau pembeda dengan jenis teks yang lain. Untuk itu, fokus dalam penelitian ini terdiri atas (1) keunikan bahasa dalam pemaparan latar, (2) keunikan bahasa dalam pemaparan peristiwa, dan (3) keunikan bahasa dalam pemaparan tokoh dan penokohan cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ciri bahasa pada cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Sesuai dengan tujuan tersebut sumber data yang digunakan berupa dokumen cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Adapun data penelitian berupa kata dan kalimat unik yang menunjukkan ciri bahasa teks cerita fantasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen kunci dan instrumen pelengkap, yakni (1) lembar tugas siswa menulis cerita fantasi dan (2) panduan pengumpulan data. Adapun langkah-langkah pengumpulan data, yaitu (1) membaca karya siswa secara berulang, (2) mengidentifikasi data, (3) memberikan kode pada data, dan (4) memberikan catatan analisis. Data yang terkumpul dianalisis dan disimpulkan secara induktif. Berdasarkan hasil analisis penelitian, diperoleh tiga simpulan yang menunjukkan keunikan bahasa cerita fantasi dalam pemaparan latar, peristiwa, serta tokoh dan penokohan cerita. Pertama, keunikan bahasa yang memaparkan latar cerita. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi keunikan bahasa yang menggambarkan latar fisik, keunikan bahasa yang menggambarkan latar sosial budaya, dan keunikan bahasa yang menggambarkan latar waktu. Keunikan bahasa yang memaparkan latar fisik meliputi (1) kosa kata unik yang menyebutkan nama tempat (tata surya, wilayah kekuasaan, dan nama gedung) dan (2) kalimat yang menyatakan ketidakmungkinan di suatu tempat. Berikutnya, yaitu keunikan bahasa yang memaparkan latar sosial budaya meliputi (1) penggunaan kalimat yang menyatakan adanya kondisi sosial yang berbeda (menyimpang) dan (2) kalimat yang menyatakan adat atau kebiasaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Terakhir, keunikan bahasa yang memaparkan keunikan latar waktu meliputi (1) penggunaan kosa kata yang menyatakan ketidakjelasan waktu (pada suatu atau suatu, beberapa, kemudian, dan dahulu kala), (2) penggunaan kalimat yang menyatakan ketidaksesuaian kejadian dengan latar waktu, dan (3) kalimat yang menyatakan kejadian unik dalam suatu waktu. Kedua, keunikan bahasa dalam pemaparan peristiwa. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi dua, yaitu keunikan bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita dan keunikan bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita. Keunikan bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita meliputi (1) penggunaan kalimat yang menyatakan sesuatu yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi dan (2) penggunaan kalimat yang berisi mantra, sebagai penanda unsur supernatural. Ide cerita fantasi tidak disampaikan secara eksplisit oleh penulis, melainkan secara implisit melalui tokoh dan kejadian yang dialaminya. Maka dari itu, ciri bahasa cerita fantasi dalam penyajian khayalan ide cerita fantasi ditandai oleh kalimat yang menyatakan kejadian tidak masuk akal. Berikutnya, yaitu bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita meliputi (1) kalimat yang menyatakan kesaktian dan keajaiban yang dimiliki oleh tokoh, (2) kalimat yang menyatakan ada benda ajaib atau supernatural, dan (3) kalimat yang menyatakan ada kejadian aneh. Ketiga, keunikan bahasa dalam pemaparan tokoh dan penokohan cerita. Keunikan bahasa ini terbagi menjadi dua, yaitu keunikan bahasa yang menyatakan nama tokoh dan keunikan bahasa yang memaparkan watak dan perilaku tokoh. Keunikan bahasa yang digunakan untuk memaparkan penamaan tokoh ditandai dengan penggunaan kosa kata unik untuk menyebutkan nama tokoh. Lain halnya dengan bahasa yang digunakan untuk memaparkan keunikan watak atau perilaku tokoh yang meliputi (1) kalimat yang menyatakan adanya penyimpangan watak dan perilaku terhadap lingkungan maupun tokoh nyata dan (2) kalimat yang menyatakan perilaku tidak wajar atau tidak masuk akal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga saran yang dapat dijadikan tindak lanjut. Pertama, bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, siswa sudah dapat membuat dan mengreasikan istilah yang berkaitan dengan latar, peristiwa, maupun tokoh dan penokohan. Akan tetapi, kekurangan dalam penelitian ini siswa kurang mampu dalam menguraikan peristiwa, sehingga terdapat beberapa karya yang terlalu singkat pemaparannya. Untuk itu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia perlu membimbing siswa dalam menguraikan kejadian atau peristiwa sehingga dapat menghasilkan cerita fantasi yang ideal. Meskipun demikian, dalam penelitian ini siswa sudah berupaya untuk berfantasi. Kedua, bagi siswa. Siswa perlu banyak membaca contoh-contoh teks cerita fantasi agar memiliki variasi yang lebih dalam menghadirkan dunia fantasi yang lainnya. Selain itu, siswa perlu banyak berlatih menulis cerita fantasi agar dapat menghasilkan karya fantasi yang ideal. Berlatih menulis cerita fantasi dapat diawali dengan fantasi rendah hingga fantasi yang lebih tinggi. Ketiga, bagi peneliti lain. Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang lebih fokus pada pilihan kata, kalimat atau paragraf pada tiap bagian struktur atau pada unsur-unsur cerita fantasi yang lainnya. Penelitian terfokus diharapkan dapat memperoleh hasil yang lebih rinci. Selain itu, peneliti lain juga dapat menganalisis penggunaan bahasa pada teks lain yang belum pernah diteliti

    PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan)

    No full text
    Yuni Puspitasari, Agus Yulianto, S.H., M.H., Bahrul Ulum Annafi, SH., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan dimana untuk mengetahui hambatan  dalam pelaksanaan peraturan menteri keuangan dan memberikan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan diberlakukannya sistem pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik dengan menggunakan e-biling. Mengingat  dalam pelaksanaannya diharapkan untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak.  namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan ini masih terdapat beberapa wajib pajak yang masih belum memahami akan penggunaan e-billing. Sehingga permasalahan terkait pelaksanaan pembayaran pajak secara elektronik dapat dianggap ringan apabila terdapat sosialisasi dari instansi tersebut terhadap wajib pajak terdaftar mengenai pemahaman dan penggunaan e-billing dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik. Kata Kunci : pelaksanaan, wajib pajak, e_billing  ABSTRACT In writing of this thesis, the author discusses about the implementation of Minister of Finance Regulation Number 242/PMK.03/ 2014 concerning Procedures of Payment and Tax Deposit conducted at Pratama Pamekasan Tax Service Office which aimed to understand obstacles in the implementation of Minister of Finance Regulation and its solution to overcome those obstacles.  It was motivated by the enactment of payment and deposit system using e-billing. Considering that the implementation was expected to facilitate taxpayers in making payment and deposit of taxes.  In reality, however, this implementation shows that some taxpayers still did not understand how to use e-billing. Therefore, the obstacles related to the implementation of tax payment electronically can be understandable if there is a socialization from the institution towards registered tax payers related to understanding and using e-billing in order to handle payment and deposit of taxes electronically. Keywords: implementation, taxpayer, e-billin

    Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening

    BAHASA PADA CERITA FANTASI KARYA SISWA KELAS VII MTs NEGERI 2 KOTA MALANG

    No full text
    Cerita fantasi merupakan sebuah gambaran kehidupan baru yang diciptakan oleh siswa, yang mengisahkan tokoh, latar, serta kejadian-kejadian yang unik dan tidak dapat ditemui di dunia nyata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ciri bahasa pada cerita fantasi karya siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kota Malang. Alasan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena ciri bahasa dalam cerita fantasi masih bersifat umum dan kurang bisa menjadi ciri khas atau pembeda dengan jenis teks yang lain. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen kunci dan instrumen pelengkap, yakni lembar tugas siswa menulis cerita fantasi dan panduan pengumpulan data. Adapun temuan dalam penelitian ini meliputi (1) paparan bahasa yang menggambarkan keunikan latar fisik, (2) paparan bahasa yang menggambarkan keunikan latar sosial budaya, dan (3) paparan bahasa yang menggambarkan keunikan latar waktu. Kata Kunci: cerita fantasi, keunikan, bahas

    Towards high resolution operando electron microscopy of a working catalyst

    No full text
    The objectives of this PhD project are to address the challenges of in-situ TEM and introduce a new generation of in-situ TEM equipment. In Chapter 2 the in-situ TEM facilities are introduced, focusing on the nanoreactor that has gone through quite some development stages during this project. Several types of in-situ TEM nanoreactors were fabricated using Microelectromechanical Systems (MEMS) technology, which enables miniaturisation of the complete catalytic reactor (reactor column, heating system and gas system). The different generations of nanoreactors are the glued nanoreactor (GNR), the wafer bonde

    PENGARUH RELIABILITY, ASSURANCE, RESPONSIVENESS, EMPATY DAN TANGIBLE TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA NASI GORENG 69 DI LIPPO MALL SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAKSI Indra Devi Puspitasari. 2018. Pengaruh Reliability, Assurance, Responsiveness, Empaty dan Tangible Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Nasi Goreng 69 Di Sidoarjo. Skripsi ini telah dipublikasikan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada era globalisasi sekarang ini dunia bisnis memiliki persaingan yang semakin ketat, apalagi perusahan dalam bidang industri kuliner. Pada dasarnya manusia memilik kebutuhan yang sama, tetapi karena budaya maka ebutuhan ikut berbeda. Kebutuan manusia yaitu kebutuhan fisiologis atau dasar, kebutuhan akan rasa aman dan tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi,kebutuhan untuk dihargai. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling mendasar, dimana kebutuhan tersebut adalah kebutuhan yang paling kuat dan yang paling jelas untuk mempertahankan hidup secara fisik. Salah satu dari kebutuhan fisiologis tersebut adalah kebutuhan akan makanan. Tujuan sebuah bisnis adalah menciptakan konsumen, dengan melakukan kualitas layanan yang erat dengan kepuasan konsumen. Membangun kepuasan konsumen adalah inti dari pencapaian profitabilitas jangka panjang. Obyek dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Nasi Goreng 69 Di Sidoarjo. Dengan teknik pengambilan sampel Nonprobability Sampling yaitu semua elemen dalam populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Dengan metode pengambilan sampel Accidental sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengujian instrumen atau data dalam penelitian adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji hipotesis yang berupa uji T dan uji F, dan untuk uji asumsi klasik yang berupa normalitas, multikolinesritas, autokorelasi, heterokedastsiitas, linieritas. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh reliability, assurance, responsiveness, empaty dan tangible terhadap kepuasan konsumen. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji validitas dan reliabilitas menunjukkan semua pertanyaan dalam kuisioner dinyatakan valid dengaan hasil bahwa semua item variabel X1 X2 X3 X4 X5 dan Y adalah valid. Karena nilai korelasi (Pearson Correlation) lebih besar dari nilai r tabel. Dan untuk uji reliabilitas dari semua variabel adalah reliabel dengan diperoleh nilai Cronbach Alpha X1 X2 X3X4 X5 dan Y lebih besar dari nilai r tabel. Dan untuk uji hipotesis yang digunakan uji F diketahui ada pengaruh simultan dengan niali F hitung lebih besar dari nilai F tabel dan uji t diketahui ada pengaruh parsial dengan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Berdasarkan keterangan diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh reliability, assurance, responsiveness, empaty dan tangible terhadap kepuasan konsumen Pada Nasi Goreng 69 Di Sidoarjo. Kata-kata kunci : reliability, assurance, responsiveness, empaty, tangible, kepuasan konsumen.  ABSTRAKSI Indra devi puspitasari. 2018. Effect of Reliability, Assurance, Responsiveness, Empaty and Tangible on Consumer Satisfaction At Fried Rice 69 In Sidoarjo. This thesis has been published by the Faculty of Economics, University of Muhammadiyah Sidoarjo. In this era of globalization today the business world has increasingly fierce competition, let alone companies in the field of culinary industry. Basically humans have the same needs, but because of the culture then the need to participate differently. Human needs are the physiological or basic needs, the need for security and peace, the need to be loved and loved, the need to be respected. Physiological needs are the most basic needs, where they are the strongest and most obvious need for physical survival. One of the physiological needs is the need for food. The goal of a business is to create consumers, by doing a close quality of service with customer satisfaction. Building customer satisfaction is at the core of achieving long-term profitability. Object in this research is consumer who bought Nasi Goreng 69 In Sidoarjo. With Nonprobability Sampling sampling technique that all elements in the population do not have the same opportunity to be selected to be sampled. By the sampling method Accidental sampling. This type of research is quantitative research. Technique testing instrument or data in research is test of validity and reliability test. Hypothesis test in the form of T test and F test, and for classical assumption test in the form of normality, multicolinesritas, autocorrelation, heterokedastsiitas, linearity. The purpose of this research is to know the influence of reliability, assurance, responsiveness, empathy and tangible to customer satisfaction. The results obtained based on the validity and reliability test show all questions in the questionnaire otherwise valid with the result that all items X1 X2 X3 X4 X5 and Y are valid. Because the correlation value (Pearson Correlation) is greater than r table value. And to test the reliability of all variables is reliable with the value obtained Cronbach Alpha X1 X2 X3X4 X5 and Y larger than the value of r table. And to test the hypothesis used F test known to have a simultaneous influence with niali F arithmetic greater than the value of F table and t test is known there is partial influence with the value of t arithmetic is greater than t table. Based on the above information the author can draw the conclusion that there is influence of reliability, assurance, responsiveness, empathy and tangible to customer satisfaction At Fried Rice 69 In Sidoarjo. Keywords: reliability, assurance, responsiveness, empathy, tangible, consumer satisfaction
    corecore