73 research outputs found

    ANALISIS MAKROPLASTIK DI PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU

    No full text
    Sampah plastik merupakan salah satu penyebab adanya pencemaran, yang disebabkan karena aktvitas perkotaan dan industri yang dibuang sembarangan ke wilayah pantai dan tidak mudah tergedradasi. Makroplastik merupakan sampah plastik yang lebih dari (>2,5-100 cm). Penelitian ini dilaksanakan di pantai panjang Kota Bengkulu. Wisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu, mempunyai lokasi strategis hanya berjarak sekitar 2 km dari pusat kota dan terletak di jalan utama kota Bengkulu yang mengakibatkan banyaknya sampah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sampah Makroplastik di Pantai Panjang Kota Bengkulu, Pengumpulan data dilakukan dengan observasi atau turun lapangan secara langsung untuk mendapatkan jenis, berat dan laju pertambahan sampah plastik. Penentuan stasiun menggunakan purposive sampling dengan 4 kriteria yaitu adanya Stasiun 1 aktivitas manusia, Stasuin 2 aliran sungai, Stasiun 3 kegiatan ekowisata, dan Stasiun 4 pemukiman warga, dengan metode deskriptif. Jenis makroplastik yang ditemukan pada Pantai Panjang Kota Bengkulu yaitu pembungkus makanan, kantong plastik, botol minuan, tutup botol atau wadah, pematik rokok, tali plastik, gelas plasik, peralatan plastik, sedotan, dan produk perawatan pribadi. Berat makroplastik yang di dapatkan 10558,00 gram, kepadatan Makroplastik didapatkan 228,96 gram/m2, kepadatan relatif yang didapatkan 100%, Fluktuasi\ud Makroplastik tertinggi pada tanggal 25 Januari 2024 (13 Rajab 1445 H) sebesar 853,00 gram. Kata Kunci: Makroplastik, Pantai Panjang Kota Bengkulu, Pemukiman, Plasti

    ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN TEKNIS PENANGKAPAN RAWAI DASAR DI DESA KOTA BANI KECAMATAN PUTRI HIJAU KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    Pancing rawai dasar merupakan alat tangkap dominan yang digunakan oleh nelayan di Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perikanan tangkap pancing rawai dasar di sentra perikanan Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode Survei dengan teknik observasi dan wawacara. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktivitas perikanan rawai dasar di desa kota bani diperoleh nilai produktivitas per trip sebesar 3 kg dan produktivitas pertahun sebesar 6000 kg. Ukuran alat tangkap pancing rawai di Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara dengan panjang tali utama rata-rata 1.000 meter, panjang tali cabang 1 depa atau 1,5 meter, mata pancing rata-rata 100 - 200 mata pancing, tanda atau bendera 2 buah, pelampung berjumlah rata-rata 5 buah, pemberat rata-rata berjumlah 5. Ukuran kapal rata-rata panjang 10 meter, tinggi 1 meter, lebar 1,5 meter, dengan ukuran rata-rata adalah 3 GT. Mesin penggerak yang digunakan adalah mesin tempel 15 PK dengan jenis BBM yang digunakan yaitu pertalite yang dicampurkan dengan oli merek Castrol 2T. Jumlah anak buah kapal (ABK) perahu/kapal nelayan penangkapan ikan berjumlah 2 orang dalam satu perahu/kapal. Metode pengoperasiaan Pancing Rawai Dasar dibagi menjadi 4 tahap, yaitu: Persiapan, Setting, Drafting dan Haulling. Kedalaman daerah penangkapan ikan nelayan berkisar antara 10 – 20 meter dengan ikan hasil tangkapan Pancing Rawai Dasar terdiri dari 5 jenis, yaitu ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan manyung (Arius thalassinus), ikan kerapu (Epinephelus sp.), ikan hiu putih (Selachimorpha) dan ikan pari (Dasyatis sp.).

    KERAGAAN TEKNIS DAN ASPEK BIOLOGI PENANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) MENGGUNAKAN RUMPON DI PERAIRAN KAUR, BENGKULU

    No full text
    Pengembangan suatu perikanan tangkap di suatu daerah terdiri dari berbagai aspek, salah satunya dilihat dari aspek biologi. Adanya aspek biologi memiliki arti penting sebagai upaya untuk pengembangan perikanan suatu daerah. Dalam penelitian ini aspek biologi berguna untuk mengetahui komposisi isi lambung ikan tuna sirip kuning  yang didaratkan di Pasar Lama. Sebanyak 30 ekor sampel lambung ikan tuna sirip kuning yang diambil pada bulan September 2015 – Januari 2016 dari pengepul tuna di pasar lama untuk selanjutnya dilakukan pengukuran panjang total, berat tubuh, analisis hubungan panjang berat, serta analisis isi lambung dengan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik, dan index prepoderance. Data yang telah dihitung antara hubungan panjang total ikan dengan berat tubuh semua ikan tuna sirip kuning bersifat allometrik positif dengan nilai b sebesar 4,227. Hasil yang didapatkan dari dari semua perhitungan indeks preponderance organisme cumi-cumi sebesar 81,77%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, cumi-cumi merupakan makanan utama bagi ikan tuna sirip kuning di wilayah Pasar Lama Kaur dan berdasarkan hubungan panjang berat didapatkan hasil bersifat allometrik positif dimana pertumbuhan bobot ikan tuna sirip kuning lebih cepat dibanding pertumbuhan panjang.</p

    PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI TANJUNG AGUNG KOTA BENGKULU

    No full text
    Ikan sidat (Anguilla spp.) adalah jenis ikan dari ordo Anguilliformes yang termasuk dalam kelompok ikan katadromus, yaitu ikan yang tumbuh dan hidup di sungai air tawar namun akan kembali ke laut untuk memijah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis umpan terhadap hasil tangkapan ikan sidat (Anguilla spp.) di Sungai Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental dimana data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang didapatkan selama penelitian diolah menggunakan uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis dengan aplikasi IBM SPSS 25. Penelitian menggunakan alat tangkap pancing ulur dengan menggunakan 3 jenis umpan, yaitu cacing, udang dan keong. Selama penelitian dilakukan ditemukan 1 jenis ikan sidat yaitu, Anguilla bicolor. hasil tangkapan ikan sidat yang sebanyak 11 ekor dengan hasil tangkapan sampingan sebanyak 10 ekor, meliputi ikan nila, lele dan betok. Hasil penelitian tentang pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan ikan sidat (Anguilla spp.) pada alat tangkap pancing ulur di Sungai Tanjung Agung, Kota Bengkulu adalah perbedaan jenis umpan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan sidat, sehingga diterima dan ditolak. Kata kunci : Ikan Sidat, Anguilla spp, Pancing Ulur, Sungai Tanjung Agun

    DESKRIPSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PULAU BAAI, KOTA BENGKULU

    No full text
    Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pulau Baai menjadi pusat kegiatan produksi perikanan, dan merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar yang berada di Provinsi Bengkulu. Pelabuhan ini juga memiliki beragam jenis Alat Penangkap Ikan (API) yang digunakan nelayan dalam kegiatan penangkapan, seperti jaring Purse Seine, gill net, trammel net, bagan, dan pancing rawai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap Purse Seine di PPI Pulau Baai, Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara dan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data hasil tangkapan serta musim penangkapan ikan dan metode partisipatif digunakan untuk memperoleh data daerah penangkapan ikan. Adapun jumlah kapal alat tangkap Purse Seine yang berbasis di Pulau Baai berjumlah 6 unit kapal. Hasil tangkapan utama dari alat tangkap Purse Seine yaitu ikan pelagis kecil jenis layang deles (Decaptrus macrosoma) dan tongkol lisong (Auxis rochei), sedangkan hasil tangkapan sampingannya yaitu ikan pari kekeh (Rhynchobbatus Sp). Kapal Purse Seine melakukan operasi penangkapan di Perairan sekitar Pulau Mego dan Pulau Sanding yang berada di Perairan Samudera Hindia. Umumnya nelayan kapal Purse Seine mulai berangkat dari pelabuhan pada pukul 09.00 WIB, perjalanan yang ditempuh memakan waktu cukup lama dengan jarak tempuh menuju fishing ground yaitu ± 20-24 jam perjalanan. Sistem pemasaran hasil tangkapan nelayan Purse Seine di PPI Pulau Baai merupakan sebuah sistem yang dilakukan secara bertahap atau tidak dijual secara langsung kepada konsumen. Hasil tangkapan dipasarkan ke dalam Provinsi Bengkulu dan luar Provinsi seperti Lampung, Padang, dan Jakarta. Kata kunci: Kapal, Layang deles, Pulau Baai, Purse Seine, Tongkol lison

    STUDI POLA MUSIM IKAN TUNA (Thunnus sp) DI KABUPATEN KAUR

    No full text
    Kabupaten Kaur memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perikanan tuna, nilai ikan tuna yang ekonomis tinggi membuat ikan tuna menjadi target utama tangkapan nelayan di Desa Pasar Lama Bintuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola musim penangkapan ikan tuna di wilayah perairan Kabupaten Kaur. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode survey. Unit penangkapan yang digunakan nelayan Desa Pasar Lama Bintuhan masih bersifat tradisional. Ikan tuna yang teridentifikasi di TPI Pasar Lama Bintuhan ada dua jenis yaitu ikan tuna sirip kuning, tuna albacore. Pola musim penangkapan ikan tuna di wilayah perairan Kabupaten Kaur sepanjang tahun 2014 – 2018 berada pada bulan Mei dengan Indeks Musim Penangkapan sebesar 261,254% dan yang terendah terjadi pada bulan September sebesar 10,466%. Kata kunci: Indeks Musim Penangkapan, Musim, Tuna, Kau

    PENGARUH JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI TANJUNG AGUNG BENGKULU

    No full text
    Bengkulu Province, which is located on the West Coast of Samudera Island, is known to have a coastline of ± 525 km, and is directly connected to the Indian Ocean. There are several large rivers that flow to the coast of Bengkulu Province. Fish resources in the waters of Bengkulu Province are quite potential, both in terms of number and type of fish. One type of fish that is currently receiving attention for use and development is the eel (Anguilla spp.). Bengkulu Province, which ranks second in terms of eel production in Indonesia, with a contribution of 16.1% in 2018. This research aims to analyze the effect of various types of bait on catches of eels (Anguilla spp.) in the Tanjung Agung River, Sungai Serut District, Bengkulu City. This research was carried out using experimental methods. There were 3 types of bait used in this research, namely worms, shrimp and snails. This research used a Completely Randomized Design (CRD) and data analysis used the Kruskal-Wallis Test. Only one species of eel was caught, namely Anguilla bicolor. Apart from eels, other types of fish were also caught, namely tilapia (Oreochromis niloticus), betok fish (Anabas testudineus) and catfish (Clarias batrachus). The difference between three types of bait has no effect on the catch of eels (Anguilla spp.) using hand lines in the Tanjung Agung River, Bengkulu City

    IDENTIFIKASI JENIS SAMPAH LAUT (Marine Debris) PANTAI JAKAT KOTA BENGKULU

    No full text
    Sampah laut (marine debris) adalah bahan sisa–sisa produk yang ditinggalkan atau dibuang kelaut oleh manusia baik dengan sengaja maupun tidak sengaja di tinggalkan didalam lingkungan laut. Penelitian Sampah Laut (marine debris) di Pantai Jakat Kota Bengkulu diharapkan dapat memberikan informasi dan data kepada mahasiswa, Peneliti, Pemerintah dan masyarakat umum sebagai informasi ilmiah awal tentang jenis sampah laut (marine debris) yang tersebar di Pantai Jakat Kota Bengkulu. Pengumpulan data dilakuakan dengan teknik purposive sampling melalaui observasi untuk mendapatkan jenis – jenis sampah laut (marine debris) berdasarkan 2 kategori yaitu sampah laut organik dan anorganik. Pantai Jakat Kota Bengkulu terdapat beberapa jenis sampah laut (marine debris) yaitu sampah plastik, kaca, karet, kain, kayu dan turunannya. Jenis sampah laut (marine debries) yang mendominasi adalah jenis sampah plastik. Kata Kunci: Sampah Laut, Jenis Sampah Laut, Pantai Jaka

    ANALISIS MAKROPLASTIK DIPANTAI PANJANGKOTABENGKULU

    No full text
    Sampah plastik merupakan salah satu penyebab adanya pencemaran, yang disebabkan karena aktvitas perkotaan dan industri yang dibuang sembarangan ke wilayah pantai dan tidak mudah tergedradasi. Makroplastik merupakan sampah plastik yang lebih dari (>2,5-100 cm). Penelitian ini dilaksanakan di pantai panjang Kota Bengkulu. Wisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu, mempunyai lokasi strategis hanya berjarak sekitar 2 km dari pusat kota dan terletak di jalan utama kota Bengkulu yang mengakibatkan banyaknya sampah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sampah Makroplastik di Pantai Panjang Kota Bengkulu, Pengumpulan data dilakukan dengan observasi atau turun lapangan secara langsung untuk mendapatkan jenis, berat dan laju pertambahan sampah plastik. Penentuan stasiun menggunakan purposive sampling dengan 4 kriteria yaitu adanya Stasiun 1 aktivitas manusia, Stasuin 2 aliran sungai, Stasiun 3 kegiatan ekowisata, dan Stasiun 4 pemukiman warga, dengan metode deskriptif. Jenis makroplastik yang ditemukan pada Pantai Panjang Kota Bengkulu yaitu pembungkus makanan, kantong plastik, botol minuan, tutup botol atau wadah, pematik rokok, tali plastik, gelas plasik, peralatan plastik, sedotan, dan produk perawatan pribadi. Berat makroplastik yang di dapatkan 10558,00 gram, kepadatan Makroplastik didapatkan 228,96 gram/m2, kepadatan relatif yang didapatkan 100%, Fluktuasi Makroplastik tertinggi pada tanggal 25 Januari 2024 (13 Rajab 1445 H) sebesar 853,00 gram. Kata Kunci: Makroplastik, Pantai Panjang Kota Bengkulu, Pemukiman, Plasti

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK HAMBUR BALIK AKUSTIK (TARGET STRENGTH) DENGAN FAKTOR KONDISI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MELALUI PENGUKURAN SECARATERKONTROLPADA FREKUENSI 200 KHZ

    No full text
    Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan terbesar di Indonesia. Tingginya permintaan rajungan baik di dalam maupun di luar negeri dapat memengaruhi kegiatan penangkapan rajungan di alam, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya penangkapan secara berlebihan atau dikenal dengan overfishing. Hal ini dapat mengkhawatirkan kondisi keberadaan ataupun kelestarian rajungan di alam. Dibutuhkan pengelolaan yang tepat demi menjaga kelestarian rajungan di alam, dalam pengelolaan rajungan pentingnya mengetahui kajian parameter populasi atau pendugaan stok pada rajungan. Salah satu parameter untuk menduga stok rajungan dapat digunakan faktor kondisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hambur balik akustik rajungan serta hubungannya dengan faktor kondisi rajungan. Penelitian ini menggunakan metode Hidroakustik. Perekaman atau sounding rajungan dilakukan dengan durasi 3-5 menit pada setiap individu rajungan. Alat yang dipakai untuk mengetahui nilai target strength (TS) rajungan yaitu scientific =echosounder dengan 200 kHz. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai target strength (TS) pada tingkat kelas faktor kondisi berkisar -48,69 hingga -41,74 dB. Sementara itu nilai rata-rata TS pada seluruh sampel rajungan sebesar -44,41 dB. Diketahui hasil dari analisis regresi linier yang dilakukan menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.15 atau pengaruh faktor kondisi terhadap besarnya nilai TS sebesar 15% . Uji ANOVA menunjukan bahwasanya Faktor kondisi berpengaruh nyata terhadap nilai TS pada rajungan. Kata kunci : Faktor kondisi, Hidroakustik, Rajungan, Target strength
    corecore