13 research outputs found

    NILAI-NILAI AQIDAH DAN AHLAK DALAM KITAB SIMTUT DURAR KARYA HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI (Analisis Isi Akidah dan Ahlak Dalam Simtut Durar)

    No full text
    Abstrak: Kitab Simtut Durar sebagai kitab yang menceritakan kehidupan nabi juga tidak lepas dari nilai-nilai akhlak dan doktrin tasawuf. Karena dalam Simtut Durar sendiri menceritakan tentang orang yang menjadi sauri tauladan dalam setiap tindak tanduk beliau. Unsur ahlak sebagai salah satu cabang tasawuf bisa dilihad pada ungkapan Habib Ali dalam menjelaskan tentang nabi Muhammad sebagai suri tauladan yang baik. Selain itu terdapat pula nilai-nilai akidah dalam karyanya ini.Habib Ali al-Habsyi membungkus karyanya Simtut Durar dengan nilai-nilai akidah dan ahlak yang sangat kental. Habib Ali membungkus nilai-nilai itu dengan gaya bahsa yang indah dan mudah dipahami dan diresapi bagi pembacanya

    NILAI-NILAI TASAWUF DALAM KITAB SIMTUDDURAR KARYA HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI (Kajian Analisis Isi dan Semiotika Riffatere)

    No full text
    Pembacaan kitab maulid dalam budaya keberagamaan masyarakat Indonesia bukanlah suatu yang asing. Masyarakat menjadikan pembacaan kitab Simṭuddurar sebagai sarana ibadah dan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulnya. Maka dari iu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai tasawuf dalam nasr-nasr yang berisi tentang biografi Nabi Muhammad SAW dalam kitab Simṭuddurar karangan Al Habîb Alî bin Muhammad bin Husain Al Habsyî (1259H/1843M). Rumusan masalah adalah Apa saja konten yang terdapat dalam kitab Simṭuddurar, kedua, Bagaimana konten tasawuf dalam Simṭuddurar berdasarkan teori semiotika Riffatere?. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun kajian teorinya adalah kajian pustaka (library research) dengan menjadikan kitab Simṭuddurar Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar sebagai data primer. Sedangkan proses pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yaitu suatu cara pencarian data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya kemudian data tersebut dianalisa dengan dua teknik. Pertama adalah, conten analysis. Kedua adalah teori semiotika Riffatere,. Pada teknik conten analysis peneliti menemukan nilai-nilai tasawuf dan aqidah, diantaranya pertama Nilai tentang rasa syukur, ini tergambarkan dari pujian-pujian kepada Allah dan pujian atas diutusnya nabi Muhmmaad. Selain itu nilai zuhud yang digambarkan Habîb Alî al-Habsyî lewat prilaku kehidupan nabi Muhammad. Ada juga nilai tasawuf filsafi yang tergambarkan lewat nur Muhammad yang dalam Simṭuddurar dikatakan bahwa nur Muhammad adalah mahluk pertama yang diciptakan Allah. Selain itu juga ada nilai tentang mahabbah, perwujudan mahhabba kepada Allah dalam Simtut Durar adalah dengan mecintai nabi-Nya yaitu Muhammad, dan meneladaninya. Simṭuddurar sendiri tercipta karena rasa cinta Habîb Alî al-Habsyî kepada nabi Muhammad yang sangat besar. Nilai tentang aqidah tasawuf diantaranya adalah tentang irâdah (kehendak) Allah, irâdah adalah salah satu dari sifat-sifat yang dimiliki Allah, sifat ini dibarengi dengan adanya sifat qudrah (kuasa). Habib Ali dalam kitab Simṭuddurarnya mengatakan bahwa semua yang terjadi dialam ini adalah karena sesuai dengan qudrah dan irâdah Allah diilmunya yang qadim. Selain itu, diterangkan pula sifat-sifat Rasul yaitu sidiq amaha, tablig dan fatanah disertai keistimewaan yang diberikan Allah kepada nabinya yaitu berupa Mujizat-mujizat, dan kehususan yang diberikan Allah kepada nabi Muhammad berupa Isra’ dan Mi’raj. Sedangkan dalam mengunakan teknik semiotika Riffatere nilai-nilai tasawuf yang di dapat adalah, pertama peneliti menemukan dalam bab 4 (empat) dari Simṭuddurar pembahasan tentang nur Muhammad. Selanjutnya, pada bab 13 dan 14 dari Simṭuddurar ditemukan tentang gambaran insan kamil, yang digambarkan lewat diri nabi Muhammad yang sempurna dalam fisik, rupa, sifat-sifat, tabiat dan ahlaknya. Dengan telah ditemukanya nilai-nilai tasawuf dalam Simṭuddurar diharapkan dalam membaca Simṭuddurar bisa dihayati makna yang terkandungdidalamnya

    ANALISA PENGARUH PANJANG KUMPARAN PRIMER PADA TRANSFORMATOR TERHADAP GAYA GERAK LISTRIK YANG DIHASILKAN

    No full text
    Transformator dibuat untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan dalam konsumsi energi listrik arus bolak balik. Dimana sebuah peralatan elektronik memiliki spesifik tegangan tertentu dalam menjalankannya. Seperti tegangan listrik yang dijual oleh pembangkit listrik Negara (PLN) yaitu 220 V, sehingga dibutuhkan sebuah transformator yang dapat menghasilkan tegangan keluaran tetap pada kisaran tersebut. Berdasarkan kebutuhan tersebut sehingga dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Hubungan variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan keluaran kumparan sekunder dibuat dalam bentuk tabel dan grafik. Selain itu, juga dilakukan analisis pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap daya listrik pada transformator. Dimana daya listrik yang diukur untuk mengetahui besar konsumsi listrik dari setiap variasi kumparan pada transformator. Pengukuran tegangan keluaran kumparan sekunder dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer. Variasi panjang kumparan primer dari 1 cm hingga 15 cm dengan selisih 1 cm. Sedangkan untuk kumparan sekunder berjumlah 3 yaitu dengan panjang 3 cm, 6 cm, dan 9 cm. Begitu juga pengukuran daya listrik dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer, dengan metode 3 volt meter. Dari hasil pengukuran tersebut dihitung daya listrik dan sudut faktor daya. Sedangkan untuk menentukan besar kesalahan pengukuran digunakan standart deviasi. Besar tegangan keluaran yang terukur pada kumparan sekunder berubah secara linier terhadap variasi panjang kumparan primer, yaitu semakin panjang kumparan primer tegangan yang terukur semakin kecil. Besar R-square dari grafik untuk kumparan sekunder 3 cm, 6 cm, dan 9 cm yaitu 0.9603, 0.9775, dan 0.9822. Namun bila dilihat dari seluruh data pada kumparan sekunder yang sama, terdapat beberapa anomali, yaitu dengan bertambah panjang kumparan primer, tegangan yang terukur tidak mengalami penurunan. Yaitu untuk kumparan sekunder 3 cm terjadi pada panjang kumparan primer 12 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 6 cm terjadi pada panjang kumparan primer 10 cm, dan 14 cm. Dan pada kumpran sekunder 9 cm terjadi pada kumparan primer 15 cm. Untuk sudut faktor daya didapatkan nilai yang perubahannya tidak terlalu baik. Hal ini bila ditinjau dari pengaruh panjang kumparan terhadap pergeseran daya tidak terlau besar berdasarkan persamaan. Besar sudut faktor daya yang didapatkan bekisar pada 760 hingga 780 untuk setiap variasi panjang kumparan primer dengan panjang kumparan sekunder 3 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm didapatkan besar sudut berkisar 760 hingga 770. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar sudut faktor daya yaitu berkisar pada 760 hingga 790. Ketika dilihat dari besar kesalah pengukuran dengan standar deviasi nilai terkecil pada kumparan sekunder 3 cm yaitu 12.70 pada kumparan primer 13 dan 15 cm dan terbesar 13.50 pada kumparan primer 1 dan 2 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm kesalan pengukuran dari standar deviasi yaitu terkecil 12.40 pada kumparan primer 14 cm dan terbesar 13.10 pada kumparan primer 2 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar keslahan dari standar deviasi yaitu terkecil 12.60 pada kumparan primer 15 cm dan terbesar 13.20 pada kumparan primer 2 cm

    أسرار تعدية الفعل بحرف الجر في سورة الأعراف

    No full text
    Al-Quran merupakan firman Tuhan yang memiliki kemukjizatan dalam berbagai aspeknya. Salah satu aspek kemukjizatannya adalah aspek bahasa dimana Al-quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah dan menarik untuk dikaji. Di dalamnya terdapat keharmonisan dalam pemilihan kata-kata, baik dari segi kalimat maupun ketepatan maknanya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas masalah ta’diyah al-fi’il bi harf al-Jer pada Surat Al-A'raf karena di dalamnya terdapat beberapa fi’il muta’addi (transitif) yang bersambung dengan beberapa huruf jer yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan makna pada fiil tersebut. Adapun rumusan masalah dalam Skripsi ini, yaitu; Fiil dan huruf jer apa saja yang terdapat pada surat Al-A'raf,Apa saja makna fiil dan rahasia dibalik perbedaan huruf jer yang bersambung dengan fiil tersebut?Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data-data dari kepustakaan yang berhubungan dengan fi’il muta’addi bi harf al-Jer. kemudian penulis membaca Surat Al-A’raf dengan teliti dan berulang-ulang sehingga menemukan data yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti yaitu tentang ta’diyah al-Fi’il bi harf al-Jer.Setelah Penulis melakukan penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat 15 fiil yang bersambung dengan huruf jer yang bermacam-macam Adapun huruf-huruf jar yang bersambung dengan fi’il di Surat Al A'raf pada huruf (،على ، في ، ب ، ل، إلى ، من ، عن). Huruf-huruf ini masuk pada fiil yang berbeda-beda dan mengakibatkan perubahan makna pada fiil tersebut.sehingga membuat bahasa Al-quran lebih indah dan sesuai dengan konteksnya

    Tranformasi pendidikan agama Islam dalam Deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan

    No full text
    Radikalisme merupakan suatu paham ekstrim yang mengacu pada kekerasan. Radikalisme sudah menjadi topik pembicaraan di berbagai Negara termasuk Indonesia khususnya radikalisme agama. Isu-isu radikalisme agama tidak hanya terdapat pada ruang lingkup masyarakat biasa saja, akan tetapi paham radikal ini sudah masuk ke dunia pendidikan. Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan dalam mengantisipasi radikalisme agar tidak masuk ke lingkungan sekolah dan merupakan peran guru pendidikan agama Islam dalam menangkal radikalisme agama di sekolah agar peserta didik tidak terpapar radikalisme. Berangkat dari permasalahan tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah mengukur tingkat radikalisme siswa di MAN 2 Model Padangsidimpuan dan bagaimana transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman radikalisme siswa dan bagaimana transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme (menangkal radikalisme) di MAN 2 Model Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini adalah mix methods, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif menggunakan model sequental (berurutan) dengan pendekatan exlanatory yaitu analisis kuantitatif pada tahap pertama dan diikuti analisis data kualitatif. Analisis data penilitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat radikalisme siswa di MAN 2 Model Padangsidimpuan sangat rendah (50%). Adapun transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan berkenaan dengan tranformasi bidang pendidikan keimanan, pendidikan akhlak mulia dan penanaman toleransi beragama melalui proses pembelajaran yaitu persiapan awal; telaah buku-buku PAI secara korektif, serius menyusun perangkat pembelajaran, proses pembelajaran; pembelajaran kooperatif (berkelompok, diskusi, tanya jawab), menyenangkan, mengkaitkan materi pada kegiatan-kegiatan toleransi beragama, meningkatkan media pembelajaran melalui media internet, penilaian secara autentik (nyata/objektif) tidak diskriminasi, selanjutnya pengawasan dan perhatian yang memadai terhadap peserta didik baik di dalam dan di luar sekolah

    Perlawanan Pihak Ketiga Terhadap Perampasan Objek Pembiayaan Sebagai Barang Bukti Dalam Salah Satu Kasus Pidana Narkotika (Studi Perkara Nomor 258/PDT.G/2017/PN.PBR

    No full text
    Confiscation carried out by the Prosecutor's Office regarding the object of fiduciary security belonging to PT. BCA Finance Pekanbaru Branch as the Opposition Party against Mitsubhi Pajero Sport four-wheeled vehicles is against the law. That is because Suripto as the Most Distant Party II has not completed the overall fulfillment of its obligations on credit payments as a debtor every month to the PT. BCA Finance Pekanbaru Branch, but due to Suripto the Most Opponent II was caught in a Narcotics crime case, a fiduciary object in the form of a four-wheeled vehicle of the Mitsubhi Pajero Sport Brand, was forced to be confiscated by the Prosecutor's Office and it should have been taken into consideration by the Prosecutor's Office against the object or goods which were confiscated, do not let any other party be harmed by the confiscation as experienced by PT. BCA Finance Pekanbaru Branch as the Opponent in this case. In the research that the author did, set the issue of Third Party Resistance Against Expropriation of Financing Objects as Evidence in One of the Narcotics Criminal Cases in Case Number 258 / Pdt.G / 2017 / PN.Pbr as well as the Legal Considerations of the Judges Council on Third Party Resistance Against Confiscation of Financing Objects as Evidence in One Narcotics Criminal Case in Case Number 258 / Pdt.G / 2017 / PN.Pbr This writing when viewed from the type of research classified as normative legal research is research to examine and explore and find answers about what is every problem that should be examined consists of 3 (three) primary, secondary and tertiary legal materials. While the nature of this research is descriptive which means this study provides a clear and detailed description of the usurping of financing objects as evidence in one of the narcotics criminal cases in case number 258 / Pdt.G / 2017 / PN.Pbr. Resistance of a third party against the confiscation of the object of financing as evidence in one of the narcotics criminal cases in case Number 258 / Pdt.G / 2017 / PN.Pbr is a resistance carried out by a third party, because the contrarian does not agree with the confiscation carried out by the party The Prosecutor's Office that has seized Mitsubishi, the All New Pajero Sport Dakar 4X2 A / T Type in 2016, white, BM 500 SK Police Number, 4N15UBC7166 Engine Number and MMBGUKR10GH039834 Frame Number. Judge's Legal Consideration of the third party's opposition to the appropriation of financing objects as evidence in one of the narcotics criminal cases in case Number 258 / Pdt.G / 2017 / PN.Pbr that the prosecutor's party does not have the right to Mitsubishi, the All New Pajero Type Sport Dakar 4X2 A / T, Year 2016, white color, Police Number BM 500 SK, Engine Number 4N15UBC7166 and MMBGUKR10GH039834 Frame Number

    Kontekstualisasi Hadis-Hadis Berambisi Menjadi Pemimpin: (Studi Kasus atas Sistem Pemilihan Pemimpin di Kota Serang)

    No full text
    Contestation of the election of both heads of regions in Indonesia as a democracy of Pancasila, as happened in Serang city indicate that there is an attempt to ask for the position of a head of regional office to the people as the highest sovereign. In fact, in view of the Prophet's hadiths, asking for a position more ambitious to become a leader is prohibited. This raises a problem for the people of Indonesia, the largest Muslim country in the world, because there is a conflict between the norms of state law and religious norms. With regard to this, raises the following question: 1. How is the phenomenon of leader election in Serang city? 2. How does the analysis of hadiths ambitious to become leaders? 3. How does contextualization of hadiths of ambitiously becoming leaders against the process of electing leaders in the city of Serang? In answering the problem, the author used a mixed method between library research and field research by applying contextual analysis of Hadith Syuhudi Ismail theory which is based on the theory of Yūsuf Qarḍawi. Contestation of the election of both heads of regions in Indonesia as a democracy of Pancasila, as happened in Serang city indicate that there is an attempt to ask for the position of a head of regional office to the people as the highest sovereign. In fact, in view of the Prophet's hadiths, asking for a position more ambitious to become a leader is prohibited. This raises a problem for the people of Indonesia, the largest Muslim country in the world, because there is a conflict between the norms of state law and religious norms. With regard to this, raises the following question: 1. How is the phenomenon of leader election in Serang city? 2. How does the analysis of hadiths ambitious to become leaders? 3. How does contextualization of hadiths of ambitiously becoming leaders against the process of electing leaders in the city of Serang? In answering the problem, the author used a mixed method between library research and field research by applying contextual analysis of Hadith Syuhudi Ismail theory which is based on the theory of Yūsuf Qarḍawi. This study aims: 1. To describe the phenomenon of leader election in Serang city, 2. To understand the analysis of hadiths ambitious to become leaders and 3. To understand the contextualization of hadiths of ambitiously becoming leaders against the process of electing leaders in the city of Serang. The results of this study indicate that legal norms accompanied by phenomenon in the election of mayor and vice mayor of Serang 2018 are not contradictory to the result of contextual analysis of the hadiths ambitious on becoming leader as long as there is a real public good reason, bringing a good impact if occupied by the party requesting the position, the offer or the possibility of vacancies that can be taken with the purpose of common good with the ability and ability to carry out the mandate of the position well and not in the framework of pride

    ANALYSIS THE EFFECT OF PRIMARY COIL LENGTH OF TRANSFORMATOR TO THE RESULTED ELECTROMOTIF FORCE

    No full text
    Transformator is an electrical device that uses a principle of solenoid wrapped in kern, and there are usually two or more coils. Each coil of the taranformator is electromagnetically connected. The transformator is made to fulfill the specific level of voltage required in the devices or systems that use alternating current electrical energy. For example, transformator tap change is design to have different number of primary turns to produce a fixed output voltage, in term there is a changing in the input voltage. This research tries to analyze the effect of the length of primary coil difference of transformator to the voltage resulted in the secondary coil. The objective of the study is producing a relationship of primary coil length variation to the resulting voltage. Variation of coil length is made from 1 cm to 15 cm with interval of 1 cm coil length. The length of the secondary coil is also varied imto 3 cm, 6 cm, and 9 cm. The test is performed by providing the same input voltage at each variation of the primary coil length and then measure the output voltage. The results show that the longer primary coil will produce the smaller output voltage in the secondary coil of tranformator. Based on the resulted graph, the relationship of the length variant of primary coil is linear to the voltage measured in the secondary coil.with determination coefficient (R2) of  0.9603, 0.9775, and 0.9822 respectively forlength of  3 cm, 6 cm, and 9 cm of the secondary coil

    Identity and Communication Pattern of Berco Tribe in Sumbawa Regency concerning Land Conflict Situation

    No full text
    This research aims to analyze the communication process of the Berco tribe in Sumbawa Besar that figured in establishing their reality in agrarian conflict. This study is distinctive and novel since the social science approach, including the pattern of communication, symbol, culture, and identity, was used as the approach. This research used a qualitative study with an over-participants approach, and the informants of the study were chosen using goodness criteria with a purposive sampling technique. In analyzing the data, the author used a model of interactive technique by Miles and Huberman that comprised three steps: data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the Berco tribe held their cultural tradition solidly as a way to show their existence during the conflict. Rapulung, or deliberate instruction communication patterns, became a process that is imposed during the conflict. Furthermore, the use of native language, namely 'Berco,' is one of the cultural identities that is considered important as a form of resistance and becomes the individual variability in influencing the choices and strategies in the conflict situations

    Identity and Communication Pattern of Berco Tribe in Sumbawa Regency concerning Land Conflict Situation

    No full text
    This research aims to analyze the communication process of the Berco tribe in Sumbawa Besar that figured in establishing their reality in agrarian conflict. This study is distinctive and novel since the social science approach, including the pattern of communication, symbol, culture, and identity, was used as the approach. This research used a qualitative study with an over-participants approach, and the informants of the study were chosen using goodness criteria with a purposive sampling technique. In analyzing the data, the author used a model of interactive technique by Miles and Huberman that comprised three steps: data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the Berco tribe held their cultural tradition solidly as a way to show their existence during the conflict. Rapulung, or deliberate instruction communication patterns, became a process that is imposed during the conflict. Furthermore, the use of native language, namely 'Berco,' is one of the cultural identities that is considered important as a form of resistance and becomes the individual variability in influencing the choices and strategies in the conflict situations
    corecore